Sabitlenmiş Tweet
Handy🇵🇸
2.5K posts

Handy🇵🇸 retweetledi

@tanyakanrl Ayah bukan ga excited nder, laki-laki emg bgtu, ada hal yg emg pgen dia pendam sendiri aja, aslinya dia pasti bgt banget sama lu,
Gamau doi nangis² depan umum sangking terharunya liat prestasi lu.
Indonesia
Handy🇵🇸 retweetledi

@iPopHQ Everybody blaming the government and the community but if you read the article, the student's mom was consistently receiving money from the school and NEVER use it once to buy him a new pair of shoes. His parents and his families are the one who should be held accountable
English
Handy🇵🇸 retweetledi

For our Indonesian bros, here's a visualization of the three cities the Hololive Dreams Truck is going to in Indonesia.
They’re all in one area 😅


Yerusolo Mania【DavidBeatt】🐿🦉🎨🔮🧟♀️☔🦚🍂🔨📜@BudiBukanIntel
Orang amrik marah2 west coast dapat 2 Gatau aja orang indo cuma dapet jabode wkkwkwk *ketawa dengan nada eropa yang ga dapet apa2*
English
Handy🇵🇸 retweetledi

Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah.
Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan.
Selamat Hari Buruh
#Muhammadiyah

Indonesia

@zhil_arf Profosal
Partisifasi
Nggak niat rasis sih, tapi suku di Indonesia yg suka kebolak balik nulis F dan P seingat saya cuma satu.
Indonesia

Pertanyaan yang cukup rasional ditanyakan: apa iya keanggotaan Forum Betawi Rampok (FBR) diisi oleh orang Betawi?
Kalau dicek etnis anggota-anggotanya, ternyata... 😅😅😅

zhil@zhil_arf
Ada laporan bahwa sumber kecelakaan kereta di Bekasi adalah suatu gerombolan preman spesifik bernama Forum Betawi Rempug. FBR. Mereka pelakunya. Pemda Bekasi, Polda Metro Jaya, & warlok harus bergerak cepat membasmi gerombolan liar itu dari rel, *sebelum kecelakaan berikutnya*.
Indonesia
Handy🇵🇸 retweetledi

@LambeSahamjja @kompascom , @Metro_TV @KompasTV @TRANSTV_CORP barangkali ada yg mau nambahin biar viral? Kasihan nih, hak anak bangsa dikebiri untuk mendapatkan pendidikan gara-gara kepala sekolah tantrum gak mau dikritik
Indonesia
Handy🇵🇸 retweetledi

Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.


Indonesia
Handy🇵🇸 retweetledi

Just because you wanted 🩷

Alireza Akbari@itsalireza_akb
This young girl asks the IRGC Aerospace Commander to "strike Israel with a pink missile"
English
Handy🇵🇸 retweetledi

Ikut urun rembug soal IGRS boleh ya… Dulu pernah terlibat langsung dalam rapat-rapat inisiasi awal bersama Menkominfo saat kami bertugas di Kemdikbud.
Ada dua pendekatan melindungi anak di konten digital. Pertama, membuat lingkungan “steril” lewat sensor dan pemblokiran. Kedua, membangun “imunitas” pada anak serta keluarga. Pendekatan kekebalan jauh lebih berdampak dan berkelanjutan.
Rating game seharusnya menjadi alat bantu bagi orangtua untuk membangun kekebalan anak dgn melatihnya jadi mandiri dan cakap melindungi diri sendiri, bukan jadi instrumen sensor bagi pemerintah.
Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya bekerja sama erat dengan komunitas game. Lebih baik lagi, biarkan komunitas itu sendiri yang menjalankan sepenuhnya dengan difasilitasi pemerintah. Tak perlu berpretensi serba tahu apa yang terbaik bagi setiap segmen masyarakat. Punya wewenang tidak otomatis punya pengetahuan.
IGRS selayaknya jadi alat pemberdayaan, bukan pembatasan. 🙏
——
Sosialisasi ESRB di 2016, saat belum ada IGRS: facebook.com/share/1HPkjvh4…
Indonesia
Handy🇵🇸 retweetledi

