far far

40.3K posts

far far banner
far far

far far

@mudiyya

Demen receh

Bandung, Jawa Barat Katılım Haziran 2012
250 Takip Edilen441 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
far far
far far@mudiyya·
Haloo untuk followers Pak Ganjar yang sedang bingung cari souvenir pernikahan, ku jual gantungan kunci handmade dengan teknik macrame. Ada harga khusus pemesanan grosir 🥰 free packaging design juga 💞 Asal Kota Sukabumi 📱: 082295262188 #LapakGanjar @ganjarpranowo
far far tweet mediafar far tweet mediafar far tweet mediafar far tweet media
Indonesia
2
6
49
0
far far retweetledi
𝐎𝐦𝐉_𝙹³ռɢɢօtȶ
Miris , Hutan sebagai sumber makanan dan Rumah mereka di gunduli Suku di pedalaman Halmahera Utara keluar untuk meminta Makanan
Indonesia
170
4.6K
16.3K
544.5K
far far retweetledi
Tama
Tama@PerTama_son·
terkutuklah kalian para penguasa dzalim!!!
Indonesia
3
444
1.7K
13.2K
far far retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
mari kita buat bingung gen z.. beliau ini siapa yah? apa yg membuatnya terkenal? 😁
Kr tweet media
Indonesia
883
344
4.3K
1.7M
far far retweetledi
afinasyif
afinasyif@afinasyif·
terus kalo anak-anaknya sekolah dimana? dengan keadaan seperti ini di TENDAAAAA! sekali lagi, di tenda!! panas banget dan ini semua kelas digabung😭💔 buku pelajaran mereka juga hanya satu, karena sisanya hanyut…….
afinasyif tweet mediaafinasyif tweet mediaafinasyif tweet mediaafinasyif tweet media
afinasyif@afinasyif

KONDISI ACEH TERKINI! khususnya daerah ujung Takengon yaitu Desa Reje Payung💔 masih hujan dan ini tuh jembatan untuk menuju desa :’) anw, mobil terakhir masuk desa ini pada tahun 1996 dan baru aja ketika banjir terjadi mobil baru masuk untuk melakukan pertolongan

