Penggemar 2tr-fe

1.1K posts

Penggemar 2tr-fe banner
Penggemar 2tr-fe

Penggemar 2tr-fe

@crowns170

wibu, biar opini gak valid :V YOU WILL OWN NOTHING AND YOU ABSOLUTELY BE HAPPY

Katılım Temmuz 2022
55 Takip Edilen12 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
"cHooSe The lessER Evil"
Penggemar 2tr-fe tweet media
English
1
0
1
369
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@BudiBukanIntel Ah wibu sini kayaknya masokis. Cf diundur sampe disuruh tawwaf keliling parkiran juga kayaknya diem-diem bae. Yang ada larper naji sama meme sby yang di witchhung dimari
Indonesia
1
0
7
4.1K
Bagus Jati
Bagus Jati@AsmorojatiBagus·
@BudiBukanIntel Bahkan ada isu kalau event jejepangan diganti dengan event ke-Chinaan di seluruh Indonesia
Indonesia
1
0
31
6.6K
Ducky duck
Ducky duck@DuckyduckYeah·
Gak lucu kalau tiba2 ada acaranya anak pejabat di lapangan banteng hari ini atau besok 😇
Indonesia
41
143
1.3K
121.1K
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@kresbung Dua reaksi yang berbeda tapi masuk akal mengingat elit gereja takut sama moncong senapan serbu dan anjing-anjing kekar yang bekingin kakek tua yang kayaknya lebih mau jadi imortal daripada main sama cucu-cucunya *eh
Penggemar 2tr-fe tweet media
Indonesia
0
0
6
900
krestenisasi terselubung
JUST IN: KWI Mengeluarkan Seruan Pastoral Seruan pastoral KWI dibuka dengan refleksi atas 118 tahun Kebangkitan Nasional. KWI mengingatkan bahwa kebangkitan bangsa dahulu lahir dari keberanian moral, solidaritas sosial, dan harapan bersama untuk keluar dari keterpecahan, ketakutan, dan penjajahan. Kebangkitan dewasa ini dimaknai sebagai panggilan untuk menghadapi ketidakpastian global, tekanan ekonomi, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi, krisis ekologi, dan persoalan sosial dalam negeri dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama. KWI menyoroti adanya luka sosial dan retaknya persaudaraan di tengah bangsa. Banyak keluarga mengalami tekanan ekonomi, generasi muda menghadapi kecemasan dan krisis kesehatan mental, sementara kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi. Kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan masyarakat kecil juga dinilai belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Secara khusus, Papua disebut sebagai luka panjang bangsa yang tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan keamanan, melainkan membutuhkan pendekatan yang manusiawi, dialogis, partisipatif, serta menghormati sejarah, budaya, dan hak dasar masyarakat setempat. Dalam bidang ekonomi, KWI mengapresiasi upaya pembangunan, tetapi mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka-angka makro. Pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat akar rumput, terutama kaum miskin, petani kecil, nelayan, buruh, masyarakat adat, dan mereka yang hidup di pinggiran. KWI juga mengkritik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dominasi kepentingan ekonomi tertentu, serta kebijakan yang dapat mengganggu stabilitas sosial-ekonomi. Karena itu, kebijakan publik perlu dijalankan secara jujur, transparan, partisipatif, dan berani dievaluasi bahkan dibatalkan bila merugikan rakyat. Dalam kehidupan demokrasi, KWI melihat adanya gejala yang mengkhawatirkan: ruang dialog menyempit, kritik sering dianggap ancaman, perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan, dan muncul kecenderungan otoritarianisme, militerisme, serta sentralisasi kekuasaan. Seruan ini menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus tetap berakar pada Pancasila, supremasi hukum, kebebasan berekspresi, partisipasi masyarakat, dan etika publik. Kekuasaan dipahami sebagai amanat untuk melayani, bukan sarana dominasi atau keuntungan kelompok tertentu. Bagian akhir seruan menekankan pentingnya merawat rumah bersama, yaitu bumi dan Indonesia sendiri. KWI mengajak semua pihak melakukan pertobatan ekologis karena deforestasi, pencemaran, eksploitasi sumber daya alam, dan proyek pembangunan yang top-down dapat melukai masyarakat kecil serta masyarakat adat. Terakhir, lima ajakan utamanya ialah merefleksikan kembali makna Kebangkitan Nasional, membangun solidaritas dengan yang terpinggirkan, merevitalisasi demokrasi Pancasila, mendorong dialog dan rekonsiliasi terutama di Papua, serta memperkuat fondasi nilai dan spiritual. Intinya, Indonesia harus dijaga sebagai rumah bersama yang adil, damai, beradab, dan bermartabat. youtu.be/pTW5SSep_0A?si…
YouTube video
YouTube
Mas Bintang@stefanbintang

