EyangSepuh

1.9K posts

EyangSepuh

EyangSepuh

@EyangSepuh14

Katılım Ekim 2019
0 Takip Edilen1 Takipçiler
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@ayin4me klo mau enak..lega dan nyaman di PIK 2 tuh boboknya...boleh ngga sama keamanan disono...
Indonesia
0
0
0
1.3K
yin
yin@ayin4me·
Nungguin apa yaa🧐
Indonesia
61
195
1.1K
277.5K
Mac Karyo
Mac Karyo@Makaryo0·
Pak Dadan MBG berangkat haji 2026, belio dipuji anggota Komisi XI DPR karena memilih haji pakai jalur reguler dan mengantre selama 12 tahun, hal ini dianggap sebagai wujud kesederhanaan pejabat negara. Pak Dadan juga menolak segala bentuk fasilitas khusus pejabat negara termasuk rela menginap di hotel yang berjarak 5 km dari Masjidil Haram dan naik bus umum bersama jemaah lainnya, padahal sebagai pejabat belio bisa pakai fasilitas ONH Plus yang jauh lebih nyaman. Sungguh mulia Belio ini 🥹
Mac Karyo tweet mediaMac Karyo tweet media
Indonesia
501
64
346
381.8K
Endless Story
Endless Story@xendless_s·
Tiba tiba banget jadi cucu nabi 😭
Endless Story tweet media
Indonesia
1.6K
995
6.3K
439K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@RepublikRupiah Hahaha...giliran jeblok..lempar ke muka org lain. Elo paham ngga knp rph jeblok goblok?
Indonesia
0
0
0
3
Republik Rupiah
Republik Rupiah@RepublikRupiah·
Sebelum ramai salahkan Presiden soal Rupiah anjlok ada satu fakta hukum yang perlu diluruskan🧐 Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah adalah mandat "Bank Indonesia" lembaga yang secara hukum independen dari pemerintah. Bukan mandat Presiden. Bukan mandat Menteri. Ini bukan pembelaan politik ya guys, ini bunyi undang-undang. Nilai tukar rupiah → tanya Bank Indonesia Fiskal dan kepercayaan pasar → tanya pemerintah Intinya jangan sampai salah sasaran ya guys untuk minta kejelasan 😁
Republik Rupiah tweet mediaRepublik Rupiah tweet media
Indonesia
227
24
103
15.7K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@KaZep7 Bro...kayaknya elo salah deh..yg dikritik mmg bgt kok..ditanya apa jawabnya apa..jd, gunakan logika sblm berpendpt bro.
Indonesia
0
0
0
42
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@LambeSahamjja Bro..elo jd WNI sdh brp th? Kok naif bgt komen loe. Di negara elo itu, yg salah bs jd bener spy pimpinan rt/rw/lurah/camat/bupati/walikota/Gub/Menteri/Kepsek/Pimp Badan/Lembaga/Koperasi/apapun namanya terlihat baik, sigap, tanggap, tanggon, gercep atau apapun namanya. Itu ngr loe
Indonesia
1
0
1
254
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada sesuatu yang terjadi hari ini yang menurut gue harus diperhatikan bukan karena mengejutkan, tapi karena sangat langka terjadi dari orang dalam pemerintahan Prabowo. Luhut Binsar Pandjaitan pergi ke Singapura. Duduk di depan investor global. Dan bilang dua kata yang hampir tidak pernah keluar dari mulut pejabat Indonesia dalam setahun terakhir ini: "Saya minta maaf." Dan ini konteks yang membuat kalimat itu sangat berat: Luhut tidak minta maaf soal hal kecil. Dia minta maaf soal sesuatu yang sudah melukai kantong investor secara nyata volatilitas pasar, tekanan harga minyak, risiko terhadap APBN Indonesia. "Saya minta maaf jika beberapa dari Anda mengalami dampak negatif karena situasi tersebut." Dua kalimat itu diucapkan di Singapura, di depan pengelola aset global adalah pengakuan yang tidak pernah kita dengar dari podium mana pun di Jakarta. Dan bandingkan dengan apa yang kita dengar selama ini dari Jakarta: Prabowo: "Mau dolar berapa ribu kek orang desa tidak pakai dolar." Purbaya: "Fundamental kita kuat." Gubernur BI: mengganti definisi stabilitas supaya kondisi buruk bisa disebut stabil. Misbakhun: memvalidasi narasi bahwa rupiah tidak pengaruhi rakyat kecil. Sementara Luhut di Singapura mengakui secara terbuka bahwa ada masalah serius yang sedang terjadi. Dan meminta maaf kepada orang-orang yang terdampak. Dan ini yang paling penting dari seluruh pertemuan itu: Luhut mengakui sudah mengingatkan Prabowo untuk mewaspadai tekanan ekonomi setelah Juli 2026. "Tapi saya juga ingatkan kepada Presiden, kita harus melihat dengan jelas setelah Juli. Fiskal dan budget negara kita akan diperbaiki pada akhir atau awal tahun berikutnya." Kalimat itu sangat penting. Karena artinya: di dalam istana pun sudah ada yang tahu bahwa kondisinya tidak baik-baik saja. Sudah