☕️

36K posts

☕️ banner
☕️

☕️

@pelimutho

▦ 𝐇C᠉ 𝟵𝟮 ≡ Pernah Positif Covid-19, Penikmat kopi dan Kpop

Katılım Nisan 2019
5.5K Takip Edilen5.1K Takipçiler
☕️ retweetledi
Ayang Utriza Yakin
Ayang Utriza Yakin@Ayang_Utriza·
"...he'd be kissing my ass..." Penghinaan seperti Trump ini, kalau yang melakukan orang biasa di Saudi, sudah bisa dipastikan: hilang! Kita akan lihat bagaimana tanggapan Saudi Arabia a/ penghinaan AS ini: Apakah membiarkannya? Atau berbalik melawan dg mengusir AS dari Saudi?
Middle East Eye@MiddleEastEye

US President Donald Trump has claimed that Saudi Arabia's Crown Prince, Mohammed bin Salman, is "kissing his ass" during a speech at an investment summit in Miami

Indonesia
23
52
130
6K
☕️ retweetledi
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ
UNTUK DIJADIKAN PELAJARAN Seorang wanita mengaku mengalami potongan donasi otomatis setelah bertemu petugas di pusat perbelanjaan. la awalnya diminta berdonasi, namun ternyata terdaftar sebagai donatur bulanan. Upaya menghentikan melalui bank tidak berhasil, sehingga ia memilih menutup rekening. Kasus ini memicu perhatian publik terkait transparansi dan praktik penggalangan dana di ruang publik yang luas.
Indonesia
105
411
1.2K
107.9K
☕️ retweetledi
santri_keliling
santri_keliling@santri_keliling·
@ojo_ruwet @BilalFahrur Aku terang2an Syafiiyah, plus NU, silahkan anda tunjukkan, kalau anda gak mampu menunjukkan artinya ada gak tau soal madzhab Syafiiyah, dan NU. Selesai! انا رجل نهضي شافعي لا رجل دولة
Indonesia
5
7
28
1.9K
☕️ retweetledi
Bilal Fahrur Rozie
Bilal Fahrur Rozie@BilalFahrur·
Saya bukan NU, tapi rispek dengan NU. Saya dididik sejak di pondok pesantren dididik untuk mengambil sumber agama langsung dari Al Qur'an dan Sunnah. Mungkin bagi orang² seperti saya akan berpikiran, mengapa harus berpegang pada satu madzhab tertentu. Hal itu wajar karena masa awal² belajar masih berkutat di satu sumber saja. Tapi setelah melanjutkan studi di Madinah dan bertemu muslim dari seluruh dunia dan bergaul dengan banyak orang lintas ormas, maka rispek saya ke sesama muslim wa bil khusus di Indonesia adalah NU cukup tinggi. Salah satu alasannya adalah ini 👇
Bilal Fahrur Rozie tweet media
Indonesia
40
76
403
25.7K
☕️
☕️@pelimutho·
@poccariee Emang beda aura cewek tinggi dan cantik
Indonesia
0
0
0
14
☕️ retweetledi
maymar
maymar@mymaymar·
@alvinlie21 Layak diperiksa dan diudit serta dipecat.
Indonesia
0
2
1
96
☕️ retweetledi
L
L@kang___L·
Trik korupsi oknum wercok, dari receh hingga kakap
Indonesia
36
456
997
18.3K
☕️
☕️@pelimutho·
@Heraloebss Harus lapor kemana jika lapor ke isilop pun kita dan korban pun malah bisa jadi tersangka? Emang biadab pembantu dajjal!
Indonesia
0
0
0
885
☕️
☕️@pelimutho·
@hhsahal Yg jelas mesin sejenis pelindas Ojol khan
Indonesia
0
0
0
26
hamzah sahal
hamzah sahal@hhsahal·
Orkestrasi menghantam NU bkn dr teman2 Muhammadiyah. Tujuannya pun tdk murni menghantam NU. Publik yg sehat pasti paham, siapa yg harus dihantam karena tdk becus urus sesuatu yg semestinya diurus dgn baik utk kemaslahatan warga. Paham kan siapa yg pny kekuatan mesin?
Indonesia
24
9
69
7.2K
☕️
☕️@pelimutho·
Apa khabar pelindas ojol Affan Kurniawan?
☕️ tweet media
Indonesia
0
0
0
48
☕️
☕️@pelimutho·
@DidikMukrianto Tulisan panjang kali lebar itu bukan analisis hukum, tapi flexing pseudo-intelektual. Tidak satu pun dasar hukum disinggung, yg ada hanya asumsi dan konstruksi dr narasi media. Tuduhan “perlakuan istimewa” tanpa bukti pelanggaran prosedur itu namanya opini sampah, bukan kritik.
Indonesia
0
0
0
27
DIDIK MUKRIANTO
DIDIK MUKRIANTO@DidikMukrianto·
