acehX
28.2K posts

acehX
@aceh_tweets
Ya Mahdi...Ya Nasrullah Aktifis, Laki-Laki ,“ Pengikut Imam Zaman A.S “ cuitan mewakili pribadi, Manusia MERDEKA, RT like belum tentu setuju

Parlemen Eropa Desak RI Adili Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Sumber: kompas.com/global/read/20…



@MurtadhoRoy Apalagi diera Prabowo tentara makin ngelunjak menindas rakyat sipil yang lemah

Update: Kekerasan seksual di UPN Veteran Yogyakarta - 3 dosen sudah dinonaktifan sementara - 2 dosen dinonaktifkan di tingkat program studi - 1 dosen dari universitas lain yang mengajar sebagai DOSEN LUAR BIASA di UPN 🤯 - 1 dosen sudah kena sanksi tahun 2023 & masih dilarangan ngajar (BELUM DIPECAT??)

Two Palestinian children being arrested and put into the back of a military van in a village East of Ramallah.


Cc @DivHumas_Polri sekuat apa sih Hercules Dengan tindakan biadabnya ini




MASSIVE MUSHROOM CLOUD explodes in Israel

"Matilah orang Arab… bakar desa-desa Arab… kami akan membunuh kalian". Teriakan-teriakan ini diteriakkan oleh anak-anak pemukim israel kepada para jurnalis, saat mereka pawai bendera di Bab al-Amoud, Yerusalem, hari ini.


Geger WN China Garap Tambang Ilegal di Sangihe, Nilainya Tembus Rp 200 Miliar liputan6.com/bisnis/read/65…

WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.Kronologi Penjebakan: Modus Informasi NarkobaAksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi. Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal. Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi. Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut






