Rizki Adrian

23.1K posts

Rizki Adrian

Rizki Adrian

@rizkiadrian

Surabaya, Indonesia 参加日 Haziran 2009
1.6K フォロー中652 フォロワー
Rizki Adrian がリツイート
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Jika presiden dan wakil presiden dimakzulkan secara bersamaan maka sesuai UUD 1945 yang diatur dalam pasal 8 ayat (3) yang akan menggantikan mereka adalah tiga menteri secara bersamaan 1. Sugiono (Menlu) 2. Tito Karnavian (Mendagri) 3. Sjarif Sjamsoeddin ( menhan) Nah makanya dari itu semua Mimin akan menentang keras sekeras kerasnya jika ada gerakan untuk menggulingkan rezim Prabowo. Jika Prabowo yang di makzulkan maka Gibran akan menggantikan. Nah buat kalian yang semangat bosen dengan kehidupan negara ini, muak, dan merasakan penderitaan, pesan Mimin , Yo sabar tinggal 3 tahun lagi kok, makanya lain kali kalo milih presiden itu mikir dulu jangan bisa joget patah langsung suka. Ingat rezim Prabowo memang buruk tapi menjatuhkan mereka sekaligus sepaket akan menciptakan 3 matahari kembar yang mana di waktu sekarang dunia sangat bergejolak. Jadi cukuplah kita hajar habis habisan kebijakan dan ketidakadilan serta ketimpangan ini dengan sekuat kuatnya tapi jangan sampai menjatuhkan. Entah apa lah dulu si Wowo ini ambil Gibran, awak yang tak pilih dia aja bisa jadi pendukung dia sekarang kalo di jatuhkan 😭. Coba wakilnya sekelas JK , kalo kalian bilang gulingkan, Ku sambut teriakan GAS....., tapi yaudahlah nasi udah jadi bubur 3 tahun lagi kok, yang sabar sabar aja lah😭😭😭
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
76
62
294
46.1K
Rizki Adrian がリツイート
𝕯𝖚𝖗𝖊𝖓
HARGA : 56,8 Juta/Unit ??? Dikalikan 70.000 unit.. 3,976T .
𝕯𝖚𝖗𝖊𝖓 tweet media
Indonesia
765
2.2K
5.9K
207.8K
Rizki Adrian がリツイート
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
aku terhejut
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
123
802
2.9K
49K
Rizki Adrian がリツイート
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Nama Andi Amran Sulaiman Tempat Lahir:Bone Tanggal Lahir: 27 April 1968. Ayah: Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Linta, seorang veteran TNI dengan pangkat terakhir bintara (Babinsa). Ibu: Andi Nurhadi Petta Bau Berdasarkan data LHKPN : - Tahun 2014: Saat pertama kali jadi menteri, kekayaannya dilaporkan sekitar Rp330 miliar. - Tahun 2019: Hartanya tercatat di angka Rp279 miliar. - Tahun 2025: Melonjak tajam menjadi Rp1,19 triliun Punya bnayak usaha: 1. Sektor Pertambangan & Industri (Mining) - PT Tiran Indonesia: Fokus pada penambangan nikel di Konawe Utara. - PT Tiran Mineral: Bergerak di bidang pertambangan nikel. - PT Tiran Bombana: Fokus pada tambang emas dan timah hitam. - PT Konawe Utara Mandiri: Eksplorasi pertambangan di Sulawesi Tenggara. - PT Global Fero Cemerlang: Unit bisnis yang terkait dengan pengolahan logam atau feronikel. 2. Sektor Retail & Distribusi - PT Tiran Makassar: Distributor resmi produk Unilever di wilayah Sulawesi. - CV Empos Tiran: Produsen rodentisida (racun tikus "Tiran") yang menjadi cikal bakal bisnisnya. - CV Empos: Distributor Semen Tonasa dan bahan bangunan lainnya. - CV Profita Lestari: Distributor pestisida dan sarana produksi pertanian. - GulaTa: Merek distribusi Gula Kristal Putih (GKP) untuk wilayah Sulawesi. 3. Sektor Agribisnis & Perkebunan - PT Tiran Sulawesi: Mengelola perkebunan tebu dan kelapa sawit. - PT Bahteramas: Pabrik gula yang berlokasi di Konawe Selatan. - Unit perkebunan di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan.Kebun Pattalasang 4. Sektor Energi & Logistik - PT Amrul Nadin: Mengelola jaringan SPBU percontohan di Maros dan Makassar. - PT AAS Primatama Logistic: Fokus pada layanan logistik dan rantai pasok. - PT AAS Transud Indonesia: Unit transportasi udara dan maritim untuk efisiensi distribusi. - PT Pelayaran Samudera Lamappepening: Layanan transportasi laut untuk pengangkutan komoditas. 5. Properti, Pariwisata & Lainnya - Hotel Pantai Gapura - PT Kawasan Industri Tiran: Pengembang kawasan industri terpadu. - AAS Foundation: Lembaga filantropi yang mengelola kegiatan CSR dan sosial grup.
