Penggawe Kodam

5.1K posts

Penggawe Kodam banner
Penggawe Kodam

Penggawe Kodam

@catra_adi

Indonesia Katılım Şubat 2012
191 Takip Edilen130 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
Berdoa semoga gacha dapat skadi 🙏 Doakan teman teman ku, bantu Catra untuk mendapatkan gambar .jpeg
Indonesia
3
0
1
0
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
@ToonAnimeLord @anamazingbali @rayestu Haduh, udah jelas" lagi bahas ketinggian bangunan di daerah pariwisata. Kalo mau diskursus penataan ruang mah harus berkesinambungan jg dengan hal" yg lain. Tata ruang itu harus mengakomodir semua, nggk cuman nata nata doang. Pernah ikut musrembang/fgd di akar rumput ?
Indonesia
1
0
0
40
150-juta_penduduk_RI
150-juta_penduduk_RI@ToonAnimeLord·
@catra_adi @anamazingbali @rayestu Satu lagi tidak paham tata ruang. Lihat gambar di atas lagi atau lebih jelas jika melihat sebelum dan sesudah dibereskannya kawasan Pedongkelan Jakarta oleh Jokowi pada 2014.
Indonesia
1
0
0
44
Nathaniel Rayestu
Nathaniel Rayestu@rayestu·
Nathaniel Rayestu tweet media
𝗕𝗔𝗟𝗜 ᬩᬮᬶ@anamazingbali

Kembali lagi membahas mengenai wacana mengubah batas ketinggian bangunan di Bali dari 15 meter menjadi 45 meter. Pertanyaan paling penting yang menurut kami harus dijawab sebelum aturan diubah adalah: “Masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan oleh bangunan 45 meter di Bali?” Karena mimin melihat tujuannya hanya mengejar volume investasi atau jumlah wisatawan, dan Bali akan membayar harga jangka panjang yang terlalu mahal: kehilangan karakter yang justru menjadi alasan dunia datang ke Bali. Jika muncul banyak bangunan 10–15 lantai, terutama di kawasan pariwisata, lanskap Bali bisa berubah drastis menjadi lebih urban seperti destinasi mass tourism lain di Asia Tenggara. Konsekuensinya: • skyline pantai dan persawahan berubah, • dominasi visual pura atau elemen budaya berkurang, • pengalaman “Bali” menjadi kurang otentik. Bagi Bali, ini penting karena produk utama Bali sebenarnya bukan gedung, melainkan atmosfer, budaya, lanskap, dan sense of place. Berdirinya bangunan-bangunan tinggi juga membawa risiko mempercepat over tourism dan tekanan lingkungan. Ini terkait dengan isu yang kami angkat sebelumnya tentang kebocoran ekonomi dan menjamurnya akomodasi yang kurang memberi multiplier effect lokal. Jika pembangunan vertikal didominasi investor besar, ada risiko: • keuntungan lebih banyak keluar Bali, • UMKM lokal kalah bersaing, • homestay, vila keluarga, usaha lokal semakin terdesak, • masyarakat lokal makin sulit mengakses tanah dan hunian. Pertanyaannya bukan hanya “berapa wisatawan datang?”, tetapi “siapa yang paling mendapat manfaat ekonomi?”. Bali mungkin perlu bergeser dari paradigma “more tourists” menjadi “better tourism”—wisatawan yang lebih berkualitas, lama tinggal lebih panjang, dan pengeluaran lebih tinggi, bukan sekadar menambah kapasitas kamar.

