Hidup sebagai +62

2.3K posts

Hidup sebagai +62

Hidup sebagai +62

@VegimGrad100

انضم Ağustos 2018
126 يتبع304 المتابعون
CREEPY ROOM
CREEPY ROOM@creepyroom·
⚠️ WARNING ❗[konten sensitif & disturbing] Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur utama Surabaya–Madiun, tepatnya di wilayah Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat, 24 April 2026 sekitar pukul 16.36 WIB. Peristiwa tersebut berlangsung di tengah arus lalu lintas yang relatif padat pada sore hari. Seorang perempuan berinisial SS meninggal dunia setelah terjatuh dari motor dan terlindas truk trailer. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan dipicu oleh sebuah sepeda motor yang keluar dari gang menuju jalan utama tanpa terlebih dahulu berhenti atau memastikan kondisi arus lalu lintas aman. Motor tersebut langsung melintas ke badan jalan, sehingga memicu tabrakan dengan kendaraan yang tengah melaju di jalur utama. Peristiwa bermula saat motor yang dikendarai CD membonceng SS melaju dari barat ke timur, lalu bersenggolan dengan motor lain yang dikendarai RO yang saat itu berusaha menghindari pengendara motor keluar gang. Benturan membuat motor oleng dan jatuh ke kanan. Naas, korban SS terjatuh ke badan jalan dan terlindas roda belakang truk trailer yang melintas. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di lokasi sempat mengalami gangguan. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut segera memberikan pertolongan awal kepada korban, sementara pihak berwenang kemudian datang ke lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut serta mengatur kembali kelancaran lalu lintas. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat keluar dari gang atau jalan kecil menuju jalan utama, dengan memastikan kondisi benar-benar aman guna menghindari terjadinya kecelakaan. Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Indonesia
226
140
1.7K
109.3K
World of Statistics
World of Statistics@stats_feed·
Men in their 30s and up with no kids or wife how is your life?
English
252
29
535
176.8K
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Dollar mau nyentuh 17.500, euro 20.000, IHSG Anjlok, investor asing cabut, Phk dmna-mna, Bahan baku naik, bbm naik. Presiden kita malah kondangan cokk
Indonesia
154
4.2K
11.1K
136.2K
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@VegimGrad100·
@LambeSahamjja Bakal sama dengan Hyundai, Dipaksa invest di indo bangun pabrik dll dengan omon2 bakal dibatasi pemain lain Eh byd bebas impor
Indonesia
0
0
0
33
Hidup sebagai +62 أُعيد تغريده
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada situasi yang menurut gue menggambarkan dengan sangat jelas salah satu masalah terbesar yang membuat investor asing ragu masuk ke Indonesia. BYD produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dari China sudah investasi besar-besaran di Indonesia. Bangun pabrik. Buka jaringan penjualan. Komitmen jangka panjang ke pasar domestik. Dan sekarang mereka harus berbicara ke publik soal satu hal yang seharusnya tidak perlu mereka khawatirkan: regulasi yang tiba-tiba berubah. Apa yang terjadi: Pemerintah baru saja merilis Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang memungut Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama untuk kendaraan listrik. Sebelumnya kendaraan listrik mendapat insentif fiskal yang sangat menarik. Tidak ada PKB dan BBNKB. Itu