vani

5K posts

vani banner
vani

vani

@janployshompo

she/her Katılım Şubat 2021
275 Takip Edilen171 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
vani
vani@janployshompo·
#wts preloved buku agama islam ub, intermediate accounting, pengantar akuntansi 1, pengantar etika bisnis, dan teori organisasi dan administrasi
vani tweet mediavani tweet mediavani tweet media
Indonesia
5
0
2
1.6K
vani retweetledi
MasKi
MasKi@ikiy·
@dipanggilarman Tiga poin ini membuktikan kalau kemiskinan itu sering kali bukan masalah individu (malas), melainkan kemiskinan struktural. Mereka terjebak dalam sistem yang tidak berpihak pada kerja keras mereka.
Indonesia
2
41
397
3.9K
vani retweetledi
Arman
Arman@dipanggilarman·
Ada yang bilang: "orang miskin itu malas." Tapi tidak ada yg cerita soal: 1. Orang miskin ygg kerja 12 jam sehari tapi tetap tidak cukup 2. Anak buruh yg pintar tapi tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya 3. Petani yg panen bagus tapi harganya dipermainkan tengkulak
Indonesia
76
4.2K
12.4K
123.8K
vani retweetledi
Lv. 💕
Lv. 💕@nelavirdiasr·
kalo gw pengen punya pacar, itu cuma fomo. tapi kalo gw pengen punya duit kaya raya, itu beneran nyata
Indonesia
72
12.2K
31.4K
227.5K
vani retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
868
7.6K
14.7K
635.2K
vani retweetledi
windy
windy@windyeast_·
Giliran ada perempuan hamil yang janinnya disabilitas, janinnya ga boleh digugurin. Giliran anaknya lahir dan besar sbg orang disabilitas, anaknya harus hidup sengsara karena ga ada kerjaan yang "cocok" di dunia kapitalis ini. Plus orang2 di sekelilingnya cuma bisa nyalah2in aja
𝐒𝐌🎂@SukiM3tal

@nyalalembut Hak untuk memilih itu dua arah. Kamu boleh nyari kerja sesuai kemampuanmu, mereka boleh nyari orang yang cocok buat bisnisnya.

Indonesia
36
6.4K
25.2K
568.9K
vani retweetledi
карина ☁️💙
Pantesan orang kita itu gampang bgt burnout kerja, ketakutan di-phk/layoff, berempati /memanusiakan pekerja aja sulit bgt. Plus dibumbuin patriarki seakan2 perempuan harus bertanggung jawab kalo ada anggota keluarga yg sakit, lelaki tidak boleh stay menjadi carer. Kmaren aku ngetwit kalo aku kerja di Indo pasti aku udah disuruh resign, karena aku kerja fulltime tapi sambil dialysis, hampir seminggu sekali pasti ada appointment dokter. Dari awal masuk kerja udah bilang ke management, tau gak jawabannya apa, "don't worry, life happens, we'll make it work" Di kantorku, bahkan se-sepele harus jemput anak di daycare gara2 jadwalnya gak sinkron sama suami, ya gak apa-apa, besok tinggal made up the time. Ada yang keliatan lemes dikit disuruh log-off komputer, kalo lg di kantor disuruh pulang. Ada HAK PEKERJA yg bisa dipakai: cuti tahunan, cuti merawat keluarga, cuti berkabung, cuti sakit. Tinggal dipilih yg mana yang sesuai kebutuhan. bahkan ulang tahun aja dipaksa cuti, gak usah masuk kalo gak mau. Masalahnya, memang di kalangan masyarakat kita, masih banyak yg merasa mengambil cuti itu seakan2 egois atu "seenaknya". Aneh.
berbiegemuk@rumahsenja_

@kamarlintang Aku sedikit setuju sama chef juna ini, beda klo karyawannya seorang ibu atau misal sakitnya yg sampe masuk RS dan harus gantian jaga . Pegawaiku jg gt awalnya dia sakit izin, istri sakit izin, anak sakit izin, lama2 anak ulangtahun izin juga. Apa cobaa 🫠😒