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
43
127
352
62.7K
Rizki Adrian がリツイート
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Fakta pahit MBG Suka ga suka, MBG gak akan dihentikan sekalipun 2029 Prabowo diganti. Ini program populis banget. Menghidupi ribuan orang. Gaakan ada yang berani menghentikan, political costnya kemahalan. The best case scenario MBG adalah sistemnya diubah...
Indonesia
291
1.8K
13.1K
515.6K
Rizki Adrian がリツイート
Ravio Patra
Ravio Patra@raviopatra·
Komdigi melampaui kewenangan. Meski ada Permen & SK terkait pembatasan konten di medsos, Magdalene dan lembaga pers dilindungi UU 49/1999. Sengketa mesti dikelola lewat @dewanpers; bukan asal blokir! This is what happens ketika aparat merangkap sipil + buzzer dikasih jabatan.
Magdalene@magdaleneid

Pernyataan sikap bersama, Magdalene dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) terkait tindakan pembatasan terhadap publikasi berita Magdalene oleh Komdigi. @lbhpersjakarta @AJIIndonesia @safenetvoice @AMSI_ID @amnestyindo

Indonesia
2
401
619
9.8K
Rizki Adrian がリツイート
Reza Sudrajat
Reza Sudrajat@penduduk_lokal_·
Wawancara di tempo, Mendikdasmen masih keukeuh. Memasukan MBG ke dalam komponen pendidikan Padahal udah jelas, ditahun ini jutaan guru kami terancam kehilangan pekerjaannya akibatnya minimnya dana transfer ke daerah. Khususnya setelah MBG masuk ke anggaran pendidikan
Reza Sudrajat tweet media
Indonesia
7
117
167
2.3K
Rizki Adrian がリツイート
neohistoria Indonesia
neohistoria Indonesia@neohistoria_id·
Jika kita membedah Sejarah dengan pisau analisis struktural, kita akan menemukan bahwa Islamofobia, Queerfobia, dan bahkan Kristenofobia adalah cipta kondisi sosial yang sengaja dipelihara. Kapan kita sadar tentang hal ini? Ketiganya merupakan gejala dari penyakit yang sama: sebuah sistem imperialis dan kapitalis yang sangat bergantung pada konflik horizontal agar sistem tersebut tetap bertahan. Imperialis Eropa tidak menaklukkan dunia hanya dengan kekuatan senjata; mereka menaklukkannya dengan memanipulasi identitas. Untuk mengontrol populasi yang jauh lebih besar dari mereka, kaum imperialis memetakan, mengkategorikan, dan menciptakan hierarki di antara penduduk lokal. Mereka memberikan hak istimewa kepada satu kelompok agama atau etnis, sambil merampas hak kelompok lain. Ketika kemerdekaan diraih, batas-batas negara sering kali digambar sembarangan oleh mantan penjajah, meninggalkan bom waktu berupa konflik etnis dan agama, seperti di India dan Pakistan, bahkan penjajahan Israel di Palestina. Luka sejarah ini kemudian diwariskan. Konflik agama tak lebih merupakan warisan dari strategi pecah-belah ini. Alih-alih menyadari bahwa sumber penderitaan mereka adalah struktur ekonomi pascakolonial yang menindas, masyarakat diakar-rumput dimanipulasi untuk melihat tetangga mereka yang berbeda agama sebagai ancaman. Kapitalisme membutuhkan kelas pekerja yang terpecah belah. Jika seluruh masyarakat kelas pekerja (apapun agama, ras, dan orientasi seksualnya) menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan ekonomi yang sama, seperti upah yang layak, perumahan, akses kesehatan, mereka akan bersatu dan "meninju ke atas" (punching up) ke arah segelintir elit yang menguasai kekayaan. Islamofobia: Sejak era Perang Dingin berakhir dan berganti dengan narasi War on Terror, Islamofobia diproduksi secara massal oleh kompleks militer-industri. Ketakutan terhadap Islam digunakan untuk melegitimasi invasi imperialis demi penguasaan sumber daya dan membenarkan anggaran militer triliunan dolar untuk melindungi kepentingan nasional. Di tingkat domestik, pekerja kerah biru di negara