adalah salah satu alasan utama kenapa BYD dan produsen EV lain mau masuk dan investasi di Indonesia. Sekarang kebijakan itu berubah. Dan BYD harus angkat bicara. Kalimat BYD yang paling penting: Luther Panjaitan Head of Public & Government Relations BYD Indonesia berkata: "Satu hal yang penting adalah stabilitas policy dan regulasi yang ditetapkan berdasarkan kami dalam menentukan jangka panjang baik untuk strategi penjualan, produksi, manufaktur, dan strategi harga." Dalam bahasa yang lebih langsung: kami sudah investasi di sini berdasarkan regulasi yang ada. Kalau regulasinya tiba-tiba berubah seluruh kalkulasi bisnis kami ikut berubah. Kenapa ini masalah besar bukan sekadar soal pajak mobil listrik: Pajak kendaraan listrik itu sendiri mungkin bisa diperdebatkan secara teknis. Gaikindo bahkan bilang ini adil karena mobil listrik juga pakai jalan. Argumen itu masuk akal. Tapi yang lebih serius dari soal pajaknya adalah preseden yang diciptakan oleh perubahan kebijakan mendadak ini. Setiap investor yang mau masuk ke Indonesia dari sektor manapun melakukan kalkulasi berdasarkan regulasi yang berlaku saat mereka memutuskan investasi. Mereka membangun proyeksi keuangan. Proyeksi balik modal. Strategi harga. Semua berdasarkan asumsi regulasi yang stabil dalam jangka waktu tertentu. Kalau regulasi bisa berubah mendadaktanpa masa transisi yang memadai, tanpa konsultasi yang cukup dengan industri maka seluruh kalkulasi itu bisa runtuh dalam semalam. Dan investor yang rasional akan memasukkan faktor itu ke dalam keputusan mereka: Indonesia adalah pasar dengan regulatory risk yang tinggi. Dan ini bukan kejadian pertama: Inilah yang membuat situasi ini jauh lebih serius dari sekadar satu kebijakan. Pola regulasi yang tidak konsisten di Indonesia sudah sangat dikenal oleh komunitas investor internasional. Kebijakan dibuat. Investor masuk berdasarkan kebijakan itu. Kebijakan berubah. Investor kena dampak. Tambang nikel kebijakan ekspor berubah berkali-kali. Sawit tarif dan regulasi berganti-ganti. Fintech kerangka regulasi yang terus bergeser. Dan sekarang kendaraan listrik insentif yang menjadi daya tarik utama tiba-tiba dikenai pajak. Setiap perubahan itu mungkin punya justifikasi masing-masing. Mungkin ada yang memang perlu dikoreksi. Tapi pola perubahannya yang tidak dapat diprediksi itulah yang merusak kepercayaan. Soal subsidi BBM yang BYD sebenarnya angkat dan ini poin yang paling sering diabaikan: BYD mengingatkan satu hal yang sangat valid: kendaraan listrik bukan hanya soal industri otomotif. Ini soal pengurangan beban subsidi BBM yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar APBN Indonesia. Setiap mobil listrik yang beroperasi adalah satu lebih sedikit mobil yang membutuhkan BBM bersubsidi. Di skala nasional kalau adopsi EV meningkat signifikan penghematan subsidinya bisa sangat besar. Memajaki kendaraan listrik di saat penetrasinya masih rendah justru memperlambat adopsi yang sebenarnya menguntungkan APBN dalam jangka panjang. Ini adalah trade-off yang seharusnya dihitung dengan sangat hati-hati sebelum kebijakan pajak ini dirilis. Dan pertanyaannya adalah: apakah perhitungan itu sudah dilakukan dengan cukup serius sebelum Permendagri ini ditandatangani? Soal ironi yang paling menyakitkan: Pemerintah termasuk Presiden Prabowo berulang kali menyatakan ingin menarik investasi asing sebesar-besarnya. Indonesia