Indonesia
41
2.4K
7.7K
753K
vani retweetledi
papanya hagia
papanya hagia@urya_suryana·
Sakit atau ngurus anak sakit itu bukan 'manja', tapi bagian dari dinamika hidup manusia. Gak semua urusan domestik bisa dibebasin ke istri sendirian, apalagi kalau kondisi anaknya darurat atau butuh support system dari kedua orang tuanya. Profesional boleh, tapi jangan sampai hilang empati.
Indonesia
115
1.1K
21.4K
893.8K
vani retweetledi
vani retweetledi
elly
elly@sunseelly·
cuma di indo, gaji 5jt dianggap gede karna seringnya underpaid
Indonesia
289
8.2K
39.8K
1M
vani retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA. Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara. 1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007) Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun 2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025) Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun 3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera

Sekarung beras cukup untuk menghidupi keluarga yang punya rasa syukur. Tapi jutaan hektar hutan papua tidak cukup untuk satu keluarga yang serakah. Ini jawabannya 👇

Indonesia
297
12.8K
26.4K
1.9M
vani retweetledi
versace
versace@trunkszoldyck·
Gaji PNS tahun 1990: Rp 240.000 Setara: 10,9 gram emas (harga emas waktu itu Rp 22.000 per gram) Gaji PNS tahun 2026: Rp 2.785.700 Setara: 1 gram emas (harga emas sekarang Rp 2.795.000 per gram) Dalam 36 tahun, gaji PNS nominal naik 11,6x lipat. Tapi nilai sebenarnya (dalam emas)? Turun 10x lipat. Ini bukan kebetulan. Ini design.
Indonesia
102
3.4K
11.6K
445.5K
vani retweetledi
pempek kuah kacang dan 【SKM】
Masih kepikiran 5 wni yang diculik idf dan negara ga ngapa-ngapain, ga panik, for them we’r all just numbers 😂
Indonesia
135
19.3K
55.6K
455.1K
vani retweetledi
jepri
jepri@callmejeprian·
dibilang antek-antek asing saya diam, dibilang ndasmu saya diam, dibilang warga desa tidak pakai dolar saya diam, dibilang “tidak bermimpi kaya raya?” SAYA AKAN LAWAN!!!
Indonesia
938
44K
93.5K
882.5K
vani retweetledi
sasa
sasa@gurzgesagt·
sorry kalo aku berisik tapi aceh belum pulih, dollar udah 17,8k, lapangan kerja bener2 susah, kriminal di mana-mana bahkan di event community copetnya makin banyak dan kalo kita masih diem aja ada yang salah sih di otak sama hati
Indonesia
25
18.1K
38.5K
268.1K
vani retweetledi
Reza
Reza@rezarezarezare·
@juynan Okelah kalo mau egois gak ngurusin nasionalisme dan nasib rakyat lain, tapi apa gak ngerasa rugi beli pas lagi tinggi2nya? Ini kan supply-demand pelajaran SMP, loh 😅 Sama kasusnya kaya waktu itu bitcoin lagi tinggi langsung pada FOMO gara2 influencer ikut beli, pada rugi kan😅
Indonesia
2
7
95
16.8K
vani retweetledi
karyawanID
karyawanID@initialDdxbz·
@juynan Yup benar, rupiah akan melemah, harusnya orang2 kaya jual dolarnya.. Dulu tahun 2018 ada konglomerat Indonesia, Dato Sri Tahir menukar duitnya sebesar 93 juta USD ke rupiah untuk membantu menstabilkan/memperkuat rupiah.. kita butuh orang2 kaya begini saat ini.
Indonesia
1
6
265
10.8K
vani retweetledi
roket meledak!
roket meledak!@vvaterforest·
@juynan sok peduli sama orang miskin tapi diem-diem nikam sesama apa bedanya sama pemerentah tolol bgt pada
Indonesia
5
22
515
26K