menghilanglah untuk sementara waktu, sembari menyembuhkan lukamu.
lalu, kembalilah menjadi pribadi yang ceria seperti dulu, karena dunia merindukan dirimu yang dulu.
Egonya cewek itu jangan diimbangi, cukup dipahami dan dibujuk aja. Karena cewek bisa luluh dengan kesabaran dan tutur kata yang lembut. Jangan marah dibalas marah, ego dibalas ego. Karena cewek ga sekuat cowok soal perasaan, dia punya hati yang lembut, sekali berantem dia nangis.
Di saat sabarnya wanita menjadi sadar, perhatian menjadi cuek, cemburu menjadi diam, pedulinya menjadi terserah, ga ada lagi penuntutan, ga ada lagi perdebatan bahkan semua ucapanmu dia iyakan, percayalah lelahnya telah mencapai batas wajar. Dia sudah ga berharap apapun, karena -
dia pastikan saat itu adalah hari terakhirnya mengagumimu. Kamu ga perlu repot menghadapi sikap kekanakannya, ga lagi mendengarkan keluh-kesah dan ceritanya, selamat kamu bebas sekarang. Bukan dia berubah ataupun pasrah, tapi sikapmu sangat jelas seolah memintanya untuk menyerah.
Jangan pernah kamu berpikir untuk menikahi seseorang, tapi kamu masih punya sifat ini: Ketika kamu masih pacaran terus berantem, kamu marahan sama pasangan kamu, kamu main block, minta putus, ga mau ditelepon, ga mau dihubungi, susah diajak diskusi, pokoknya kamu menghindar dan -
silet treatment. Itu tanda bahwa kamu belum siap berkomitmen. Komitmen itu 2 kepala, 2 otak yang dijadikan 1. Karena ada yang namanya toleransi, ada yang namanya memaafkan dan dimaafkan. Kalau kamu masih egois, mentingin diri sendiri, ga mau dengerin pasangan kamu, kamu ga akan -
siap menunjang kehidupan pernikahan. Kamu akan menjadi orang yang kabur-kaburan, ada masalah dikit kabur, berentem dikit kabur, merasa disakiti, merasa ga didengerin, padahal ga gitu. Namanya hubungan gimana caranya kita bisa menyelesaikan masalah bersama-sama untuk tetap bersama