ada yang memperingatkan. Sudah ada yang melihat datanya dengan jelas. Tapi yang keluar ke publik selama ini bukan peringatan itu. Yang keluar ke publik adalah narasi bahwa semua baik-baik saja. Dan ini detail yang paling mengkhawatirkan: Luhut mengakui bahwa kalau harga minyak dunia menembus 100 dolar per barel APBN akan menghadapi tekanan sangat besar karena asumsi dalam anggaran hanya 70 dolar per barel. Defisit tambahan yang muncul dari selisih itu saja: sekitar Rp200 triliun. Ini di atas defisit Q1 yang sudah Rp240 triliun. Ditutup dengan utang Rp258 triliun. Dan sekarang ada potensi tekanan tambahan Rp200 triliun lagi dari harga minyak yang naik. Dan itu baru dari satu variabel saja. Dan ini yang perlu diapresiasi dengan jujur: Gaya komunikasi Luhut di Singapura itu adalah gaya komunikasi yang seharusnya digunakan di dalam negeri juga. Bukan membela diri. Bukan menyalahkan faktor eksternal semata. Bukan mengganti definisi supaya angka buruk terlihat baik. Tapi mengakui bahwa ada masalah. Menjelaskan apa yang sedang disiapkan untuk mengatasinya. Dan meminta maaf kepada yang terdampak. Itu bukan kelemahan. Itu yang disebut komunikasi krisis yang benar. Itu yang investor global butuhkan untuk memutuskan apakah mereka mau tetap menaruh uang di Indonesia atau tidak. Karena investor tidak lari dari negara yang punya masalah. Investor lari dari negara yang tidak mau mengakui masalahnya. Tapi ini yang paling mengganjal: Kenapa harus di Singapura? Kenapa harus di depan investor asing dulu baru ada pengakuan jujur tentang kondisi ekonomi Indonesia? Kenapa rakyat Indonesia yang setiap hari merasakan langsung dampak dari semua tekanan ini tidak mendapat komunikasi yang sama jujurnya? Iswati di Gresik yang harga kedelainya naik Rp2.000 per kilogram. Rudi di Lombok yang kehilangan pekerjaan karena gerainya ditutup paksa. Guru honorer yang gajinya tidak naik sementara harga semua barang naik. Mereka tidak mendapat penjelasan yang jujur. Mereka tidak mendapat permintaan maaf. Mereka hanya mendapat narasi bahwa ekonomi kita kuat dan fundamental kita baik. Dan ini yang paling perlu direnungkan: Luhut bilang: "Ekonomi kita seharusnya masih sangat kuat dibanding beberapa negara lain." Tapi di kalimat yang sama dia mengakui ada defisit potensial Rp200 triliun dari harga minyak. Mengakui kondisi fiskal perlu diperbaiki. Mengakui ada masalah di sini dan di sana. Kalimat "masih kuat" dan kalimat "ada masalah serius" tidak bisa diucapkan bersamaan tanpa salah satu menjadi tidak jujur. Dan rakyat yang sudah terlalu lama mendengar "masih kuat" sementara merasakan "makin berat" setiap hari sudah sangat lelah dengan kontradiksi itu. Luhut melakukan sesuatu yang benar hari ini. Dia mengakui ada masalah. Dia minta maaf kepada yang terdampak. Dia berbicara dengan jujur tentang risiko yang ada. Itu langkah yang tepat. Dan layak diapresiasi. Tapi satu pertanyaan yang tersisa dan tidak bisa diabaikan: Kapan rakyat Indonesia mendapat kejujuran yang sama? Kapan yang berdiri di podium Jakarta dan berkata: "Ada masalah serius yang sedang kita hadapi. Ini kondisinya yang sebenarnya. Ini yang sedang kita lakukan. Dan kami minta maaf atas dampak yang sudah kalian rasakan." Karena investor Singapura sudah mendapatkan kejujuran itu. Mereka yang membuat keputusan berdasarkan data mendapat data yang jujur. Sementara rakyat Indonesia yang hidupnya paling langsung terdampak masih mendapat narasi bahwa orang desa tidak perlu khawatir soal dolar.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
90
140
449
55.9K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@LambeSahamjja Banyak pemain nya bro...ada pemain2 lama disana...masa elo ngga googling bro...ini sdh program yg disusun sistematis. Coba deh dicek. Ada artis ternama yg sdh menekuni pembangunan bioskop desa sejak berth2 lalu. Ada kok di media massa.
Indonesia
0
0
1
617
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
864
7.6K
14.6K
631.8K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@pendapatpribumi Sy hormat dg Bapak dan sgt sependpt dg Bapak. Smg tindakan Bapak utk mengedepankan persatuan dan kesatuan anak2 bangsa dpt mjd contoh bg seluruh komponen bangsa ini. Ingat...VOC menduduki nusantara ratusan th krn politik adu domba. Ayo rekatkan tali persatuan dan persaudaraan.