Minn @kresbung up, KWI barusan up seruan ttg situasi ekonomi-sosial terkini youtu.be/pTW5SSep_0A?si…

Indonesia
6
238
609
41.4K
Kementerian Meme
Kementerian Meme@kementerianmeme·
Presiden indo jadi bahan taruhan di situs Polymarket wkwkw. Penjelasan singkat : > Polymarket itu platform taruhan online berbasis crypto > jadi bukan modelan kasino, tapi lebih ke taruhan prediksi > topik taruhannya "prabowo mundur sebagai presiden indonesia pada tahun...?" > orang bikin pertanyaan tentang kejadian nyata > intinya nanti peserta taruhan bakal beli vote "yes" atau "no" > kalo bener kejadian, yg beli vote "yes" dapat duit, kalo gak kejadian, yg beli vote "no" dapat duit nah aturan mainnya : > ada 3 pilihan tanggal, 31 Mei, 30 Juni, 31 Desember > market resolve "YES" kalau Prabowo berhenti jadi presiden dalam periode apapun > termasuk: resign, ditahan, dicopot, atau dihalangi jalankan tugasnya > kalau ada pengumuman resmi lengser, langsung resolve YES, ga peduli kapan efektifnya > sumber keputusan: info resmi pemerintah Indonesia atau konsensus media kredibel yang udah pesimis atau punya bisikan ordal bisa nih ikutan ambil votenya wkwkkwkw
Kementerian Meme tweet media
Polymarket@Polymarket

🚨 NEW POLYMARKET: Prabowo Subianto out as President of Indonesia by...? polymarket.com/event/prabowo-…

