H

9.5K posts

H banner
H

H

@rowundeL

kenapa itu kira-kira

Katılım Kasım 2021
135 Takip Edilen67 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
H
H@rowundeL·
ZXX
0
1
1
1.2K
maxienz
maxienz@zeushilles·
IYAKAH
Indonesia
2
0
0
43
H retweetledi
qq ✿🍉
qq ✿🍉@jeongssaem·
korea UMR 25 juta protes americano harga 50rb banyak yg setuju, di indo umr 4 - 5 juta protes matcha harga 100rb langsung rame “BERARTI TARGET MARKETNYA BUKAN ELUUUUU”
siti kusmini@babymetaall

@tang__kira Budaya korsel yg aku suka yaitu suka mengkritik harga makanan yg over Kalo di indo overprice malah dikatain "buat yg mampu beli aja" PREETTT

Indonesia
451
31.7K
97.1K
2.7M
H retweetledi
Ms.K
Ms.K@mskmalibu·
Btw in your 20’s and 30’s you’ll start rediscovering the niche interests and hobbies you had as a kid. It’s very important you revisit them. Your younger self was actually on to something
English
213
31.8K
176.7K
2.3M
H retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
Saya ada cerita seorang bapak. Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1. Lembur. Utang. Sampai jual tanah warisan. Anaknya lulus. IPK bagus. Wisuda lengkap dengan toga. Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR. Dan si bapak masih senyum bilang, "Mungkin belum rezekinya." Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya. Tapi cerita si bapak. Dia lahir tahun 70-an. Gak tamat SMA pun bisa buka toko, punya rumah, besarin anak dengan layak. Logikanya simpel dan masuk akal: "Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah, hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya." Logika itu benar. Di zamannya. Masalahnya bukan orang tua yang salah didik. Bukan juga anaknya yang kurang usaha. Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa. Ijazah dulu adalah tiket. Sekarang ijazah adalah syarat minimum. Yang bahkan kadang pun masih belum cukup. Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh. Bayangin ya. Tahun 1995, fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan. Sekarang, lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun, skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja. Gajinya? UMR aja belum tentu. Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu. Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama. Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini: "Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus." "Kuliah dulu, baru enak hidupnya." "Investasi terbaik itu pendidikan." Nasihat itu bukan bohong. Di zamannya, itu benar dan terbukti. Tapi zamannya sudah ganti. Nasihatnya tidak ikut ganti. Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang. Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman. Dia cerita, "Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw." Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?" "Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak." "Bokap lu tau?" "Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung." Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal. Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja. Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya. Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah, jangan cuma pikirin jurusannya. Tapi ajarin juga: 1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil. 2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan. Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana. 3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang. Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata. 4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan. Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup. Soalnya begini. Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah. Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya: "Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal. Kita harus cari tau bareng-bareng." Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun. Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu. Kubu pertama bilang, "Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar." Kubu kedua bilang, "Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha." Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut: Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya. Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya. Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya. Bukan karena malas. Bukan karena manja. Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang. Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Indonesia
206
6.9K
19.4K
843.6K
H retweetledi
ミツル
ミツル@UraMitsuru1206·
バフをかけるフリーレン様
ミツル tweet media
日本語
416
14.8K
188.9K
3.4M
maxienz
maxienz@zeushilles·
seleb
Indonesia
1
0
0
10
H retweetledi
dorothea 📚😺
dorothea 📚😺@hoeneybadger_·
Belakangan kepikiran lagi soal "Susu dan Telur"-nya Kawakami Mieko. Natsuko berhasil memerdekakan tubuhnya sebagai perempuan. Ia hamil tanpa hubungan seks dengan laki-laki. Aku merenungkan dan menuliskannya dalam "Beranak Tanpa Lelaki": crucifiedwitch.substack.com/p/beranak-tanp…
dorothea 📚😺 tweet mediadorothea 📚😺 tweet media
Indonesia
2
74
457
8.7K
H retweetledi
Nai
Nai@naisapages·
mari meromantisir kegiatan membaca bersama partner yang juga suka membaca
Nai tweet mediaNai tweet mediaNai tweet mediaNai tweet media
Indonesia
97
326
2.6K
127K
maxienz
maxienz@zeushilles·
Siap membuat jj🥺👉👈
Indonesia
1
0
0
0
H retweetledi
maxienz
maxienz@zeushilles·
Bawa batik bawa masker Cewek cantik ya treasure maker
Indonesia
1
1
2
0
maxienz
maxienz@zeushilles·
Coy aku dadi mereka kek e gabakal kuat sampe kene deh, mental e bener2 baja... Mereka iso survive ditinggal 2 member seng wes kek keluarga dewe..
Indonesia
2
0
0
0
maxienz
maxienz@zeushilles·
Bro i've seen other performers, but none of them perform like treasure.... I mean ya treasure iki YG vibes e wes ketok kentel banget... Aku malah keiling bigbang pas ndelok iki🥹🥹🥹🥹 good job my boys!! U did really well, bangga banget ndelok perform w anjrit🥹🥹🥹
Indonesia
1
0
0
0
H
H@rowundeL·
ZXX
0
0
0
14