Ayu Widowati

5.5K posts

Ayu Widowati banner
Ayu Widowati

Ayu Widowati

@widsoebandi

stay and work in jakarta

Jakarta Capital Region, Indone शामिल हुए Haziran 2015
401 फ़ॉलोइंग129 फ़ॉलोवर्स
Ayu Widowati रीट्वीट किया
جهاد حلس، غزة
يحدثني صديقي من غزة قائلاً، اليوم كان موعد عملية جراحية لأخي، وهو مقيم حالياً في مصر !! قام بحجز الموعد .. ودفع تكاليف (المستشفى + الطبيب) مقدماً !! جاء الدكتور قبل العملية فعرف أن أخي من غزة، فطلب الدكتور من مساعده بغرفة العمليات أن يرجع فلوس أتعابه كاملةً (مع العلم أتعاب الدكتور = ثلثي تكلفة العملية) أخوي قال له:"الله يجزيك الخير، أنا مقتدر وقد دفعت ، شكراً لك !!" فالدكتور قاله جملة عظيمة تستحق أن تكتب بماء العيون "لو أنت أغنى واحد في غزة ما رح آخذ منك شيء !!" ورفض رفضاً شديداً وأعاد له أمواله !! الموضوع يتخطى الماديات إلى مثال حقيقي عن شهامة ونخوة أهل مصر ❤️ شكراً على لمسة الحب والوفاء الصادقة من إخوانا وأهلنا في مصر الحبيبة ، حفظ الله عليكم أمنكم وأمانكم وجعل بلادكم سخاء رخاء وسائر بلاد المسلمين❤️
جهاد حلس، غزة tweet media
العربية
506
2.1K
10.6K
296.5K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
NADA 𓂆
NADA 𓂆@nadaa01012·
NEVER STOP TALKING ABOUT PALESTINE!!!
English
196
3.6K
9.1K
57.4K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
InfoSudLiban
InfoSudLiban@InfoSudLiban·
L’armée israélienne a détruit l’un des restaurants les plus connus du sud du Liban, le restaurant Al-Safina. Ce n’était pas une cible militaire, mais un simple restaurant.
InfoSudLiban tweet media
Français
86
1.4K
2.5K
56.8K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
Nadira Ali🇵🇸
Nadira Ali🇵🇸@Nadira_ali12·
TRUMP: "We need $2 billion a day to reopen the Strait of Hormuz." 🇺🇸US Senator: "Wait, wasn't the Strait of Hormuz already open before the war? Then why did we start the war? You created a crisis out of thin air for no reason."
English
399
11.8K
60K
1.4M
Ayu Widowati रीट्वीट किया
Abdulhamid
Abdulhamid@kdsflstn3·
🚨Filistinli tutsaklar ağır işkencelere maruz kalıyor. Dayanamayıp ölenlerin üzerine tükürülüyor. Saatlerce duşta su altında bekletiliyorlar. Canlı canlı toprağa gömülüyorlar. Köpeklere yem ediyorlar. Tecavüzler ve organların çalınması gibi çok sayıda insanlık suçu işleniyor. 😢💔 🌍Ey dünya, ey insanlık, zulme sessiz kalarak işlenen insanlık suçlarına ortaksınız. 👇👇👇 #JusticeForDrEbusafiya Gazze için taraf ol ‼️ Zulmü İzleme FilistinliMasumTutsaklarıKurtarın #StandWithGaza #SONDAKİKA
Türkçe
181
4.7K
5.4K
50.2K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
mrredpillz jokaqarmy
mrredpillz jokaqarmy@JOKAQARMY1·
Everyday in Gaza is about survival they run for their lives to save their Children.
English
193
6K
8.5K
74.2K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
Sarah Wilkinson
Sarah Wilkinson@swilkinsonbc·
The israelis blow up and destroy the popular tourist ‘Al-Safina’ Amwaj Albayyada Boat Restaurant and café, in South Lebanon | via @ytirawi
English
309
5K
8.4K
383.9K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
zhil
zhil@zhil_arf·
Daripada aesthetic atau sejenis, prestasi terbesar KETEGASAN Jonan selama di KAI adalah menyelamatkan nyawa manusia. "Atapers" itu bodoh gila. Sama Jonan dibasmi. Hasilnya? Nyawa manusia diselamatkan dari mati konyol. Ini, bukan "aesthetic", adalah prestasi terbesar Jonan. Dulu sering kita dengar, "biarkan saja orang-orang bodoh itu mati, seleksi Darwin." Jonan tidak setuju. Orang bodoh ternyata bisa didik dan diatur, kalau kita mau usaha. Buktinya, hari ini orang-orang bodoh atapers itu sudah hilang.
zhil tweet mediazhil tweet media
Adhin@adnardn

Abis nyari tau tabrakan kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi. - Jalur yg dilewatin taksi ijo itu bukan lintasan resmi. Cuma dijaga bambu dan pak ogah/ormas. - Pemerintah dan KAI sempet mau tutup jalur gak resmi ini tapi ditolak keras sama ormas tsb. - 2026 kejadian tabrakan.

