🦖
20.5K posts


Roti'O ketika di-oven:
sasa@sasa_azhara
first time ke tempat facial kat spa, kaya apa ya jadinya 😂
Indonesia
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi

What’s the best scene ever and why is it teary eyed Jang Miran silently giving Byeon Euna a hug after finding out she’s Byeon Sion, Oh Jeonghui’s biological daughter #WeAreAllTryingHere




English
🦖 retweetledi

Plis kalo ada yang mau bilang "sejahat-jahatnya Suharto, dia tidak [insert kata-kata]" berarti gak paham sejahat apa Suharto karena bener-bener lu mau bikin daftar permasalahan Indonesia itu semua bisa ditelusuri bermuara dari Suharto.
كريم ناس | Karim Nas@karimnas_
Sejahat-jahatnya Suharto, dia tidak sebodoh itu untuk mengkriminalisasi Habibie yang pulang ke Indonesia untuk membangun industri dirgantara.
Indonesia
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi

PESTA BABI resmi tayang di Youtube. Teman-teman bisa menonton film Pesta Babi di kanal Youtube: youtu.be/MpdrWgDRVf8?si…
Jangan menonton bajakan, ya.

YouTube

Indonesia
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi
🦖 retweetledi

kalian boleh ndak suka sama orang ini, tapi coba lihat buku yang dibacanya 6 tahun lalu.
"how democracies die" 📚
ditulis oleh ilmuwan politik harvard, steven levitsky & daniel ziblatt [2018].
buku ini membahas fenomena munculnya sejumlah pemimpin otoriter yang justru lahir dari pemilu [bukan kudeta], dan ditandai oleh 4 gejala:
1. memainkan aturan
2. delegitimasi lawan politik & menempatkannya sbg musuh negara
3. menggunakan kekerasan & intimidasi
4. membatasi kebebasan sipil & pers
ketika empat indikator ini terpenuhi, maka semua alat dan lembaga demokrasi sudah tidak akan demokratis lagi.
pemilu tetap ada tapi hanya sebagai seremoni, warga yg mengritik dipersekusi dan dijerat masalah hukum, "koran-koran" masih terbit tapi menyensor diri...
dan inilah yg sedang terjadi hari ini. :)

fahri salam@fahrisalam
“Kamu dari TVRI harusnya enggak boleh bertanya seperti itu,” kata Teddy. “Siapa yang nyuruh kamu?” Bagaimana Seskab Teddy mengatur arus informasi Istana dan mengancam wartawan plus petinggi media. Artikel lanjutan dari serial 'Dead Press Society", baca: projectmultatuli.org/bencana-inform…
Indonesia
🦖 retweetledi

Dengan logika yang sama, harusnya:
- Maling bisa minta keringanan hukuman karena tangannya lecet pas memanjat pagar.
- Penipu boleh minta keringanan karena jarinya pegel ngetik chat tipuannya.
- Pembakar hutan minta keringanan hukuman karena matanya perih kena asap.
Dasar aneh.
Pelaku tidak otomatis menjadi korban hanya karena ikut merasakan konsekuensi kecil dari tindakan yang sengaja dia lakukan sendiri.
Bitter Sad Truth@tweethalu
Karena pelaku juga terkena cairan saat menyiram korban Andrie Yunus, maka hukumannya diringankan
Indonesia
🦖 retweetledi
















