Apa karna GANTENG?
Belum jadi suami aja sudah main fisik ya Tuhan 😭😭
Gimana klo sudah menikah??
Ini cewek gila atau waras sih,,,,,
Kok bisa bertahan sama monster
😬😬😩😩
1M mau buka bisnis apa ???
Raffi ahmad aja salah satu bisnisnya bersama rudy salim menelan biaya sekitar 5T 😁
Menurut kalian gimana guys?
Ini mah lebih cocok jadi sales daripada jadi ceo🤡
sc:threadsnaresaaaera
@18fesss Buat para cw, nggak usah muna ukuran nggak masalah yg penting sayang istri. Please deh, gua punya bestie yg suaminya itu penyayang n loyal beud, tapi sayang mr.P nya kecil. Sampe dia itu suka pake gigolo yg punya mr.p besar buat muasin fantasinya.
bu, mbak, kakak semua..
misalnya di dunia cuma ada 2 tipe laki-laki:
1. laki2 miskin, gaji pas-pasan tapi setia
2. laki2 kaya raya, tapi pemabuk, gila perempuan
kalian bakal pilih yg mana?
menurut kalian gmn?
jadi ini tetanggaku, sering minjem mobil dan pas balikin bensinnya selalu habis.
gak pernah basa-basi buat gantiin bensinnya juga.
mobil di balikin pun selalu kotor.
dan ini ngechat lagi mau pinjam jalan-jalan ke puncak, ku balas gini gak salah kan?
maaf kalo pagi2 udah curhat wkwk kesel bgt
altr
yap! aku agak tersinggung karena sepupuku nikah aku cuma dikasih undangan, bukan jadi pager ayu.
ya mungkin karena ada perselisihan antara ibuku dan ibunya (kakak adik) yang titik salahnya ada di adik ibuku, tapi kan sbg anak gak harus ikut2an ya?
ibuku anak tengah btw,
💚 udh lepas di harga under 20% dari harga asli, masih aja komplen barang yg dateng kotor 😞 in this economy, barang prloved dgn kondisi kotor kan tinggal dicuci aja. agak sedih kalo ada yg gatau diri kaya gini.
Literasi Kita harus ditingkatkan!!!
Seorang Ayah di Bengkalis Sedih,mengeluh di Media Sosial karena Putri Kesayangannya katanya "Tidak Lulus" kata Sang Ayah.Padahal Kalau dibaca Dengan Teliti dengan literasi yang baik itu adalah Lulus, karena tidak termasuk siswa/i yang tidak lulus Coba anda baca surat pengumuman hasil kelulusan berikut ini dan berikan komentar di ruang komentar.
menurut kalian gimana guys?
sc:threadssa.nde841
@KapudS640 Di tempat ada orang kaya yg tembok rumahnya tinggi banget. Tapi di belakang rumah dia pasang 3 kran air yang airnya boleh dimanfaatkan semu tetangganya.
Aku tu ada tetangga yang bangkrut bahkan air aja ud dicabut ama perumahan. Nah dia tiap hari ambil air di rumah ak 5 galon buat kebutuhan dia.
Dia kaya bgt dulu om2 usia uda 55 tahun.
Trs satu saat mertua ak dateng ak ditegur "sekali gapapa kasih air kl tiap hari masa g punya hati minta mulu" jujur ak yang denger, ak yg bayar tagihan air, ak yang punya air, tapi ak aga ngilu dengernya.
Ak cuma blg. Kasih air tu ladang pahala mi. Wajar ga si sikap ak itu.
cc:threadpulpenlilac
Guys..
Jadi adeknya dijodohin sama temennya.
Udah oke lah, coba-coba aja. Pas ketemu ternyata si cowo tingginya 155cm, sementara adeknya 166cm. Tapi ya sudahlah, adeknya milih tetap menghargai dan ngelanjutin kencan itu dengan pikiran positif.
Pas makan, si cowo minta patungan. Adeknya sih udah biasa, ga masalah. Tapi yang bikin ilfeel banget itu pas dia udah dianterin pulang dan baru turun dari mobil... si cowo langsung nagih ongkos bensin sama e-toll.
Bukan nagih besok. Bukan lewat chat. Tapi LANGSUNG. Di depan pintu mobil. Detik itu juga.
Si cowo bahkan ngitung dulu dengan teliti. Makan berdua 600 ribu, bensin 50 ribu, e-toll 30 ribu. Adeknya yang emang ceplas-ceplos langsung melotot dan bilang "OHHH UANG RECEH TERNYATA, UDAH GUE TRF YA, SEKALIAN LEBIHANNYA BUAT BELI PARFUM, KAMU BAU KETEK" lalu BRAK pintu mobilnya ditutup.
Dan ditransfer 2 juta.
Tapi sebelum sampai situ, si cowo sepanjang kencan udah beberapa kali bikin geleng-geleng. Adeknya beli Boost dibilang mahal.
Beli mochi 30 ribu dibilang mahal, katanya di pinggir jalan paling 5 ribuan. Beliin tumblr buat ponakan aja dibilang buang-buang duit.
Yang bikin tambah nyesek, setelah semua itu si cowo malah chat lagi dengan semangat 45 ngajakin ketemuan minggu depan karena katanya hari itu bahagia banget bisa ngobrol sama adeknya.
Langsung di-block tanpa ba-bi-bu.
Dan pas adeknya komplain ke temen yang ngejodohin, si temen malah ga ngerasa bersalah sama sekali. Cut off juga sekalian.
Adeknya ngerasa dijebak dan direndahkan. Dan jujur, gue ngerti banget perasaan itu.
