Sia

15.5K posts

Sia banner
Sia

Sia

@Iandpluto

semua akan jadi pelaku

Sumali Mart 2020
863 Sinusundan540 Mga Tagasunod
Sia nag-retweet
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
GAUSAH GENGSI AJAK KENALAN ORANG DULUAN. Even kamu cewek. Waktu S1 rajin bgt ikutan lomba. Tiap masuk final tuh aku selalu minta temenan di Instagram, merhatiin karya mereka, pahami dia di bidang apa. Then setelah beberapa tahun, iseng nanya materi ke seorang kenalan ini (beda kampus) dan terus jaga silahturahmi. Eh malah dimasukin ke proyek dia. Ga lama dia masuk perusahaan aku juga ditarik, padahal masih kuliah itu. Terus juga dulu bener2 rasanya informasi Beasiswa LPDP ga sebanyak sekarang. Bingung nanya siapa belajar dimana, eh liat story seorang kenalan dia masuk LPDP duluan karena emang angkatan kuliahnya di atas ku 2 tahun. Akhirnya diajarin bikin esai dan latihan interview ala ala setelah pulang kerja. Lolos one shoot🥺🥺🤍🤍 Semuanya ku dapetin, karena ga gengsi ajak kenalan dan minta temenan di IG kalau lagi final lomba atau expo dll. Mungkin kamu liat mereka sekarang mahasiswa biasa, bisa jadi berapa tahun kemudian mereka jadi "orang" yang bisa bantu kamuu...
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

unpopular opinion about networking???

Indonesia
32
947
10.9K
248.3K
Sia nag-retweet
Bagas Naufal Insani
I repeat, kalo mau punya gaji tinggi, dan diri kita yg dicari perusahaan. Harus mau ngelakuin hal kayak gini! 🫵 • Belajar hal yang market value-nya tinggi, bukan cuma yang nyaman dipelajari • Invest waktu & uang buat skill (kayak ambil sertifikasi AWS ini) • Konsisten walaupun ga ada yang liat prosesnya • Ngerti konsep, bukan sekadar hafal buat lulus ujian • Bisa translate ilmu jadi real-world impact (bukan sekadar teori) • Build credibility, biar trust itu datang sebelum interview • Main di level global, bukan cuma lokal market • Siap capek sekarang, biar nanti punya leverage lebih besar Karena pada akhirnya, perusahaan ga bayar kita karena "niat belajar", tapi karena value yang bisa kita deliver.
Bagas Naufal Insani@BagasN7

TOO EZ 😎

Indonesia
9
429
3K
76.6K
Sia nag-retweet
CHARIXYEDULAB📚
CHARIXYEDULAB📚@cutesmarsy·
Inituh bukan skills issues yaa, tapi beberapa lulusan belum peka aja sm kebutuhan industry dan membatasi diri mereka. Memang loker math terbatas tp switch ke data analyst,risk analyst, actuary, bisnis analyst, IFRS 17 consultant bisa. Klo gak percaya ubek2 linkedin aja
Chocomalt@ChocomaltMacha

Meski lulusan kampus top, jurusan Math, aktif organisasi, ikut bangkit dengan lulusan distinction serta dapat top 15 capstone project, ternyata tidak membuat gw mendapatkan karir dengan sangat mudah. Apalagi pas zaman nyari magangg wkwkwk Penolakan udah menjadi makanan harian

Indonesia
0
1
0
51
Sia nag-retweet
fluttershy
fluttershy@hwrtyed·
fast learner with short term memory loss
English
311
51.4K
185.9K
2.1M
Sia nag-retweet
Woodsy Corner.
Woodsy Corner.@muncorner·
🍎 kenapa ya fase skripsian ini fase paling banyak mempertanyakan 'worth' dari diri sendiri 😔
Indonesia
148
1.5K
6.3K
82.5K
Sia nag-retweet
Kr
Kr@karirfess·
Aku lagi butuh banyak kreator shopee yang mau dikasih sampel gratis nih. List sampel produk gratisnya ada di foto ya. Syaratnya gampang kok, cuma perlu aktif di shopee video dan live aja kok. Gak ada syarat minimal GMV atau followers. Kalo minat bisa daftar di link ini ya: forms.gle/WfYtpmmDCgD6L4…
Kr tweet media
Indonesia
5
10
201
15.4K
Sia nag-retweet
Sia nag-retweet
Dian 🎀
Dian 🎀@petitstardust·
Makanya coba belajar bhs Jepang dulu kak. Kalo cuma asal bandingin sm bhs lain sih, aku dulu belajar French non intensif bisa lulus DELF A2 dalam 3 bulan. Pas belajar 日本語, jelas beda experiencenya. Aneh bgt ga pernah belajar tp asal njeplak aja.
ApplyAjaDulu@Applyajadulu

Kak. Aku ga pernah belajar Bahasa Jepang. Tapi aku belajar Bahasa Thai otodidak. Setiap hari. 2 bulan belajar udah bisa baca tulis. Setahun udah lancar ngomong. Dulu tes dan hasilnya levelku intermediate. Iya. Kalau gaji di Jepang kecil dan bahasanya susah terus kenapa? Kan TS yang nulis juga masih betah-betah aja di Jepang. Terus kenapa harus nakut-nakutin yang lain? Kecuali kalau doi udah pindah negara ya.

