MatheisTanasale

2.7K posts

MatheisTanasale

MatheisTanasale

@mtanasale

Part of PK-193 @LPDP_RI Genta Mandaya @pk193_lpdp

Ambon, Indonesia Katılım Ocak 2012
401 Takip Edilen200 Takipçiler
MatheisTanasale retweetledi
masrosid | Guru Matematika
Rahasia Dibalik Ukuran Kertas A4 yang Selalu Bikin Penasaran! 📏 Kenapa harus tepat 29,7 cm × 21 cm? Pernah nggak kamu mikir: “Kenapa nggak dibulatin aja jadi 30 × 20 cm? Kan gampang dihafal!” Aku dulu juga gitu kok. Sini aku spill rahasia matematisnya! 👇
Indonesia
47
937
5.1K
405.2K
MatheisTanasale retweetledi
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek
@Kemdiktisaintek Ada beberapa golongan yang tidak mendapatkan tukin. 1. Ga punya jabfung (kemungkinan CPNS) 2. dinonaktifkan 3. diberhentikan dari jabatan organik 4. cuti di luar tanggungan negara 5. DOSEN BLU REMUNERASI 6. DOSEN PTNBH melihat poin 5 dan 6 kayaknya perjuangan #tukinforall masih
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek tweet media
Indonesia
11
6
21
9.1K
MatheisTanasale retweetledi
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi
Kemdiktisaintek memastikan Tukin 2025 bagi dosen akan dicairkan. ABT telah diajukan, dan keputusan ini diambil setelah diskusi lintas kementerian untuk mendukung kesejahteraan dosen.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tweet media
Indonesia
19
18
58
19.2K
MatheisTanasale retweetledi
txtdarinvestor
txtdarinvestor@txtdarinvestor·
Diskriminasi Pemberian Tukin Dosen ASN @Kemdiktisaintek : Siapa yang Berhak dan Tidak Berhak? sebuah utas
txtdarinvestor tweet media
Indonesia
2
27
59
4.1K
MatheisTanasale retweetledi
Yanuar Nugroho
Yanuar Nugroho@yanuarnugroho·
TENTANG #kaburajadulu (Awas, ini posting panjang! 😃) Beberapa waktu terakhir rame tagar #kaburajadulu. Saya sempat diinterview dua media: Kompas (kompas.id/artikel/ada-ap…) dan South China Morning Post (scmp.com/week-asia/econ…). Apa yg saya sampaikan di kedua media itu adalah pendapat dan keyakinan saya. Saya pernah cukup lama tinggal, belajar, dan bekerja di luar Indonesia, tepatnya di Manchester, Inggris dari tahun 2000 s.d. 2012. Saya studi S2, S3, post-doc, dan mengajar serta meneliti di sana. Sekarang pun meski saya tinggal di Indonesia, saya tercatat bekerja di sebuah lembaga riset di Singapura, senior fellow di satu kampus di Singapura juga, dan masih menjadi honorary fellow di Univ of Manchester, 'rumah' saya selama belasan tahun di Inggris dulu. Mungkin sebagai salah satu orang yang bisa saja dianggap pernah #kaburajadulu --dan itu dulu sekali-- saya bisa memberikan POV dari pelaku. Bagi saya saat itu, sederhana: karena tidak menemukan posisi yang pas (baca: ditolak) di Indonesia DAN mendapat tawaran bekerja di sana. Yang saya alami, pendeknya, adalah seluruh dukungan untuk bisa menjadi seorang akademisi yang optimal, dan saya sepenuhnya manfaatkan seluruh fasilitas dan dukungan itu. Apakah saya #kaburajadulu dari Indonesia saat itu? Saya tidak berpikir begitu. Meski tentu bisa saja orang menganggap begitu. Gak apa-apa. Tapi alasan saya sebenarnya ya simply karena saya merasa ekosistem riset yang ditawarkan UK kepada saya memang lebih baik. Apakah saya 'benci' pada pemerintah dan politik Indonesia saat itu? Tidak. Saya memang 'nyinyir' pada pemerintahan Presiden SBY saat itu (di twitter khususnya). Tapi saya tidak 'membenci' pemerintahan atau politik Indonesia. Dan saya mencoba mencari kesempatan 'membantu' Indonesia dari tempat saya bekerja saat itu, sebisa saya. Saya coba carikan beasiswa bagi mahasiswa2 