Saya Bukan Buzzer 🇮🇩

593 posts

Saya Bukan Buzzer 🇮🇩 banner
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩

Saya Bukan Buzzer 🇮🇩

@ternakanis

bukan buzzer rezim. Computer Science and Physics

Jakarta Katılım Haziran 2025
34 Takip Edilen6 Takipçiler
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩
@peppreoni jujur aja gay lgbt Indonesia itu jauh lebih banyak dari kaum muslimin ketimbang kapirr makanya sampe korek-korek muhammadiyah dan hadis-hadis vague buat justifikasi
Indonesia
0
0
0
9
Dimension Breaker Nakroth
@harukaawake there are a lot of indonesian dismissing the muslims problem in japan as "pajeet scam", "mossad psyops" and bunch of nonsense indonesian muslim cannot acknowledge that their muslims are also a problem especially like fati katim, a member of hizbut tahrir, a banned orgs in indo
English
2
1
31
2K
Terin Mahsout
Terin Mahsout@TerinMahsout·
I've got $500 that says "Indonesian Muslim boyfriend" had his citizenship paperwork rushed through back channels. Fun fact: the overwhelming majority of Indonesian Muslims believe that homosexuality is haram... which is why the fat ugly space cadet rescued said 'boyfriend'.
English
2
0
3
3.9K
The Noticer
The Noticer@NoticerNews·
A newly elected One Nation MP broke down in tears as he confirmed he is homosexual, thanked his Indonesian Muslim boyfriend and declared "I love migrants" during his maiden speech to South Australian parliament. noticer.news/one-nation-mp-…
English
834
474
4.9K
2.1M
Alister
Alister@AlisterHarrow·
> Be Australian. > Vote for the based ultra right wing party. > They're elected (thank god). > Newly elected MP gives his first speech. > "I LOVE IMMIGRANTS AND COCK!". > Starts to cry about his love for immigrants and cock. We're not voting our way out of this, are we.
Alister tweet media
The Noticer@NoticerNews

A newly elected One Nation MP broke down in tears as he confirmed he is homosexual, thanked his Indonesian Muslim boyfriend and declared "I love migrants" during his maiden speech to South Australian parliament. noticer.news/one-nation-mp-…

English
799
3.2K
38.9K
1.4M
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩 retweetledi
b3'doel
b3'doel@B3doel___·
Yang lagi viral pocong bersajam ,sudah sampai area kaliangkrik magelang,terakhir ada yg melihat sudah sampai sambak kajoran
Indonesia
458
851
6K
1.3M
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩 retweetledi
Little Secret
Little Secret@LittleScrett_·
kita terima semua perbedaan, tapi tidak dengan penyimpangan ❤️
Indonesia
680
704
6.4K
2.2M
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
semurah itukah rupiah disana?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
427
1.3K
6.6K
162K
PROFESOR SAHAM
PROFESOR SAHAM@profesor_saham·
Unpopular opinion about BJ Habibie
PROFESOR SAHAM tweet media
English
57
17
118
1.1M
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩 retweetledi
Gabriel
Gabriel@GabeZZOZZ·
Holy moly, this is the most amazing footage of the Oreshnik I’ve ever seen! Imagine if those were nuclear warheads 😳 NATO has no defense capability that can stop them!
English
265
750
4.8K
195.6K
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩
@profesorkogoro x.com/zhil_arf/statu… loh ini politik identity bukan?
zhil@zhil_arf

