
Ark |
2.2K posts



Video ini merupakan potongan dari klarifikasi yang dilakukan okeh Setkab atas apa yang terjadi baru-baru ini. Kalian perhatikan beberapa detik awal video ini. Setkab sengaja maupun tidak sengaja melakukan sindiran terhadap Pak @dinopattidjalal dengan menekankan seperti dalam video, “Saya pikir beliau adalah diplomat hehat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan 3 BULAN (di-bold).” Banyak hal yang menjadi sorotan dalam video, misalnya terkait anggaran. Apakah patut dinormalisasi karena punya uang yang berlilpah, maka bisa hidup bermewah seperti itu? Kalau melebihi anggaran bukannya harus dievaluasi penggunaannya, bukan masalah bisa ditombok atau tidak? Kok jatuhnya kayak dari awal ingin bermewah-mewah dengan subsidi ya, lebihnya ditutup uang “bapak” 🤔


JUST IN: Prabowo Mengangkat Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN


Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal. Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru. Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global. Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.






eh, ini serius infonya.. gokill sih ini negara udah kayak badut