Indonesia
0
0
0
151
Indonesnews
Indonesnews@pendapatpribumi·
UDAHLAH NDG AD UNTUNG KITA NE RIBUT, KERIBUTAN YG KITA BUAT HARI INI TIDAK AKAN SELESAI 1 / 2 TAHUN
Indonesia
188
197
1K
50.4K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@toe_giman Bgm caranya KASIR menstabilkan uang konsumen? Masuk akan ngga? Yg bs menstabilkan itu Kementerian2 Operasional. BUKAN KASIR.
Indonesia
0
0
0
10
T0361M4N
T0361M4N@toe_giman·
Klo kata wak ucup mancur: "Darimana uangnya..!" 2T perhari utk stabilkan rupiah.. Yakin tertekan?
Indonesia
24
22
54
3.9K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@streetlawyers85 Klo para ojol demo belain nadiem...jejerin aja anak2 sekolah diseluruh Indonesia di jalan2, termasuk anak2 tukang2 ojol...biar mrk paham bhw anak2 mrk jg sdh jd korban kebijakan org yg dibela2nya.
Indonesia
2
0
5
1.1K
street lawyers
street lawyers@streetlawyers85·
Penjelasan Pak Mahfud & pak Anhar G
Indonesia
35
124
450
13.7K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
prabowo kagak ikutan nih??
Lambe Saham tweet media
Indonesia
119
28
880
56.4K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@Jelli_cent Noh bantar gebang noh...sampahnya sdh jd gunung...olah sono..mau jd apa jg boleh asal berguna buat msy. Loe pada makan lgs tuh sampah jg boleh...tapi..biaya2 ngolah sampah jgn loe bebankan ke APBN lg yah...sdh jd tg jwb loe stl terima gaji dr duit rakyat.
Indonesia
1
1
2
137
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Ya udh gitu aja.. Kasih semua kerjaan ke TNI Dprd cuma latihan2 pernah doang 😌
Indonesia
71
111
394
37.1K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@M45Broo_ Elo hrsnya bertanya kpd 58% pemilih Indonesia. Cara bertanya elo, mnrt keyakinan gue berpotensi menimbulkan "kegaduhan", ujaran kebencian dan/perpecahan anak bangsa...elo sadar ngga?
Indonesia
0
0
0
672
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@zakariamlk Enggak pingin mimpi bro...lagi kerja nih buat anak bini gue...
Indonesia
0
0
0
12
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@txtdrbekasi Lain dong TS pakai duit hsl kerja kerasnya...klo yg ono pakai duit hsl kerja keras rakyatnya...ya ngga kerasa dong.. wong bkn doi yg cari duit kok..
Indonesia
0
0
0
80
TxtdariBekasy 🇵🇸
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi·
Prabowo completed his World Tour visiting 28 countries in just 1.5 years, while Taylor Swift needed 2 years for her World Tour in 21 countries.
TxtdariBekasy 🇵🇸 tweet mediaTxtdariBekasy 🇵🇸 tweet media
English
582
14.4K
40.6K
1.3M
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@SeekHustle Gue enggak sih...kecuali yg memberi saran menjamin adanya cuan yg pasti. Klo kerugian msh gue yg tanggung buat apa saran nya gue ikutin. Duit2 gue, yg nyari gue, dan gue yg nentuin mau gue pakai apa duit gue. Elo siapa kasih2 saran? GUE KAGAK MINTA SARAN LOE....
Indonesia
0
0
0
398
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Oleh-oleh dari seskab nih capt. Purbaya said: "Ini banyak sentimen, kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 97 - 98 lagi. Beda 97 - 98 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 97 pertengahan itu kita sudah resesi. Kita kan sekarang belum resesi ekonomi masih tumbuh kencang jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," "Jadi teman-teman gak usah khawatir investor pasar saham kalau saya bilang ga usah takut serok bawah sekarang. Saya lihat teknikalnya sehari - dua hari juga sudah kembali," tambahnya. Lo berani serok? Teknikal? Reallyyyyy???
Kapten Haddock tweet media
Indonesia
108
27
206
110K
EyangSepuh
EyangSepuh@EyangSepuh14·
@regar_op0sisi @KemenkeuRI Bbrp ciri utama dr org dg NPD adl merasa org lain lbh rendah dr pd dirinya. Semua yg dilakukannya selalu benar dan yg dilakukan org lain sll "lbh buruk" dr yg dilakukannya. Terakhir, merespon secara negatif apapun kritik/saran org lain kpd dirinya. Silahkan disimpulkan sendiri.
Indonesia
0
0
1
183
ciaa
ciaa@xpeacessea·
ciaa tweet media
ZXX
354
279
1.2K
67.7K
Mama Queen
Mama Queen@Qu3en_Bakery·
Soekarno : Bapak Proklamator Soeharto : Bapak Pembangunan BJ Habibie: Bapak Teknologi Gusdur : Bapak Pluralisme Megawati : Ibu Penegak Konstitusi SBY : Bapak Perdamaian Julukan yang cocok untuk Prabowo apa yaa??
Mama Queen tweet media
Indonesia
3.4K
174
1.7K
909.5K