Pangkopassus yang menjabat pada Mei 1998 adalah Pangkopassus jalur ordal. Panglima ABRI Wiranto awalnya berencana menunjuk Brigjen Nyoman Suwisma sebagai Pangkopassus baru. Tiba-tiba, ada bawahan Wiranto yang nyelonong masuk rumah Soeharto lewat jalur ordal dan dengan sangat luar biasa belagu minta langsung ke Soeharto supaya pencalonan Suwisma dibatalkan dan diganti teman geng sekelasnya saat di Akmil dulu. Alasan yang ia berikan ke Soeharto sederhana: Brigjen Suwisma adalah Hindu dan kafir. Kafir penyembah sapi tidak layak jadi Pangkopassus. Hanya orang Islam yang berhak jadi Pangkopassus. Seperti inilah kualitas argumen yang diberikan Pangkostrad saat itu kepada Soeharto. Soeharto setuju. Wiranto dilangkahi oleh anak buahnya sendiri, yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad. Peristiwa ketidakdisiplinan komando ini dicatat dalam autobiografi Wiranto, "Bersaksi di Tengah Badai". Akibat manuver kubu-kubuan tentara ini, si Pangkostrad dan kedua teman gengnya yaitu si Pangkopassus yang baru, serta Pangdam Jaya saat itu, berhasil memonopoli tuntas semua pasukan tentara yang ditempatkan di Jabodetabek. Semuanya. Ketika terjadi perburuan manusia, pemerkosaan massal, dan pembantaian massal manusia di Jakarta pada 13-15 Mei 1998, semua pasukan tentara di Jakarta adalah milik tiga orang ini. Apabila di Jakarta terjadi kudeta, pasukan yang tersedia di Jakarta untuk mencegahnya hanyalah pasukan milik tiga orang ini. Kalau *mereka* yang mengadakan kudeta dan menurunkan pasukan untuk menduduki gedung DPR/MPR, tidak ada pasukan lain di Jakarta yang bisa mencegahnya.... --- Pada 22 Mei 1998, Habibie dan Wiranto memecat Pangkostrad saat itu karena tertangkap,basah berencana melakukan kudeta. Habibie juga memecat dua menteri jalur ordal, yaitu Mensos Tutut Soeharto dan Memperindag Bob Hasan. Mereka diganti dengan teknokrat.

Indonesia
0
0
0
681
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩 retweetledi
folkative
folkative@insidefolkative·
Yudo Sadewa, anak Pak Purbaya, memposting tangkapan layar di IG Story saat sedang bertanya ke Google, “Siapa yang membentuk BGN?” Setelah melihat hasilnya, ia merespons, “Woah kaget uh, kaget.”
folkative tweet mediafolkative tweet media
Indonesia
282
316
5.4K
850.6K
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩 retweetledi
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
ini pidatonya bagus banget serius. mimin coba bantu rangkumin isi pidato yang 11 menit yg isinya daging semua ini >Anies buka pidatonya dengan nostalgia kecil. Dia cerita UGM jadi tempat emosional buat dia karena area GSP dulu lapangan bola tempat dia main waktu kecil. buat dia hadir di wisuda UGM bukan cuma acara formalitas aja tapi semacam pulang ke tempat yg punya banyak memori. >Lanjut dia, wisuda memang jadi hari yg luar biasa untuk banyak org, tapi besoknya semua bakal balik ke realita. menurut dia ujian hidup yg sebenarnya bukan terjadi di momen spesial kayak wisuda tapi justru di hari-hari normal yg dijalanin terus-menerus.
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan

Hari wisuda ini istimewa. Besok hari-hari biasa. Namun, ujian yang sesungguhnya adalah di hari-hari biasa ke depan. Itulah pesan yang kami sampaikan saat pulang ke UGM untuk melepas wisudawan sekaligus menyambut mereka bergabung ke Kagama.

Indonesia
100
3.2K
13.8K
708.9K
zar
zar@pasmingboys·
@ternakanis @profesor_saham Tadinya mau gue jawab dgn jawaban bener, tapi liat closing tweetnya “masa kita kalah” gak jadi deh wkwkwk Balik ngurus jagung sama beras aja ya om🙏
Indonesia
3
0
7
431
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩
Anies juga kalah ini kalau adu politik Identitas sama mertuanya owo 🤣☝️
zhil@zhil_arf

