bagaimana kalau florian dibuat sedikit lelah karena berbelanja dan makin lelah dengan bersetubuh? pasti akan jadi kesempatan baik bagi adolis menghabiskan lebih banyak waktu memanjakan florian di ranjang, bukan?
“ya sudah, siap berangkat, kakak?” | @disztant
adolis menangkup pipi florian dan membelainya dengan ibu jari. “itu tidak akan bermakna kalau salah satunya tidak menikmatinya. rasanya akan hampa karena seharusnya menjadi momen intim.”
sesungguhnya, ada rencana kecil yang dia pikirkan sejak tadi terkait ini.
@strandedwish
Menginap di kediaman Adolis membuat Florian sadar bahwa jumlah pakaiannya sendiri bisa dibilang terlalu sedikit. Apalagi, kalau selanjutnya mereka akan terus berhubungan badan seperti kemarin, dan Florian harus berganti pakaian berkali-kali.
——
barangkali dialah yang mesum karena merasa terangsang oleh florian sendiri meski dia tidak melakukan apapun. namun, dia kesulitan juga menahan diri terhadap orang yang dicintainya itu.
“aku akan mengikuti keinginanmu. sekarang prioritasku adalah kamu.”
adolis tersenyum pada florian, lantas mencium pipi kekasihnya itu dengan lembut.
“kita berbelanja saja, ya? menurutku itu lebih penting untuk kakak tersayangku, pacarku, suamiku.” ucapnya dengan senyum yang kini mekar menjadi seringai.
“selain itu, sudah naluriku memastikan kamu punya cukup bahan makanan untuk memasak. tanpa semua itu, kita akan kesulitan masak.”
dia menatap kekasihnya itu, kemudian tersenyum dengan lebar. “aku pastikan kamu tidak perlu masak mie instan atau makan makanan siap saji saja!”
@disztant tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala adolis. kalau memang tujuannya adalah untuk melihat bagaimana florian hidup dan mengajarkannya memasak, seharusnya ini bis dilakukan.
“kita belanja bahan makanan dan lainnya saja! bagaimana, kakak?” | @disztant
@disztant “kalau nanti ada yang berantakan di rumahmu, aku akan bantu bersihkan. segala urusan rumah tangga termasuk memasak akan aku ajarkan karena kakak harus hidup sehat.” ucapnya dengan nada jahil, senyumannya juga makin lebar.
“kita jalani dahulu semuanya pelan-pelan.”
dia melahap makanannya dan meminum dalam diam. benaknya mulai memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan dan katakan serta apa yang tidak ke depannya. dia tidak mau membuat florian risih atau bahkan terpaksa dan tertekan oleh keinginannya.