Silent Whisperer

9.5K posts

Silent Whisperer banner
Silent Whisperer

Silent Whisperer

@stormbreakers45

Just Chillin' and Rollin' 🇮🇩🇲🇫🇪🇦🇵🇸

Jakarta Capital Region, Indone Entrou em Temmuz 2023
489 Seguindo18 Seguidores
Silent Whisperer retweetou
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Carles Puyol gak ngerasain juara trofi apapun sampai ulang tahunnya yang ke-27 Tapi dia bisa pensiun di umur 36 tahun dengan koleksi 20 trofi bareng Barça & Spanyol Kalo ngerasa belom menang apa-apa di umur 27, don't worry, Puyol pun mengalami. Tapi dia setim sama Messi
Strootsy tweet mediaStrootsy tweet media
Strootsy@strootsys

Tell me a football fact that will blow my mind

Indonesia
28
229
1.7K
39.7K
Silent Whisperer retweetou
Kaisar Pahlevi 🇮🇩
Kaisar Pahlevi 🇮🇩@Lord_Mudcrab95·
Kiri Amerika ngga bakal kemana2 kalo kultur individualismenya masih kuat. Kalo organisasi atau partainya tidak memenuhi semua keinginannya langsung ngambek dan pecah kongsi. Gitu aja terus sampe hari kiamat, sedangkan rakyat Global South masih sengsara dibawah Amerika Empire.
your weird sister🔻@makbethel

the problem (well not THE problem, but A problem), is that we’re telling everyone to start organizing, but we’re so atomized that most need to follow a different step first: get to know people.

Indonesia
3
9
28
568
Silent Whisperer retweetou
Very Brexit Problems
Very Brexit Problems@VeryBrexitProbs·
History of the world according to MAGA In the beginning, God created America. 1492 - Italian-American Columbus discovers America. 1776 - American farmers defeat the entire British Empire alone. (The French were just on holiday.) 1918 - America single-handedly wins WW1. Arriving 3 years late counts. 1945 - America single-handedly wins WW2. Arriving 2.5 years late still counts. 1954 - America wins the Korean War. Alone. 1975 - America could have won Vietnam. Decided not to bother. 1991 - America wins Gulf War. 35-nation coalition was just there for the photos. 2001 - America wins Afghanistan alone. For 20 years. Then Biden. 2016 - Trump elected. Russia not mentioned. 2020 - Trump loses. Fraud. Obviously. 2024 - Trump wins. Landslide. Very different. 2025 - America generously threatens to invade Canada. Tariffs the entire world. Europe ungrateful. 2026 - America offer to liberate Greenland and closes the world’s most important waterway to demonstrate strategic genius. Europe refuses to fix it. Ungrateful freeloaders.
English
86
397
1.8K
52.4K
Silent Whisperer retweetou
S. Blackwood | Briefs
S. Blackwood | Briefs@BlackwoodBrief·
🔴 In the Turkish Parliament, a deputy attacks Erdogan: "You are an unclear president. You criticize Trump and Netanyahu publicly, but support them secretly." 🔴 The Turkish Parliament has run out of patience. They attacked Erdogan under the dome of Parliament because of Iran. I'll leave a part of the video in the comments so you can see the reaction and anger of the Turks regarding Iran. 🔴 He said that Turkey must officially cut relations with America and expel its bases. Enough cowardice! We must support the Islamic nation of Iran against its enemies. Enough with the worthless speeches of condemnation. 🔴 We must take a real stance towards our brothers in Iran who are fighting for the nation against the two largest and most powerful countries in the world. It is a disgrace for Turkey to stand silent in the face of these enemies. Words for the history books from the courageous Turkish Parliament. I'll leave a part of the video in the comments so you can see the man's chivalry. 👏
S. Blackwood | Briefs tweet media
English
117
1K
2.5K
81.6K
Silent Whisperer retweetou
BiLLY KHAERUDIN
BiLLY KHAERUDIN@BiLLYKHAERUDIN·
Ada zionis cokelat yang nyebar narasi pemerintah Iran membunuh ribuan demonstran. Sekarang terbukti Israel dan Amerika mempersenjatai para perusuh yang membunuh ratusan petugas kepolisian Iran. Perang semakin ke sini semakin menyingkap kejahatan-kejahatan Israel dan Amerika
Drop Site@DropSiteNews

Israel’s Channel 14 reported “foreign actors” were milking Iranian security personnel back in January, without naming the foreign nation.