Indonesia
28
120
1.3K
65.1K
Sia nag-retweet
gea
gea@apolokacang·
bayangin produksi rumput laut kita nyentuh angka 10,80jt ton… literally kurang KAYA apalagi SDA indo??!😭 bahkan di LOMBOK udh naik level jadi olahan dodol seaweed begini, fr rasa & kualitasnya boleh diadu sama kinjo jelly jepang🥹🫵🏼
gea tweet mediagea tweet mediagea tweet media
Prima プリマ 🦉@primawansatrio

Kita punya hampir semua resep untuk jadi negara maju; populasi, SDA, lokasi strategis, negara yang luas. Namun pemerintah kita kayak sengaja memilih untuk terus jadi negara berkembang. Terus berisik dan nuntut ke pemerintah 🙏

Indonesia
266
4.6K
20.6K
642K
Sia nag-retweet
🐈 ☭ 🔻
🐈 ☭ 🔻@Puspen_PKI·
nasib perpusnas di tangan prabowo
🐈 ☭ 🔻 tweet media🐈 ☭ 🔻 tweet media🐈 ☭ 🔻 tweet media🐈 ☭ 🔻 tweet media
Indonesia
292
16K
37.3K
501.3K
Sia nag-retweet
Irilrahmanr
Irilrahmanr@catonlythoughts·
Ngeliat oracle yang layoff banyak orang, jadi mau nulis pov gue. Di tempat gue juga lagi ada layoff, dan kebanyakan alasannya karena non-perform. Awalnya gue pikir ini simpel, kalau ga perform ya wajar. Tapi setelah gue lihat lebih dekat, ternyata definisi perform itu udah mulai berubah. Beberapa orang yang kena itu bukan berarti mereka ga kerja. Mereka tetap nyelesain task, tetap ikut flow, dan ga bikin masalah. Tapi kontribusinya dianggap kurang impactful. Kerja ada, tapi value-nya kecil. Yang bikin beda sekarang, sebagian kerjaan itu udah bisa dipercepat banget pakai AI. Hal-hal yang dulu makan waktu lama, sekarang bisa diselesaikan lebih cepat dengan tools yang ada. Jadi standar otomatis naik. Akhirnya yang dinilai bukan lagi sekadar “lo kerja atau engga”, tapi “lo bawa value apa yang ga gampang diganti”. Di situ gue mulai mikir ulang cara gue kerja. Kalau kerjaan gue cuma sebatas ngerjain task yang bisa di-automate atau dibantu AI, berarti posisi gue sebenarnya rawan. Jadi sekarang fokus gue agak geser. Gue tetap deliver, tapi gue juga mulai mikir apakah gue benar-benar ngerti problem yang gue kerjain, apakah gue bisa kasih insight atau arah, dan apakah gue bisa bantu decision, bukan cuma kasih data. Karena hal-hal kayak gitu yang masih susah digantikan. Jujur ini jadi wake up call juga. Bukannya takut, tapi lebih ke sadar kalau standar dunia kerja lagi berubah. Dan kalau kita ga ikut naik level, kita bakal ke-push keluar bukan karena kita jelek, tapi karena requirement-nya beda. Buat gue pribadi, ini bikin gue lebih fokus ke relevansi. Bukan cuma sibuk kerja, tapi memastikan apa yang gue kerjain itu memang punya impact dan ga gampang digantikan.
Indonesia
15
326
1.5K
82.7K
Sia nag-retweet
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Menurutku ya, mari kita pakai contoh Kaluna. Kaluna itu straightforward, dia fokus sm tujuannya: punya rumah. Kl pacar pertamanya ga dukung, yauda cutloss. Tegas dia. Nah si Arga, dia ini reaktif. Bocil. Dia ngecut pacarnya krn dia lagi kesel, dan yauda ditinggal gt aja kan. Padahal pacarnya jg butuh waktu.
Shintiya@shintiyahw

@angga_fzn Part dia yang mutusin pacarnya karena masalah sepele setelah 4 tahun dibersamai itu gimana menurut bang Angga?

Indonesia
10
94
1.1K
107.7K
Sia nag-retweet
⋆꒰୨i୧꒱⋆
⋆꒰୨i୧꒱⋆@byeahdaaam·
ga ada another life, hidup cuma sekali. aku maunya semua sekarang.
Indonesia
36
15.8K
39.8K
488.8K
Sia nag-retweet
Raskha
Raskha@RashkaLLC·
Technical skills meaning: 1) Ngerti financials ga? 2) Bisa financial modelling? 3) Bisa ngomong dengan terstruktur? 4) Bisa nulis dengan terstruktur? My edge: I understand and able to do all of the above since SMA, intern pas SMA (cari sendiri), gua show gua jauh lebih hungry dari semua kompetitor gua, my network yang gua bangun sendiri.
k?@cryptokhaidir

@RashkaLLC maksud dari technical skill apa ya bg? kalau dari lu sendiri bg, apa yg menjadi core lu sehingga dipilih sama firm? btw thank you dah dibaca

Indonesia
6
62
635
21.4K