nasi uduk
17.3K posts


@regar_op0sisi Waktu adl benar.
Bgmn "adik ipar" meninggal scr misterius?
Bgmn 895 anggota KPPS meninggal tanpa adanya kejelasan investigasi?
Bgmn 135 korban kanjuruhan tanpa adanya kepastian hukum...?
Bgmn para ternaknya mjd tumbal..?
Berapa nyawa para pendemo 2019 ..?
Indonesia

@regar_op0sisi Makan duitnya di jadiin tumbal setan gunung kawi
Indonesia

@LambeSahamjja Dia lagi ngumpet dikarenakan pernyataan amin rais, kayaknya bakal ada episode nikah settingan, hamil settingan, lahiran settingan terus cerai deh 🤭🤣 biar menimbulkan pernyataan amin rais tentang dia itu salah
Indonesia

Guys, ada satu nama yang menurut gue paling banyak menimbulkan pertanyaan dari semua orang yang paham sistem militer Indonesia.
Bukan nama jenderal bintang empat.
Bukan nama menteri senior.
Bukan nama tokoh yang sudah puluhan tahun mengabdi.
Namanya Teddy Indra Wijaya.
Letkol. Baru 14 tahun dinas.
Dan dia mungkin pejabat paling berpengaruh di sekitar Presiden Prabowo saat ini.
Dan ini faktanya angka demi angka:
Teddy lulus Akademi Militer 2011.
Artinya pada tahun 2025
dia baru 14 tahun berdinas.
Di usia dinas 14 tahun itu
dia menerima Bintang Mahaputra Utama.
Sebuah penghargaan negara tertinggi.
Dan ini yang membuat seluruh komunitas militer tergeleng-geleng:
Untuk sampai ke Bintang Mahaputra seseorang normalnya harus melewati sekitar 15 tingkatan penghargaan secara berurutan:
Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun belum punya. Satya Lencana 16 tahun belum punya.
Satya Lencana 24 tahun belum punya.
Satya Lencana 30 tahun belum punya.
Bintang Kartika Eka Paksi Nararia belum.
Pratama belum.
Utama belum.
Bintang Yuda Dharma Nararia belum.
Pratama belum.
Utama belum.
Bintang Dharma belum.
Bintang Mahaputra Nararia belum.
Pratama belum.
Dan Teddy langsung dapat Bintang Mahaputra Utama.
Melompati 15 tingkatan sekaligus.
Dalam 14 tahun dinas.
Dan bandingkan dengan yang lain:
Panglima TNI bintang empat
belum dapat Bintang Mahaputra.
Wakil Panglima TNI bintang empat belum dapat.
Tiga Kepala Staf Angkatan semuanya bintang empat belum dapat.
Mereka yang sudah berdinas 33-37 tahun.
Yang sudah memimpin pasukan di berbagai operasi.
Yang sudah menanggung tanggung jawab strategis negara selama puluhan tahun.
Belum dapat.
Teddy 14 tahun dinas, pangkat Letkol sudah dapat.
Dan bukan hanya dapat tapi dapat yang Utama.
Dan ini karir Teddy yang perlu diketahui:
Dari Akademi Militer langsung menjadi ajudan.
Dari ajudan ke ajudan.
Tidak pernah menjadi komandan kompi.
Tidak pernah bertugas di daerah operasi.
Tidak pernah ditugaskan ke Papua atau perbatasan. Kulitnya kata para senior TNI masih terlalu bersih untuk seorang perwira tempur.
Di era Wismoyo Aris Munandar sebagai Kasdam Udayana ada seorang komandan batalion yang kulitnya dinilai terlalu bersih.
Langsung dikirim ke Timor Timur dulu.
"Tunggu kulitmu gosong baru saya berangkatkan."
Teddy tidak pernah melewati proses itu.
Dan jabatannya sekarang:
Sekretaris Kabinet.
Dan ini yang aneh secara struktural Seskab yang seharusnya minimal setingkat eselon 1 atau setingkat menteri di era Prabowo menjadi eselon 2.
Dijabat oleh seorang Letkol.
Artinya secara struktural Teddy berada di bawah Sekretaris Negara dan Sekretaris Militer.