Indonesia
4
214
278
3.9K
Silent Whisperer retweetou
zhil
zhil@zhil_arf·
"Indonesia dulu negara paling korup sedunia" adalah understatement. Memangnya, apa sih yang dicuri rezim Soeharto? Uang? Bukan cuma uang. Tanah. Rezim Orba mencuri tanah. Tiap orang mencuri berhektar-hektar bahkan bisa sampai 340.000 hektar. "Old Money" kaya karena mencuri.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dwifungsi ABRI dibentuk pada zaman Soekarno tahun 1957, bukan zaman Soeharto. Apa itu Dwifungsi ABRI? Jabatan? UU? Kenyataannya lebih sederhana: uang. "Nasionalisasi 1957" itu maksudnya semua perkebunan cash crop milik perusahaan Belanda disita oleh AD, di semua daerah. Orang AD langsung menduduki jabatan sipil yaitu jabatan di perusahaan perkebunan. Pada saat yang bersamaan, orang AD tetap menduduki jabatan militer. *Inilah* Dwifungsi ABRI. Nasionalisasi perusahaan asing ini bisa terjadi setelah darurat militer (SOB) dideklarasikan di masa PRRI/Permesta pada masa rezim Orde Lama. Darurat Militer memberikan kekuasaan pada pangdam tiap daerah untuk basically melakukan "apapun". Misalnya, menyita aset perkebunan Belanda yang nilainya fantastis dan mengelolanya seolah milik pribadi. Boleh dong. Kan lagi darurat militer. Bebas. Kalau tidak setuju ditembak. Kekuasaan nekolim perusahaan-perusahaan asing Belanda diganti dengan kekuasaan ireng. Londo putih ditukar dengan londo ireng. Ternyata, kelakuan rezim londo ireng malah lebih red flag. Setelah pertukaran pemain, kualitas manajemen tata kelola perkebunan yang disita ternyata (1) sangat asal-asalan dan (2) sangat rampok. Perkebunan dikelola dengan sangat asal-asalan karena ternyata, gerombolan baru yang sombong dan sok tahu ternyata sama sekali tidak terdidik dalam hal manajemen ataupun teknik kehutanan. Mereka hanya terdidik dalam membunuh orang. Akhirnya ngasal saja. "Sangat asal-asalan" dan "sangat rampok" ini adalah salah satu penyebab langsung robohnya output ekonomi komoditas ekspor Indonesia selama 1958-1967, hiperinflasi, kelaparan massal. Merekalah salah satu dalang terbesar kemiskinan ekstrem di dekade itu. Karena mereka bingung dan ngasal dalam mengelola ekonomi kita. Dan rampok. Orang yang kritis terhadap perampokan nasional sekaligus bencana buatan nasional ini, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa. Rule of thumb politik adalah, "di mana uangnya?" Ketika Buya Hamka dipenjara dan disiksa, tanya: "di mana uangnya?" Ternyata uangnya di perkebunan Sumatra. --- Salah satu anak setan yang dibentuk rahim basah berdarah Dwifungsi ABRI yang ngasal dan rampok ini adalah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto. Saat itu Soeharto berkuasa terhadap perkebunan cash crop Jawa Tengah bersama gerombolan banditnya seperti Sudono Salim dan Bob Hasan. Di Jawa Tengah, gerombolan bandit liar yang diketuai Soeharto ini mencuri kayu bulat, beras, hasil gula, bahkan truk-truk tentara milik negara yang disalahgunakan untuk mengangkut komoditas-komoditas curian itu. Sungguh serakah, truknya ikut dicuri. Sebanyak 200 buah truk milik AD diam-diam dijual Soeharto ke seorang makelar bernama Tek Kiong. Barangkali Soeharto bukan bandit paling cerdas, karena buktinya ia berhasil tertangkap basah oleh PARAN, lembaga antikorupsi yang dibentuk KASAD A.H. Nasution yang panik melihat gilanya open season korupsi pasca nasionalisasi. Bandit yang lebih cerdas barangkali adalah bandit di perkebunan Sumatra dan Sulawesi, yaitu di daerah perang aktif PRRI/Permesta yang kebun-kebunnya merupakan war goal Pusat. Siapakah nama-nama bandit di sana? Tidak jelas. Itu dia. Cerdas. Soeharto juga barangkali bukan bandit terbesar di zaman Orde Lama. Bandit paling besar dan paling rampok sepertinya adalah Ibnu Sutowo, yang diberikan kendali atas Permina pada tahun 1957 (yang lalu berganti nama jadi Pertamina). Harus diingat bahwa alasan *utama* Jepang menjajah Indonesia tahun 1942 adalah karena mencari sumber daya migas pasca embargo Amerika. Setelah kita