Indonesia, saya coba buat forum2 membantu mahasiswa Indonesia, saya selalu berusaha memenuhi undangan jika diundang bicara atau membantu Indonesia. Sampai tahun 2012, saya dipanggil alm. pak Kuntoro Mangkusubroto pulang ke Indonesia, untuk membantunya di UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan & Pengendalian Pembangunan). Tidak berpikir dua kali, langsung saya iyakan. Langsung. Kontan. Keluarga juga mendukung. Karena niatnya memang tidak untuk #kaburajadulu. Pak Kun juga tahu saya 'nyinyir' pada SBY di twitter. Beliau bilang sebagai seorang Eselon 1.b di UKP4 tentu saya mesti 'menata' omongan saya di ruang publik. Tapi pak Kun tidak pernah melarang saya mengkritik pemerintah. Saya tetap menulis di koran, di majalah, bicara di forum2. Pak Kun pernah bilang bahwa "kritik itu tanda peduli" seorang warga negara. Pak Kun mengajarkan kepada saya etika publik dan birokrasi. Itu nanti cerita lain. Nah kini balik ke #kaburajadulu hari ini. Mengapa terjadi? Apa cuma di Indonesia? Hemat saya, fenomena #kaburajadulu ini menjadi respon atas situasi dan kondisi hidup di Indonesia yang dirasakan sejumlah warga, khususnya anak-anak muda di bawah 40an, yang makin buruk, makin tidak pasti, makin tidak jelas, makin sulit. Ini dipicu bukan hanya dari perspektif ekonomi (sulitnya mencari kerja, tiadanya keamanan/jaminan/kepastian kerja, buruknya sistem perlindungan sosial (BPJS misalnya), dll.) tetapi lebih kompleks dari itu: persoalan sosial-politik-lingkungan. Generasi muda ini, sejauh saya amati, merasa secara bahwa ‘social fabric’ (perekat hidup bersama) sudah tidak ada lagi. Mereka merasa hidup makin individual, makin egoistis, makin cari aman sendiri-sendiri. Ini dirasakan di lingkungan sendiri, rumah, kantor, bahkan lingkaran pertemanan yang makin 'longgar'. Akibatnya tidak ada rasa aman, bahkan untuk hidup biasa saja. Fakor lingkungan hidup juga berpengaruh. Para generasi muda ini sebenarnya makin peka dan akibatnya juga makin kritis melihat persoalan lingkungan: mulai dari soal polusi, kerusakan alam, sampah, dll.. Mereka kecewa karena kualitas hidup mereka secara lingkungan amat buruk (udara cemar, air kotor, dll.). Dan akhirnya ini semua terkulminasi dalam aspek politik. Pemilu ternyata tidak melahirkan pemimpin yang mereka harapkan meski mungkin mereka pilih sendiri —mungkin saat memilih, mereka termasuk yang memilih pimpinan politik saat ini. Mereka mungkin sungguh berharap ada perbaikan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya: pemimpin yang mereka pilih sendiri itu mengecewakan. Misalnya yang akhir-akhir ini terjadi: kebijakan yang memberatkan namun plin plan (PPN 12%), kebijakan yang ngawur (deforestasi 20jt hektar untuk pangan dan bioenergi), janji politik yang memberatkan semua orang (makan siang gratis/makan bergizi gratis MBG yang menelan anggaran besar), bahkan pendekatan birokratis yang ngawur (pemotongan anggaran tanpa pikir panjang sehingga mengganggu kinerja kementerian/lembaga, birokrasi tak bisa kerja, dan akibatnya layanan publik rusak/tak tersedia sampai-sampai beasiswa dibatalkan). Bahkan banyak yang berpikir kebijakan2 ngawur ini yang membayar adalah rakyat -- malah ada isu BPJS kesehatan akan dibubarkan, dll. Ini semua jadi akumulatif. Ini semua membuat anak-anak muda ini “eneg” meneruskan tinggal di Indonesia. Kalau kita ingat, selain @kaburajadulu, sebenarnya sudah cukup lama beredar meme2 seperti “megapa aku dilahirkan WNI” dan semacamnya - yang intinya sama: sudah tidak tahan lagi menghadapi