
HalfspaceIndo
95 posts

HalfspaceIndo
@halfspaceindo
Netral football opinion & update | Opini, data, news & hiburan tentang sepakbola


Cherki di 28 menitnya bersama Prancis semalam🥶✨️ Kasih paham Cher, biar lu dijadiin pemain inti sm Deschamps😌



Ole Romeny dan peluang mengejar rekor gol Timnas Indonesia, Bisa? Ole Romeny datang ke Timnas Indonesia dengan ekspektasi besar. Yang menarik, ia langsung menjawabnya dengan gol-gol penting sejak debut. Sejak debut pada Maret 2025, Romeny sudah mencatat 9 penampilan dan 5 gol untuk Timnas Indonesia, angka yang sangat baik untuk seorang striker internasional. Yang membuat catatan itu spesial adalah banyak golnya lahir di laga penting, termasuk Kualifikasi Piala Dunia melawan Australia dan Bahrain. Dengan usia yang masih 25 tahun, Romeny masih punya banyak waktu untuk menambah koleksi golnya bersama Garuda. Tapi bisakah ia mengejar rekor top skor sepanjang masa Timnas Indonesia? Saat ini dalam catatan resmi FIFA rekor tersebut masih dipegang Abdul Kadir dengan 70 gol. Di bawahnya ada Iswadi Idris (55 gol) dan Bambang Pamungkas (38 gol). Artinya, dengan 5 gol saat ini, Romeny masih berjarak 65 gol dari rekor Abdul Kadir dan 33 gol dari rekor era modern Bambang Pamungkas. Secara realistis, mengejar 70 gol akan sangat sulit. Kalender internasional sekarang tidak sebanyak era terdahulu, dan mempertahankan produktivitas selama 8–10 tahun bukan perkara mudah. Namun untuk masuk 10 besar pencetak gol Timnas Indonesia sepanjang masa peluangnya sangat terbuka. Jika mampu mencetak sekitar 4–6 gol per tahun dan terus menjadi pilihan utama, Romeny bisa naik signifikan dalam daftar tersebut. Sehingga saya menyimpulkan mengejar rekor Abdul Kadir masih terlihat jauh, tetapi melihat start karier internasionalnya yang sangat tajam, Ole Romeny punya peluang menjadi salah satu striker paling produktif Indonesia di era modern.

Piala Dunia Mati Suri Disclaimer : Sebagian besar dibuat berdasar daya ingat. Piala Dunia 2026 adalah Piala Dunia ke 23 setelah yg pertama diadakan pertama kali di Montevideo tahun 1930. Sempat vakum selama 12 tahun (setelah 1938 dan baru ada lagi di tahun 1950) karena perang dunia, yg kemudian rutin diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Beberapa fakta terkait Piala Dunia adalah saat itu tidak ada satupun tim dari benua Eropa yg bisa menjadi juara saat Piala Dunia diselenggarakan di benua Amerika pun sebaliknya sampai kemudian Brazil meruntuhkan mitos itu di tahun 1958 saat Piala Dunia diselenggarakan di Swedia. Salah satu yg gue inget adalah saat final 1990 antara Jerman Barat v Argentina, ada selentingan bahwa Eropa saat itu gamau Argentina yg menjadi juara karena akan membuat tim tim dari Amerika Selatan semakin superior atas tim tim Eropa, tidak saja mereka akan sukses 2x menjadi juara di Benua Biru tapi juga akan membuat rekor menjadi 8-6 buat Amerika Selatan, sehingga muncul lah penalti kontroversial Andreas Brehme. Tapi tentu menjadi sebuah kisah yg hanya menjadi kasak kusuk. Di final 1994 yg memanggungkan Brazil v Italy muncul kembali sentimen Eropa v Amerika Selatan, dan kali ini tim tim Amerika Selatan menaruh harapannya di Brazil dan akhirnya terwujud bahkan bonus bagi Brazil, mereka menjadi negara pertama yg 4x menjuarai Piala Dunia. Dan bahkan final Piala Dunia saat itu disebut sebagai pemilik rekor penonton final terbanyak, yg bahkan itu diselenggarakan di sebuah Negara yg tidak mempunyai tradisi sepakbola. Ajaib? Mungkin. Saat pertama muncul berita bahwa Piala Dunia ke 15 tersebut akan diselenggarakan di Negeri Paman Sam, yg saat itu gue inget banyak yg mempertanyakannya. Emang bisa AS jadi tuan rumah Olahraga yg mereka aja nyebutnya soccer? Tapi Final tersebut menjawab semuanya, bahkan bisa dibilang penyelenggaraannya berlangsung cukup bagus walau ada tragedi Andreas Escobar. Hypenya saat itu seingat gue sangat meriah, khas Piala Dunia. Ramai koran dan tabloid membahasnya, membahas kota kota penyelenggara dengan trivia trivianya, yg membuat gue menikmatinya. Dulu setiap Piala Dunia mau berlangsung kita bisa tau keunikan kota kota penyelenggara, misal di Roma ada air mancur di mana orang orang melempar koin dan berdoa, atau keindahan Hollywood dll. Belum lagi segala jenis souvenir dan logo Piala Dunia yg ada di mana bisa dibilang. Nah, apa kabar Piala Dunia sekarang? Yg hanya dalam hitungan hari akan dimulai? Gue merasa hypenya sangat sangat sedikit klo tidak mau dibilang gak ada. Atau mungkin karena gue yg tidak tertarik ya? Bahkan Piala Dunia Qatar aja, yg menyalahi pakem bahwa Piala Dunia yg biasanya dilakukan di musim panas, ini dilakukan di musim dingin di negara dan benua yg tidak ada tradisi sepakbolanya. Tapi tetap aja menurut gue hypenya ada. Souvenirnya banyak juga ditemuin. Beda sama yg sekarang. Mungkin ini terjadi karena situasi AS yg terlibat perang sehingga mungkin banyak yg memboikot pemberitaannya. Tapi kan ada Mexico dan Kanada? Iya, mereka terkena imbasnya, menurut gue. Kanada, bukan negara sepakbola dan satu satunya hal dari Kanada yg cukup terkenal menurut gue ya Robin Scherbatsky. Atau mungkin juga semakin tidak adanya tabloid berpengaruh ke pemberitaan dan hype Pial Dunia? Ntahlah. Tapi yg jelas dulu, jelang piala dunia bahkan jauh jauh hari, tabloid seperti Bola udah ramai memberi ulasan tim tim yg akan bertanding, kota kota penyelenggaraan, bahkan tulisan dari para pesohor seperti alm Gus Dur, Si Doel bahkan seingat gue juga ada tulisan dari Franz Beckebauer atau siapakah ada juga orang Jerman yg rutin nulis saat Piala Dunia. Jadi, apakah Piala Dunia nanti akan bangkit dari mati suri tepat saat kejuaraan berlangsung? Sepertinya iya, tapi yg jelas saat ini bisa dibilang Piala Dunia kehilangan magisnya.



