merdeka, seluruh bisnis migas raksasa ini malah jatuh dalam kekuasaan Dwifungsi ABRI di bawah keserakahan Ibnu Sutowo yang sekaligus merangkap sebagai penjahat gangster Mafia Tanjung Priok. Gatot Taroenamihardja, jaksa yang mau mengusut Ibnu Sutowo, tiba-tiba dilindas truk di jalan sampai kakinya harus diamputasi. Setelah PRRI/Permesta ditumpas, gelombang-gelombang nasionalisasi lainnya dilancarkan pada perusahaan asing milik selain Belanda yang sebelumnya tak tersentuh. Perampokan dan miskelola semakin parah selama masa Konfrontasi 1963-1965 pasca penyitaan perusahaan-perusahaan Amerika dan Inggris dan pengusiran para manajer and engineernya. Aset-aset produksi komoditas yang disita itu ikut dirampok habis dan dikelola asal-asalan. Keruntuhan ekonomi Indonesia pun semakin ekstrem, apalagi ketika dicombo dengan (1) kematian Djuanda yang meninggalkan kekosongan IQ pemerintahan dan (2) bencana politik luar negeri Soekarno yang mengakibatkan isolasi internasional. Setelah Soeharto jadi presiden, model sistem perampokan kolonial yang ia bangun di Jawa Tengah kemudian malah diterapkan secara formal dan teratur di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Inilah Dwifungsi ABRI. Kontrol Dwifungsi ABRI terhadap Indonesia diamankan dengan kekerasan bersenjata sampai level desa lewat sistem Kodam-Kodim-Korem-Koramil yang ada. Jawa dirampok *dan* luar Jawa dirampok. Uang yang dihasilkan diambil. Inilah Dwifungsi ABRI. Inilah Orde Baru. --- Dwifungsi ABRI adalah rangkap jabatan fungsi militer dengan jabatan fungsi pengamanan produksi uang. Bisnis milik keluarga Soeharto dan struktur mafia nasionalnya diamankan dengan kekuatan senjata Dwifungsi ABRI. Di Kalimantan, Bob Hasan sampai mendapatkan julukan sebagai "Raja Hutan". Uang yang dihasilkan bos mafia hutan nasional ini tentu fantastis. Kelakuan Bob Hasan si Bandit Hutan ini terus berlangsung sampai ia malah ditunjuk jadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Maret 1998, yaitu di tengah kepanikan krismon. Dari posisi ini, Bob Hasan berkuasa terhadap seluruh industri dan seluruh perdagangan dan seluruh ekspor impor yang ada di Indonesia, setidaknya selama 2 bulan. Meanwhile, *40%* tanah di seluruh Timor Timur malah dirampok langsung secara pribadi oleh keluarga Cendana yang saat itu telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Tanah milik penduduk Timor Timur dicuri keluarga Cendana dan penduduknya ditembak. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai. Orang yang membantai Timor Timur sangat menyeramkan. Misal, dulu santer seorang komandan gila psikopat melakukan pembantaian bersenjata di daerah Kraras di Timor Timur. Seluruh populasi Kraras termasuk anak kecil dan bayi habis dibantai. Menurut atasannya yang resah, A.M. Hendropriyono, tes psikologi komandan itu menunjukkan "G4 alias gila". Anehnya, si gila pembunuh berantai itu malah dibiarkan asyik melanjutkan perburuan manusia untuk dibantai di Timor Timur. Di Aceh lebih seram lagi karena gerombolan bandit yang menduduki Aceh selama DOM bukan hanya mencuri kayu bulat atau menyiksa penduduk atau berburu manusia atau mencuri cadangan migas Aceh, melainkan juga menanam narkoba seperti kartel Pablo Escobar di Kolombia. Tujuannya adalah uang. Aceh luluh lantak, tetapi seluruh Sumatra dan Indonesia juga ikut rusak karena narkoba. Uang dari perkebunan Sumatra dan Sulawesi, uang dari perkebunan Jawa Tengah, uang dari Kalimantan, uang dari Timor Timur, uang dari migas dan kayu bulat dan narkoba Aceh, uang dari seluruh Indonesia, semua uangnya diamankan di bawah kekerasan bersenjata Dwifungsi ABRI. Inilah Dwifungsi ABRI. --- Hari ini, banyak sekali orang yang entah bagaimana punya lahan sawit, tebu, karet, dll sebanyak ribuan bahkan ratusan ribu hektar bahkan jutaan hektar. Dapatnya kapan coba? Kapan belinya? Uangnya dari mana? Kok bisa sih, tiba-tiba ratusan ribu hektar di Aceh atau Kalimantan jadi punyanya si ini dan si itu? Memangnya itu tanah dulunya punya bapak lo?