Pangkopassus yang menjabat pada Mei 1998 adalah Pangkopassus jalur ordal. Panglima ABRI Wiranto awalnya berencana menunjuk Brigjen Nyoman Suwisma sebagai Pangkopassus baru. Tiba-tiba, ada bawahan Wiranto yang nyelonong masuk rumah Soeharto lewat jalur ordal dan dengan sangat luar biasa belagu minta langsung ke Soeharto supaya pencalonan Suwisma dibatalkan dan diganti teman geng sekelasnya saat di Akmil dulu. Alasan yang ia berikan ke Soeharto sederhana: Brigjen Suwisma adalah Hindu dan kafir. Kafir penyembah sapi tidak layak jadi Pangkopassus. Hanya orang Islam yang berhak jadi Pangkopassus. Seperti inilah kualitas argumen yang diberikan Pangkostrad saat itu kepada Soeharto. Soeharto setuju. Wiranto dilangkahi oleh anak buahnya sendiri, yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad. Peristiwa ketidakdisiplinan komando ini dicatat dalam autobiografi Wiranto, "Bersaksi di Tengah Badai". Akibat manuver kubu-kubuan tentara ini, si Pangkostrad dan kedua teman gengnya yaitu si Pangkopassus yang baru, serta Pangdam Jaya saat itu, berhasil memonopoli tuntas semua pasukan tentara yang ditempatkan di Jabodetabek. Semuanya. Ketika terjadi perburuan manusia, pemerkosaan massal, dan pembantaian massal manusia di Jakarta pada 13-15 Mei 1998, semua pasukan tentara di Jakarta adalah milik tiga orang ini. Apabila di Jakarta terjadi kudeta, pasukan yang tersedia di Jakarta untuk mencegahnya hanyalah pasukan milik tiga orang ini. Kalau *mereka* yang mengadakan kudeta dan menurunkan pasukan untuk menduduki gedung DPR/MPR, tidak ada pasukan lain di Jakarta yang bisa mencegahnya.... --- Pada 22 Mei 1998, Habibie dan Wiranto memecat Pangkostrad saat itu karena tertangkap,basah berencana melakukan kudeta. Habibie juga memecat dua menteri jalur ordal, yaitu Mensos Tutut Soeharto dan Memperindag Bob Hasan. Mereka diganti dengan teknokrat.

Indonesia
0
0
0
51
Saya Bukan Buzzer 🇮🇩
@GlHindu politik identitas Anies gada apa-apanya sama Harto dan Owo mah 🤣🖕 Cuma harto dan owo yang pernah ngebantai gereja di Timor Leste, diskriminasi ke Hindu, dan Yaman.
Indonesia
0
0
0
24
HinduGL
HinduGL@GlHindu·
((((Kafir penyembah sapi))))
HinduGL tweet media
zhil@zhil_arf

Pangkopassus yang menjabat pada Mei 1998 adalah Pangkopassus jalur ordal. Panglima ABRI Wiranto awalnya berencana menunjuk Brigjen Nyoman Suwisma sebagai Pangkopassus baru. Tiba-tiba, ada bawahan Wiranto yang nyelonong masuk rumah Soeharto lewat jalur ordal dan dengan sangat luar biasa belagu minta langsung ke Soeharto supaya pencalonan Suwisma dibatalkan dan diganti teman geng sekelasnya saat di Akmil dulu. Alasan yang ia berikan ke Soeharto sederhana: Brigjen Suwisma adalah Hindu dan kafir. Kafir penyembah sapi tidak layak jadi Pangkopassus. Hanya orang Islam yang berhak jadi Pangkopassus. Seperti inilah kualitas argumen yang diberikan Pangkostrad saat itu kepada Soeharto. Soeharto setuju. Wiranto dilangkahi oleh anak buahnya sendiri, yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad. Peristiwa ketidakdisiplinan komando ini dicatat dalam autobiografi Wiranto, "Bersaksi di Tengah Badai". Akibat manuver kubu-kubuan tentara ini, si Pangkostrad dan kedua teman gengnya yaitu si Pangkopassus yang baru, serta Pangdam Jaya saat itu, berhasil memonopoli tuntas semua pasukan tentara yang ditempatkan di Jabodetabek. Semuanya. Ketika terjadi perburuan manusia, pemerkosaan massal, dan pembantaian massal manusia di Jakarta pada 13-15 Mei 1998, semua pasukan tentara di Jakarta adalah milik tiga orang ini. Apabila di Jakarta terjadi kudeta, pasukan yang tersedia di Jakarta untuk mencegahnya hanyalah pasukan milik tiga orang ini. Kalau *mereka* yang mengadakan kudeta dan menurunkan pasukan untuk menduduki gedung DPR/MPR, tidak ada pasukan lain di Jakarta yang bisa mencegahnya.... --- Pada 22 Mei 1998, Habibie dan Wiranto memecat Pangkostrad saat itu karena tertangkap,basah berencana melakukan kudeta. Habibie juga memecat dua menteri jalur ordal, yaitu Mensos Tutut Soeharto dan Memperindag Bob Hasan. Mereka diganti dengan teknokrat.

Indonesia
4
2
36
5.9K