Barat dibuat percaya bahwa imigran Muslim-lah yang "mencuri pekerjaan mereka," bukan korporasi yang memindahkan pabrik untuk mencari buruh murah. Queerfobia: Kapitalisme sangat bergantung pada struktur keluarga inti tradisional (heteronormatif) sebagai unit ekonomi dasar untuk mereproduksi tenaga kerja baru (anak-anak/buruh masa depan) dan membebankan kerja-kerja perawatan yang tidak dibayar (mengurus anak, memasak) kepada perempuan. Eksistensi kelompok queer dianggap mengancam efisiensi jalur perakitan ini. Selain itu, politisi sayap kanan sering kali memicu kepanikan moral terkait isu LGBTQ+ murni untuk mendistraksi pemilih dari kegagalan pemerintah dalam menyediakan jaring pengaman sosial. Kristenofobia: Di beberapa wilayah non-Barat, minoritas Kristen sering kali dijadikan kambing hitam oleh elit lokal (oligarki) yang gagal menyejahterakan rakyatnya. Di sisi lain, di negara-negara Barat mayoritas Kristen, politisi populis sering menciptakan narasi palsu bahwa "Kekristenan sedang diserang" agar kelas pekerja kulit putih yang miskin tetap mendukung kebijakan pro-miliarder, demi "mempertahankan nilai-nilai agama." Ketika seorang pekerja yang kesulitan membayar tagihan listriknya diajarkan untuk membenci tetangganya yang seorang gay, atau ketika seorang penganut agama tertentu diajarkan untuk mencurigai imigran yang berbeda keyakinan, energi perlawanan mereka tersedot habis. Inilah yang disebut sebagai konflik horizontal atau punching sideways. Masyarakat terlalu sibuk berdebat tentang siapa yang berhak menggunakan toilet umum atau membangun tempat ibadah, sementara para CEO korporasi besar terus menghindari pajak dan memotong hak-hak buruh. Media massa yang dikuasai konglomerat dan algoritma media sosial meraup keuntungan (engagement) tertinggi dari kemarahan dan polarisasi. Sentimen kebencian adalah komoditas yang sangat menguntungkan. Sejarah mengajarkan kita satu hal yang pasti: elitisme dan kapitalisme paling takut pada solidaritas. Selama Islamofobia, queerfobia, dan Kristenofobia dilihat sebagai "masalah moral" atau "benturan peradaban"—dan bukan sebagai alat kendali politik-ekonomi—status quo akan tetap aman. Sebagai masyarakat, kita harus mulai mengenali siapa yang sebenarnya menuai keuntungan secara materiel ketika orang-orang di kelas bawah saling menghancurkan. Cui bono? Pembebasan sejati tidak akan terjadi dengan menindas sesama kelompok yang terpinggirkan, melainkan dengan mengarahkan kemarahan kolektif kita ke atas, membongkar sistem yang sengaja memecah belah kita sejak awal. Referensi: D'Emilio, J., 'Capitalism and Gay Identity', dalam A. Snitow, C. Stansell, dan S. Thompson (eds.), Powers of Desire: The Politics of Sexuality, New York, Monthly Review Press, 1983. Federici, S., Caliban and the Witch: Women, the Body and Primitive Accumulation, New York, Autonomedia, 2004. Harvey, D., A Brief History of Neoliberalism, Oxford, Oxford University Press, 2005. Herman, E. S., dan Chomsky, N., Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media, New York, Pantheon Books, 1988. Kumar, D., Islamophobia and the Politics of Empire, Chicago, Haymarket Books, 2012. Mamdani, M., Define and Rule: Native as Political Identity, Cambridge, MA, Harvard University Press, 2012. Said, E. W., Orientalism, New York, Pantheon Books, 1978.
neohistoria Indonesia tweet media
🍉iwin🍉@niwseir

Ini bukan islamophobia tapi minoritas-phobia. Negara ini melanggengkannya dengan peraturan bersama 2 menteri dalam negeri dan agama. Peraturan ini membuat pendirian rumah ibadah/kegiatan ibadah wajib mendapatkan izin dari warga mayoritas. Kartu mati untuk minoritas jenis apapun.

