Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦
24.4K posts

Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦
@Invoker_93
Anti LGBTQ 🚫🏳🌈🚫 🤮, Anti Zionist Israhell 🚫🇮🇱🚫 🤮. Oh, and also Anti Indian 🚫🇮🇳🚫 🤮 Recently.
Karawang, Jawa Barat انضم Eylül 2017
157 يتبع48 المتابعون
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده

@changaaa13 Abangnya cuma flexing sesuai kemampuan dia kenapa tu cewek malah ikut nimbrung coba. Emang kelas menengah gak boleh flexing ya?
Indonesia
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده

@txtdrimedia Mirip presiden Gus Dur ya kerjaannya keluar negeri terus. 🤭
Indonesia
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده

Ketika laki-laki melecehkan perempuan secara verbal, akan dilihat sebagai bentuk kekerasan berbasis gender (power imbalance), ancaman, atau objektifikasi tubuh. Ini akan langsung mendapat perhatian besar dari aktivis, media, dan lembaga seperti Komnas Perempuan.
Sebaliknya, ketika perempuan melakukan hal serupa ke laki-laki (misalnya komentar vulgar tentang tubuh, rayuan paksa, atau lelucon seksual), masyarakat cenderung menganggapnya ringan, "basa-basi", atau bahkan "laki-laki harus kuat". Ini adalah contoh double standard yang masih kuat di banyak budaya, termasuk Indonesia.
Laporan dari laki-laki akan lebih jarang diproses serius oleh polisi/masyarakat, meski hukum memungkinkan. Korban laki-laki malah akan diremehkan atau ditertawakan.
Laki-laki diajarkan sejak kecil untuk "kuat", "tidak cengeng", dan "menanggung sendiri" (konsep masculine gender role stress atau discrepancy stress).
Ketika mengalami pelecehan verbal dari perempuan, banyak laki-laki merasa malu atau "tidak maskulin" jika melapor. Mengakui diri sebagai korban dianggap sebagai kelemahan yang mengancam identitas diri.
Stereotip di masyarakat memiliki kecenderungan bahwa perempuan dianggap lebih pasif, emosional, atau "lemah" sehingga pelecehan verbal dari mereka dianggap "hanya kata-kata" atau "reaksi defensif", bukan kekerasan serius.
Sementara laki-laki dianggap lebih kuat secara fisik dan emosional, pelecehan terhadap mereka dianggap "tidak mungkin menyakiti" atau bahkan "layak" jika ada alasan (misalnya, dianggap "salah sendiri").
Di dunia secara umum, norma patriarki masih kuat, tapi justru memperkuat paradoks ini. Laki-laki diharapkan dominan, sehingga menjadi korban pelecehan verbal dianggap "memalukan" dan jarang diangkat sebagai isu serius.
Persepsi masyarakat terhadap kekerasan terhadap laki-laki masih dipengaruhi stereotip maskulinitas, sehingga korban enggan bicara karena takut kehilangan citra diri atau dianggap "bukan laki-laki sejati".
Ini juga menunjukan bahwa konsep laki-laki dan perempuan setara mesti dilihat dari berbagai bidang. Di mata hukum, ekonomi, dan HAM sudah. Tapi di bidang sosial dan norma masih harus dilihat kembali.
SobatMiskinTV@MiskinTV_
Bayangin kalo kejadiannya dibalik:
Indonesia
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, kasih penjelasan soal duit renovasi rumah dinas yang mencapai Rp25 miliar. Menurutnya, Rumah dinas itu memang sudah lama tidak ditempati, sehingga perlu direnovasi. "Kalau sebelum-sebelumnya nggak pernah ditempati, artinya bisa menginap di hotel, bisa di mana. Kalau saya nggak, saya di rumah dinas saja biar lebih efektif, efisien, dan lebih produktivitasnya lebih baiklah," ungkapnya.
Gimana menurut lo der? wajar gak tuh renov doang abisin duit sebanyak itu?

Indonesia
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده
Shin Yaeryuu ⬛🟩⬜🟦 أُعيد تغريده





























