Sabitlenmiş Tweet
k3mbon
5.3K posts

k3mbon retweetledi

JUST IN: KWI Mengeluarkan Seruan Pastoral
Seruan pastoral KWI dibuka dengan refleksi atas 118 tahun Kebangkitan Nasional. KWI mengingatkan bahwa kebangkitan bangsa dahulu lahir dari keberanian moral, solidaritas sosial, dan harapan bersama untuk keluar dari keterpecahan, ketakutan, dan penjajahan. Kebangkitan dewasa ini dimaknai sebagai panggilan untuk menghadapi ketidakpastian global, tekanan ekonomi, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi, krisis ekologi, dan persoalan sosial dalam negeri dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama.
KWI menyoroti adanya luka sosial dan retaknya persaudaraan di tengah bangsa. Banyak keluarga mengalami tekanan ekonomi, generasi muda menghadapi kecemasan dan krisis kesehatan mental, sementara kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi. Kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan masyarakat kecil juga dinilai belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Secara khusus, Papua disebut sebagai luka panjang bangsa yang tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan keamanan, melainkan membutuhkan pendekatan yang manusiawi, dialogis, partisipatif, serta menghormati sejarah, budaya, dan hak dasar masyarakat setempat.
Dalam bidang ekonomi, KWI mengapresiasi upaya pembangunan, tetapi mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka-angka makro. Pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat akar rumput, terutama kaum miskin, petani kecil, nelayan, buruh, masyarakat adat, dan mereka yang hidup di pinggiran. KWI juga mengkritik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dominasi kepentingan ekonomi tertentu, serta kebijakan yang dapat mengganggu stabilitas sosial-ekonomi. Karena itu, kebijakan publik perlu dijalankan secara jujur, transparan, partisipatif, dan berani dievaluasi bahkan dibatalkan bila merugikan rakyat.
Dalam kehidupan demokrasi, KWI melihat adanya gejala yang mengkhawatirkan: ruang dialog menyempit, kritik sering dianggap ancaman, perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan, dan muncul kecenderungan otoritarianisme, militerisme, serta sentralisasi kekuasaan. Seruan ini menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus tetap berakar pada Pancasila, supremasi hukum, kebebasan berekspresi, partisipasi masyarakat, dan etika publik. Kekuasaan dipahami sebagai amanat untuk melayani, bukan sarana dominasi atau keuntungan kelompok tertentu.
Bagian akhir seruan menekankan pentingnya merawat rumah bersama, yaitu bumi dan Indonesia sendiri. KWI mengajak semua pihak melakukan pertobatan ekologis karena deforestasi, pencemaran, eksploitasi sumber daya alam, dan proyek pembangunan yang top-down dapat melukai masyarakat kecil serta masyarakat adat.
Terakhir, lima ajakan utamanya ialah merefleksikan kembali makna Kebangkitan Nasional, membangun solidaritas dengan yang terpinggirkan, merevitalisasi demokrasi Pancasila, mendorong dialog dan rekonsiliasi terutama di Papua, serta memperkuat fondasi nilai dan spiritual. Intinya, Indonesia harus dijaga sebagai rumah bersama yang adil, damai, beradab, dan bermartabat.
youtu.be/pTW5SSep_0A?si…

YouTube
Mas Bintang@stefanbintang
Minn @kresbung up, KWI barusan up seruan ttg situasi ekonomi-sosial terkini youtu.be/pTW5SSep_0A?si…
Indonesia


k3mbon retweetledi
k3mbon retweetledi
k3mbon retweetledi
k3mbon retweetledi
k3mbon retweetledi
k3mbon retweetledi
k3mbon retweetledi


k3mbon retweetledi

Just found out that we have our own Umamobile here in Indonesia
It's smaller, cause we use smaller horses (not thoroughbred)




Yogiboヴェルサイユリゾートファーム@Versailles_Farm
【お知らせ】 現在、ウマ娘ラッピング馬運車ですが、 リアゲートのモーター不良により、ゲートが上がらなくなる可能性が確認されたため、安全面を考慮して修理対応を行っております。 そのため、現在は牧場にございません。 楽しみにしてくださっていた皆さま、申し訳ありません。
English
k3mbon retweetledi