Indonesia
144
1.7K
6.3K
382.2K
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@30YoSKI lu berharap banget jadi singapur tapi realitasnya malah jadi lebih parah dari korut bahkan cina menlen awokaowkaokwoak
Indonesia
0
0
0
11
Reiyyan
Reiyyan@baninggalih·
@beeeemooooo Cayman masih kureng soalnya ada yg bawa porsche 356 asli, Gallardo facelift ke CF kwkwwkwkwkwkw
Indonesia
6
0
116
11K
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@CloverField50 @HansTNO Dan gw masih liat beberapa orang indon masih ngebacot tentang uma liwed ini, kayak di pikirannya harus musnah total tu gambar Wibu rohis wibu rohis
Indonesia
0
0
0
30
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@CloverField50 @HansTNO sejauh ini sih hampir ga bakal nemu uma liwed di pixiv atau danbooru(kecuali uma yang banyak karbitnya😂). Tapi di pixiv pada kena "bom" semua gambar uma liwednya
Indonesia
1
0
0
92
HansTNO
HansTNO@HansTNO·
I remember there was this one Chinese person on my video saying that I'm breaking Cyagames guidelines and my video will eventually be removed. Ok, when?
HansTNO tweet media
English
34
98
2.2K
34.7K
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@HansTNO Chinese? Mainland? Nahh just ask him Tiananmen or Taiwan's independence and then his account will be banned 😂😂
Penggemar 2tr-fe tweet media
English
1
0
11
1.8K
Fuza Firdaus Zhan
Fuza Firdaus Zhan@FuzaFirdaus·
Petualangan ±20 jam ke depan, bersama A380 versi darat pertama di Kalimantan.
Fuza Firdaus Zhan tweet media
West Borneo, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
11
20
189
12.2K
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@zhil_arf Ntar disebut pangsung bacot 1001 plus pendukungnya yang pantek itu
Penggemar 2tr-fe tweet media
Indonesia
0
0
0
5
zhil
zhil@zhil_arf·
Soeharto tak pernah diseret ke ruang sidang. Pada 3 Agustus 2000, Kejagung menetapkan Soeharto pribadi sebagai *terdakwa* korupsi Kasus 7 Yayasan. 7 yayasan itu harusnya mengelola uang yang dititipkan bank-bank milik negara. Eh, hampir Rp 6 triliun hilang dicuri Soeharto. Dalam dakwaan itu, yang mencuri bukan Tommy, bukan anak atau antek Soeharto, melainkan Soeharto pribadi sebagai ketua yayasan-yayasan itu. Oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan timnya, Soeharto terbukti dan tertangkap basah dengan tangannya sendiri berbuat kriminal mencuri uang cash dari negara sebesar ~Rp 6 triliun. Fatal. Persidangan disiapkan dalam keadaan mencekam. Pasalnya, gedung Kejaksaan Agung baru saja dibom sejam setelah Tommy Soeharto diperiksa di atas kasus korupsi lain (tak ada hubungannya dengan Kasus 7 Yayasan). Pada 31 Agustus 2000, Soeharto tidak hadir dari persidangan dakwaannya karena "sakit". Yang hadir adalah bom. Bom besar itu ditaruh di sebuah bus di samping tempat persidangan tempat Soeharto seharusnya berada. Bom tersebut meledak. Pada 14 September 2000, Soeharto kembali bolos dari persidangan karena "sakit". Sehari sebelumnya, Bursa Efek di SCBD baru saja meledak oleh serangan bom teroris. 15 orang tewas tercabik menjadi potongan tubuh manusia yang gosong. Bergerak atas informasi yang dimilikinya, Presiden Gus Dur memerintahkan kepolisian untuk segera memeriksa Tommy Soeharto dan gerombolan preman FPI yang Tommy pelihara sebagai tersangka utama pengeboman Bom Bursa Efek. Keadaan negara sangat mencekam. Orang takut keluar rumah karena takut bom. Pegawai kejaksaan dan kehakiman lebih cemas lagi, mengingat mereka *sudah* dibom. Bagaimana kalau bom selanjutnya meledak di wajah mereka, atau wajah anak mereka? Seminggu kemudian pada 23 September 2000, tim dokter mengumumkan bahwa sebenarnya Soeharto yang mengaku-ngaku sakit sampai bolos sebenarnya sehat-sehat saja secara fisik. Hanya saja, ia berkelakuan "mengalami sakit mental" dan "syarafnya terganggu" selama diperiksa, sehingga tak layak disidang. Seminggu kemudian pada 28 September 2000, majelis hakim menyetop dakwaan terhadap Soeharto dan menghentikan persidangan. Soeharto berhasil lolos. 8 tahun kemudian, Soeharto mati. 2 tahun kemudian pada 2010, kehebohan melanda kasus penggugatan kerugian Yayasan Supersemar. Soeharto boleh saja mati, tetapi negara yang bank-bank BUMN nya dirampok Soeharto masih ada. Selama bertahun-tahun, negara menuntut uangnya kembali, misal sebanyak Rp 4.4 triliun dari Yayasan Supersemar. Ketika vonis hampir dijatuhkan, terjadi suatu trik sulap. Kertas dokumen putusan kasasi ternyata tidak sengaja mengalami salah ketik, sehingga salah satu paket ganti rugi yang harus dibayarkan Yayasan Supersemar bukan Rp 185 miliar, melainkan Rp 185 juta saja. Karena salah ketik. Ups. Akhirnya kesalahan ketik kecil ini berhasil diperbaiki 5 tahun kemudian. Selama 5 tahun itu, segala cara aksi legal dilancarkan untuk menunda putusan finalnya. Ternyata, yang harus membayar uangnya bukan keluarga Cendana sebagai ahli waris Soeharto yang saat masih presiden menguasai langsung yayasan-yayasan itu via jabatan formal, melainkan badan yayasan itu sendiri sebagai suatu entitas terpisah. Gerombolan keluarga Cendana membayar ganti rugi ke negara sebanyak nol rupiah. Pengacara keluarga Cendana, O.C. Kaligis, besorak menyombong: "Kami menang mutlak". Soeharto dan keluarganya bukan hanya lolos dari penjara, melainkan juga lolos dari harus mengembalikan Rp 4.4 triliun uang cash yang telah mereka curi lewat Yayasan Supersemar. Yang harus membayarnya malah orang lain. Sampai hari ini, uang cash 4.4 triliun rupiah yang dirampok Soeharto dari bank-bank milik negara masih disimpan dalam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset pribadi keluarga Cendana.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998? Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu. Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya. Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000. Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta. 15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah. Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi. Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar. Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional. Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu. Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali. Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur. Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap. Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar. Siapa dalang bom teroris tersebut? Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto. Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum. Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel. Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan. Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC. Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api. Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka? 3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung. Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom. Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak. Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar. Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ. 2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini. Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu. Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah. Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional. Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara. Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan. Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta. Gagal. Tommy tak bisa ditemukan. Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000. Yang ini sangat mengerikan. 23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak. Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja. Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy. Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar. Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom. Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana. Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu. Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana. Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah. Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional. Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi. Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana. Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya. Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia. Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto. Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum. Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan. Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh. Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta. Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie. Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden. Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik. Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001. --- Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum. Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.