seluruh kekonyolan hidup di republik. Apalagi saat mereka tahu banyak negara kaya membutuhkan warga negara baru karena warganya sudah tua. Misalnya Jepang dan negara2 skandinavia. Banyak yang sudah mencoba mulai peruntungannya di sana. Apakah fenomena #kaburajadulu juga terjadi di negara2 lain? Ya. Yang sangat terkenal adalah India dan Cina. Lalu juga spt Pakistan, Vietnam, dan negara2 berkembang di Asia dan Afrika, khususnya dulu ketika masih dalam keadaan sulit sampai akhir 1990an. Motivasi keluar saat itu lebih karena mencari penghidupan yg lebih baik. Selain juga karena keamanan/perang - misalnya Sudan, Siria, dan daerah konflik. Sedangkan saat ini, dari negara2 tsb (berkembang yg sdh lebih maju) motivasi anak2 muda keluar lebih untuk cari pengalaman dan kesempatan baru, selain mungkin masih ada motif politik juga. Penting dicatat saat ini di AS pasca Trump terpilih juga terjadi fenomena ini meski tidak banyak dicover media -- sejumlah anak muda kabur keluar khususnya ke Kanada, NZ, Australia, dan Eropa-Skandinavia. Perlukah kita khawatir? Gerakan #kaburajadulu ini sebenarnya wake-up call bagi pemerintah. Ini menandakan warganya kehilangan harapan untuk bertahan hidup di republik. Ini jelas penting dan perlu untuk ditanggapi. Tapi bukankah ini tidak real? Bukankah juga tidak mudah untuk beneran #kaburajadulu? Perlu ada pekerjaan di luar negeri, perlu ada modal awal, perlu pendidikan, dsb.? Ingat, ada yang berpikir begini dan lalu menganggap enteng gerakan ini. Jangan anggap remeh. Kalau mau beneran real, mari kita tanya: siapa yang punya kemampuan #kaburajadulu? Jawab: yang pinter, yang punya atau bisa cari duit/modal buat kabur, yang punya skill, yang punya kesempatan. Padahal mereka inilah yang JUSTRU dibutuhkan negeri ini. Kalau semua kabur, lantas gimana dong? Lalu apakah saya anti pada mereka yang mengadu nasib di luar negeri? Jelas tidak. Kalau kalian dapat beasiswa untuk studi lanjut, go! Kalau kalian dapat kesempatan postdoc di luar, go! Kalau kalian dapat kesempatan kerja di luar, go! Kembangkan dirimu. Yang saya mau bilang cuma satu: meski kalian "go", meski kalian #kaburajadulu, jangan membenci negeri ini. Itu saja. Jangan membenci negeri ini. Cintai negeri ini. Jika memang tak ada pekerjaan di sini dan ditawari di luar, silakan. Jika memang saat ini bisnis atau usahanya selalu diganggu preman dan tak dilindungi dan bisa bisnis di luar, silakan. Jika memang saat ini tidak tahan dengan politik di Indonesia dan mau hidup lebih tenang di luar dan bisa, silakan. Intinya, jika memang tidak sanggup berada di sini dan mau berjarak, silakan. Tapi jangan membenci negeri ini. Cinta juga kadang-kadang perlu berjarak. Bukan karena membanci, tetapi agar keduanya lebih jernih. Mungkin bagi yang #kaburajadulu, jadi punya kesempatan 'break' dari kekacauan republik. Sedangkan bagai pemerintah yang warganya #kaburajadulu, mereka akan dipaksa berpikir apa yang salah dan mesti diperbaiki. Percayalah, meski barangkali nampak sedang terpuruk, negeri ini sedang mencoba memperbaiki diri. Masih banyak orang-orang yang bekerja keras memperbaiki negeri ini meski seolah tidak mungkin atau tidak ada harapan. Masih banyak birokrat yang lurus dan tidak korup. Masih ada pejabat2 yang mungkin tidak berani bicara vokal tapi sedang sangat serius menata negeri ini. Satu hari, negeri ini akan bangkit lagi. Situasi akan lebih baik dari saat ini. Saat kondisi yang lebih baik di negeri ini terjadi, yang tentu berbeda-beda bagi semua orang, kembalilah, pulanglah.
