
We don't have to be rich or perfect to make a difference! We only need to care.
bubbles
18.2K posts

@icha________
Posi+ive you do, posi+ive you get. Except covid. Kebahagiaan adalah milik orang-orang yang bersyukur.

We don't have to be rich or perfect to make a difference! We only need to care.





Pengajuan ke google maps diterima, mari ramaikan crohauz biar dunia tau ada makanan dan minuman enak dg harga ramah kantong in this economyyyy ✊️😍

mukmin tampil dengan meng absen "Nama Nama muridnya" menurut Rian,materinya masterpiece,hampir setara Sama Yang pernah dibawain rowan "Mr.Bean" Atkinson







Channn Inilah moment ketika Eja Saputra tampil sebagai pembuka Grand Final Suci 12. Waktu tampil Eja Saputra membagikan 150 kotak nasi goreng untuk penonton yang duduk di kursi Hot seat dan ia berkomitmen untuk semua orang yang memiliki tiket gelang boleh menukarkan nasi goreng buatannya. NIKMATTT


Suci 12 Telah Usai, dan buat kalian yang udah gangikutin SUCI 12, nih kukenalin para finalisnya. Sayangnya, di sebuah kompetisi harus ada pemeringkatan pada akhir acaranya, sebab ketiganya tampil all-out dan memang menghibur sekali, nampak bukan seperti kompetisi melainkan bisa dibilang sebagai "show stand up comedy", pecahhh! Okee kita mulai dari kiri ke kanan yak. 1. Eja Saputra Pembawaanya santai, penulisan rapi, jadi salah satu yang konsisten bahkan improve sampai Grand Final kata para juri, personanya adalah bapak bapak sayang anak. Tapi belum terbukti ah, kalau bapak sayang anak mah nyariin kerja anaknya, posisi wapres misalnya. Selain aktif sebagai Komika, dirinya juga aktif sebagai pengusaha Nasi Goreng, Sigadang nama unit usahanya. Saat grand final kemarin, gimmicknya juga bukan maen, dia menyelipkan "MBG" diantara para penonton, sepertinya baru pertama kali di sejarah SUCI, Komika memberikan nasi goreng saat penampilan berlangsung, dan pecaahhhh. Eja ini juga menjadi satu-satunya peserta di SUCI angkatannya yang sudah dikunjungi oleh Raditya Dika untuk diajak podcast, sebab itu adalah janji Radit di show awal awal pada Eja, jika dirinya berhasil tembus grandfinal. Pada SUCI kali ini dirinya berhasil finish sebagai runner up 2. Mukmin Musuh editor Kompas, materinya selalu tepi jurang, Kata salah satu rivalnya di Grand final Mukmin ini juga lihai dalam jualan agama. Personanya adalah guru honorer Agama + Uztaz Magang, sepertinya juga menjadi salah satu sejarah SUCI yang pesonanya Uztaz tapi magang dan selalu melafalkan kalimat Allah di atas panggung. Mukmin mematahkan kutukan bahwa komika Indonesia timur tidak bisa juara, setelah para pendahulunya macam Abdur (peringkat dua), Mamat (peringkat dua) , hingga Arie Kriting (peringkat tiga) yang berhasil tampil sebagai grand final tapi tidak berhasil menjadi yang utama. Saat grand final kemarin, memang belio ini lihai, dan memang pecah sekaliiii, layak menjadi juara musim ini. 3. Ratanca Paling muda diantara ketiganya, sekaligus mengamalkan "yang muda yang mengalah", Tanca Finish di peringkat tiga, personanya adalah Tukang Odong-Odong, sekaligus menjadi tukang odong-odong pertama yang mentas di Balai Sarbini. Paling konsisten sejak pre show, hingga grand final, tidak pernah menyentuh bottom 3 , sangat improve, materinya ringan, tapi ngena. Ratanca ini sempat diremehkan, sebab benar benar dia menjadi kuda hitam pada gelaran Suci kali ini, tapi perlahan dan lambat laun dia improve, bahkan beberapa kali raih skor tertinggi sebelum grand final. Jika kompor gas Om Indro bisa dijual, nampaknya dia udah jualan kompor, sebab tiap show, mostly dapat.





@TarizSolis Ada rekomendasi film komedi di netflix yang bikin ngakak sampe sakit perut ga kak?🤔🤔





JUST IN: Prabowo Larang Telur Dadar Jadi Menu MBG