Indonesia
189
22.3K
50.8K
1.6M
far far retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, pemerintah baru saja mengumumkan sesuatu yang dikemas sebagai kabar baik untuk rakyat kecil. KPR 40 tahun. Cicilan hanya Rp773.000 per bulan. Pekerja bergaji Rp2 juta bisa punya rumah. Kedengarannya bagus. Kedengarannya pro rakyat. Kedengarannya seperti solusi. Tapi gue minta lo berhenti sejenak dan pikirkian apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ini bukan solusi. Ini adalah desain perbudakan yang dilegalkan. KPR 40 tahun artinya lo mulai mencicil rumah usia 25 lo baru selesai di usia 65 tahun. Tepat saat pensiun. Tepat saat lo tidak punya penghasilan lagi. Seluruh masa produktif hidup lo dari muda sampai tua habis untuk membayar satu rumah. Bukan untuk menabung. Bukan untuk investasi. Bukan untuk pendidikan anak. Bukan untuk menikmati hidup. Untuk cicilan rumah yang tidak akan lunas sampai lo pensiun. Dan ini yang paling mengerikan dari kalkulasinya: Gaji Rp2 juta per bulan. Cicilan Rp773.000 per bulan. Itu 38,6% dari seluruh penghasilan hanya untuk cicilan rumah. Belum makan. Belum transportasi. Belum listrik. Belum air. Belum biaya anak sekolah. Belum biaya sakit. Sisa untuk hidup: Rp1,2 juta sebulan. Rp40.000 per hari. Dengan Rp40.000 per hari lo harus makan, transport, bayar semua kebutuhan hidup. Di era rupiah Rp17.600 per dolar. Di era harga pangan yang terus naik karena kedelai, gandum, dan minyak semuanya impor dalam dolar. Dan ini yang tidak pernah diceritakan pemerintah: Total yang lo bayar selama 40 tahun dengan bunga bukan hanya harga rumahnya. Lo membayar harga rumah ditambah bunga selama 40 tahun. Yang bisa berarti lo membayar dua sampai tiga kali lipat harga asal rumah itu. Rumah yang secara teknis bisa lo beli Rp200 juta lo bayar Rp400-600 juta selama 40 tahun. Selisihnya masuk ke mana? Ke sistem keuangan. Ke bank. Ke Tapera. Rakyat kecil yang tidak punya pilihan lain dipaksa membayar premium berlipat-lipat hanya karena mereka tidak punya uang di awal. Dan lo tahu apa yang paling gue ingat dari ini: John D. Rockefeller pernah bilang sesuatu yang sangat terkenal dan sangat mengerikan: "Saya tidak menginginkan bangsa pemikir. Saya menginginkan bangsa pekerja." Dan cara paling efektif untuk memastikan orang tidak berpikir kritis adalah memastikan mereka terlalu sibuk memikirkan cicilan. Orang yang gajinya Rp2 juta dan cicilannya Rp773.000 tidak punya bandwidth mental untuk memikirkan kenapa rupiah melemah. Tidak punya waktu untuk mempertanyakan kenapa anggaran pendidikan dipotong 44%. Tidak punya energi untuk marah tentang Nadiem yang dituntut 27 tahun atau Noel yang bilang menyesal tidak korupsi lebih banyak. Mereka terlalu lelah. Terlalu sibuk bertahan. Terlalu tenggelam dalam tekanan cicilan yang tidak akan selesai sampai mereka pensiun. Itu bukan kebijakan perumahan. Itu adalah mekanisme kontrol sosial. Dan ini sambungkan dengan semua yang sudah terjadi: Gaji tidak naik signifikan. Kelas menengah menyusut dari 57 juta ke 46 juta. Tabungan rata-rata turun dari Rp3 juta ke Rp1,5 juta. Rupiah Rp17.600. Harga pangan naik. Guru honorer digaji di bawah UMP. Tapi solusi yang ditawarkan bukan menaikkan upah. Bukan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Bukan memastikan inflasi terkendali. Solusinya: perpanjang tenor KPR dari 30 tahun menjadi 40 tahun. Supaya cicilan per bulannya kelihatan lebih kecil padahal total yang dibayar jauh lebih besar. Supaya lebih banyak orang bisa masuk ke dalam sistem utang jangka panjang yang mengikat mereka seumur hidup produktif. Ini bukan membantu rakyat memiliki rumah. Ini membantu sistem keuangan memiliki rakyat. Dan yang paling miris: Pemerintah mengklaim ini sebagai kebijakan pro rakyat. Sebagai solusi untuk krisis perumahan. Sebagai bukti bahwa pemerintah peduli dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Tapi coba bayangkan satu skenario sederhana: Lo mulai KPR di usia 25 dengan gaji Rp2 juta. Lo cicil selama 40 tahun. Di tahun ke-15 usia lo 40 rupiah makin melemah, harga kebutuhan pokok naik, dan lo di-PHK karena otomasi AI atau karena bisnis tempat lo kerja bangkrut karena investor asing kabur. Cicilan tetap harus dibayar. Rumah disita kalau tidak bayar. Lo kehilangan segalanya setelah 15 tahun mencicil. Itu bukan kepemilikan rumah. Itu adalah ilusi kepemilikan yang bisa diambil kapan saja kalau lo tidak bisa membayar. KPR 40 tahun bukan solusi krisis perumahan. Itu adalah pengakuan resmi bahwa gaji rakyat Indonesia terlalu kecil untuk membeli rumah dengan cara yang wajar dan alih-alih menaikkan gaji atau menurunkan harga rumah, pemerintah memilih memperpanjang masa perbudakan finansialnya. Rockefeller tidak membutuhkan rantai untuk mengikat pekerjanya. Dia cukup memastikan mereka punya cukup utang untuk tidak berani berhenti bekerja. KPR 40 tahun adalah versi modern dari filosofi itu. Diberikan dengan senyum. Dikemas sebagai bantuan. D an dirayakan sebagai terobosan kebijakan. Sementara yang sebenarnya terjadi adalah: rakyat yang sudah kelelahan dipastikan akan terus kelelahan untuk empat puluh tahun ke depan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