Indonesia
53
1.1K
3K
420.9K
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@hunter_tnok Gunung antang matraman maybe? I agree about lokasari tho, many of my friends live there seeing things every night
Penggemar 2tr-fe tweet media
English
0
0
1
815
ペドハンター谷岡
ペドハンター谷岡@hunter_tnok·
Strangely, the Indonesian police searched Blok M in Jakarta and announced they found no evidence of child prostitution. Child prostitutes are rarely found in Blok M these days; they seem to be concentrated in areas like Lokasari, the railway brothels, Tenda Biru, and Kalimalang.
English
3
58
168
54.7K
Cloud
Cloud@RikyAbimanyu·
@di_masprastyo @ridwanhr ya makanya kan rumit harus dijadikan nasional baru bisa tpi pasti ga semua daerah mau karena ga bisa di sama ratakan kondisi setiap daerah
Indonesia
10
0
12
18.6K
marung wadura
marung wadura@aimr0d·
Inside joke fesnuk jauh lebih niche dan brutal dari Twitter Ini sodara MC ZZZ ini pasti ngeseks, gak ada cerita mereka gak main sembunyikan ular piton abang tiap malem. Gak ada yang nanya di game soalnya itu sebodoh nanya "kalo burger bangor enak kenapa mereka diskon 40% mulu?"
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Twitter ini medsos paling banyak inside jokesnya. Bayangin elu baru dateng dari medsos lain. Terus liat "login" ke twit sepuluh tahun lalu. Tiba-tiba dikomen kasar sama orang yang biasanya baik-baik aja ternyata "template". Terus elu gak tahu "template" itu apa. Terus siapa juga yang tahu kalau "dosen saya kader Golkar"?

Indonesia
77
186
2K
108.8K
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@kresbung Padahal tempat ibadah gw lebih dongo akses keluar masuknya gak ada yang sampe segitunya
Indonesia
0
0
0
8
Penggemar 2tr-fe
Penggemar 2tr-fe@crowns170·
@kresbung Biar gw tebak, karena adu cepet keluar parkiran. Kalo nunggu bubaran pasti macet mampus😂
Indonesia
1
0
0
16