Bian Pratama

39 posts

Bian Pratama banner
Bian Pratama

Bian Pratama

@bianpratama

Solution Architect, Brand Strategist & Creative Technologist.

Indonesia Katılım Nisan 2009
680 Takip Edilen706 Takipçiler
Bian Pratama
Bian Pratama@bianpratama·
@odd_joel Wow, can’t wait for this. Is that read-only diff viewer? Or also support editing?
English
1
0
1
138
IndiJo
IndiJo@odd_joel·
i think i saw the future. mobile apps like Moshi becoming a new kind of IDE - AI native, loosely coupled, way lighter than the traditional ones. calling it ITE. Integrated TUI Environment. moshi 3.0 will be the proof. soon 😼
English
10
2
66
6.2K
Bian Pratama retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
832
14.1K
20.4K
2.9M
Bian Pratama
Bian Pratama@bianpratama·
@did1k Yes, indeed bang. Saya nge-treat-nya sebagai eksperimen aja, let the pendulum swings to the extreme side, sambil discovering balance ke ideal state and setup. Yang pasti remote coding-nya lumayan membantu ketika ada situasi emergency dan cuma bisa pegang HP.
Indonesia
0
0
1
55
Didik | Factorio Planner 🏭
Sepertinya akan tiba saatnya saya all-in ke neovim. Semua isu yang saya hadapi dengan masalah konfigurasi dan lupa shortcut sudah bisa ditangani dengan baik karena window dengan Coding Agent selalu tersedia di sebelah kanan. Plus, dengan adanya command /btw seperti di Claude, saya bisa aktif bertanya tanpa perlu interupsi session yang sedang berjalan.
Didik | Factorio Planner 🏭 tweet media
Indonesia
7
0
12
2.3K
Bian Pratama
Bian Pratama@bianpratama·
@odd_joel Ah, thank you 🙏🏼 I really enjoy working in Moshi, great product!
English
1
0
1
92
IndiJo
IndiJo@odd_joel·
moshi moshi 🙀 happy friday! 2.7.1 is out — the third and last update of a busy week. IPv6 fix for mosh, basic jump host support for SSH, and the thing I enjoyed building most: an even better d-pad. late night here in the land of the rising sun. wishing everyone a peaceful and happy weekend 😺
English
3
2
33
2.6K
Bian Pratama
Bian Pratama@bianpratama·
@did1k Iya Bang, saya juga lagi membiasakan muscle memory pakai tmux + neovim, akses dari iPhone pakai ssh + mosh di Termius atau Moshi. Remote environment setup pakai chezmoi + mise + opencode + custom scripts ke 30+ linux server dan mac. Parallel works all day long 🥵
Indonesia
2
0
0
283
Bian Pratama retweetledi
shadcn
shadcn@shadcn·
To acquire Taste, Agents first need Sight.
English
76
22
950
59.7K
Bud
Bud@budapp·
Introducing Orchids, the world's first vibe coding IDE. Orchids can build, watch, and listen on par with a human developer. Orchids ranks #1 on App Bench, the most rigorous benchmark for end-to-end software development. An agent, IDE, built-in browser, Supabase, and Stripe all in a single tool. Local, no lock in, no browser limitations - the next step forward in building with AI. Comment for 100k free credits at orchids [dot] app.
English
3K
356
4.4K
848.6K
Aiden Bai
Aiden Bai@aidenybai·
Introducing React Grab: Select an element → give it to AI as context → make a change to your page Try it now - it's open source!
English
135
232
3.5K
439.3K
ijul 康伟
ijul 康伟@afrijaldz·
Halo teman-teman twitter, Aku terdampak layoff, misal ada info loker Frontend boleh dikasih info ya Terima kasih banyak 🙏
Indonesia
51
319
1.4K
140.4K
Bian Pratama retweetledi
Pekka Enberg
Pekka Enberg@penberg·
My 2023 in review: SQLite, serverless infrastructure, and AI-assisted programming! SQLite is the big thing I've worked with this year. It's a widely deployed SQL database engine that you can embed in your app. If you've worked in mobile or embedded space, you've probably used SQLite. In 2023, SQLite moved beyond those use cases. In the footsteps of LiteFS, we built @tursodatabase, an SQLite-based database as a service. We've seen Turso adopted by serverless platforms such as @fermyontech , and I expect others to do that, too, because SQLite is such a good fit for platforms. (@Cloudflare has its own SQLite variant, D1, integrated with its serverless platform). Serverless infrastructure (for lack of a better term) has also been a big part of my year. Early on, we decided to build Turso on @flydotio, an infrastructure provider that lets you package your app with a Docker image but provision VMs with a REST API. Unlike Kubernetes, Fly is easy to operate with a small team. I also had the honor to meet the folks at @gokoyeb, who are building serverless infrastructure with developer experience in mind, and those from @kraft_cloud, who are integrating unikernels into the mix, taking this infrastructure to the next level! Offline-first and edge apps have also been on my radar because, with SQLite, you want data close to the user. We built Turso to leverage the Fly's edge locations with replication, but there's exciting stuff emerging in the local-first space. To highlight a few, CR-SQLite is an SQLite extension that lets you write to your SQLite database offline and merge changes when you are online. SQLSync also aims to provide offline database writes but with a different approach than CR-SQLite. Finally, ElectricSQL is a sync engine that lets you sync a Postgres database to a local SQLite. It's interesting to see what emerges as the winner, but SQLite is likely part of the offline-first and edge solution! Finally, I could not escape the large language model boom that defined so much of 2023. With all the rage about ChatGPT in early 2023, I installed the GitHub Copilot extension and unknowingly entered the era of AI-assisted programming. At Turso, I work on both Rust and Go code bases, which made Github Copilot a vast productivity improvement because I could smash out new code much faster in both languages. (This is essential when you're an early-stage startup.) But as I dug more into the realm of AI-assisted programming, I discovered tools like Cursor, which allow you to ask questions about your code base to the point where Cursor was telling me where a hard-to-find bug was! I also quickly discovered that ChatGPT replaced StackOverflow for answering questions. Now, it's hard to see a path where AI will replace me, but we're at the early stages of superpowers AI will give us programmers! In summary, my 2023 has been AI-assisted hacking to bring SQLite to next-generation platforms and apps on serverless infrastructure. Looking forward to seeing what 2024 has in store!
Pekka Enberg tweet media
English
1
5
62
5.5K
Mas Noe
Mas Noe@PutunePakSanto·
Ya Allah nyuwun duite sing akeh ya Allah 😭😭😭
Mlati, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
3
2
2
640
Mas Noe
Mas Noe@PutunePakSanto·
Nek kesel, raseneng dan males ngopenine dipateni rapopo kok
Mlati, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
6
0
0
800
Bian Pratama
Bian Pratama@bianpratama·
@lindsaykwardell @vuejs By data type or entity. I’ve prepared reusable store file template, that includes change tracking, discard changes action, set/unset, loading/ready/error state, etc.
English
0
0
1
0