Indonesia
24
584
1.6K
109.6K
Silent Whisperer retweetou
zhil
zhil@zhil_arf·
1. Repelita I sangat bagus, dibutuhkan, dan menyelamatkan Indonesia dari kelaparan massal dan bubar ala negara Afrika. 2. Kebijakan mengakhiri Konfrontasi dan membentuk ASEAN sangat bagus. 3. Kebijakan modernisasi birokrasi sangat bagus. Soekarno bodoh di tiga-tiganya. "Bodoh" adalah ketika kamu tidak mau belajar. Soekarno masuk ke dalam kategori "bodoh" ini. Kebodohan dan ketidakpedulian ekstrem Soekarno di ketiga bidang ini hampir menyebabkan kelaparan besar mematikan yang boleh jadi akan melebihi jumlah kematian genosida PKI. Bayangkan jutaan manusia di Indonesia tewas bukan karena perang sipil atau genosida, tapi karena pure kelaparan massal seperti di Uni Soviet, Ethiopia di bawah rezim komunis Derg, atau Korea Utara tahun 1990an. Karena kegagalan total Ekonomi Terpimpin. Jutaan mati. Bukan mati dibunuh, melainkan mati konyol. Saat itu Indonesia sangat rapuh, birokrasinya tidak ada, tentaranya tidak digaji. Apabila kelaparan massal semacam itu sampai terjadi, Indonesia dipastikan akan roboh dan bubar seperti Congo. Kemudian perang sipil dan genosidanya tetap terjadi. Tubuh termutilasi mayat Indonesia akan jadi mainan Amerika dan Sovyet. Pulau Jawa luluh lantak dibom napalm dan gas kimia. Jutaan mati. "Di zaman Soekarno, Indonesia berwibawa." Ini miskonsepsi. Di zaman Soekarno, Indonesia sombong dan arogan. Kita sok tahu dan sok berlari, padahal belum bisa merangkak. Kesombongan yang halu memang memuaskan emosi sesaat. Tetapi akibatnya fatal. Dalam worldline ini, arogansi Soekarnois itu dibiarkan hingga memusnahkan Indonesia. Keruntuhan mengerikan bangsa kita akan dipertontonkan sebagai contoh ras inferior arogan ber-IQ rendah yang melunjak dan mati konyol, padahal seharusnya pasrah diperintah kaki kolonial Belanda. Tapi alhamdulillah, worldline ini tidak terjadi. Soeharto sendiri sebenarnya juga orang militer yang tidak tahu apa-apa soal administrasi, ekonomi, atau luar negeri. Tapi, beda dengan Soekarno, ia mau mendengarkan dan mendelegasikan ke ahlinya. Dalam hal ini ia persis Jokowi. Pada awal rezim Soeharto, isinya orang yang berhasil. HB IX dan Tim Mafia Berkeley pegang ekonomi dan birokrasi, Adam Malik pegang kebijakan luar negeri. Setelah Indonesia akhirnya stabil dan selamat dari kehancuran, setelah ekonomi negara ini ranum dan semok, barulah dipanen. Tanduknya keluar. Semakin lama berkuasa, semakin serakah dan belagu dan gelap mata, sampai akhirnya meletus di Krisis 1997.
Bambang@sibambaang

