𐙚 ◞ Aruna. @groviad
Utahime ngangguk sambil menundukkan kepala, malu banget rasanya pas ngasih tau ke kamu. Tapi Utahime nggak expect kalau kamu malah santai aja responnya.
"Kamu nggak masalah kan aku kasih tau begini?"
"Nggak lah, lagian aku juga suka cewek."
Utahime kaget. Bener-bener kaget sampai dia nggak bisa ngomong. Gemes banget, banget, banget lihat Utahime yang lebih tua dari kamu malah ngegemesin begini.
"Mbak gemes banget deh. Ada orang lain nggak yang lihat mbak begini selain aku?"
"Nggak tau... tapi aku rasanya aku bisa begini karena kamu."
Aduh, gimana nggak luluh lihat Utahime sikapnya ngegemesin begitu?
"Mbak."
"Iya?"
"Boleh cium, nggak? Mbak ngegemesin soalnya."
Pertanyaanmu itu bikin Utahime kaget, dan makin nggak bisa dikendaliin lagi ekspresinya. Ya gimana nggak? Orang yang bikin Utahime sange pas nonton bokep sekarang malah nawarin buat ciuman.
Utahime yang nggak mau nyia-nyiain kesempatan itu pun ngangguk dengan ekspresinya yang kelihatan minat banget ciuman sama kamu. Kamu yang lihatnya malah pengen "makan" Utahime, tapi mending ciuman dulu.
Kamu pun akhirnya memberikan ciuman yang lembut ke Utahime. Nggak ada rasa gugup dan sungkan di sana, malah kelihatannya kamu dan Utahime menikmati setiap waktu malam itu.
Ciuman lembut itu malah makin memanas saat kamu memberanikan diri untuk menyentuh Utahime; yang tadinya raba pinggul, sekarang masuk ke dalam baju dan meremas payudara Utahime dengan nikmat. Tangan kamu menjelajah tubuh Utahime seakan sebuah harta karun yang layak untuk dinikmati, dan ingin kamu kuasai di setiap sisi.
Ciuman itu panas, sentuhan tangan juga semakin liar sampai kamu dan Utahime sama-sama menanggalkan pakaian yang dikenakan, dari yang tadinya duduk di lantai sampai akhirnya kembali ke kasur.
"Mbak, mau praktekin yang kayak di video bokep yang mbak tonton nggak?"
"Mau..."
"Tapi ditahan ya suaranya, nggak apa-apa? Soalnya kamar di samping kiri-kananku lagi ada penghuninya."
"Mbak bisa kok nahan suaranya, sayang..."
Jawaban Utahime malah kayak bensin yang disiram ke api yang sudah besar kobarannya. Dipanggil sayang? Sama Utahime? Wah, bikin gila.
Kamu yang tadinya pengen main dengan lembut jadi nggak bisa nahan diri, dan ngentot sama Utahime malam itu bikin pipis terus Utahimenya. Kalian berdua sama-sama berusaha menahan suara desahan, walaupun sebenarnya tembok kamar juga cukup kedap suara dan nggak mengganggu tetangga.
Ngentot malam itu panas banget. Utahime nggak expect kamu sekuat itu main sama dia, bahkan sampai pindah posisi pun jadi. Memang nggak heran, karena kamu tubuhnya juga cukup atletis dan tenaganya banyak banget. Utahime sampai dibuat pipis dan mendesah nikmat sambil panggil nama kamu.
"Mbak, memeknya enak banget, ah!"
"Sayang, mbak mau pipis—memek mbak basah~"
"Sering colmek ya, hmm? Enak banget, mbak~"
Utahime ngangguk, dan mengakui sering colmek di kamar sambil nonton bokep lesbi, terus ngebayangin ngentot sama kamu. Ternyata apa yang dia bayangin sekarang kenyataan, dan jauh lebih enak dari yang dia bayangin.
Di waktu yang bersamaan, kamu juga nggak expect anak pemilik kos yang sering jadi bahan julid di grup kos sekarang ngentot sama kamu dan desahin nama kamu sambil kamu emut nenennya.
"Sayang, nenen mbak enak ya?"
"Enak, mbak~" jawab kamu sambil lanjut emut putingnya Utahime yang udah tegang, dan jari kamu yang nggak capek colmekin Utahime yang udah basah banget di bawah sana.
Kamarmu berantakan banget, tapi malah makin candu karena banyak sudut yang pengen dicoba untuk ngentot sama Utahime.
Tapi selain di kamarmu, ke depannya kalian malah coba ngentot di rumahnya Utahime pas orang rumah lagi nggak ada, dan pengen coba ngentot di dapur sambil Utahime pakai apron, tapi nggak pakai baju. Jadi, kamu bisa leluasa remas nenennya sambil colmekin dari belakang. Utahime mainnya enak banget sampai kamu nggak mau berhenti nikmatin dia walaupun lagi di dapur, begitu juga sebaliknya, Utahime yang kadang mau gantian untuk puasin kamu.