fufufafa

23K posts

fufufafa

fufufafa

@okeeko9

Katılım Kasım 2016
783 Takip Edilen337 Takipçiler
fufufafa retweetledi
Bₒₙbₒₙ♡
Bₒₙbₒₙ♡@Pray__93·
PEMILU ITU BUKAN UNTUK MEMILIH YANG TERBAIK TAPI UNTUK MENCEGAH YANG TERBURUK BERKUASA
Indonesia
213
1.2K
3K
69K
fufufafa retweetledi
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Makin dilarang Semakin orang pemasaran nonton film ini...
Indonesia
111
4.8K
15.1K
231.2K
fufufafa retweetledi
1.TakMengenalDua
1.TakMengenalDua@1TakMengenalDua·
@jokowi IJAZAH TUNJUKI..!! MANUSIA PEMBOHONG...!!! TUNJUKI IJAZAH.? KATANYA "ASLI", MANUSIA GA PUNYA URAT MALU..!! JOKOWI MANUSIA PEMBOHONG. JOKOWI MANUSIA PEMBOHONG..... IJAZAH PALSU..... MANUSIA GA PUNYA RASA MALU.......
Indonesia
0
1
4
158
fufufafa
fufufafa@okeeko9·
Ini juga pak Roy Suryo suruh rismon memprogram juga .. apakah dia bisa beneran atau cuma jago edit.. cc @DokterTifa
fufufafa tweet media
Indonesia
0
0
0
13
fufufafa
fufufafa@okeeko9·
Pak Roy Suryo nanti tolong suruh si rismon untuk memunculkan gambar uang ini.. dia kan merasa bisa memprogram gambar yang kabur menjadi jelas. Cc @DokterTifa
fufufafa tweet media
Indonesia
0
0
0
11
fufufafa retweetledi
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔@blank0429·
Rupanya sudah jadi pola 🤦
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔 tweet media
Indonesia
156
11.2K
28.7K
253.5K
fufufafa retweetledi
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
Pelakunya Militer Jaksanya Militer Hakimnya Militer Korbannya Sipil dan wajib hadir Kalo tidak hadir akan di ......
ꦩꦸꦂꦠꦝ tweet media
Indonesia
29
209
667
12.3K
fufufafa retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
365 hari TROY VS JOKOWI Yang kami hadapi bukan sekadar konflik biasa. Selain melawan mantan Presiden yang menguasai banyak duit, konflik ini memiliki pola psikologis yang sangat spesifik: Kombinasi antara kekuasaan, penyangkalan, dan kebutuhan untuk tetap terlihat benar di mata publik. Bertarung dengan orang yang sadar salah itu masih ada titik masuk: logika, rasa malu, atau hukum. Tetapi bertarung dengan orang yang tidak merasa salah, justru menganggap dirinya benar, bahkan merasa berhak menghukum orang lain, seperti yang sudah dia lakukan terhadap Bambang Tri dan Gus Nur, Hasilnya adalah level pertarungan yang paling melelahkan secara mental dan eksistensial. Dan ketika lawan kami ini Jokowi, maka perhitungannya bukan hanya tentang individu, tetapi tentang: Sistem kekuasaan Jaringan kepentingan dan narasi publik yang dibentuk secara masif: memfitnah, membully, membunuh karakter, dan mencaci-maki. Itulah mengapa ini terasa seperti pertarungan 365 hari tanpa henti. Karena yang kami lawan bukan hanya orang, tapi struktur realitas yang dia bangun di sekitar dirinya. Hikmah 365 hari yang kami temukan adalah: Pertarungan paling berat bukan melawan orang kuat. Tapi melawan orang yang menipu, berbuat jahat, tidak merasa salah dan masih percaya diri meyakini dia pernah kuliah di tempat yang bahkan dia tidak tahu seperti apa tempat itu sesungguhnya, Dan tetap ingin menang, bahkan bukan sekedar itu, dia tetap ingin menghukum orang lain. Selama 365 hari ini, itulah pertarunganku. Aku tidak sedang melawan kekuasaan. Aku sedang melawan kebebalan yang merasa dirinya adalah kebenaran. Seseorang yang menipu, tidak merasa bersalah. Seseorang yang berbuat jahat, tapi merasa jadi korban. Dan yang paling berbahaya, dia ingin menang, sambil menghukum orang yang mengungkapnya. 365 hari, semoga Allah melindungi dan menjaga kami.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
213
629
2K
21.1K
fufufafa retweetledi
SPQR Stories
SPQR Stories@SPQR_Stories·
Someone lost their cloak at the baths in Roman Britain. So they did what any reasonable Roman would do. Took a sheet of pewter. Scratched a curse onto it. Rolled it up. Threw it into the sacred spring for the goddess Sulis Minerva to deal with. Sulis Minerva was the goddess of the waters at Aquae Sulis: Roman Bath. And this was not an isolated incident. Around 130 such tablets were pulled from that spring when archaeologists excavated in 1979. Cloaks. Bathing tunics. Jewellery. Small sums of money. Every one of them a grievance, scratched in pewter, hurled into a goddess's water. Here's what's remarkable about them. Most of Roman history was written by elites, for elites. These tablets weren't. They were written by slaves, freedpeople, and women making demands in their own names. Petitioners we would otherwise have no record of at all. Some tablets used reversed script. One may contain the earliest written reference to Christianity in Roman Britain. The formula was always the same: the stolen item is now the goddess's property. The theft is now her problem. Act accordingly. Rome didn't have a police force. But it had something that apparently worked almost as well.🏛️
SPQR Stories tweet media
English
1
1
5
84
fufufafa retweetledi
Ticia Verveer
Ticia Verveer@ticiaverveer·
Archaeologists uncovered several small clusters of coins, the remains of wallets dropped during a catastrophic fire in the mid-6th century AD, at Phanagoria on the Taman peninsula in present-day southern Russia. arkeonews.net/6th-century-fi…
Ticia Verveer tweet media
English
0
3
21
939