Unpopular opinions about Soeharto.

Indonesia
12
124
612
44.2K
Silent Whisperer retweetou
Alo!
Alo!@mhuseinali·
Diplomasi Indonesia terhadap Iran dicarry oleh supir truk wokwokwo. Cocok menjadi Menlu!
Iran Embassy in Indonesia@IraninIndonesia

Hey @IRANinZIMBABWE Honestly, Indonesians have always been on the right side of history. And right now is no different. They’re standing strong and clearly showing support for Iran. This country has proven time and again that it’s brave, that it doesn’t stay silent in the face of aggression, colonialism, or injustice anywhere in the world. That’s the real vibe 🇮🇩🔥 So what about you guys? @Iran_in_India How’s everything over there? Give us an update!

Indonesia
8
248
1.4K
24.5K
Silent Whisperer retweetou
zhil
zhil@zhil_arf·
Anak Soshum tidak dihargai dan dianggap bodoh di Indonesia, karena ketika SD SMP SMA, mata pelajaran IPS terlalu gampang. Mau Soshum dihargai? Simpel. Persulit ujiannya. Tidak boleh ada persepsi "IPA pintar, IPS bodoh". Keduanya harus sama-sama horor dan sadis. Reputasi matpel IPS masih dirasa kurang horor? Persulit lagi ujiannya. Persulit lagi quiz dan PR nya. Barangkali ini tidak akan sulit-sulit amat untuk diterapkan. Misal: 1 buku paket biasanya cukup untuk pelajaran eksak, karena ilmu pasti. Soshum harusnya tidak boleh begitu. Ujiannya harus didominasi pemahaman sosio-kontekstual akan hal yang ada di luar buku. Siswa yang survive hanyalah siswa yang banyak baca. Sastra juga demikian. "Bahasa Indonesia", misalnya, tiba tiba akan jadi sangat sulit apabila siswa hanya bisa lolos ujian jika dan hanya jika sudah sering membaca, menghayati, dan menghargai karya-karya sastra fundamental. Pada zaman dahulu, semua calon mahasiswa Soshum di Barat diwajibkan bisa bahwa Latin dan bahasa Yunani Kuno *sebelum* masuk kuliah, karena kebanyakan naskah penting ditulis dalam bahasa itu. Kemampuan bahasa ini mereka bangun lewat hobi membaca puisi, sastra, dan karya Latin dan Yunani Kuno. Menurut gw ini standar kompetensi minimum yang sangat bagus. Hari ini kita tidak literally butuh bahasa Yunani Kuno, tapi kita butuh sesuatu yang sama sulitnya. --- Kalau mau diseriusin lagi: - Idealnya, partisi STEM-Soshum-Sastra dalam bentuk apapun di level SMA dihapus. Di sekolah yang ideal, semuanya diajarkan dan dijelalkan masuk. Sayangnya ini hanya bisa berhasil apabila guru-gurunya elite dan bergaji tinggi. - Idealnya, akademis SMA sengaja dibikin sangat susah dan sangat sadis dan