adee

2.7K posts

adee banner
adee

adee

@binim5

Katılım Aralık 2018
298 Takip Edilen0 Takipçiler
adee retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, setelah Prabowo bilang "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan enggak pakai dolar" sekarang giliran Ketua Komisi XI DPR Misbakhun yang ikut membela narasi itu. Dan pernyataannya menurut gue sama berbahayanya bahkan lebih berbahaya, karena ini datang dari orang yang seharusnya mengawasi kebijakan ekonomi negara. Apa yang Misbakhun katakan: "Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri." Jadi menurut Ketua Komisi XI DPR pelemahan rupiah ke Rp17.600 hanya masalah orang kaya. Rakyat desa aman. Rakyat kecil tidak terdampak. Tenang saja. Gue mau tanya langsung kepada Misbakhun dan ini bukan retorika: Bapak pernah makan tempe? Kedelai untuk tempe itu 90% impor. Harganya dalam dolar. Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.600 harga kedelai naik. Harga tempe naik. Penjual tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakannya di lapak mereka. Bapak pernah makan mie instan? Gandum bahan baku mie instan yang jadi makanan pokok rakyat kecil 100% impor. Dalam dolar. Petani di desa pakai pupuk apa? Bahan baku pupuk sebagian besar diimpor. Dalam dolar. Rakyat desa sakit, berobat pakai obat apa? Bahan baku obat generik sebagian besar diimpor dari China dan India. Dalam dolar. Jadi siapa sebenarnya yang "tidak pakai dolar" itu? Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik. Tapi seluruh kehidupan mereka dari sarapan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar yang Bapak bilang tidak relevan buat mereka. Dan ini yang paling menggelikan dari seluruh pernyataan Misbakhun: Di satu sisi dia bilang rakyat desa tidak terdampak pelemahan rupiah. Di sisi lain dia bilang: " Salah satu yang impor yang kita khawatirkan adalah impor dari komoditas-komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi." Jadi dia sendiri mengakui ada komoditas impor yang mengkhawatirkan. Tapi komoditas impor itu tidak terdampak pelemahan rupiah? Ini logika dari mana? Misbakhun ini bukan orang sembarangan: Dia Ketua Komisi XI DPR komisi yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan. Dia yang seharusnya paling paham bagaimana transmisi kurs mempengaruhi kehidupan rakyat kecil. Dan dia keluar dengan pernyataan bahwa rupiah anjlok hanya masalah orang kaya. Ini bukan ketidaktahuan. Ini adalah pilihan untuk membela narasi yang salah demi melindungi citra presiden. Dan Prabowo sendiri bilang apa di Nganjuk: "Jadi saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa ya kan?" Presiden mengejek mereka yang mengkhawatirkan kondisi ekonomi. Menyebutnya tidak dimengerti. Seolah-olah orang yang peduli dengan rupiah Rp17.600 adalah orang yang lebay dan tidak rasional. Sementara Prof. Ferry Latuhihin ekonom 40 tahun pengalaman yang prediksinya soal rating downgrade, rupiah ke Rp17.000, dan IHSG ambruk semuanya terbukti memproyeksikan rupiah bisa ke Rp22.000-25.000 di semester kedua. Siapa yang lebih bisa dipercaya? E konom yang track record prediksinya benar tiga kali berturut-turut atau presiden yang bilang "mau dolar berapa ribu kek" sambil memberikan Bintang Jasa kepada Kapolri yang laporan panen jagung? Dan ini yang paling miris: Misbakhun adalah Ketua Komisi XI yang tugasnya mengawasi BI dan kebijakan fiskal. Tapi alih-alih mengawasi secara kritis dia justru memvalidasi narasi presiden bahwa rupiah anjlok bukan masalah rakyat kecil. Ini bukan fungsi pengawasan. Ini adalah fungsi humas. DPR yang seharusnya jadi checks and balances —malah jadi cheerleader. Ketika presiden bilang rupiah bukan masalah rakyat desa dan ketua komisi keuangan DPR membenarkannya ada dua kemungkinan. Pertama: mereka benar-benar tidak tahu bagaimana kurs mempengaruhi harga kedelai, gandum, pupuk, dan obat-obatan yang dikonsumsi rakyat kecil setiap hari. Kedua: mereka tahu tapi memilih untuk tidak mengatakan yang sebenarnya karena lebih penting untuk menjaga narasi presiden tetap terlihat baik. Dua-duanya sama berbahayanya. Karena di ujung jalan yang membayar harga dari narasi yang salah ini bukan mereka yang duduk di DPR. Yang membayarnya adalah ibu di desa yang harga tempe naik. Petani yang harga pupuk naik. Rakyat kecil yang obatnya makin mahal. Dan mereka tidak punya podium untuk balik berbicara.