Febrimarsa

517 posts

Febrimarsa banner
Febrimarsa

Febrimarsa

@Febrimarsa

Try to be an academics on RNAs during embryogenesis at Muhammadiyah Univ. Surakarta

Indonesia Katılım Ocak 2012
1.7K Takip Edilen405 Takipçiler
Febrimarsa retweetledi
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Tiga pertanyaan untuk Mendikti soal LPDP digembleng TNI: 1. Sejak kapan warga sipil yang lolos IELTS, esai, dan wawancara LPDP dianggap kurang disiplin? Mereka bahkan menghitung sendiri pajaknya tiap tahun di SPT, sesuatu yang (mungkin) prajurit tidak diwajibkan lakukan dengan kerumitan yang sama. 2. Sejak kapan warga yang pajaknya dikorupsi bertahun-tahun tapi tetap bayar PPN setiap belanja dianggap kurang berkebangsaan? 3. Kalau tujuannya supaya awardee balik ke Indonesia, kenapa solusinya pelatihan baris-berbaris dan bukan perbaikan ekosistem riset, gaji dosen, dan kepastian karier akademik di dalam negeri? Yang bikin doktor enggan pulang itu bukan kurang nasionalisme. Tapi karena kurang lab, kurang dana riset, dan kurang penghargaan. Kalau pemerintah serius ingin awardee pulang dan berkontribusi, cobah perbaiki ekosistem akademik dalam negeri. Itu jauh lebih sulit, dan jauh lebih dibutuhkan. Menurut saya, mengirim calon master dan doktor ke barak untuk diajari “kebangsaan” itu membalik logika. Yang lazim di banyak negara: kadet militer yang dikirim ke kampus, bukan sebaliknya. Jangan remehkan warga sipil yang duitnya bocor terus tapi masih setia bayar pajak. Lagian, tokoh-tokoh kebangsaan terbesar republik ini sebagian besar sipil. Hatta, Sjahrir, Sukarno muda, Kartini, Tan Malaka, Agus Salim. Tidak satu pun dari mereka yang nasionalismenya dibentuk di barak. Mereka jadi nasionalis karena membaca, berdebat, hidup di pengasingan, dan berhadapan dengan ketidakadilan kolonial. Bukan karena baris-berbaris. 😬
Rumail Abbas tweet media
Indonesia
110
2.4K
4K
121.2K
Febrimarsa retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Ibrahim Arief tweet media
Tom Wright@TomWrightAsia

UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.

Indonesia
371
8.4K
12.1K
754.3K
Febrimarsa retweetledi
Yehu Moran
Yehu Moran@YehuMoran·
1/5 🚨🚨 preprint alert! 🚨🚨 I wish to introduce CARDIB, not the singer, but the protein. CARDIB=CARD Inhibitory Binding protein. In our new work we discover this protein that is found in all Anthozoa (sea anemones and corals 🪸) but not in other animals. biorxiv.org/content/10.110…
English
4
11
35
10.6K
Febrimarsa
Febrimarsa@Febrimarsa·
@TetsuoKon Unlucky me, I'm no longer in Galway to meet you
English
1
0
1
55
Febrimarsa retweetledi
James Gahan
James Gahan@JM_Gahan·
We are looking for new colleagues to come join us in Galway as group leaders (Junior and Senior). The Centre for Chromosome Biology is a great place and it is a good time to join. Please reach out if you want to chat about the opportunity! nature.com/naturecareers/…
Centre for Chromosome Biology@CCB_Galway

The CCB is looking for new group leader applicants. Please get in contact if you are interested in applying or want to discuss the opportunity: nature.com/naturecareers/…

English
0
19
41
10.4K
Febrimarsa retweetledi
Uri Frank
Uri Frank@thecocodium·
I am looking for a new postdoc to join the lab. Interested in pluripotency, germ cells, and in investigating these in a genetically tractable cnidarian? Get in touch! We offer a long-term contract, excellent research environment, and a lovely city #Galway. urifranklab.org
Uri Frank tweet media
English
1
33
64
5.5K
Febrimarsa retweetledi
Tetsuo Kon (今 鉄男), MD, PhD
Finally, our genome paper on the heat-tolerant “doctor fish” is out in Scientific Data! It paves the way for studying heat tolerance and developing human cancer xenograft models at 37°C for drug screening! Worked with Mie Uni (Japan) and BRIN (Indonesia). nature.com/articles/s4159…
English
1
4
17
888
Febrimarsa retweetledi
Jerome Hui
Jerome Hui@JeromeHui2·
Single-cell analyses reveal scyphozoan conserved and specific genes contribution during tissue regeneration in two jellyfish. biorxiv.org/content/10.110…
English
0
3
5
480
Febrimarsa retweetledi
James Gahan
James Gahan@JM_Gahan·
My group is hiring a new Postdoc to work on gene regulation and chromatin in Nematostella. Please RT! For more information see here: gahanlab.com tinyurl.com/34xke35d
James Gahan tweet media
English
0
67
103
12.3K
Febrimarsa retweetledi
Jordi Solana
Jordi Solana@solana_jordi·
Our lab @ the Living Systems Institute is recruiting PhD students! 📢 Two opportunities to study stem cell differentiation and cell type evolution using single cell transcriptomics, combining wet lab methods and new computational approaches. exeter.ac.uk/research/insti… Pls RP!
Jordi Solana tweet media
English
1
68
123
12.2K
Febrimarsa retweetledi
Double Down News
Double Down News@DoubleDownNews·
BREAKING: Amsterdam Mayor regrets calling what happened in Amsterdam a “pogrom”, saying “we were completely overtaken by Israel”: “In hindsight, I should not have used the word ‘pogrom.’… We were completely overtaken by Israel. At 3 am, Prime Minister Netanyahu suddenly gave a lecture about what had happened in Amsterdam, while we were still gathering the facts.” “The Israeli government spoke of a ‘Palestinian pogrom on the streets of Amsterdam,’ and in The Hague, the words were used to discriminate against Moroccan Amsterdammers, Muslims. That is not what I meant or what I wanted.” “I saw how the word 'pogrom' became very political and turned into propaganda." Mayor Femke Halsema also said she should have highlighted violence caused by Maccabi Tel Aviv supporters. The entire Western media and political class acted as press agents for an Israeli disinformation campaign. All to provide cover for racist football hooligans and a state engaged in genocide. This was obvious at the time, as documented by photo journalist @iAnnetnl but the media chose to lie about her footage and spin it to the world. Our report with @PulaRJS puts the media to shame:
English
341
7K
13K
797.4K
Febrimarsa retweetledi
Alex de Mendoza
Alex de Mendoza@deMendoza_Alex·
SOX and POU are crucial Transcription Factors in animal development, believed to be innovations. We found them in unicellular relatives of animals. And hold tight, you can use a choanoflagellate 🦠 SOX gene to make a full chimeric 🐁 ! Read more here: rdcu.be/d0dPN 1/6
English
1
50
153
23.1K
Febrimarsa retweetledi
Alex de Mendoza
Alex de Mendoza@deMendoza_Alex·
Does 6mA exist in eukaryotic DNA? This is our take on this dispute: yes it does, and can be very abundant, but mostly correlates with presence of the MT-A70 writer AMT1. Then, 6mA is associated with transcriptionally-permissive chromatin (H3K4me3) 1/6: biorxiv.org/content/10.110…
English
4
58
136
17K