sangat horor. Alasannya satu, yaitu memaksa lulusan SMP mempertimbangkan opsi masuk SMK dengan serius. Masalahnya, kualitas SMK di Indonesia sangat buruk sehingga ini harus diperbaiki duluan. - Role edtech yang paling dibutuhkan adalah meringankan beban pekerjaan guru. Memeriksa soal, otomatisasi administrasi, memantau progress tiap siswa, dll. Barangkali siswa tidak perlu melihat atau menyentuh aplikasi edtech sama sekali. Spekulasi liar: - Di zaman AI, fungsi utama sekolah di bidang akademis barangkali akan berubah jadi ruang ujian saja. Bayangkan tiap hari ujian intensif, kertas dan pulpen, essay, tidak ada AI dan tidak ada kalkulator. Tapi jam pulang adalah jam 11 pagi. Setelah itu bebas mau ngapain. Pacaran, Valorant, motoran, ekstrakurikuler, belajar mandiri, silakan. Karena tiap hari ujian, anak terpaksa memiih belajar mandiri. Well, tinggal minta diajarin oleh AI. AI nya ngawur? Akan ketahuan di ujian besoknya dan menjadi shock therapy bagi anaknya. Salah sendiri terlalu percaya sama AI. - Ini diperkuat dengan sistem Romusha Tutor (atau Sistem Tutor Oxford). Tiap kakak kelas diberikan tanggung jawab terhadap prestasi akademis 1 adik kelas. Kalau adik kelas tidak lulus, kakak kelas tidak lulus. Asumsi di sini adalah bahwa hanya manusia yang bisa menyelesaikan hal seperti "memotivasi anak untuk belajar" dan bahwa AI tidak bisa melakukan ini. Well, ya sudah, romushakan saja kakak-kakak kelas untuk jadi tutor. Kakak kelas bingung harus ngapain? Tanya AI. AI nya ngaco? Akan ketahuan di ujian besok. - Spekulasi liar ini mengasumsikan bahwa pemerintah kita sama sekali tidak melakukan apa-apa dan useless dan gabut. Gw jauh lebih percaya bahwa teknologi AI akan bisa sangat murah Rp 2rb / bulan daripada percaya bahwa pemerintah akan peduli untuk "menaikkan gaji guru" atau semacamnya. Untuk isu yang ini, barangkali sebaiknya kita menyerah saja.
Abid@abid0588

Unpopular opinion about education ?

Indonesia
75
560
3.7K
137.1K
Silent Whisperer retweetou
Very Brexit Problems
Very Brexit Problems@VeryBrexitProbs·
The greatest military in history has: Fought Korea to a draw. Lost to Vietnamese farmers. Spent 20 years in Afghanistan before being expelled by men in sandals. Created ISIS in Iraq. And is currently stuck in week five of Iran with a closed strait and no exit strategy. Greatest ever. No question.
Pastor Who@PastorMarvy

The truth is - The United States of America is the greatest military in the history of the world.

