Family_f³
689 posts








Jujur gw ikut terganggu sama kelakuan Prabowo ini. Hari ini Idul Adha. Hari raya besar umat Islam, mayoritas rakyat Indonesia. Dan dia malah ada di Paris, Prancis. Bukan kali pertama juga, ini kunjungan keempat Prabowo ke Prancis sejak menjabat, dan tiga di antaranya terjadi dalam lima bulan terakhir di 2026 ini saja. Januari, April, sekarang Mei. Gw coba lacak satu per satu biar keliatan polanya. Kunjungan pertama, Juli 2025. Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan di Bastille Day, parade militer kebanggaan nasional Prancis. Presiden Indonesia pertama yang dapat undangan ini. Kita juga jadi negara Asia pertama yang memimpin defile di parade itu. Keren secara simbolik sih. Di sana juga mulai ada pembicaraan soal tambahan pembelian jet tempur Rafale, yang sebelumnya sudah ada kontrak 42 unit sejak 2022. Kunjungan kedua, Januari 2026. Prabowo singgah ke Paris setelah dari Davos dan London. Makan malam dua setengah jam bareng Macron di Istana Elysée. Hasilnya menurut setneg: "membahas penguatan hubungan bilateral di berbagai bidang strategis." Bulan yang sama, tiga unit Rafale pertama tiba di Indonesia. Konkret sih, tapi ya ga ada angka investasi atau MOU baru yang diumumkan ke publik. Kunjungan ketiga, April 2026. Baru pulang dari Moskow ketemu Putin, langsung terbang ke Paris. Pertemuan empat mata lebih dari dua jam di Istana Elysée lagi, dilanjut makan siang diplomatik. Topiknya: transfer teknologi militer, pengadaan alutsista lanjutan, energi terbarukan, infrastruktur, pendidikan. Semua masih dalam kategori "dibahas" dan "akan ditindaklanjuti." Tapi yang bikin gw geram bukan itu. Di sela kunjungan kerja itu, beredar video memperlihatkan Prabowo ikut nyanyi dan tepuk tangan untuk ulang tahun ke-37 Seskab Teddy Indra Wijaya. Lokasinya ketahuan dari videonya: Four Seasons Hotel George V Paris, salah satu hotel termewah di dunia, dengan tarif suite yang dilaporkan bisa lebih dari Rp200 juta per malam. Teddy-nya sih ngaku dalam siaran pers perayaannya "sederhana dan spontan." Mungkin. Tapi sederhana buat siapa??? Kunjungan keempat, berangkat tadi malam tepat saat umat Islam sedang takbiran Idul Adha. Agendanya level state visit resmi, kunjungan balasan atas kedatangan Macron ke Jakarta Mei 2025 lalu. Menariknya, ini kunjungan pertama yang disebut state visit padahal Prabowo udah tiga kali ke Paris sebelumnya. Nah tiga kunjungan sebelumnya itu statusnya apa, dan menghasilkan apa? Cuman Tuhan yang tau Ok gw tetap mau fair di sini. Idul Fitri Maret lalu, Prabowo terbang ke Sumatra. Takbiran di Medan, salat Id di Aceh bareng warga. Hadir dan berbaur bersama rakyat. Jadi dia bukan presiden yang pada dasarnya cuek sama hari raya. Tapi entah kenapa, justru Idul Adha yang dia pilih untuk terbang ke Paris. Hari raya kedua terbesar umat Islam. Di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Tapi yang tetap bikin gw nggak bisa diam adalah ironi yang mencolok ini: Mei 2025, Macron datang ke Jakarta. Satu kunjungan itu menghasilkan 21 dokumen kesepakatan resmi yang ditandatangani di depan kedua kepala negara, senilai total 11 miliar dolar, mencakup energi bersih, transportasi, pangan, kesehatan, dan infrastruktur. Satu kunjungan. Konkret. Terukur. Lalu Prabowo bales balik ke Paris empat kali, namun yang viral bukan kesepakatan strategisnya, tapi kue ulang tahun di kamar hotel yang tarifnya setara DP rumah. Mungkin ini diplomasi besar yang hasilnya butuh waktu dan gw yang nggak sabaran. Mungkin. Tapi data BKPM per kuartal I 2026 jelas bilang: investasi asing terbesar di Indonesia tetap dari Singapura, Hong Kong, China, Amerika Serikat, dan Jepang. Prancis tidak ada dalam daftar. 4 kunjungan. Nol posisi di top 5. Dan Idul Adha dirayain di Paris...




































