Hi_binnie

809 posts

Hi_binnie banner
Hi_binnie

Hi_binnie

@imyourshb

Katılım Temmuz 2024
180 Takip Edilen7 Takipçiler
Hi_binnie retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Rocky gerung sudah resah juga ya ... Setuju kawan2?
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
335
19.3K
63.9K
791.6K
Hi_binnie retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
Indonesia
3.5K
65.8K
160.9K
11.4M
Hi_binnie retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images
The Economist tweet media
English
499
26.8K
40.6K
3.5M
Hi_binnie retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
270
5.4K
9.7K
429.7K
Hi_binnie retweetledi
Tyo_Wibowo 🇵🇸
Tyo_Wibowo 🇵🇸@akuntwiter968·
Anak SD ini bisa jelasin dampak naiknya Dollar thd Rupiah. Rajin belajar ya dek biar tambah pinter 👌
Indonesia
284
5K
12.2K
210.3K
Hi_binnie retweetledi
َ
َ@popcultfilm·
how can someone be so gorgeous (all while being pregnant!!)
َ tweet mediaَ tweet mediaَ tweet mediaَ tweet media
English
3
188
3.9K
161.7K
Hi_binnie retweetledi
pribadi
pribadi@ardypribadi__·
Eh ini penting banget guys, ini udah sampe ke media belum tolong di up. Nelayan Indonesia dan Pakistan saat ini disandera oleh bajak laut dari Somalia.
Indonesia
217
22.7K
65.5K
1.6M
Hi_binnie retweetledi
Emma Larimar
Emma Larimar@ViralWavesX·
Always remember What you train For...
English
125
1.2K
15.4K
1.6M
Hi_binnie retweetledi
⛅️
⛅️@oohaobina·
OMG CONGRATULATIONS SUNG HANBIN FOR WINNING BEST OST AWARD AT ASEA 2026!!! 🥹🤍
English
8
199
1K
9.7K
Hi_binnie retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
bj habibie cuma punya 37 menteri tapi bisa sepower itu dan itu dalam setahun lah prabowo punya 112 menteri ++ dan udah 1,5 tahun malah amburadul rupiah kemana mana
Lambe Saham tweet media
Indonesia
324
5.8K
16.7K
230.6K
Hi_binnie retweetledi
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Sekalian edukasi biar ga jadi bapack bapack jaksa ya guys. Infus itu bukan sekadar “nusuk jarum”. Tujuannya ada 2: 1. Biar pasien tetap dapat cairan Karena orang sakit sering ga bisa dipastikan minumnya cukup atau engga. 2. Biar ada akses masuk ke pembuluh darah Jadi obat, cairan, atau tindakan darurat bisa langsung diberikan cepat. Nah masalahnya… vena tiap orang beda-beda 😅 Ada yang sekali tusuk langsung dapet. Ada yang venanya kecil, ngumpet, kolaps, atau susah dicari karena: • dehidrasi • syok • obesitas • panik/tegang • kondisi kritis • riwayat sering diinfus Jadi kalau vena tangan susah, tenaga medis punya opsi lain: • cari vena lain • pasang lewat kaki • intraosseous → lewat tulang (biasanya kondisi gawat darurat) • venous cutdown → insisi kecil buat cari vena besar • central line → vena besar dekat leher/dada kalau memang butuh akses cepat & besar Ini bukan “asal tusuk”. Ada indikasi medisnya. Dan FYI… yang paling jago urusan beginian sering kali justru PERAWAT 😭 Belum tentu dokter lebih jago pasang infus daripada perawat senior 🫡
Tubagus Siswadi W tweet mediaTubagus Siswadi W tweet mediaTubagus Siswadi W tweet mediaTubagus Siswadi W tweet media
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi

Iya pak harusnya infus di pasang nya di kepala kayak nya otak bapak lagi dehidrasi kurang cairan 😔

Indonesia
14
134
552
48.8K
Hi_binnie retweetledi
Indonesian Pop Base
Indonesian Pop Base@iPopBase·
Prabowo Subianto reacts to the rupiah’s decline against the US dollar: “Rupiah begini, dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok, ya kan.” (news.detik.com/berita/d-84910…)
Indonesian Pop Base tweet media
Indonesia
1.6K
5.5K
28.4K
1.3M
Hi_binnie retweetledi
Si Paling Gen Z
Si Paling Gen Z@txtdarigenz97·
Fun fact Inti dari kasus Nadiem adalah jaksa menganggap pengadaan Chromebook terlalu mahal dan tidak diperlukan Padahal kalau kita bandingkan dengan IKN dan MBG Chromebook vs MBG • Kerugian kasus Chromebook 2,1 T (total) • Pengeluaran untuk MBG 1,2 T/hari Chromebook vs IKN • 97% Chromebook udah digunakan pelajar • IKN malah jadi tempat piknik keluarga bukan jadi ibu kota
Nerv.@nervinette

Sedangkan kasus MBG, IKN mangkrak, orang2 itu pada hidup tentram 🤡 What a dzalim country

Indonesia
216
16K
37.8K
615.3K
Hi_binnie retweetledi
⛅️
⛅️@oohaobina·
sung hanbin vinyl so pretty WOW 😮
⛅️ tweet media⛅️ tweet media
English
0
186
1.2K
14.4K
Hi_binnie retweetledi
PondPhuwin PHFC
PondPhuwin PHFC@PondPhuwinPHFC·
Phuwin laughing because of Pond saying “this is a great starting point for learning how to drink matcha.” Since it was the world’s most expensive matcha powder. // are we sure this is Pond and not Khun Thee? 😂 PONDPHUWIN LBW EP18 #LittleBIGworldWithPondPhuwinSpecial
English
0
382
3.1K
24.1K
Hi_binnie retweetledi
원더바스
원더바스@wonderbath_kr·
원더바스의 new 앰버서더 #성한빈 ! 어서오세요 햄자님 🐹👑❤️
원더바스 tweet media원더바스 tweet media원더바스 tweet media원더바스 tweet media
한국어
174
2.3K
5.9K
120.4K