English
421
2K
13.7K
426.2K
Silent Whisperer retweetou
InfoGram
InfoGram@_InfoGram_·
BREAKING 🚨: 🇫🇷Macron has given BIG SHOCK to Trump.🔥 🇫🇷Macron silently sold 129 tons of French gold stored in New York and purchased an equivalent amount of gold in Europe.🔥 All of France's gold reserves are now located in Paris.🔥 Macron silently DITCHING United States 🇺🇸
English
2K
8.3K
42.5K
1.9M
Silent Whisperer retweetou
Iran Embassy in Indonesia
Iran Embassy in Indonesia@IraninIndonesia·
Hey @IRANinZIMBABWE Honestly, Indonesians have always been on the right side of history. And right now is no different. They’re standing strong and clearly showing support for Iran. This country has proven time and again that it’s brave, that it doesn’t stay silent in the face of aggression, colonialism, or injustice anywhere in the world. That’s the real vibe 🇮🇩🔥 So what about you guys? @Iran_in_India How’s everything over there? Give us an update!
Iran Embassy in Indonesia tweet mediaIran Embassy in Indonesia tweet media
Iran Embassy in Zimbabwe@IRANinZIMBABWE

The flag is flying high. "Mureza uri kubhururuka mudenga." Victory is ours, Inshallah. Nope. Not yet. There are plenty of flowerpots in our land. It takes more time. How's the weather in 🇮🇩, @IraninIndonesia? x.com/i/status/20411…

English
238
1.1K
4.9K
176.8K
Silent Whisperer retweetou
Football Fandom
Football Fandom@FandomID_·
Apa yg dilakukan Jerman setelah performa buruk di Piala Dunia 1998 dan kegagalan Euro 2000? Tentu ada banyak program. Salah satu yg utama adl pembinaan pemain muda karena dinilai salah satu penyebab utama kemunduran sepakbola Jerman adl lambatnya regenerasi pemain muda. DFB dan DFL (Liga Sepakbola Jerman) membuat aturan yg mewajibkan semua klub membangun akademi. Mulai 2001, seluruh 18 klub Bundesliga wajib memiliki akademi muda yang berlisensi untuk mendapatkan izin bertanding. Peraturan ini diperluas ke klub Bundesliga 2 pada tahun 2002. Ada aturan jg yg meminta setiap klub untuk mengalokasikan 10% profit tiap musimnya guna mendanai pembinaan pemain muda. Ada pula aturan pemain lokal di mana setiap skuad akademi di dalamnya ada minimal 12 pemain yg memiliki kualifikasi untuk bisa membela tim nasional Jerman guna menjaga regenerasi pemain domestik. Maka kemudian muncullah para pemain muda Generasi 2006 yg bersinar di Piala Dunia 2006. Sebut saja nama-nama seperti Lukas Podolski, Philip Lahm, Bastian Bastian Schweinsteiger, hingga Per Mertesacker, yg usianya baru 21-22 tahun waktu itu.
Football Fandom tweet mediaFootball Fandom tweet mediaFootball Fandom tweet mediaFootball Fandom tweet media
pengamat lingkungan (sekitar)@AchmadFahar

Salah satu momen yang bikin Jerman langsung sadar harus rombak total 27 Februari 2001, Prancis vs Jerman di Stade de France: 1-0. Gol Zidane menit 27 udah cukup bikin Der Panzer pusing tujuh keliling. Saat itu tim lagi krisis berat setelah gagal di Euro 2000, Rudi Völler baru pegang kendali. Salah satu yg bikin heboh? Legenda mereka, Franz Beckenbauer berkomentar pedas: “Prancis dengan akademi pemudanya udah sepuluh tahun di depan kita!” Beckenbauer bilang Jerman “tertidur” bertahun-tahun soal pengembangan talenta muda. Dari situ reformasi sepakbola Jerman digeber habis-habisan, sampai akhirnya mulai menemui hasil yg signifikan di Piala Dunia 2006. Walau pada perhelatan tersebut mereka blm berhasil menjadi juara dunia.

Indonesia
19
48
175
16.8K