Kasih tau kekuatan netizen
Guys, lu pada tau gak ini kejadian bener-bener bikin miris…
Seorang ibu meninggal dunia setelah terserempet iring-iringan truk TNI di jalan.
Dari kesaksian warga di lokasi, kronologinya cukup jelas dan bikin geleng kepala.
Awalnya korban lagi naik motor seperti biasa.
Tiba-tiba dari belakang ada iring-iringan truk tentara (sekitar 3 sampai 5 unit) yang melaju cukup cepat sambil klakson terus.
Korban sudah berusaha minggir ke pinggir jalan, bahkan saksi bilang posisi mereka sudah ngalah.
Tapi masalahnya, iring-iringan ini seperti lagi ngebut atau ngejar kendaraan di depan.
Salah satu truk akhirnya nyenggol motor korban dari samping/belakang, bukan sekadar mepet tapi sampai bikin korban jatuh.
Begitu jatuh:
Korban langsung terpental dan nyungsep di jalan
Posisinya masih dekat motor
Kondisinya langsung mengenaskan di tempat
Saksi yang juga ikut jatuh bilang kalau kejadian itu cepat banget mereka udah minggir tapi tetap kena.
Yang bikin makin nyesek:
- Ini bukan satu kendaraan, tapi iring-iringan besar (beberapa truk sekaligus)
- Korban itu cuma pengendara biasa yang udah berusaha ngalah
- Tapi tetap jadi korban karena situasi di jalan yang nggak terkendali
Kalau ditarik garis besar:
Ada iring-iringan kendaraan besar (militer)
Jalan dipakai dengan kecepatan tinggi
Pengendara sipil sudah mengalah
Tapi tetap terjadi senggolan fatal
Dan sampe sekarang belum ada kejelasan kasusnya gimana
media juga kagak ada yang beritain
cuma liputan 6 doang nih yang angkat

Indonesia
Handy🇵🇸 retweetledi

@Adiit_123321 @tanyarlfes Stop gk, ky tokek anjir manggil namanya sendiri 😭😭
Indonesia
Handy🇵🇸 retweetledi

Semangka yang ditanam nek inah dkk untuk menambah pendapatan, ternyata setiap kali mau panen, pasti hilang dicuri.
Pernah saat menjelang idul fitri, maksud hati ingin panen semangka untuk lebaran, tetapi semuanya hilang dicuri, hanya disisakan 1 buah yang akhirnya kami makan bersama2.
Hebatnya nek Inah, ketika kutanya apakah beliau masih mau menanam, beliau menjawab," Tidak tanam semangka, tapi tanam yang lain."
"Lho, nanti kalo dicuri lagi gimana?" tanyaku?
"Tanam terus, tidak boleh menyerah. kalo dicuri biarlah untuk sedekah." 😭
Beliau memberiku pelajaran besar tentang ikhtiar dan tawakkal.
Semoga sekarang engkau berada di tempat yang dimuliakan Allah, Nek. InsyaAllah semua kebaikanmu menjadikan Allah ridha.
Al-Fatihah

Indonesia
Handy🇵🇸 retweetledi

Tentara Israel IDF menculik dan menyiksa bocah Palestina berusia 1 tahun ini.
Ayah anak tersebut, Osama Abu Nassar, hancur secara finansial setelah IDF membunuh kuda yang ia gunakan untuk mencari nafkah.
Saat membawa anaknya membeli kebutuhan sehari-hari dengan berjalan kaki, ia terjebak dalam baku tembak di dekat rumahnya dan dipaksa oleh tentara Israel untuk meninggalkan putranya yang berusia 18 bulan di tanah dan mendekati pos pemeriksaan militer terdekat, di mana ia dilucuti pakaiannya dan diinterogasi.
Pasukan tersebut menyiksa anak itu di depan ayahnya, termasuk membakar kakinya dengan rokok, menusuknya, dan memaku paku besar ke kakinya, sebagaimana dikonfirmasi oleh laporan medis.
Laporan tersebut mengatakan anak itu menderita luka bakar akibat rokok dan luka tusuk di kakinya yang disebabkan oleh paku.
Anak yang berlumuran darah itu dibebaskan sekitar 10 jam kemudian dan diserahkan kepada keluarganya melalui Komite Internasional Palang Merah di Al-Maghazi, sementara ayahnya masih ditahan di Israel.
Inilah kenapa Iran dan Front Perlawanan ingin melenyapkan TUMOR ZIONIS dari Timur Tengah!?
Dan ketahuilah bahwa Arab Saudi, UEA, Bahrain, Kuwait dan Yordania mendukung tentara Israel sangat kejam itu.

Indonesia