punya ambisi besar di hilirisasi. Di industri baterai. Di rantai pasok EV global. BYD adalah salah satu pemain terbesar di ekosistem itu. Mereka sudah masuk. Mereka sudah investasi. Mereka sudah bangun pabrik. Dan sekarang mereka harus keluar ke publik untuk mengatakan: tolong, kami butuh kepastian regulasi. Itu bukan kalimat yang seharusnya perlu diucapkan oleh investor yang sudah ada di dalam. Itu adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam cara pemerintah mengelola hubungannya dengan investor. Yang seharusnya dilakukan: Kalau memang ada kebutuhan untuk menerapkan pajak pada kendaraan listrik yang argumennya bisa diperdebatkan maka minimal ada tiga hal yang harus dilakukan: Pertama: konsultasi publik dan industri yang memadai sebelum kebijakan ditetapkan bukan setelah kebijakan sudah keluar. Kedua: masa transisi yang jelas misalnya kendaraan yang sudah dibeli sebelum kebijakan berlaku tidak terdampak, atau ada masa grace period dua sampai tiga tahun. Ketiga: paket kompensasi atau insentif lain yang menggantikan misalnya insentif di sisi produksi atau infrastruktur pengisian daya supaya momentum adopsi EV tidak terganggu. Tanpa tiga hal itu kebijakan ini tidak hanya memukul BYD. Ini memukul kepercayaan semua investor yang sedang mempertimbangkan masuk ke Indonesia. BYD tidak sedang menolak pajak karena tidak mau bayar. Mereka sedang mengingatkan satu hal yang fundamental: investasi jangka panjang butuh kepastian regulasi jangka panjang. Dan di saat rupiah masih di level Rp17.300, modal asing keluar Rp28 triliun di Q1 2026, dan banyak investor global masih menimbang-nimbang Indonesia sebagai tujuan investasi Mengirim sinyal bahwa regulasi bisa berubah mendadak tanpa konsultasi yang memadai adalah hal terakhir yang seharusnya dilakukan. Narasi "anti antek asing" yang gue sudah bahas sebelumnya dan ketidakkonsistenan regulasi seperti ini keduanya memberikan kontribusi pada satu hal yang sama: membuat Indonesia terlihat sebagai pasar yang berisiko untuk investasi jangka panjang. Dan yang rugi dari situasi itu bukan investor asingnya yang punya pilihan untuk pergi ke Vietnam, Thailand, atau India. Yang rugi adalah Indonesia sendiri. Dan rakyatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
17
22
52
5.2K
Hidup sebagai +62 أُعيد تغريده
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
NYANGKUT DI BIG BANKS? Kayaknya banyak nih yang "nyangkut" di big banks😩 dan bingung diapain... Kalau ini uang dingin, menurutku mending stay still or average down. Karena valuasinya ga pernah lbh rendah dari ini dalam 10 tahun terakhir🥹 padahal kinerja jauh lebih bagus dari 10 tahun lalu kan. Kalau aku team: sabar dulu. UNLESS... kalian nemu yang lebih menarik! Inget prinsipnya: "be fearful when others are greedy, be greedy when others are fearful!" sumber: ainrukaicilef
Lambe Saham tweet media
Indonesia
6
6
25
1.5K
Obsrvate
Obsrvate@obsrvate·
Megan Thee Stallion went live and started being NASTY with her NEW man just one day after breaking up with Klay Thompson over cheating rumors 😬👀 "Y'all meet my new man I'm done with athletes they all cheat" "And Klay still gotta send me $300k a month I secured the bag"
English
119
23
444
219.1K
Toshiba TV
Toshiba TV@toshibatv_id·
Siapa tokoh Indonesia yang menurut kamu cocok menjadi Brand Ambassador Toshiba TV Indonesia? Tidak harus selebriti, artis, atau selebgram.