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
79
127
318
32K
adee retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Benix baru sharing sesuatu langsung dari Wall Street New York yang menurut gue paling menampar muka kita sebagai bangsa dalam waktu belakangan ini. Bukan soal rupiah. Bukan soal IHSG. Tapi soal sesuatu yang lebih fundamental: Indonesia kehilangan ribuan triliun investasi bukan karena tidak ada yang mau masuk. Tapi karena kita sendiri yang mengusir mereka. Tiga negara yang mengadu dan ini memalukan: Swiss: Duta besar Swiss untuk Indonesia Olivier Zender secara terbuka komplain. Ada lebih dari 150 perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia dan mau ekspansi. Mau invest di sawit, pabrik pengolahan susu, keju, petrochemical, farmasi. Sampai sekarang tidak bisa. Gara-gara perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa tidak kunjung diimplementasikan. "Ini momen yang memalukan. Duta besar negara lain membela pengusahanya supaya bisa invest di negara kita sementara duta besar kita tidak pernah terlihat bela pengusaha Indonesia di luar negeri." Prancis: Duta besar Prancis Muhammad Omar sudah 4 tahun bertugas di Indonesia. Ada 11 perusahaan Prancis yang sudah siap invest. Sampai sekarang masih pending semua. Alasannya satu: tidak ada kepastian regulasi. Hari ini bebas pajak. Besok tidak. Hari ini satu aturan. Besok aturan berubah. Tidak ada yang bisa diprediksi. Uni Emirat Arab: Ini yang paling brutal. Hampir Rp800 triliun gagal masuk ke Indonesia. Ada satu investor Arab yang sudah siap bawa Rp85 triliun 5 miliar dolar. Di saat yang sama dia juga lihat peluang di Amerika Serikat. Karena proses izin di Indonesia tidak jelas-jelas selesai dia akhirnya buka pabrik di Amerika. Sekarang pabriknya di Amerika sudah running. Di Indonesia masih standby. Dan Rp85 triliun itu pergi ke Amerika. Dan keluhannya selalu sama dari dulu: Benix bilang keluhan investor tidak berubah dari ribuan seminar yang sudah dibikin pemerintah. Birokrasi berbelit-belit. Izin tumpang tindih antara pusat dan daerah. Tidak ada kepastian hukum. Pungli dan premanisme merajalela. Regulasi berubah-ubah tanpa pemberitahuan. Pemerintah pusat bilang A. Gubernur bilang B. Bupati bilang C. Walikota bilang D. Kepala desa bilang E. RT/RW bilang F. Dan kalau tidak ikut semua lapisan gudangmu bisa dibakar, bisa didemo ormas. Contoh yang paling gila: BYD, Cherry, Wuling datang ke Indonesia. Buka pabrik mobil listrik. Lapangan kerja tercipta. Impor BBM berkurang. Semua pihak diuntungkan. Tapi setelah pabrik berdiri insentif pajak yang dijanjikan tiba-tiba dihilangkan. Hari ini bebas pajak. Besok tidak bebas pajak. Hari ini tidak bayar PPN. Besok harus bayar. Hari ini ada satu aturan. Besok ada aturan baru lagi. Siapa yang mau invest di negara seperti itu? Itu bukan investasi. Itu perjudian. Dan ini yang paling ironis: Indonesia punya semua yang dibutuhkan investor: 280 juta penduduk pasar konsumen terbesar keempat di dunia. Nikel terbesar di dunia. Sawit terbesar di dunia. Lokasi strategis di antara Samudra Hindia dan Pasifik. UMR yang kompetitif. Tapi yang jadi pusat perdagangan Asia Tenggara bukan Indonesia. Singapura. Negara kota yang luasnya tidak lebih besar dari