Bintang Putra

13.6K posts

Bintang Putra banner
Bintang Putra

Bintang Putra

@BintangPD

sering dipanggil bintang, padahal saya hanya orang biasa

Bergabung Nisan 2012
1.2K Mengikuti4.1K Pengikut
Bintang Putra me-retweet
Words
Words@itswords_·
Words tweet media
ZXX
46
7.4K
34.3K
549.1K
Bintang Putra me-retweet
Seek Wiser
Seek Wiser@SeekWiser_·
Seek Wiser tweet media
ZXX
17
1.5K
7.9K
133.3K
Bintang Putra me-retweet
пїѵ.
пїѵ.@scolpioX·
yang belum tercapai emang banyak, tapi yang udah Allah kasih juga ga sedikit 🥹🫶
Indonesia
28
1.5K
4.1K
55.7K
Bintang Putra me-retweet
Lentera Jingga
Lentera Jingga@Lentera_2904·
“Tak perlu khawatir soal rezeki. Tugasmu hanya menjaga sholat.” (QS. Thaha: 132) 🥹🥹 Yakinlah ada allah yang maha kaya
Indonesia
57
11.8K
43.1K
406K
Bintang Putra me-retweet
vay
vay@vtridxvn·
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget: "Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari? Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah." Such a beautiful reminder...🥹🤍
Indonesia
85
13.2K
41.3K
334.9K
Bintang Putra me-retweet
Bintang Putra me-retweet
Koh iYon
Koh iYon@wiyokooo·
3 hari yang lalu ada 16 buruh perempuan yg meregang nyawa karena kelalaian banyak pihak. Lalu di mayday ini pemerintah malah ngadain joged bareng buruh. Emang binatang gak punya hati
Indonesia
71
19.9K
43.4K
460.3K
Bintang Putra me-retweet
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
226
4.1K
7K
216.3K
Bintang Putra me-retweet
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Semakin dewasa, jatuh cinta memang terasa jauh lebih rumit. Bukan karena hati jadi tertutup, tapi karena standar kita ikut bertumbuh. Yang dicari bukan lagi sekadar penampilan, status, gaya hidup, atau seberapa menarik seseorang di mata banyak orang. Yang benar-benar dicari adalah rasa tenang. Seseorang yang nyambung diajak ngobrol, punya cara pikir yang matang, tahu arah hidupnya, bisa diajak membangun komitmen, punya prinsip yang jelas, mampu mengendalikan emosi, wawasannya luas, dan menghargai kesetiaan.
vyooo tweet mediavyooo tweet mediavyooo tweet mediavyooo tweet media
Jejak Rasa@jejakrasa27

Kadang kita terlalu sibuk melihat kekurangan diri sendiri sampai lupa kalau keberadaan kita ternyata berarti untuk banyak orang. Ada masa di mana kita merasa tidak cukup baik, tidak pantas dicintai, tidak layak berada di samping siapa pun. Kita meragukan diri sendiri, membandingkan hidup dengan orang lain, lalu tanpa sadar menilai diri lebih rendah dari yang seharusnya.

Indonesia
12
287
765
31.4K
Bintang Putra me-retweet
NASA's Kennedy Space Center
NASA's Kennedy Space Center@NASAKennedy·
The planet can spell your name – literally. 🔤🌍 This Earth Day, see your name written in landscapes captured by Landsat: go.nasa.gov/4ak4Cdu
NASA's Kennedy Space Center tweet media
English
2.4K
28K
184.7K
55.3M
Bintang Putra me-retweet
Ferry Koto
Ferry Koto@ferrykoto·
Mestinya jangan kritik harga sewa. Karena itu relatif. Kritik saja, yang difoto itu layak ndak ikut rombongan Presiden. Kapasitasnya apa? Ada manfaat tidak ikut rombongan Presiden? Apakah hanya untuk senang-senang, foto-foto, menikmati hotel mewah, rayakan ultah, atau ada dampak positif tidak keberadaan mereka untuk perjalanan Presiden? Perannya dibagian apa dalam mencapai tujuan diplomasi. Kemudian, cek otak mereka ada isi ndak? Nuraninya paham kondisi rakyat tidak? Kalau ada isi otaknya dan bernurani, maka mestinya mereka ndak perlu nampang dengan foto2 Ultah itu dan menyebarkan ke medsos. Nah, daripada spekulasi, baiknya stasiun TV atau Podcast undang saja mereka untuk uji isi kepala mereka. Sehinga kita bisa ukur, apakah sia-sia atau tidak pajak rakyat menghidupi mereka dan ikut rombongan Presiden untuk Diplomasi. Demikian saran saya.. BTW: Saya tulis rodo emosi, koq ada orang2 yg tak tahu diri, mendampingi Presiden tapi tak bisa mejaga martabat Presiden agar tidak jadi pergunjingan. Salam FK
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1

Sekedar Info Kalo Nginep di Four Season Hotel George V , Kamar yang paling murah saja Rp34.000.000/malam. Kalo masing-masing dapat kamar termurah dengan rombongan 20 orang maka kira-kira anggaran yang dihabiskan 680 Juta / Malam, Jika 10 Malam = 6,8 Milyar. Disclaimer: Foto Hanya Ilustrasi Pemanis Bukan Pemanas,

Indonesia
60
384
1.2K
99.3K
Bintang Putra me-retweet
Adjie Santosoputro
Adjie Santosoputro@AdjieSanPutro·
Yang udah nonton Project Hail Mary, sebaiknya jadi nyadar alam semesta itu seluuuaaasss itu. Kita mah kecilll bingit. Makanya, gak perlulah merasa paling bener sendiri. Yang kamu tau, pendapatmu, asumsimu, yg kamu percaya bener itu belum tentu bener. Sisakan ruang untuk meragukan & nggak setuju sama dirimu sendiri.
Indonesia
4
185
744
17K
Bintang Putra me-retweet
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
Kaos-kaos plesetannya Pak Rahmat di film Project Hail Mary.
Handoko Tjung tweet mediaHandoko Tjung tweet mediaHandoko Tjung tweet mediaHandoko Tjung tweet media
Indonesia
16
191
2.1K
61K
Bintang Putra me-retweet
邸珥菲
邸珥菲@SAIBdelvi·
Sholat lima kali sehari bukan cuma karena wajib, tapi karena mental bisa burnout kalau digempur terus menerus tanpa ada pause sama sekali. Sholat is a need indeed. Not only a must.
Indonesia
11
1.3K
6K
60.8K