156
687
1.6K
145.3K
far far retweetledi
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Kalian mau tau gak tololnya pemerintah itu apa? Di Papua dibikin program swasembada pangan, tapi yang ditanam padi sedangkan makanan pokok orang Papua itu sagu. Kalau emang niatnya mau swasembada pangan, yang diperbanyak itu tanaman yang menghasilkan sagu karena sagu termasuk salah satu pangan. Tapi nyatanya apa? Yang ditanam padi, sedangkan warlok Papua gak terbiasa nanem padi. Nah yang lebih bikin kesel tuh, di Papua juga bakal ditanamin sawit, jagung, dan tebu. Alasannya? ENERGI BARU TERBARUKAN tapi malah buka lahan baru dengan membabat hutan. Yang jadi pertanyaan tuh, kenapa harus buka lahan baru? Kenapa gak manfaatin lahan gambut yang sebenernya bisa direkayasa ulang buat nanem sawit, jagung, dan tebu?
Indonesia
76
6.6K
15.7K
155.1K
far far retweetledi
far far retweetledi
Zeemer
Zeemer@zeemer2746·
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
Zeemer tweet media
Indonesia
222
18.7K
66.8K
1.4M
far far retweetledi
dna.
dna.@castulips·
temen temen, kalau punya waktu luang tolong tonton documentary 'Pesta Babi' ya. tonton sebelum di takedown dimana mana. at least dari kita nonton, we know what's happening to saudara kita yang di Papua.
dna. tweet mediadna. tweet media
Indonesia
249
18K
64.1K
1M
far far retweetledi
far far retweetledi
far far retweetledi
elzgatza
elzgatza@liogtttscrp·
“Bapak pahlawan ekonomi saya pak”😭😭🥺😔 Bayangin ya… S1 di Brown University, S2 di Harvard University pada masanya sepintar apa coba?! Balik ke Indo ngasih kontribusi ke negara dengan bikin 4 juta lapangan pekerjaan buat rakyat, lanjut memperluas kontribusi lagi di Pemerintahan, eh tau-tau DITUNTUT TOTAL 27,5 tahun untuk KASUS GAIB (pidana penjara 18 tahun, denda 1M (subsidair 190 hari), dan pidana tambahan uang. Pengganti (809M) dan 4.8T (subsidair 9 tahun) atas SEDERET DENGAN DAKWAAN 0 BUKTI!! kasus yang sampe sekarang publik aja masih bingung “ini barang buktinya mana?” 😭😭
Indonesia
775
21.1K
71.3K
1.2M
far far retweetledi
far far retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
pantesan fisika kuantum sepi peminat... fisika dasar aja msh pada ga paham.
Indonesia
548
1.4K
8.5K
774.7K
far far retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara. Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok. Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang. Kata-katanya sangat eksplisit. Koperasi saya enggak tahu. Yang lain saya enggak paham. Berhenti sebentar dan pahami itu. 35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan. Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum. Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret. Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi. MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan. Baru belakangan sistem dibenahi. Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi. Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik. Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu. Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan. Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan. Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang. Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret. Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan. Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya. Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab. Pertama — status pegawainya adalah karyawan BUMN. Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN? Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar. Kedua — 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk. Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus? Ketiga — rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus. Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda. ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian. Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi. Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama. Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan. Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
504
6.4K
14.7K
636.4K
far far retweetledi
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Liat kan gimana usaha guru supaya eMBeGe itu tidak terbuang sia-sia atau mubazir.... Aku pun yakin para guru udh menasehati anak supaya menghargai eMBeGe dgn menghabiskan makanan yg diberikan.. bahkan guru pun hrus meluangkan waktu tambahan di jam mengajar mereka cm untuk ngurusin eMBeGe datang sampai urusan selesai.....🥺
Indonesia
534
3K
7.4K
1M