mzulznz
4.9K posts


if someone ran a marathon and someone else drove 26 miles i wouldnt congratulate the driver just because he ended up at the destination

Yap, Indonesia sisa jawa si anak emas.

Massa Aksi Kamisan: Prabowo-Gibran Sama Saja dengan Soeharto

CEO Bolt (Ryan Beaslow) baru aja pecat SEMUA team HR. Dia bilang posisi HR sebenernya tidak diperlukan dan cuma nambah2in masalah baru - Compliance? dikerjakan sama team legal + AI - Payroll? dikerjakan sama team accounting + AI - Hiring? full pake AI buat screening candidate Gue liat di comment dan di quotes malah orang2 pada seneng dan celebrate. Emang pada dendam sama HR ya? wkwk Menurut kalian posisi HR itu beneran dibutuhkan atau termasuk bullshit jobs?

Sumatra has been hit with another major blackout.

Laki-laki beruntung ya kebanyakan perempuan ngga mempermasalahkan tampang jelek, ukuran penis, bau badan, tinggi badan dan segala kekurangan fisik cowo pada umumnya Sering banget,sampe muak gua liat cewe cantik pada pacaran sama kodok zuma

Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil Karena Kekayaan RI Kabur ke LN tirto.id/prabowo-gaji-g…

@nyalalembut Hak untuk memilih itu dua arah. Kamu boleh nyari kerja sesuai kemampuanmu, mereka boleh nyari orang yang cocok buat bisnisnya.

Chef Juna lagi disorot gara2 bilang SDM orang Indonesia itu manja. Dia ngasih contoh perilaku stafnya di area profesional kitchen, Menurut Juna, ada staf Chef de Partie (CDP) yg tiba2 izin gak masuk karena anaknya sakit, Juna bilang, "Call me heartless. Yang sakit kan anaknya. Istrinya ada di rumah. Terus ngapain kamu ikut-ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah anak kamu sembuh gitu, tiba-tiba zeng gitu, sembuh gitu. Kalau pintar masuk." Juna bilang seharusnya stafnya tetap masuk karena anak sakit butuh biaya pengobatan. Sedangkan, izin kayak gitu gak masuk cuti & biasanya potong gaji. Juna juga memastikan stafnya merasakan "neraka" saat masuk kerja lagi. Tapi, Juna menekankan itu ia lakukan karena di kitchen setiap orang udah punya tugasnya masing2,

sehat-sehat untuk petugas TJ pak 🙏🙏




Prabowo Terima Surat dari Anak Kelas 5 SD: Terima Kasih atas MBG Nganjuk - Sebuah surat kecil dari seorang anak berusia 11 tahun mungkin tidak akan mengubah jalannya kebijakan negara. Tapi isinya cukup untuk menghangatkan hati siapa saja yang membacanya. Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5D Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto. Dengan tulisan tangan dan bahasa yang polos, Marfen menyampaikan rasa terima kasihnya atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini ia nikmati di sekolah. Surat itu diterima Prabowo di sela kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Sabtu (16/5). Presiden siang tadi meresmikan Museum Ibu Marsinah, monumen penghormatan atas perjuangan aktivis buruh Pahlawan Nasional Marsinah, sekaligus meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh Indonesia. "Terima kasih Bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya, karena makanannya bergizi," tulis Marfen dalam suratnya. Di penghujung surat, Marfen menyisipkan satu permohonan sederhana yang mencerminkan impian banyak anak seusianya: ingin melihat langsung sang Presiden, bukan hanya lewat layar televisi. "Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus 1945 di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV," tulisnya. Surat itu ditutup dengan doa yang tulus. "Terima kasih Bapak Presiden, sehat selalu," demikian Marfen mengakhiri suratnya. Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintahan Prabowo menyasar siswa dari jenjang PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah lima tahun (balita) di seluruh Indonesia. Bagi Marfen dan jutaan anak lainnya, program ini bukan sekadar menu makan siang, melainkan perhatian nyata negara yang terasa hingga ke bangku sekolah. #PrabowoSubianto #MakanBergiziGratis #MBG #AnakIndonesia #GenerasiSehat #IndonesiaMaju #KoperasiMerahPutih #PendidikanIndonesia #GiziAnak #HarapanAnakBangsa #UntukIndonesia @prabowo

Prabowo: "Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"