Indonesia
122
2
108
9.8K
Hidup sebagai +62 أُعيد تغريده
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Prabowo baru saja melantik enam pejabat baru. Dan gue mau bedah satu per satu siapa mereka, dari mana latar belakangnya, dan apakah penempatannya masuk akal. 1. Mohammad Jumhur Hidayat — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Latar belakang Jumhur adalah aktivis buruh dan tokoh politik. Dia dikenal sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dan pernah aktif di lingkaran oposisi era Jokowi. Belakangan merapat ke kubu Prabowo. Kompetensi di bidang lingkungan hidup? Ini yang perlu dipertanyakan. Jumhur tidak punya track record substansial di isu lingkungan, konservasi, atau pengelolaan sumber daya alam. Menteri Lingkungan Hidup adalah posisi yang sangat teknis dan sangat kritis terutama saat Indonesia menghadapi tekanan internasional soal deforestasi, target net zero emission, dan negosiasi carbon credit. Ini bukan posisi yang bisa diisi hanya berdasarkan loyalitas politik. Dan ini terjadi tepat di saat TPL baru saja dicabut izin hutannya yang artinya isu lingkungan hidup sedang sangat panas. 2. Hanif Faisol Nurofiq — Wakil Menko Pangan Hanif adalah birokrat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia pernah menjabat Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan. Dari sisi kompetensi teknis ini salah satu penempatan yang paling masuk akal dari enam nama ini. Background di kehutanan dan planologi relevan dengan isu pangan terutama terkait lahan pertanian, konversi lahan, dan kebijakan agraria yang bersinggungan dengan ketahanan pangan. Tapi pertanyaannya: kenapa dia dipindah dari lingkungan hidup ke pangan sementara Jumhur yang tidak punya background lingkungan justru masuk ke kementerian yang Hanif tinggalkan? 3. Dudung Abdurachman — Kepala Staf Kepresidenan Dudung adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat jenderal bintang empat. Pensiunan militer. Tokoh yang dikenal vokal dan tidak jarang kontroversial semasa aktif. Ini adalah pola yang sudah gue dan banyak pengamat soroti sebelumnya: militer aktif atau pensiunan terus mengisi posisi-posisi sipil strategis. Kepala Staf Kepresidenan adalah posisi yang secara historis diisi oleh tokoh sipil politisi senior, teknokrat, atau akademisi yang memahami dinamika pemerintahan sipil dan komunikasi publik. Menempatkan mantan KSAD di posisi ini memberikan sinyal yang tidak kecil: bahwa lingkaran kepresidenan semakin didominasi latar belakang militer. Dan itu adalah sinyal yang sangat diperhatikan oleh pengamat demokrasi — baik di dalam maupun luar negeri. 4. Muhammad Qodari — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Qodari adalah pendiri dan Direktur Eksekutif IndEX Research lembaga survei politik. Dia dikenal sebagai analis politik dan konsultan komunikasi politik yang sudah lama berkecimpung di dunia survei dan strategi elektoral. Yang menarik dan kontroversial adalah Qodari adalah salah satu orang pertama yang secara publik mendorong wacana Prabowo-Gibran sebagai pasangan di Pilpres 2024. Bahkan sebelum banyak pihak lain berani bicara soal itu. Dari sisi kompetensi komunikasi dia punya pengalaman. Tapi ada pertanyaan tentang independensi dan konflik kepentingan: apakah seorang yang sangat terlibat dalam elektoral politik sebuah kandidat bisa menjalankan fungsi komunikasi pemerintah yang seharusnya melayani kepentingan publik bukan kepentingan politik partisan? 5. Hasan Nasbi — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi sebelumnya menjabat Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Sekarang digeser ke posisi Penasihat Khusus. Gue sudah membahas Hasan Nasbi sebelumnya dalam konteks Teddy Indra Wijaya di mana Hasan Nasbi memberikan penjelasan yang tidak akurat soal posisi Seskab dan UU TNI. Selamat Ginting menyebutnya sebagai bukti bahwa "komunikasi publik pemerintah itu buruk di era Prabowo karena orang-orang di sini enggak ngerti tentang komunikasi publik." Menggesernya dari Kepala Kantor Komunikasi ke Penasihat Khusus apakah ini promosi, degradasi, atau sekadar rotasi untuk memberi tempat bagi Qodari? Tidak jelas. Yang jelas: kalau kinerjanya di posisi sebelumnya sudah mendapat kritik tajam menempatkannya sebagai penasihat dengan pengaruh yang mungkin lebih tidak terlihat tapi tetap ada bukan solusi yang menyelesaikan masalah. 