Yanuar Nugroho tweet media
Indonesia
13
90
252
15.7K
MatheisTanasale retweetledi
Habis Nonton Film
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm·
Ramadhan menjelang, iklan Marjan pun datang! Selalu hadir dengan budaya & cerita rakyat. Beberapa tahun ke belakang makin keren dgn visual gokil. Sampai disebut MCU alias Marjan Cinematic Universe. Minton kumpulin semua video iklan Marjan dari 2010-2025. A thread
Habis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet media
Indonesia
207
5.4K
31.8K
3.6M
MatheisTanasale retweetledi
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek
"Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa, tidak perlu dengan perang, cukup HANCURKAN PENDIDIKAN dan ABAIKAN PENDIDIKNYA" 🧵sebuah utas bagaimana dosen ASN Kemdiktisaintek SELALU DIKECUALIKAN untuk mendapatkan tukin sejak lama
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek tweet media
Indonesia
62
1.5K
3.3K
329.9K
MatheisTanasale retweetledi
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek
Hidup dosen ASN Kemendiktisaintek nelangsa dan miskin 🥲 Gaji sekecil ini harus bergelut dengan kenaikan harga pokok sehari-hari?! itu semua berawal dari upah dosen tidak diberikan secara penuh sejak bertahun-tahun lamanya, salah satu komponen yang dikecualikan adalah Tunjangan Kinerja (TUKIN)
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek tweet media
Indonesia
1
9
47
9.5K
MatheisTanasale retweetledi
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek
Mengapa Dosen ASN Kemendiktisaintek di seluruh Perguruan Tinggi Indonesia menuntut dibayarkan tunjangan kinerja (tukin) segera awal tahun ini? 🧵A thread
Indonesia
16
245
545
39K
MatheisTanasale retweetledi
YouSceneThis?
YouSceneThis?@YouSceneThis·
A thread of Barça starting XI photographs from 1995 to date.
YouSceneThis? tweet mediaYouSceneThis? tweet mediaYouSceneThis? tweet mediaYouSceneThis? tweet media
English
148
2.1K
29.5K
3.1M
MatheisTanasale retweetledi
CBS News
CBS News@CBSNews·
Earth will get a second moon for about two months this year when a small asteroid begins to orbit our planet. cbsn.ws/3TuSBtZ
English
170
546
3.5K
7.5M
MatheisTanasale retweetledi
ICDX Group
ICDX Group@ICDXgroup·
Bagaimana kelapa sawit dapat dijadikan helm dan inovasi produk lainnya? Simak penjelasannya👆🏻 #KelapaSawit #CPO
ICDX Group tweet mediaICDX Group tweet mediaICDX Group tweet media
Indonesia
13
78
727
514.7K
MatheisTanasale retweetledi
Gregorius Bangkit
Gregorius Bangkit@GregBangkit·
@KatolikG Min @KatolikG itu aku dan istri, makasih udah dishare videonya.. jujur gak menyangka bisa sedekat itu bahkan bisa sampai diberkati Bapa Suci.. Pengalaman rohani yg akan terkenang sepanjang hayat.. 🥹🥹🥹😭😭😭🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Indonesia
1.1K
1.1K
15.8K
529.8K
MatheisTanasale retweetledi
James Lucas
James Lucas@JamesLucasIT·
@Culture_Crit This is an image of Christ by Ariel Agemian, based on his study of the Shroud of Turin.
James Lucas tweet media
English
47
162
3.7K
384.5K