Indonesia
12
54
170
5.9K
Rizki Adrian がリツイート
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Total ada : 21.801 unit Harga : 56,8 Juta Total : 1,238 Triliun Rupiah Kita ambil asumsi rata-rata gaji guru (gabungan honorer dan ASN) di angka Rp4.000.000 per bulan. Angka 1,238 Triliun itu setara dengan: - Membayar gaji 309 ribu guru selama satu bulan. - Atau membiayai 860 guru dari mulai mereka pertama mengajar sampai pensiun (30 tahun). - Skala Nasional: Di Indonesia, total ada sekitar 149.000 SD. Jadi, uang itu bisa menggaji 20% (seperlima) dari seluruh guru SD di Indonesia secara bersamaan dalam satu bulan. - Skala Kota: Satu kota besar (seperti Jakarta atau Surabaya) biasanya memiliki sekitar 1.000 hingga 2.000 sekolah. Artinya, uang tersebut bisa menggaji seluruh guru di 15 sampai 20 kota besar sekaligus. - Barisan Sekolah: Jika 30.957 gedung sekolah SD tersebut dijejerkan berdampingan, barisannya bisa memanjang sekitar 900 kilometer, atau hampir sepanjang Pulau Jawa (dari Jakarta sampai Surabaya). Uang ada emang udah ada dari dulu tapi emang guru itu dipandang sebelah mata pendidikan itu kagak cuan soalnya susah di tilep walaupun udah bnayka yang di tilep
Lambe Saham tweet media
Indonesia
454
826
1.3K
72.7K
Rizki Adrian がリツイート
Project Multatuli
Project Multatuli@projectm_org·
Di Lamongan, jadi petani makin sulit, cari kerja pun tak kalah pelik. Ketidaktersediaan pekerjaan layak di Lamongan mendorong anak-anak muda untuk merantau. Banyak yang akhirnya berdagang soto, pecel lele, atau menjadi TKI. Desa-desa di Lamongan pun sepi anak muda, hanya menyisakan orang tua di warung dan rumah-rumah. projectmultatuli.org/generasi-cemas…
Indonesia
3
52
91
4.8K
Rizki Adrian がリツイート
Project Multatuli
Project Multatuli@projectm_org·
Harga kaos kaki sampai Rp100 ribu per pasang. Total 6,9 miliar dana MBG dipakai buat beli kaos kaki. 🧦 Tak dapat dimungkiri, MBG menjadi program pemerintah yang menggunakan paling banyak dana anggaran. Pada 2025, 6,2 triliun dianggarkan hanya untuk program MBG. Tetapi, uang sebanyak itu yang harusnya bisa digunakan untuk memperbaiki gizi anak Indonesia malah dibelanjakan hal-hal janggal. Misal 1,2 triliun untuk motor listrik sketchy, dan 6,9 miliar untuk kaos kaki. Reportase selengkapnya bisa kamu baca di projectmultatuli.org #MBG #BGN #ProjectMultatuli #YaAkuBakalDibaca
Indonesia
80
2.4K
3.3K
70.1K
Rizki Adrian がリツイート
Rizki Salminen💜
Rizki Salminen💜@tilehopper·
Kesimpulan yang belakangan ini buat gue ga nyaman: udah ga mungkin siapapun presidennya 2029 buat undo MBG dan Koperasi Merah Putih. Ini beda sama IKN dimana pemerintah bisa pura-pura ga punya object permanance. Ini udah makan nyaris 50% APBN tahun ini, high visibility lagi.
