Penggawe Kodam
5.1K posts










@catra_adi @anamazingbali Masalahnya bukan lagi melulu budaya. RTH terutama di Denpasar sudah makin menyusut dan sudah jelas mau se'kontra apapun dengan bangunan diatas 15 meter, opsi alternatif sudah semakin sempit karena pada akhirnya rusun harus jadi opsi sebelum Dps kehabisan RTH.









Kembali lagi membahas mengenai wacana mengubah batas ketinggian bangunan di Bali dari 15 meter menjadi 45 meter. Pertanyaan paling penting yang menurut kami harus dijawab sebelum aturan diubah adalah: “Masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan oleh bangunan 45 meter di Bali?” Karena mimin melihat tujuannya hanya mengejar volume investasi atau jumlah wisatawan, dan Bali akan membayar harga jangka panjang yang terlalu mahal: kehilangan karakter yang justru menjadi alasan dunia datang ke Bali. Jika muncul banyak bangunan 10–15 lantai, terutama di kawasan pariwisata, lanskap Bali bisa berubah drastis menjadi lebih urban seperti destinasi mass tourism lain di Asia Tenggara. Konsekuensinya: • skyline pantai dan persawahan berubah, • dominasi visual pura atau elemen budaya berkurang, • pengalaman “Bali” menjadi kurang otentik. Bagi Bali, ini penting karena produk utama Bali sebenarnya bukan gedung, melainkan atmosfer, budaya, lanskap, dan sense of place. Berdirinya bangunan-bangunan tinggi juga membawa risiko mempercepat over tourism dan tekanan lingkungan. Ini terkait dengan isu yang kami angkat sebelumnya tentang kebocoran ekonomi dan menjamurnya akomodasi yang kurang memberi multiplier effect lokal. Jika pembangunan vertikal didominasi investor besar, ada risiko: • keuntungan lebih banyak keluar Bali, • UMKM lokal kalah bersaing, • homestay, vila keluarga, usaha lokal semakin terdesak, • masyarakat lokal makin sulit mengakses tanah dan hunian. Pertanyaannya bukan hanya “berapa wisatawan datang?”, tetapi “siapa yang paling mendapat manfaat ekonomi?”. Bali mungkin perlu bergeser dari paradigma “more tourists” menjadi “better tourism”—wisatawan yang lebih berkualitas, lama tinggal lebih panjang, dan pengeluaran lebih tinggi, bukan sekadar menambah kapasitas kamar.
