ZXX
12
233
2.2K
100.7K
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
Jadi pegiat urban heritage di Indonesia ini memang susah wkwkwkw, heritage dan nilai-nilai lokal mah udah ditimbun tanah aja, nilai nilai komersil yg utama
Indonesia
0
0
0
17
150-juta_penduduk_RI
150-juta_penduduk_RI@ToonAnimeLord·
@catra_adi @anamazingbali @rayestu Kawasan wisata apapun tidak menarik jika sekelilingnya kumuh dan tidak nyaman. Gambaran wisatawan 2025: SG 17 jt vs Bali 7 jt saja. SG tidak punya kawasan sebagus Pantai Kuta atau Ubud, namun SG lebih bersih, rapi, dan nyaman.
Indonesia
2
0
0
103
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
@IgnatiusRyd @anamazingbali Lha iya jangan jadi patokan dong, RSTT(Rusun Tingkat Tinggi) itu ada poin poin yg harus dipenuhi, Rusun PUPR sebelum dipisah itu sudah bisa memenuhi. Kenapa nggk terkenal? Karena pengelolaan jelek dan desain yg kureng.
Indonesia
0
0
0
126
Ignatius Ryd
Ignatius Ryd@IgnatiusRyd·
@catra_adi @anamazingbali Rusun di kawasan urban super padat dan sempit di kota lain ada yg sudah ekstrim diatas 5 lantai alias lebih dari 15 meter btw
Indonesia
1
0
0
67
Penggawe Kodam retweetledi
𝗕𝗔𝗟𝗜 ᬩᬮᬶ
𝗕𝗔𝗟𝗜 ᬩᬮᬶ@anamazingbali·
Kembali lagi membahas mengenai wacana mengubah batas ketinggian bangunan di Bali dari 15 meter menjadi 45 meter. Pertanyaan paling penting yang menurut kami harus dijawab sebelum aturan diubah adalah: “Masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan oleh bangunan 45 meter di Bali?” Karena mimin melihat tujuannya hanya mengejar volume investasi atau jumlah wisatawan, dan Bali akan membayar harga jangka panjang yang terlalu mahal: kehilangan karakter yang justru menjadi alasan dunia datang ke Bali. Jika muncul banyak bangunan 10–15 lantai, terutama di kawasan pariwisata, lanskap Bali bisa berubah drastis menjadi lebih urban seperti destinasi mass tourism lain di Asia Tenggara. Konsekuensinya: • skyline pantai dan persawahan berubah, • dominasi visual pura atau elemen budaya berkurang, • pengalaman “Bali” menjadi kurang otentik. Bagi Bali, ini penting karena produk utama Bali sebenarnya bukan gedung, melainkan atmosfer, budaya, lanskap, dan sense of place. Berdirinya bangunan-bangunan tinggi juga membawa risiko mempercepat over tourism dan tekanan lingkungan. Ini terkait dengan isu yang kami angkat sebelumnya tentang kebocoran ekonomi dan menjamurnya akomodasi yang kurang memberi multiplier effect lokal. Jika pembangunan vertikal didominasi investor besar, ada risiko: • keuntungan lebih banyak keluar Bali, • UMKM lokal kalah bersaing, • homestay, vila keluarga, usaha lokal semakin terdesak, • masyarakat lokal makin sulit mengakses tanah dan hunian. Pertanyaannya bukan hanya “berapa wisatawan datang?”, tetapi “siapa yang paling mendapat manfaat ekonomi?”. Bali mungkin perlu bergeser dari paradigma “more tourists” menjadi “better tourism”—wisatawan yang lebih berkualitas, lama tinggal lebih panjang, dan pengeluaran lebih tinggi, bukan sekadar menambah kapasitas kamar.
Indonesia
20
52
148
122.5K
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
Tolong tunjukan saya, kapan budaya pernah dibahas di musrembang/rapat Bapedda/Bapenas. Selama saya lulus dari Planologi tahun 2019 sampe sekarang semua hot topic tu climate change, investasi, ekonomi. Faktor budaya di negara berkembang tu sering dikesampingkan
Ignatius Ryd@IgnatiusRyd

@catra_adi @anamazingbali Masalahnya bukan lagi melulu budaya. RTH terutama di Denpasar sudah makin menyusut dan sudah jelas mau se'kontra apapun dengan bangunan diatas 15 meter, opsi alternatif sudah semakin sempit karena pada akhirnya rusun harus jadi opsi sebelum Dps kehabisan RTH.

Indonesia
0
0
0
36
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
@IgnatiusRyd @anamazingbali Nggk usah jauh-jauh lah cita-cita seperti Jepang, itu naskah RTRW/RDTRK dipedomani setiap kepala daerah saja sulit. Cuman jadi syarat pelegalan alih fungsi lahan paling.
Indonesia
0
0
0
29
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
@IgnatiusRyd @anamazingbali Btw, ada zonasinya mas nggk cmn kota tuanya saja. Dan perbandingannya jg tidak bisa seperti itu. Kalo demografi di Bali secara umum memiliki kebudayaan yg sama zonasi perlu dilakukan secara komprehensif.
Indonesia
1
0
0
15
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
@IgnatiusRyd @anamazingbali Masnya nyontohin Jepang wkwkwkw, Kyoto mas lebih ketat rencana penggunaan lahannya, mulai dari bentuk bangunan warna bangunan sampai jenis atap itu diregulasi. Kuoto nggk bolehin ada bangunan tinggi jg di area intinya, boleh di sub-urbannya.
Indonesia
1
0
0
72
Ignatius Ryd
Ignatius Ryd@IgnatiusRyd·
@anamazingbali Suka apa enggak, landscape kawasan urban di Bali memang sudah harus berubah terutama area Denpasar. Lagipula bukankah negara2 kayak Jepang sudah bisa menunjukkan kalau mereka bisa menjaga atmosfer + budaya + landscape + sense of place meskipun kota2nya penuh dgn high rise??
Indonesia
3
0
90
3.5K
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
@IgnatiusRyd @ToonAnimeLord @anamazingbali @rayestu Diskursusnya mengenai tinggi bangunan, padahal filosofinya di Bali bangunan tidak boleh menutupi lanskap Pura, kalo ada beda tinggi itu sudah menghancurkan kawasannya mas. Coba dibaca lg utas utamanya. Padahal apartemen setinggi 15m pun masih bisa. Mau alasan apa lagi?
Indonesia
1
0
0
86
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
Emang diskursus heritage/kebudayaan nilai-nilai identitas itu cuman jadi tai kucing. Semua semua percepatan ekonomi ekonomi, pahami betul diri masing" kalau tidak punya identitas kelak jadi apa.
𝗕𝗔𝗟𝗜 ᬩᬮᬶ@anamazingbali