Menurut kalian, wajar ga sih adeknya langsung cut off si temen yang ngejodohin juga?
After 4 months of talking, I finally told this guy that I wasn't ready for a relationship and he responded "it's been great, hope you have a good one." And then he blocked me. No effort, no pressure applied. I'm devastated 😭😭
Guys...
Jadi ada adik ipar yang mau nikah sama pacarnya yang udah 5 tahun jalan.
Semua kelihatan mulus di awal. Udah lulus kuliah, kerja kantoran ber-AC, penghasilan tiga kali UMR Surabaya.
Calon suaminya juga udah sowan ke rumah mertua buat nyatain niat serius. Keluarga si cowok pun udah tau rencananya. Lamaran resmi tinggal tunggu waktu, sekitar 3 minggu lagi.
Tapi di situlah drama dimulai.
Sambil nunggu hari H lamaran, si adik ipar mulai sounding soal resepsi impiannya.
Dan bukan resepsi biasa. Angka kasarnya di atas 100 juta. Lalu dia noleh ke orang tua dan minta disponsori penuh. Padahal tabungan mertuanya cuma 20 jutaan.
Yang bikin makin berat, kondisi ekonomi mertua memang lagi goyah. Bapak mertua ASN pemda dengan gaji pas-pasan.
Ibu mertua ibu rumah tangga yang tiap pagi jualan sarapan di depan rumah, hasilnya pun cuma cukup buat kebutuhan harian.
Bapak mertua akhirnya angkat bicara dengan tegas. Kalau udah berani maju nikah, berarti harus udah siap sendiri dari segi finansial.
Kalau mau sederhana pun gapapa, karena esensi pernikahan bukan di pestanya tapi di rumah tangganya.
Si adik ipar langsung protes keras.
Dan di sini si pencerita ikut terseret. Soalnya si adik ipar nunjuk-nunjuk resepsi kakaknya 10 tahun lalu yang katanya besar dan meriah, lalu nuduh bapaknya pilih kasih.
Padahal yang dia ga tau, semua biaya resepsi itu keluar dari kantong si pencerita sendiri.
Mertua ga nyokong sepeser pun.
Si adik ipar waktu itu masih SMP atau SMA, taunya cuma acaranya bagus dan semua sepupu pakai seragam. Ga tau sama sekali dari mana duitnya.
Setelah dikasih tau kenyataannya pun, si adik ipar tetap ngotot.
Bahkan sampai nyinggung tanah sawah produktif warisan nenek buat dijual demi modal resepsi.
Istri si pencerita langsung naik pitam.
Tanah itu ga bisa diusik.
Ujung-ujungnya si adik ipar disuruh nikah sederhana di KUA aja. Dia tersinggung dan bilang malu.
Sampai sekarang semua masih saling diam.
Menurut kalian, salah ga sih si adik ipar berharap sebesar itu ke orang tua yang kondisinya memang lagi terbatas?
Guys...
Sebut aja dia Hana.
Empat tahun lalu, Hana yang minta cerai dari suaminya. Atas kehendak dia sendiri.
Waktu itu dia merasa layak dapat yang lebih baik.
Terpengaruh konten internet yang bilang suami harus bisa kasih mobil, rumah, emas. Sementara suaminya waktu itu gajinya biasa aja.
Jadi Hana mulai meremehkan, mulai menuntut lebih, sampai akhirnya dia sendiri yang mengajukan cerai.
Dia bawa anak perempuannya dan mulai hidup sendiri.
Tapi waktu terus berjalan. Dan lelaki sempurna yang dia bayangkan itu tidak pernah datang.
Tidak ada yang seperti yang dijanjikan konten-konten di internet. Dan perlahan Hana mulai sadar sesuatu yang seharusnya dia sadari jauh sebelum semua ini terjadi.
Suaminya dulu selalu dengerin masalahnya. Selalu layani dia.
Selalu perhatian, meski caranya sederhana. Dan Hana waktu itu menganggap semua itu biasa saja. Tidak berharga.
Sekarang dia tahu betapa salahnya dia.
Yang bikin makin berat, mantan suaminya sampai sekarang belum menikah lagi.
Tapi dia juga tidak pernah sekalipun mencoba kembali ke Hana.
Tidak ada hint, tidak ada tanda-tanda. Dia seperti sudah benar-benar menutup buku itu rapat-rapat.
Setiap kali datang menjemput anak, dia berhenti agak jauh dari rumah. Telepon anak, tunggu anak keluar, lalu langsung pergi. Tidak menanyakan kabar Hana. Tidak menyebut nama Hana ke siapapun.
Seperti Hana sudah tidak ada di hidupnya.
Dan itu yang paling menyakitkan.
Bukan karena dia jahat. Bukan karena dia marah. Tapi karena dia baik-baik saja tanpa Hana. Diam-diam move on tanpa drama, tanpa dendam, tanpa sisa.
Guys, ada jenis kehilangan yang tidak datang dengan keributan.
Tidak ada teriakan, tidak ada air mata di depan pintu.
Hanya seseorang yang suatu hari memilih untuk tidak lagi melihat ke arahmu, dan terus berjalan.
Dan itu justru yang paling susah untuk diterima.
Hana sekarang ingin kembali. Tapi pintu itu seperti sudah dikunci dari dalam, tanpa suara, tanpa pengumuman.
Menurut kalian, mantan suami Hana ini sudah benar-benar ikhlas dan move on, atau dia juga memendam sesuatu tapi memilih untuk tidak menunjukkannya?
Dan kalau kalian jadi Hana, kalian akan coba buka suara duluan atau memilih untuk terima kenyataan dan melanjutkan hidup?