

ahmad muiz
18.9K posts




Yang menang tender sudah ada beritanya ni, @direktoridosen 😁


@PlanUmbie kita cek yang menang tender siapa. mgkin disitu ada jawabannya

Kita disuruh WFA/WFH. Ada juga yang bikin kebijakan dalam rangka efisiensi anggaran: - Jalan kaki - Naik Sepeda Tapi kita dipertontokan puluhan ribu motor di jalan untuk MBG yg menghabiskan biaya triliunan. ©jogjastudent


Lur Menteri Pariwisata lur

Serba serbi coli (onani) dengan kualitas sperma dan Ca prostat. Mari diluruskan selurus2 nya Source: doi.org/10.1016/j.euru… tau.amegroups.org/article/view/1…




drop your opinion about this resto









Jagat media sosial gaduh oleh potongan video ceramah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. Dalam video yang diunggah akun Instagram @leveenia, akademisi tersebut dituding melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Akun tersebut menyayangkan bahasa yang keluar dari mulut seorang profesor. Dalam potongan video itu, Saiful memang bicara blak-blakan. Ia menilai prosedur formal seperti pemakzulan (impeachment) tidak akan berjalan efektif menghadapi Prabowo. Ia melanjutkan, menjatuhkan presiden adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara. Tudingan makar pun langsung dialamatkan kepada Saiful. inilah.com/beredar-video-…



Konfrontasi 1963 adalah bencana besar bagi bangsa Indonesia. Semua orang yang mendukung Konfrontasi seperti Soebandrio dll adalah orang tolol yang patut diabaikan. Bayangkan, saat itu Indonesia sangat tergantung dengan ekspor komoditas dan impor beras. Tanpa hubungan dagang ke luar negeri, Indonesia akan tidak punya uang dan tidak punya beras. Apa yang akan terjadi apabila Indonesia menjadi sangat terisolasi secara internasional? Apa yang akan terjadi apabila kita tidak bisa lagi mengekspor komoditas dan tidak bisa lagi mengimpor beras? Oh, kita tahu apa yang akan terjadi: hiperinflasi dan kelaparan massal. Apakah kas negara rezim Soekarno yang tersisa saat itu cukup untuk mencetak sawah massal dan menciptakan swasembada beras, sehingga tidak perlu impor? Jelas tidak. Apakah Soekarno mencoba? Juga tidak. Semua uang yang tinggal sangat sedikit itu malah dihamburkan Soekarno dan gengnya untuk perang dan untuk proyek mercusuar. Pada saat yang bersamaan, produksi komoditas Indonesia ambruk setelah Djuanda meninggal. Di bawah orang politik seperti Chaerul Saleh yang tidak tahu apa-apa, ekonomi sektor komoditas dikelola asal-asalan dan dirampok habis-habisan. Penanaman dilakukan asal-asalan. Benih yang seharusnya ditanam dicuri. Kas perusahaan hilang. Truk rusak dan perusahaan tidak mampu beli lagi. Tanamannya mati karena yang menanam bodoh. Pekerjanya tidak digaji. Dan seterusnya di seluruh level Ekonomi Terpimpin. Jadi kita bahkan sudah tidak punya kayu, karet, kopi, dll untuk dijual. Akibatnya, kita tidak punya uang. Kita tidak bisa jualan (karena Konfrontasi) dan kita tidak punya apa-apa untuk dijual (karena miskelola). Akibatnya, kita tidak bisa lagi mencetak sawah. Atau membangun irigasi dan jalan. Atau membuat program penyuluhan dan pelatihan tani. Atau memproduksi pupuk. Atau membeli truk untuk mengangkut truk dan berasnya. Akibatnya, kita tidak bisa membeli beras dan tidak bisa memproduksi beras. Akibatnya, kelaparan massal. Setelah Soekarno tumbang, seluruh kebijakan pemulihan ekonomi Menteri Ekonomi HB IX dan tim Mafia Berkeley-nya didasari pada situasi negara yang sangat tidak ada uang, sangat miskin, dan sangat menyedihkan ini. Sejak itu juga, posisi Menteri Luar Negeri biasanya diisi diplomat yang sangat berhati-hati dan paham dengan hal-hal strategis dan teknis semacam ini, dan bukannya orang random yang tidak tahu apa-apa.