6. Abdul Kadir Kading — Kepala Badan Karantina Indonesia Kading adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa. Mantan anggota DPR. Tidak ada rekam jejak yang signifikan di bidang karantina, biosafety, atau pengelolaan perbatasan dari sisi fitopatologi dan kesehatan hewan. Badan Karantina Indonesia adalah lembaga teknis yang sangat penting terutama dalam konteks: Mencegah masuknya hama dan penyakit tanaman yang bisa menghancurkan pertanian. Mengawasi perdagangan hewan dan produk hewan di perbatasan. Menjadi garda terdepan melindungi ketahanan pangan dari ancaman biologis. Ini bukan posisi yang bisa diisi hanya berdasarkan latar belakang legislatif. Ini butuh orang yang benar-benar paham karantina, biosafety, dan regulasi perdagangan internasional terkait produk pertanian. Menempatkan politisi PKB di sini sangat sulit untuk tidak membacanya sebagai bagi-bagi posisi koalisi daripada penempatan berbasis kompetensi. Pola dari enam penempatan ini: Satu — militer terus masuk ke ruang sipil. Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan adalah konfirmasi terbaru dari tren yang sudah sering dikritisi. Dua — balas jasa politik masih kental. Qodari yang mendorong wacana Prabowo-Gibran sejak awal sekarang dapat posisi. Kading dari PKB koalisi dapat posisi. Jumhur yang merapat ke Prabowo dapat posisi. Tiga — kompetensi teknis tidak selalu jadi pertimbangan utama. Menteri Lingkungan Hidup tanpa background lingkungan. Kepala Karantina tanpa background karantina. Empat — komunikasi kepresidenan tetap jadi fokus besar. Dua dari enam posisi Qodari dan Hasan Nasbi berkaitan dengan komunikasi. Ini menunjukkan pemerintah sadar bahwa narasi publiknya bermasalah. Tapi apakah mengisi posisi komunikasi dengan orang-orang berlatar belakang konsultan elektoral adalah solusi yang tepat — itu pertanyaan yang sangat valid. Dari enam pejabat yang dilantik hari ini yang paling bisa dipertanggungjawabkan secara kompetensi adalah Hanif Faisol Nurofiq. Yang paling kontroversial secara tata negara adalah Dudung Abdurachman. Yang paling jelas sebagai balas jasa politik adalah Kading dan Qodari. Dan yang paling mengkhawatirkan dari sisi mismatch kompetensi adalah Jumhur di lingkungan hidup. Seperti yang sudah gue bahas sebelumnya mengutip data Feri Amsari: 65% menteri di kabinet Prabowo tidak matching antara latar belakang pendidikan dan jabatan yang mereka pegang. Pelantikan hari ini tidak memberikan tanda bahwa tren itu sedang diperbaiki.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
1
11
15
866
Moto_rizzz 🛵
Moto_rizzz 🛵@priangga_reza·
Mutualan yok gaes, rt, fb & like yaa. Thank you..
Moto_rizzz 🛵 tweet media
Coblong, Indonesia 🇮🇩 English
78
32
81
1.5K
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@VegimGrad100·
Bunda Maya : cantik + talented + kaya Irwan Musry : good loking at his age + talented + kaya Jadi keywordsnya harus sama
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
0
0
0
19
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@VegimGrad100·
kalau laki laki dituntut : - provider - protector - problem solver maka wanita akan dituntut : - respect - emotional support - comitment - care & nuturing - partnership deal ya?
Filipino
0
0
0
23
Film Updates
Film Updates@FilmUpdates·
‘THE SUMMER I TURNED PRETTY’ movie begins filming today. Starring Lola Tung, Christopher Briney and Gavin Casalegno.
Film Updates tweet mediaFilm Updates tweet media
English
64
228
3K
77.6K
apajadeh
apajadeh@999o7i·
Ini konsepnya ratu Cleopatra ya
apajadeh tweet media
Indonesia
17
38
552
98.1K
willy the kid
willy the kid@cursedkidd·
senin2 jgan ngeluh,100x kmu ngeluhpun dunia gk akan berpihak padamu dik
Indonesia
107
296
705
17.7K