Ujian bagi Governance dan Marwah KPK Pada Senin, 23 Maret 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengubah status penahanan tersangka mantan Menteri Agama periode 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), dari tahanan rumah menjadi tahanan di Rutan KPK. Keputusan ini datang hanya empat hari setelah pengalihan ke tahanan rumah pada 19 Maret 2026, yang sebelumnya dikabulkan atas permohonan keluarga yang diajukan 17 Maret. Awalnya, sebagian publik menganggap keputusan KPK terkait penahanan rumah tersangka mantan Menag ini terlihat seperti bentuk kemunduran serius bagi lembaga antikorupsi. Bukan soal boleh/tidaknya tahanan rumah secara hukum, memang ada dasar di KUHAP, tapi soal kapan, kepada siapa, dan dengan cara apa privilege itu diberikan. Dalam kasus ini, semuanya terasa terlalu cepat, terlalu senyap, dan terlalu menguntungkan tersangka yang dianggap berprofil tinggi. Yaqut baru ditahan pada 12 Maret 2026, hanya tujuh hari di rutan, lalu langsung dialihkan statusnya. Proses yang dilakukan tanpa pengumuman resmi yang jelas dan transparan ini langsung menuai banjir kritik dari berbagai pihak, termasuk MAKI, ICW, dan masyarakat luas. Efek jera bagi koruptor lain pun terasa semakin pudar, karena publik melihat adanya perlakuan istimewa bagi pejabat tinggi. Saat ini, pencabutan status tahanan rumah hari ini memang bisa dilihat sebagai koreksi KPK setelah mendengar kritik publik yang deras. Namun, justru sebaliknya, perubahan cepat ini memperlihatkan bahwa governance dan akuntabilitas internal KPK perlu perbaikan dan pembenahan mendalam. Seharusnya keputusan penahanan didasarkan pada #assessmentrisiko yang solid, obyektif, dan transparan sejak awal, misalnya evaluasi jelas terhadap potensi menghilangkan bukti, memengaruhi saksi, atau risiko kabur. Bukan karena tekanan media dan opini publik yang muncul belakangan. Pengambilan keputusan yang reaktif seperti ini justru membuka ruang pertanyaan, apakah KPK memiliki SOP yang kuat dan konsisten dalam mengelola jenis penahanan? Ini bukan soal “membela” tersangka, kasus ini sendiri sudah sangat merusak kepercayaan publik, karena melibatkan ibadah suci yang seharusnya bersih dan bebas dari penyimpangan dan korupsi. Yang sedang diuji adalah marwah KPK sebagai lembaga superbody yang harus lebih baik, lebih profesional, dan lebih independen daripada penegak hukum lain. Kalau pola flip-flop, inkonsistensi, dan respons terhadap tekanan eksternal ini terus berulang, maka kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia akan semakin terkikis. KPK perlu segera melakukan introspeksi, perkuat transparansi, tetapkan kriteria penahanan yang jelas dan terbuka, serta pastikan tidak ada lagi kesan #kelastersangka. Hanya dengan governance yang solid, KPK bisa kembali merebut hati masyarakat dan menjalankan mandatnya dengan efektif. #BeraniJujurHebat #LawanKorupsi
DIDIK MUKRIANTO tweet media
Indonesia
3
11
13
566
☕️
☕️@pelimutho·
@UmarHasibuan__ Dasar logika buzzer jongkok. Gus Yaqut balik ke KPK usai lebaran biasa aja lo bikin skenario “KPK dikangkangi.” Rusak? Iya, rusak karena lo dan sejenis lo yang bikin narasi sampah seolah lembaga anti-rasuah segampang itu diakali. Berhenti jadi tukang insinuasi murahan.
Indonesia
0
0
0
63
☕️
☕️@pelimutho·
@nahdiyinbersatu adminnya akun ini masih Deni Nomero uno atau dipegang cecunguk Raden Saleh?
Indonesia
0
0
0
7
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Dari kabar yang beredar dua putra raja Salman sedang merencanakan penggulingan tampuk kekuasaan yang saat ini di pegang oleh MBS. Kita lihat siapa yang selanjutnya akan memegang kendali kerajaan Al Saud .
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
64
112
444
31.7K
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Gue jadi curiga, si @ainunnajib bisa berkarir di LN jangan2 hasil dari duit cuci uang korupsi?
Mas Hara tweet media
Indonesia
97
268
1.6K
93.4K
☕️ retweetledi
Bang Gorep
Bang Gorep@arifsholihan_·
Ini orang hukum apa cenayang sih?
Bang Gorep tweet media
Indonesia
17
10
32
4.7K
☕️ retweetledi
NiNG garis tengah
NiNG garis tengah@FayaAtika·
Prof. Dr. Hilman Latief, Dirjen PHU Kemenag. Beliau adalah pelaksana teknis utama yg membuat kebijakan pembagian kuta haji tambahan. Beliau juga Bendahara Umum PP Muhammadiyah. KPK bahkan telah menggeldah kantor beliau di kemenag dan beliau juga aman.. Apa karena Muhamadiyah.??
NiNG garis tengah tweet mediaNiNG garis tengah tweet media
Indonesia
172
32
69
13.6K
☕️ retweetledi
Blontank Poër ™
Blontank Poër ™@blontankpoer·
kalau gus yaqut itu bukan tokoh NU, mungkin tidak ada praktek kriminalisasi ala @KPK_RI ini. bukan begitu, pak @prabowo? buktinya, tokoh muhammadiyah yang jadi dirjen haji baik-baik saja, gak kesenggol namanya. bener gak ada pengembalian uang dari pak dirjen ke KPK?
Indonesia
204
50
112
84.9K