Kembali lagi membahas mengenai wacana mengubah batas ketinggian bangunan di Bali dari 15 meter menjadi 45 meter. Pertanyaan paling penting yang menurut kami harus dijawab sebelum aturan diubah adalah: “Masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan oleh bangunan 45 meter di Bali?” Karena mimin melihat tujuannya hanya mengejar volume investasi atau jumlah wisatawan, dan Bali akan membayar harga jangka panjang yang terlalu mahal: kehilangan karakter yang justru menjadi alasan dunia datang ke Bali. Jika muncul banyak bangunan 10–15 lantai, terutama di kawasan pariwisata, lanskap Bali bisa berubah drastis menjadi lebih urban seperti destinasi mass tourism lain di Asia Tenggara. Konsekuensinya: • skyline pantai dan persawahan berubah, • dominasi visual pura atau elemen budaya berkurang, • pengalaman “Bali” menjadi kurang otentik. Bagi Bali, ini penting karena produk utama Bali sebenarnya bukan gedung, melainkan atmosfer, budaya, lanskap, dan sense of place. Berdirinya bangunan-bangunan tinggi juga membawa risiko mempercepat over tourism dan tekanan lingkungan. Ini terkait dengan isu yang kami angkat sebelumnya tentang kebocoran ekonomi dan menjamurnya akomodasi yang kurang memberi multiplier effect lokal. Jika pembangunan vertikal didominasi investor besar, ada risiko: • keuntungan lebih banyak keluar Bali, • UMKM lokal kalah bersaing, • homestay, vila keluarga, usaha lokal semakin terdesak, • masyarakat lokal makin sulit mengakses tanah dan hunian. Pertanyaannya bukan hanya “berapa wisatawan datang?”, tetapi “siapa yang paling mendapat manfaat ekonomi?”. Bali mungkin perlu bergeser dari paradigma “more tourists” menjadi “better tourism”—wisatawan yang lebih berkualitas, lama tinggal lebih panjang, dan pengeluaran lebih tinggi, bukan sekadar menambah kapasitas kamar.

Indonesia
0
0
2
137
Penggawe Kodam
Penggawe Kodam@catra_adi·
@ToonAnimeLord @anamazingbali @rayestu Udh dijawab di utasnya, Bali dan Singapura punya budaya & filosofi yg sama? Kota itu punya keunikan masing-masing, kalo semua daerah punya bentuk topografi yg sama nggk ada yg unik. Disini kan highlightnya di kawasan pariwisata, kawasan kental budaya diancurin trus mau jadi apa?
Penggawe Kodam tweet media
Indonesia
2
0
1
253
150-juta_penduduk_RI
150-juta_penduduk_RI@ToonAnimeLord·
@anamazingbali @rayestu Anda betul2 tidak paham tata ruang, tanpa pembangunan vertikal maka kerusakannya akan jauh lebih masif. Cek Singapura, dengan pembangunan vertikal maka penggunaan lahan dapat dimaksimalkan dan rapi. Densitas SG > 8000 orang/km2; Bali hanya 750 orang/km2 namun berantakan.
Indonesia
3
3
56
2.4K
Penggawe Kodam retweetledi
Scholarship for PhD
Scholarship for PhD@ScholarshipfPhd·
Italy Government Scholarships 2026–27 | Funded 🇮🇹 Study in Italy with a prestigious government scholarship for international students! Visit: scholarshipforphd.com/esteri-scholar… 🏛️ Funded by: Italian Ministry of Foreign Affairs and International Cooperation ✨ Financial Coverage: ✅ €900 monthly stipend ✅ Tuition fee exemption (at participating universities) ✅ Health & medical insurance ✅ No registration or graduation fees (selected institutions)
Scholarship for PhD tweet media
English
1
34
214
16.9K
Penggawe Kodam retweetledi
Scholarship for PhD
Scholarship for PhD@ScholarshipfPhd·
Best Scholarship - Hokkaido University MEXT Scholarship 2027 in Japan 🇯🇵 (Fully Funded) for International Students Visit: scholarshipforphd.com/hokkaido-mext-… Fully Funded Masters and PhD Scholarships for International Students by Japanese Government. The Scholarship Covers Airfare, Tuition Fee, Meals, Accommodation, Enrolment Fee.
Scholarship for PhD tweet media
English
1
57
306
85.1K
SERANGAN FISIK
SERANGAN FISIK@seranganfisik·
SORE "Sorealist" CD POLKA WARS "Axis Mundi" CD KITA SAMA SAMA SUKA HUJAN Cassette SIGMUN "Crimson Eyes" Cassette
SERANGAN FISIK tweet mediaSERANGAN FISIK tweet mediaSERANGAN FISIK tweet mediaSERANGAN FISIK tweet media
Indonesia
2
0
4
0