nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ
2.6K posts

nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté

speaking of lesbi kampung, dari kemarin gw kepikiran crack ship satu ini kayaknya cocok buat disatuin... milk as anak kuliahan yg lagi libur dan dipaksa mamanya ke pasar meets natty yang adalah tukang sayur langganan (dengan spek biduan dan aduhai mantap)


ؘ@mirraebelle
kenapa jarang banget ada yang nulis lesbi kampung jir kenapa lesbi harus terus-terusan ngentot di hotel bintang 5 some of marginal queer folks either live in perbatasan jakarta-bekasi (pondok gede) or ngekos di ciputat (mepet lebak bulus)
Indonesia
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté

Shoko Ieiri (28) x biduan Fem! Reader (27).
Local AU.
🔞 CW | Vulgar local words , lewd language , fingering , NSFW .
c.⠀ groviad.
Di kampung Jujutsu, kamu adalah bintangnya. Banyak pria dari setiap kalangan yang begitu menunggu penampilan kamu di atas panggung, dan tak masalah apabila memberikan sawerannya ke kamu; yang penting mereka bisa melihat kamu yang tampil begitu mempesona sembari membawakan lagu dangdut yang begitu hits.
Namun, karena kecantikan dan suaramu yang indah, nggak jarang banyak wanita yang menatap sinis padamu, karena kekasih maupun suami mereka terlihat begitu tergila-gila dengan kamu setiap kamu lewat depan komplek. Padahal, kamu nggak ada rasa ingin menggoda mereka dan hanya sekedar menyapa.
Tanpa mereka ketahui, kamu diam-diam sudah memiliki kekasih yang tak pernah orang sadari bahwa ia lah sosok yang membuatmu jatuh hati.
Namanya Shoko Ieiri, pemilik warung kecil di tengah kampung Jujutsu. Wajahnya begitu mempesona, namun kebiasaannya yang suka merokok dan wajahnya yang nampak begitu dingin membuat laki-laki manapun enggan mendekatinya. Shoko juga cukup pendiam dan nggak terlalu suka berkumpul dengan wanita sebayanya hanya untuk ngerumpi nggak jelas. Shoko lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama kamu kalau kamu lagi ada waktu untuk main ke warung.
Di balik deretan barang yang tergantung rapi, terdapat sebuah pintu ruangan yang orang-orang ketahui sebagai tempat penimpanan makanan. Padahal, di sana adalah tempat yang biasa kamu dan Shoko gunakan untuk bercinta; di sana sudah ia siapkan karpet tebal dan dua bantal. Walau terasa cukup sesak, karena harus bercampur dengan beberapa tumpukan kardus. Namun, sirkulasi udara yang cukup dari balik jendela memberikan kesan sejuk.
Di saat warung sedang sepi atau sudah tutup, di sana lah Shoko bisa bebas bercinta sama kamu. Kecupan demi kecupan ia berikan tanpa henti, dari bibir merah meronamu sampai tepat di memek kamu yang sudah nampaknya sudah nggak tahan ingin dijilat rakus sama Shoko.
"Hari ini kamu nggak telpon aku, kenapa?" Tanya Shoko.
"Aku hari ini manggung di kampung sebelah, karena katanya aku terkenal sampai di sana—lumayan loh pendapatan aku hari ini, sayang~"
Suaramu terdengar begitu centil, bikin Shoko candu dan nggak mau marah lama-lama sama kamu.
"Tapi lain kali telpon ya, aku suka kangen kalau lagi jaga warung."
Mendengar ucapan Shoko membuat hati berdebar, karena cukup jarang Shoko menunjukkan rasa kangennya ke kamu kalau kamu lagi keliling buat manggung.
Tali beha dengan perlahan kamu longgarkan, dengan senang hati menunjukkan dua gundukan kembar itu; seakan-akan meminta Shoko untuk jangan lupa kecup keduanya juga.
Shoko memberi sedikit jarak dan memperhatikan sesaat betapa erotisnya dirimu di bawah sana. Sang puan dengan lembut membawa jemarinya menggesek naik dan turun memek kamu dengan tempo yang tepat. Kamu mendesah, tubuhmu menggeliat tak karuan sembari kedua tangan meremas payudara.
"Enak ya memeknya dicolmekin gini?"
"Heem... kangen dicolmekin kamu, Sho~"
Duh, dengar suara kamu aja sudah bikin Shoko tak tahan; ia kembali mendekatkan diri dan emut puting kamu dengan nikmat. Jemarinya nggak berhenti dan kini sudah mencoba memasukkan dua jari untuk dia hentak-hentak di dalam sana.
Kamu sebisa mungkin menahan desahanmu, karena takut terdengar orang lain di luar sana. Tapi hentakan jari Shoko beneran nikmat banget, bikin kamu susah nahan suara dan menggeliat nggak karuan.
Malam itu benar-benar panas, kalian bercinta tanpa tahu waktu. Karpet lusuh yang dipenuhi cairan kental, suasana lembab dan panas justru membuat kalian berdua semakin menjadi-jadi. Shoko dengan tenaga yang nggak cepat habis, dan kamu yang juga udah kepalang sange sampai bisa samain energi kamu sama kekasih kamu itu.
Karena besoknya jadwal kamu kosong dan Shoko ingin tutup warung sebentar, kamu dan Shoko pun setuju untuk pindah tempat ke rumah Shoko, biar lebih leluasa dan nggak takut kalau ada yang dengar.


Indonesia
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté

nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté
nayo ᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ retweeté





















































