Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh
13.2K posts

Aef Saifulloh
@aefs_
Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu Qs 2:153
Tham gia Eylül 2012
792 Đang theo dõi652 Người theo dõi
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet

Kapal2 raksasa ini tidak seharusnya dapat Solar Subsidi!!
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi
Pati Jawa Tengah 3 mei 2026 Bukankah seharusnya mereka bisa dapat solar subsidi?
Indonesia
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet

Resmi! Perwakilan 40 Ormas Islam Laporkan Ade Armando CS ke Polisi, Tagar #TangkapAdeArmando Menggema sebagai Bentuk Dukungan Warganet.
Indonesia
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet

Seandainya ada sidang Ijazah Jokowi
Tentang IP ini tentu jadi salah satu bagian yang bakal saya cecar kepada pak Jokowi di ruang sidang, jika memang ada sidang
Bukan hanya soal keganjilan 3 nilai IPK yang berbeda yang diklaim sebagai nilai milik Joko Widodo
IPK pertama dengan nilai IPK <2,00 adalah nilai yang dinyatakan Joko Widodo sendiri di tanggal 29 Juni 2013.
IPK kedua dengan nilai IPK 3,05 dinyatakan oleh Bareskrim tanggal 22 Mei 2025
iPK ketiga dengan nilai IPK >2,5 dinyatakan oleh Rektor UGM tanggal 28 November 2025
Maka dengan senang hati saya akan menyiapkan 200an pertanyaan seputar IPK ini, jika memang ada ruang sidang kasus Ijazah.
Pelapor, saya pastikan hadir. Jika tidak, dia tidak lebih dari seorang Penipu.

Indonesia
Aef Saifulloh đã retweet

Innalillahi....
Hanya dari satu SPPG, 584 siswa & guru di 16 sekolah Kecamatan Tulung, Klaten keracunan massal setelah makan menu MBG tanggal 28 April kemarin 😭🤬
SPPG Sorogaten-nya cuma ditutup sementara 3 hari. Trus apa sudah beroperasi lagi, ada yang punya info?
584 orang itu lebih banyak dari total anggota DPR RI loh 😱😭
Ya Tuhan, ntah kapan program ini dievaluasi, diaudit, & dihentikan 🤯
Indonesia
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet

KAMPUS DISURUH MASAK? WHAT??
"Tugas kami mendidik, bukan memasak!" Rektor UI
Seminggu belakangan ini, dunia pendidikan Indonesia diramaikan oleh satu permintaan yang bikin banyak rektor mengernyitkan dahi.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana
meminta perguruan tinggi turut
membuka
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias
dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bukan sekadar wacana permintaan ini disampaikan langsung dalam Forum U25 yang dihadiri para rektor dari 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Makassar,
seiring peresmian
dapur MBG pertama di lingkungan kampus di Universitas Hasanuddin.
ALASAN BGN: BUKAN SEKADAR MASAK-MASAKAN
BGN punya argumen yang lebih luas dari sekedar "tolong buatin nasi boks". Ini alasannya:
1. Kampus = Gudang Ilmu + Sumber Daya
Dadan menegaskan bahwa teknologi, SDM, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi dinilai sangat bermanfaat bagi program MBG, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan dan bimbingan teknis.
2. SPPG = Lab Hidup untuk Mahasiswa
SPPG di kampus dimaksudkan sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik, sekaligus laboratorium hidup untuk mengembangkan riset dan inovasi mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok.
3. Skala Kebutuhannya BESAR banget
Satu unit SPPG saja membutuhkan sekitar 8 hektare lahan sawah untuk suplai beras,
19 hektare lahan jagung
untuk pakan ternak, dan
3.700–4.000 ekor ayam petelur untuk kebutuhan protein harian.
BGN menilai kampus punya kapasitas untuk menyuplai semua itu dari civitas akademikanya sendiri.
4. Penggerak Ekonomi Lokal
SPPG di kampus diharapkan jadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal, menciptakan kolaborasi antara kampus, petani, peternak, dan UMKM dalam satu sistem ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
RESPONS REKTOR UI: TUNGGU DULU!
Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan bahwa tugas utama perguruan tinggi adalah
pendidikan,
penelitian,
riset, inovasi, dan
pengabdian masyarakat
bukan operasional dapur.
Jika pun ada SPPG, seharusnya dikelola oleh unit usaha kampus yang relevan,
bukan universitas itu sendiri.
PRO VS KONTRA
Yang PRO:
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menilai pelibatan kampus dalam MBG merupakan langkah strategis karena kampus memiliki keunggulan dalam mengintegrasikan sistem pangan berbasis ilmu pengetahuan, dari produksi hingga konsumsi dan gizi.
Yang KONTRA:
Akademisi dari Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas HKBP Nommensen mengingatkan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh diperlakukan sebagai ruang operasional proyek. Kampus harus tetap menjadi institusi yang menjaga kebebasan berpikir dan otonomi intelektual.
LBH Makassar bahkan mengkritik keras Unhas yang sudah terlanjur membangun dapur MBG, menyebutnya menyimpang dari mandat Tridharma Perguruan Tinggi dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Niat BGN sebenarnya mulia melibatkan kampus sebagai knowledge hub yang mengintegrasikan sains, riset, dan praktik dalam program gizi nasional.
Tapi pertanyaannya tetap relevan: apakah ini tugas kampus, atau seharusnya ada lembaga lain yang mengambil peran operasional ini?
Yang jelas, antar
"kampus sebagai mitra riset" dan "kampus sebagai pengelola dapur"
itu
bedanya jauh banget.
Dan Rektor UI sudah memilih jawabannya dengan elegan
Gimana menurut kamu? Kampus seharusnya ikut masak atau cukup kasih resep ilmiahnya? Komen di bawah!

Indonesia
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet

700rb mah dpt skechers. buset korup banyak bener dr harga asli😭😭
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi
Biar klen tau.... Inilah model sepatu dgn harga 700.000/pasang.
Indonesia
Aef Saifulloh đã retweet
Aef Saifulloh đã retweet

Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Indonesia
Aef Saifulloh đã retweet
