Tapi kenyataannya di lapangan Menko-menko yang bintang empat dan setingkat menteri senior tidak bisa bertemu presiden karena harus melalui filter yang ada di sekitar presiden.
Dan nama yang paling sering disebut sebagai filter itu adalah Teddy.
Dan ini yang paling mengkhawatirkan dari seluruh situasi ini:
Doktor Selamat Ginting profesor ilmu politik yang karya akademisnya seluruhnya tentang hubungan sipil-militer bilang dengan sangat tegas:
"Sebenarnya agak rawan kalau komunikasi presiden hanya melalui satu filter seorang Teddy Indra Wijaya.
Menko-menko, pejabat setingkat menteri sudah setahun lebih ada yang belum pernah bertemu presiden. Berarti ada masalah."
Dan dia menambahkan perbandingan yang paling mengerikan:
"Presiden Soeharto juga merasa tidak apa-apa. Sudah diingatkan oleh akademisi, oleh orang kritis soal krisis ekonomi.
Tapi Soeharto tetap berangkat ke Mesir.
Begitu pulang kondisinya sudah seperti itu.
Saya tidak mau Presiden Prabowo mengalami hal yang sama."
Dan soal Bintang Mahaputra yang diterima Teddy bersamaan dengan Mayor Jenderal Syamsudin:
Mayor Jenderal Syamsudin adalah purnawirawan yang sudah puluhan tahun mengabdi.
Lulusan Akademi Militer 1959. Pensiun 1992.
Pernah membebaskan sandera dari OPM hanya dengan ajudannya tanpa menembakkan satu peluru pun.
Menyerahkan pistolnya sendiri sebagai gestur perdamaian.
Keberanian yang seharusnya sudah mendapat Bintang Sakti dari dulu.
Dan baru diakui sekarang setelah puluhan tahun.
Tapi dalam upacara yang sama
Teddy yang baru 14 tahun dinas dan 3 tahun saat Syamsudin pensiun menerima penghargaan yang sama.
"Ini ketidakadilan yang sangat nyata."
Dan soal Gibran ini yang belum banyak disorot:
Seorang wakil presiden secara otomatis mendapat 17 bintang tanda jasa negara.
Gibran Rakabuming usia 37 tahun, baru sebentar jadi walikota, belum ada rekam jejak pengabdian panjang secara otomatis sudah punya 17 bintang.
Sementara jenderal bintang empat yang sudah 35 tahun mengabdi belum dapat satu pun.
Sistemnya memang sedang diobrak-abrik.
Dan ini pertanyaan yang paling fundamental:
Apa yang istimewa dari Teddy?
Apa prestasi luar biasa yang membuat dia layak melewati 15 tingkatan penghargaan dalam 14 tahun dinas?
Negara belum pernah menjelaskan.
Tidak ada buku biografi yang diverifikasi sejarawan.
Tidak ada karya ilmiah tentang dirinya.
Tidak ada rekam jejak operasi lapangan yang bisa diverifikasi publik.
Yang ada hanya satu hal:
kedekatan dengan presiden.
Dan kedekatan dengan presiden bukan prestasi pengabdian seharusnya tidak pernah menjadi dasar penghargaan tertinggi negara.
Bintang Mahaputra bukan sekadar lencana.
Itu adalah simbol pengakuan negara atas pengabdian luar biasa yang sudah teruji oleh waktu, oleh medan, oleh tanggung jawab yang nyata.
Ketika simbol itu diberikan kepada orang yang belum melewati satu pun dari 15 tahapan yang seharusnya bukan hanya Teddy yang dirugikan.
Yang dirugikan adalah semua orang yang sudah melewati semua tahapan itu dengan jujur.
Dan yang paling dirugikan adalah presiden itu sendiri. Karena setiap penghargaan yang kehilangan legitimasi moralnya akan menghantui pemberi penghargaan jauh lebih lama dari yang menerimanya.
"Jangan karena seorang Teddy semua kepangkatan, jabatan, pemberian bintang, tanda jasa diacak-acak semua."