Indonesia
65
1.4K
6.7K
440.5K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
ℬ𝒶𝑔𝒾𝓃𝒹𝑜 𝒦𝑜𝓅𝒾
Lagi2 guru honorer jadi korban... Selama 16 tahun mengabdi di SDN 169 Sadar, Bone, Hervina menjalani peran yang sering dielu-elukan sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Tapi realitanya jauh dari slogan. Gaji rapelan Rp700 ribu untuk empat bulan, yang berarti sekitar Rp175 ribu per bulan. Bukan cuma angka, itu simbol betapa rendahnya prioritas terhadap pendidikan dasar dan para pengajarnya. Ironinya, ketika ia membagikan momen sederhana, sekedar rasa syukur karena bisa melunasi utang warung, namun yang datang justru sanksi. Bukan evaluasi sistem, bukan empati, tapi pemecatan. Lebih menyakitkan lagi, keputusan itu disampaikan secara tidak profesional, hanya lewat pesan WhatsApp, bahkan bukan langsung dari kepala sekolah. Di titik ini, publik marah. Dan kemarahan itu masuk akal. Karena yang diserang bukan pelanggaran berat, melainkan kejujuran tentang kondisi yang memang nyata: guru digaji tak layak. Tekanan dari masyarakat, dukungan dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), hingga sorotan Komisi X DPR RI akhirnya memaksa Dinas Pendidikan Kabupaten Bone turun tangan. Mediasi dilakukan. Kepala sekolah diminta meminta maaf. Dan keputusan pemecatan itu pun dibatalkan. Akhirnya memang “happy ending”. Tapi jangan buru-buru puas. Karena pertanyaannya belum selesai, kenapa harus viral dulu baru adil? Kenapa harus menunggu tekanan publik untuk memperbaiki ketidakadilan yang sudah berlangsung bertahun-tahun? Kasus Hervina membuka satu hal yang tak bisa ditutup lagi, masalah guru honorer bukan soal individu, tapi sistem yang membiarkan ketimpangan terus terjadi. Dan selama itu belum dibenahi, cerita serupa hanya tinggal menunggu waktu untuk terulang kembali.
ℬ𝒶𝑔𝒾𝓃𝒹𝑜 𝒦𝑜𝓅𝒾 tweet media
Indonesia
80
1.6K
2.4K
35.6K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
Vikir Van Baskerville
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl·
LAH setelah diatur kang parkir malah ngga macet 🤣🤣🤣
Indonesia
1.5K
7.4K
52.5K
1.8M
Ayu Widowati रीट्वीट किया
Abier
Abier@abierkhatib·
I hate a world that stays silent about Mila’s killing by Israel, yet erupts in outrage over the stabbing of two Jewish men. Just tell me what makes their lives more precious?
Abier tweet media
English
188
2.6K
6.4K
42.1K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
sarah
sarah@sahouraxo·
Nothing to see here. Just Israel proudly blowing up entire residential blocks in Majdalzoun, South Lebanon. Not military sites. Homes. Civilian homes.
English
335
5.7K
8.9K
76.2K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
neyi kaybettiğini hatırla
neyi kaybettiğini hatırla@neyikaybettik·
🚨🇵🇸 Kuzey Gaza'daki gazeteciler dünyaya doğrudan hitap ediyor: "İsrail'in Palestinlileri ölüme asma yasası Nazilerden daha kötü." Bu videoyu görürseniz, lütfen farkındalık için yeniden yayınlayın.
Türkçe
349
15.4K
24.8K
208.7K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞
𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞@Dobel_Step·
Alhamdulillah seorang ayah Mahfud (74) menyelamatkan putrinya Endang Kuswati (40), datang ke lokasi setelah menerima telepon dari putrinya yang terjebak di dalam gerbong. Dengan cemas, ia mencari di antara reruntuhan saat tim penyelamat bekerja. Sang putri akhirnya ditemukan selamat setelah berjam-jam terjepit dan dievakuasi menggunakan tandu. Saat ini korban menjalani perawatan, sementara penyebab kecelakaan masih diselidiki. bekasi Mantap gender pagiii
𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 tweet media𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 tweet media𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 tweet media𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 tweet media
Indonesia
464
9.9K
40.9K
972.4K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Di atas podium sok teges; mengagung-agungkan sistem merit. Anti koneksi-koncoisme, anti ini anaknya siapa, ponakannya siapa. Faktanya? Bayangken, satu orang ADIK KANDUNG menjabat 5 posisi strategis sekaligus. WHAT AN UNMISTAKABLY, PAINFULLY BLATANT HYPOCRISY!! 🫵🏻 #RezimMunafik
MBG Jelek tweet media
Indonesia
136
6.6K
11.8K
110.1K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
Israel Exposed
Israel Exposed@xIsraelExposedx·
Footage shows the moment a 10-year-old girl, Marah, was pulled alive from the rubble in Gaza City after a building collapse during ongoing attacks. She is one of the lucky ones.
English
261
8.3K
13.3K
130.9K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
300
3.8K
6.1K
290.2K
Ayu Widowati रीट्वीट किया
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
“Hae orang-orang pinter. Bukalah. Buka berita.” The berita:
Handoko Tjung tweet mediaHandoko Tjung tweet media
Indonesia
123
4.8K
9.3K
128.8K