sebagian Jakarta. Negara yang menikmati posisi strategis Selat Malaka bukan Indonesia yang memilikinya tapi Singapura yang mengelolanya dengan benar. Dan rupiah terus melemah ini bukan kebetulan: Ketika investor tidak mau masuk dolar tidak mengalir masuk. Capital outflow terus terjadi. Rupiah makin tertekan. Prabowo bilang: "Mau dolar berapa ribu kek." Gubernur BI bilang: "Rupiah stabil volatilitasnya 5,4%." Tapi kenyataannya: duta besar Swiss, Prancis, dan Uni Emirat Arab semua mengadu bahwa investasi mereka tidak bisa masuk. Rp800 triliun dari UEA saja gagal masuk. Berapa total yang sudah gagal selama bertahun-tahun? Masalah Indonesia bukan kurang sumber daya alam. Bukan kurang potensi. Bukan kurang investor yang mau masuk. Masalah Indonesia adalah sistem yang membuat orang yang mau masuk akhirnya memilih pergi. Dan selama birokrasi berlapis-lapis, regulasi berubah-ubah, pungli dan premanisme tidak diberantas serius, serta izin bisa berbeda antara pusat dan daerah investor terbaik yang sudah siap bawa triliunan ke Indonesia akan terus memilih Vietnam, Thailand, atau Singapura. Dan rupiah akan terus melemah. Bukan karena faktor global semata. Tapi karena kita sendiri yang membangun tembok untuk mengusir uang yang seharusnya bisa menciptakan lapangan kerja bagi rakyat kita.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
119
676
1.6K
88.3K
adee retweetledi
daldal bakery
daldal bakery@yoonjuwoi·
yumi's cells is like romcom but premium
English
8
813
2.9K
128.6K
adee retweetledi
cat
cat@ryulshots·
according to ryul this masterpiece was written before for us
English
0
355
1.6K
10.7K
adee retweetledi
초코 .ᐟ.ᐟ
초코 .ᐟ.ᐟ@cchocohyul·
i dont support ai cover but bro this one?? i really NEED lngshot to cover chase atlantic's song so that i can support the real one not ai 🫠🙏🏻 #LNGSHOT #롱샷 x.com/lngbelle/statu…
English
60
784
4.7K
83.1K
adee retweetledi
Salahu
Salahu@salahudeen33·
Muslim Indian Boy Shuts Down Reporter ❤️. Indeed his mother raised him well.....
English
208
3.5K
28.1K
829.5K
adee retweetledi
Halal Nation
Halal Nation@HalalNation_·
The Quran is The Truth 🖤
Halal Nation tweet media
English
40
1.5K
6.5K
85.7K
adee retweetledi
PunsterX
PunsterX@PunsterX·
Good time to share this video: On 19th September 2021, US army veteran Mike Pryser confronted former US President George W. Bush in Beverly Hills, California. He demanded an apology from Bush for lying about weapons of mass destruction and connections to 9/11, causing millions of deaths in Iraq. "You sent me to Iraq in 2003. My friends are dead because of you."
English
86
4.2K
11.2K
160.6K
adee retweetledi
Bernie Sanders
Bernie Sanders@BernieSanders·
Trump said we had to attack Iran because we can‘t allow it “to have a nuclear weapon.” Really? This is the same president who, in June, said: “Iran’s nuclear facilities have been obliterated.” Vietnam. Iraq. Iran. Another lie. Another war.
English
11.1K
51.8K
267.5K
6.1M
adee retweetledi
Kevín
Kevín@KevOnStage·
George R. R. Martin really had all this stuff inside his head.
English
289
3.1K
31.5K
1.5M
adee retweetledi
𝓓
𝓓@JLLDAL·
emang yahut ya kalo rapper dulu baru idol tuh bisa bgt dibedain flow nya mantep. gen sebelumnya (yang gue tau) ada top, bobby, hanbin, dan skrg ryul 🤙🏼
Indonesia
36
945
5.1K
111.7K
adee retweetledi
🍔
🍔@ohyulsuki·
대표님이랑 롱샷의 좋아 (JOAH) ❤️
한국어
0
2.9K
6.4K
246.5K
adee retweetledi
maui
maui@marthreeolives·
pesona cowo “happy new year my love”
maui tweet mediamaui tweet media
English
167
4.5K
23K
226.3K
adee retweetledi
Wisdom Stoics
Wisdom Stoics@WisdomStoics·
THE 5 MOST FAMOUS LAWS IN THE WORLD: 1. Murphy Law
Wisdom Stoics tweet media
English
138
2.2K
18.7K
2.8M
adee retweetledi
ْ
ْ@gdshollc·
kpop is kpoping again now that BIGBANG is back to perform their Ballad/R&B music
English
13
1.6K
6K
88.4K