Indonesia

@regar_op0sisi Bu ted gak ada,malu gara2 di bilang boti,sama amin rais
Indonesia

Anak Abah kumpul dong.
Spill kenapa kalian pilih Pak Anies?
I'll go first:
- Beneran smart
- Omongannya berbobot/ banyak yang daging
- Visioner
- Mikirin semua kalangan terutama kelas menengah karena menurut beliau kalangan ini yang serba salah
- Tidak anti kritik (didemo ga kabur, malah nyamperin dan mendengarkan)
- Ga pernah kena kasus hukum
- Ga pernah korupsi (berkali-kali dipanggil KPK tetap terbukti bersih)
- Prestasinya banyak sampai dapat penghargaan dari Luar Negeri
- Program²nya keren
cc:threadshelovian
Indonesia

@Uniliswara0 Klau di gunung kawi kebanyakan / hampir semua orang cari penglarisan dan pesugihan , pasti pakai tumbal. Siapa yg jadi tumbal ?
Mungkin yg planga plongo itu.
Indonesia

Hati2 yg sering nerima duit jokowi,yg sering ke rumah ratapan solo,di jadiin tumbal
Uni liswara@Uniliswara0
Hah? Dari sebelum jadi wali kota Solo, jokowi sering datang ke gunung Kawi untuk ritual? Ini relawan jokowi ga ada yang mau laporin kuncen Gunung Kawi ke polisi karena merasa difitnah? Haha
Indonesia

kondisi bangsa saat ini adalah karma perbuatannya si wowo di masa lampau sih kata gue....
Atip T@atipsthahir
Yang disebut naif = dolar 6k Yang bilang naif = dolar 17k
Indonesia

Menurut gw, ga fair rasanya anggota DPR RI menyudutkan BI saat rupiah melemah.
Pelemahan rupiah itu banyak faktor
- Tekanan geopolitik seperti selat hormuz yang menaikkan harga minyak
- Ketidakpastian ekonomi global akibat masalah geopolitik.
- Pengaruh suku bunga dari FED
- Sentimen investor terhadap pasar Indonesia. Contohnya, kasus MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham besar Indonesia dari indeks global. Bikin IHSG kurang dipercaya.
Dan terakhir.,. Kekhawatiran domestik soal fiskal dan juga ketidakpercayaan pasar.
Ya wajar...
MBG itu program besar dan butuh uang besar.
Kalau pemerintah ga bisa jelasin spendingnya gimana, menjaga APBNnya agar tetap aman, dll, pasar ya makin takut sama kondisi keuangan negara.
Jadi DPR harusnya ga menyoroti BI saja, tapi juga ke PEMERINTAH.
Serius deh, tanyain disiplin fiskalnya. Masa pas harga energi melambung malah makin gas bikin MBG dan Kopdes?
Negara lain sibuk menghemat, kita malah boros.

𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ@NenkMonica
Primus Yustisio Anggota DPR Komisi IX Mendesak Agar GUBERNUR BANK INDONESIA MUNDUR akibat anjloknya nilai tukar RUPIAH.
Indonesia

@NenkMonica Rakyat di suruh ngebegal,kerjaan di kuasai londo ireng
Indonesia
nasi uduk retweetledi

@pikiran_rakyat Mulai lagi dah duitnya darimana? Mau nyalahin asing kagak bisa,presidenya antek2 asing,puyeng sendiri kan
Indonesia

KASAD Maruli Soal Film Pesta Babi: Duitnya Dari Mana?
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempertanyakan, terkait pendanaan pembuaat Film Dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dkk.
"Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video, bagaimana ceritanya seperti ini segala macam, duitnya dari mana? Ya, coba aja, ya kan?" kata Maruli, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Dia menilai, film karya Dandhy tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sebab, dalam film melibatkan beberapa distrik di Papua Selatan.
"Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini terbang sana, orang berduit lah," ujarnya.
Saat ditanya apakah ada pihak yang mendanai film tersebut, Maruli enggan menjawab dengan detail.
"Ya, silakan aja," ucap dia.
Sebagai informasi, film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale mengangkat isu konflik lahan serta dampak proyek strategis nasional di Papua Selatan.
Judulnya diambil dari tradisi pesta babi masyarakat adat Papua yang menjadi simbol kehormatan, persaudaraan, dan identitas budaya.
Ini menyoroti bagiamana proyek pangan dan energi skala besar mengancam hutan serta kehidupan suku-suku adat seperti Marind, Awyu, Yei, dan Muyu.
Dokumenter ini menampilkan praktik perampasan lahan untuk perkebunan sawit dan tebu, serta bagaimana masyarakat adat kehilangan ruang hidup mereka.***
Alma Fikhasari /PRMN
#filmpestababi #filmdokumenter #viral
Indonesia