Indonesia
56
1K
3.4K
111.1K
Rizki Adrian がリツイート
zhil
zhil@zhil_arf·
"Indonesia dulu negara paling korup sedunia" adalah understatement. Memangnya, apa sih yang dicuri rezim Soeharto? Uang? Bukan cuma uang. Tanah. Rezim Orba mencuri tanah. Tiap orang mencuri berhektar-hektar bahkan bisa sampai 340.000 hektar. "Old Money" kaya karena mencuri.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dwifungsi ABRI dibentuk pada zaman Soekarno tahun 1957, bukan zaman Soeharto. Apa itu Dwifungsi ABRI? Jabatan? UU? Kenyataannya lebih sederhana: uang. "Nasionalisasi 1957" itu maksudnya semua perkebunan cash crop milik perusahaan Belanda disita oleh AD, di semua daerah. Orang AD langsung menduduki jabatan sipil yaitu jabatan di perusahaan perkebunan. Pada saat yang bersamaan, orang AD tetap menduduki jabatan militer. *Inilah* Dwifungsi ABRI. Nasionalisasi perusahaan asing ini bisa terjadi setelah darurat militer (SOB) dideklarasikan di masa PRRI/Permesta pada masa rezim Orde Lama. Darurat Militer memberikan kekuasaan pada pangdam tiap daerah untuk basically melakukan "apapun". Misalnya, menyita aset perkebunan Belanda yang nilainya fantastis dan mengelolanya seolah milik pribadi. Boleh dong. Kan lagi darurat militer. Bebas. Kalau tidak setuju ditembak. Kekuasaan nekolim perusahaan-perusahaan asing Belanda diganti dengan kekuasaan ireng. Londo putih ditukar dengan londo ireng. Ternyata, kelakuan rezim londo ireng malah lebih red flag. Setelah pertukaran pemain, kualitas manajemen tata kelola perkebunan yang disita ternyata (1) sangat asal-asalan dan (2) sangat rampok. Perkebunan dikelola dengan sangat asal-asalan karena ternyata, gerombolan baru yang sombong dan sok tahu ternyata sama sekali tidak terdidik dalam hal manajemen ataupun teknik kehutanan. Mereka hanya terdidik dalam membunuh orang. Akhirnya ngasal saja. "Sangat asal-asalan" dan "sangat rampok" ini adalah salah satu penyebab langsung robohnya output ekonomi komoditas ekspor Indonesia selama 1958-1967, hiperinflasi, kelaparan massal. Merekalah salah satu dalang terbesar kemiskinan ekstrem di dekade itu. Karena mereka bingung dan ngasal dalam mengelola ekonomi kita. Dan rampok. Orang yang kritis terhadap perampokan nasional sekaligus bencana buatan nasional ini, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa. Rule of thumb politik adalah, "di mana uangnya?" Ketika Buya Hamka dipenjara dan disiksa, tanya: "di mana uangnya?" Ternyata uangnya di perkebunan Sumatra. --- Salah satu anak setan yang dibentuk rahim basah berdarah Dwifungsi ABRI yang ngasal dan rampok ini adalah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto. Saat itu Soeharto berkuasa terhadap perkebunan cash crop Jawa Tengah bersama gerombolan banditnya seperti Sudono Salim dan Bob Hasan. Di Jawa Tengah, gerombolan bandit liar yang diketuai Soeharto ini mencuri kayu bulat, beras, hasil gula, bahkan truk-truk tentara milik negara yang disalahgunakan untuk mengangkut komoditas-komoditas curian itu. Sungguh serakah, truknya ikut dicuri. Sebanyak 200 buah truk milik AD diam-diam dijual Soeharto ke seorang makelar bernama Tek Kiong. Barangkali Soeharto bukan bandit paling cerdas, karena buktinya ia berhasil tertangkap basah oleh PARAN, lembaga antikorupsi yang dibentuk KASAD A.H. Nasution yang panik melihat gilanya open season korupsi pasca nasionalisasi. Bandit yang lebih cerdas barangkali adalah bandit di perkebunan Sumatra dan Sulawesi, yaitu di daerah perang aktif PRRI/Permesta yang kebun-kebunnya merupakan war goal Pusat. Siapakah nama-nama bandit di sana? Tidak jelas. Itu dia. Cerdas. Soeharto juga barangkali bukan bandit terbesar di zaman Orde Lama. Bandit paling besar dan paling rampok sepertinya adalah Ibnu Sutowo, yang diberikan kendali atas Permina pada tahun 1957 (yang lalu berganti nama jadi Pertamina). Harus diingat bahwa alasan *utama* Jepang menjajah Indonesia tahun 1942 adalah karena mencari sumber daya migas pasca embargo Amerika. Setelah kita merdeka, seluruh