Di depan Allah, sebuah kebohongan, sekalipun diulang-ulang, akan sia-sia, tidak ada nilainya sama sekali -Buya Syafii Maarif- Sumber: buyasyafii.com/index.php/2017…
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (49:6)
Muhasabah 6
مع الله
(Kesadaran dan siap disertai Allah)
Apa yg kita intai setiap saat. Apa pula yg kita waspadai setiap waktu? Allah menyertai kita, bahkan sebelum kita sadar bahwa kita disertai olehNya. Mengapa kita ciptakan tirai imajiner seakan ada tirai antara kita denganNya?
Tips malam Senin: "Jalani hidupmu dg suatu cara sedemikian, sehingga kau tak lagi perlu berlibur (karena cara hidupmu itu telah menjadi sumber kebahagiaanmu, passionmu)..."
Muhasabah 5
فىالله
(Sepenuhnya pada Allah)
Kita berjuang lahir dan batin apakah sepenuhnya pada Allah untuk Allah atau sekadar status agar disebut berjuang?
Apakah ada tekad melawan diri sendiri demi untuk Allah atau sebaliknya, Nama Allah untuk kepentingan anda?
Muhasabah 7
على الله
(Bersandar pada Allah)
Seharian kita bersandar pada apa? Program, kerja, pikiran, kompetensi, keakuan, amal, kehebatan2, prestasi, tujuan d cita2. Kapan anda pernah menciptakan itu semua? Bukankah itu ciptaanNya yg dikirim pdmu agar engkau bersandar padaNya?
Akhirnya, agar tidak “buta di sini dan tidak buta di sana,” bangunan keislaman dan keimanan kita perlu dikoreksi dan dipertanyakan kembali, apakah sudah benar dan autentik diukur dengan benang merah Alquran dan misi kenabian!
Indahnya pagi bukan siraman cahaya mentarinya tetapi pada Dia Yang Ada dibaliknya. Bunga2 pagi yang mekar selalu mengingatkan. "Kami adalah fitnah jangan kufur." (Pesonaku adalah cobaan, jangan terhenti pada yang tampak di kasat matamu, lihatlah yang tersembunyi di dalam diriku".
"Pejuang (sejati) adlh org yg berjuang melawan egonya agar menaati Allah" (Hadis) "Perangilah egomu dg 4 pedang: sedikit makan, sedikit tidur, sedikit bicara, dan sabar ketika seseorg menjahatimu" (Sufyan ats-Tsawri)
Jangan bikin generasi instan. Nanti muncul Ulama instan, Ilmuwan instan, perjuangan instan, kekuasaan instan, ibadah dan doa instan, dan syurga instan. Sungguh kita tidak punya malu di hadapan Allah swt. Mendung dicipta bukan instan agar jadi hujan. Tapi agar muncul buah2an.
Waspadai! Kehambaanmu pd Allah swt bisa sirna karena 4 hal: Merasa cukup dg fasilitas materi; merasa mulia dan luhur; merasa mampu d kuasa; merasa kuat dan hebat.