bisnis migas raksasa ini malah jatuh dalam kekuasaan Dwifungsi ABRI di bawah keserakahan Ibnu Sutowo yang sekaligus merangkap sebagai penjahat gangster Mafia Tanjung Priok. Gatot Taroenamihardja, jaksa yang mau mengusut Ibnu Sutowo, tiba-tiba dilindas truk di jalan sampai kakinya harus diamputasi. Setelah PRRI/Permesta ditumpas, gelombang-gelombang nasionalisasi lainnya dilancarkan pada perusahaan asing milik selain Belanda yang sebelumnya tak tersentuh. Perampokan dan miskelola semakin parah selama masa Konfrontasi 1963-1965 pasca penyitaan perusahaan-perusahaan Amerika dan Inggris dan pengusiran para manajer and engineernya. Aset-aset produksi komoditas yang disita itu ikut dirampok habis dan dikelola asal-asalan. Keruntuhan ekonomi Indonesia pun semakin ekstrem, apalagi ketika dicombo dengan (1) kematian Djuanda yang meninggalkan kekosongan IQ pemerintahan dan (2) bencana politik luar negeri Soekarno yang mengakibatkan isolasi internasional. Setelah Soeharto jadi presiden, model sistem perampokan kolonial yang ia bangun di Jawa Tengah kemudian malah diterapkan secara formal dan teratur di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Inilah Dwifungsi ABRI. Kontrol Dwifungsi ABRI terhadap Indonesia diamankan dengan kekerasan bersenjata sampai level desa lewat sistem Kodam-Kodim-Korem-Koramil yang ada. Jawa dirampok *dan* luar Jawa dirampok. Uang yang dihasilkan diambil. Inilah Dwifungsi ABRI. Inilah Orde Baru. --- Dwifungsi ABRI adalah rangkap jabatan fungsi militer dengan jabatan fungsi pengamanan produksi uang. Bisnis milik keluarga Soeharto dan struktur mafia nasionalnya diamankan dengan kekuatan senjata Dwifungsi ABRI. Di Kalimantan, Bob Hasan sampai mendapatkan julukan sebagai "Raja Hutan". Uang yang dihasilkan bos mafia hutan nasional ini tentu fantastis. Kelakuan Bob Hasan si Bandit Hutan ini terus berlangsung sampai ia malah ditunjuk jadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Maret 1998, yaitu di tengah kepanikan krismon. Dari posisi ini, Bob Hasan berkuasa terhadap seluruh industri dan seluruh perdagangan dan seluruh ekspor impor yang ada di Indonesia, setidaknya selama 2 bulan. Meanwhile, *40%* tanah di seluruh Timor Timur malah dirampok langsung secara pribadi oleh keluarga Cendana yang saat itu telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Tanah milik penduduk Timor Timur dicuri keluarga Cendana dan penduduknya ditembak. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai. Orang yang membantai Timor Timur sangat menyeramkan. Misal, dulu santer seorang komandan gila psikopat melakukan pembantaian bersenjata di daerah Kraras di Timor Timur. Seluruh populasi Kraras termasuk anak kecil dan bayi habis dibantai. Menurut atasannya yang resah, A.M. Hendropriyono, tes psikologi komandan itu menunjukkan "G4 alias gila". Anehnya, si gila pembunuh berantai itu malah dibiarkan asyik melanjutkan perburuan manusia untuk dibantai di Timor Timur. Di Aceh lebih seram lagi karena gerombolan bandit yang menduduki Aceh selama DOM bukan hanya mencuri kayu bulat atau menyiksa penduduk atau berburu manusia atau mencuri cadangan migas Aceh, melainkan juga menanam narkoba seperti kartel Pablo Escobar di Kolombia. Tujuannya adalah uang. Aceh luluh lantak, tetapi seluruh Sumatra dan Indonesia juga ikut rusak karena narkoba. Uang dari perkebunan Sumatra dan Sulawesi, uang dari perkebunan Jawa Tengah, uang dari Kalimantan, uang dari Timor Timur, uang dari migas dan kayu bulat dan narkoba Aceh, uang dari seluruh Indonesia, semua uangnya diamankan di bawah kekerasan bersenjata Dwifungsi ABRI. Inilah Dwifungsi ABRI. --- Hari ini, banyak sekali orang yang entah bagaimana punya lahan sawit, tebu, karet, dll sebanyak ribuan bahkan ratusan ribu hektar bahkan jutaan hektar. Dapatnya kapan coba? Kapan belinya? Uangnya dari mana? Kok bisa sih, tiba-tiba ratusan ribu hektar di Aceh atau Kalimantan jadi punyanya si ini dan si itu? Memangnya itu tanah dulunya punya bapak lo?

Indonesia
24
616
1.6K
118.6K
Rizki Adrian がリツイート
Rizki Adrian がリツイート
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Cobain aja bang, bkn maksud nakut2in tapi cobain aja dulu: - beli tanah 1 hektar - macul tanah 1 hektar - ngasih pupuk tanah 1 hektar - nanem bibit taneman 1 hektar - perawatan taneman 1 hektar - nunggu panen 3-4 bulan, berharap cuaca mendukung, ga ada hama, ga ada org buang janin (real, ada petani yg sedih krn lahannya jadi TKP pembuangan mayat bayi) - jual ke tengkulak, berharap harga fair, atau ga ada kebijakan impor komoditas
JazEe | Web 3 Thinker@JazEWeb3

Kenaapa ga mau jadi petani sih? Nanti 10 tahun lagi siapa yg jadi petani

Indonesia
90
402
2.4K
173.3K
Rizki Adrian がリツイート
versace
versace@trunkszoldyck·
KOMDIGI Strikes Again! Postingan isu Andre Yunus terbungkam Setelah dikejutkan dengan berita rating IGRS yang melakukan rating asal-asalan, kini saya dikejutkan dengan salah satu postingan dari Eko Juniarto yang menunjukkan sebuah postingan instagram yang hanya bisa di akses dengan menggunakan VPN karena telah di blokir oleh pihak Instagram atas permintaan KOMDIGI. Saya coba membuka link tersebut tanpa menggunakan VPN dan hasilnya memang benar, saya tidak bisa melihat isi postingan dari link tersebut akibat di blokir oleh KOMDIGI (Komedi Digidaw). Namun setelah saya cek menggunakan VPN, ternyata isinya merupakan sebuah berita tentang kasus Terror Air Keras Andre Yunus yang meng-highlight ke-16 terduga tersangka lapangan yang melakukan terror tersebut. Menurut saya, ini merupakan sebuah langkah komdigi untuk melakukan pengontrolan internet secara massif dengan cara membungkam kritik, fakta, dan juga opini yang membuat citra nama aparat menjadi jelek. Namun sejujurnya saya juga khawatir masalah seperti ini bisa saja terjadi pada sosial media lain seperti twitter, facebook, dan sosial media lainnya. Jadi untuk kedepannya berhati-hatilah dalam memposting sesuatu, karena sekarang pemerintah memiliki kekuatan untuk membungkam siapapun yang mencoba mengusik mereka. Bagi yang mau mampir bisa klik link dibawah: instagram.com/p/DWjIP-pkVrn/ Bagaimana menurut kalian?
versace tweet mediaversace tweet mediaversace tweet media
Indonesia
78
2.5K
4.1K
103.8K
Rizki Adrian がリツイート
kiv z
kiv z@triwul82·
ALARM DARURAT: APBN TEKOR Rp240 TRILIUN! Selamat Datang di "Jurang Fiskal" Indonesia. Kabar buruk pagi ini: Menkeu Purbaya mengumumkan APBN per Maret 2026 defisit Rp240,1 Triliun. Lonjakan tekor mencapai 140% dibanding periode yang sama tahun lalu. Apakah ini awal dari kebangkrutan fiskal? Mari kita bedah. Utas ; oleh Tim Gantangan. cnnindonesia.com/ekonomi/202604…
kiv z tweet media
Indonesia
784
3.6K
8.3K
394.8K
Rizki Adrian がリツイート
saiful mujani
saiful mujani@saiful_mujani·
bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini.
Indonesia
229
1.5K
3.4K
123.6K
Rizki Adrian がリツイート
Ravio Patra
Ravio Patra@raviopatra·
Gambar 1: Feed @magdaleneid di IG ada berita investigasi TAUD tentang 16+ pelaku percobaan pembunuhan Andrie Yunus. Gambar 2: Beritanya hilang dari feed Magdalene kemarin. Gambar 3: Notifikasi jika klik berita itu dari link yang ada sebelumnya. Apa yang coba disembunyikan?
Ravio Patra tweet mediaRavio Patra tweet mediaRavio Patra tweet media
Indonesia
29
2.2K
3.2K
231.9K