B, Shahrazed.

1.1K posts

B, Shahrazed. banner
B, Shahrazed.

B, Shahrazed.

@beilhas

マグル ; Lieder ohne Worte II, Op. 30: A Collection of Tales About Constant Prominence and Its Veiled Tristesse; Gift of Consolation for the Lady in Red.

Mara Jeanette. انضم Mayıs 2026
44 يتبع46 المتابعون
B, Shahrazed. أُعيد تغريده
Matthias
Matthias@matthistein·
@yorokochi Mau ikut post juga bersama kakakku dan kakak iparku. 👩🏻‍‍👦🏻👩🏻
Matthias tweet media
Indonesia
0
2
2
222
B, Shahrazed.
B, Shahrazed.@beilhas·
@yorokochi ( Every story must eventually reach its final page, and it seems the time of Shahrazed Belhassen and Mara Jeanette in Koriko has come to a close. Thank you for these past two weeks. If you would like to stay in touch beyond this chapter, do leave us a note in the DMs. 🤍 )
B, Shahrazed. tweet mediaB, Shahrazed. tweet media
English
14
1
7
565
喜びの町 ✧
喜びの町 ✧@yorokochi·
⠀ ⠀ ⠀ ⠀ { MEET ME ON THE OTHER SIDE .ᐟ } ⠀
English
37
1
0
6.1K
B, Shahrazed. أُعيد تغريده
𝖭𝖺𝗏𝗒𝖾𝗅.
ㅤ . . . 𝑑͟𝑒͟𝑙͟𝑖͟𝑣͟𝑒͟𝑟͟𝑦͟ 𝑡͟𝑖͟𝑚͟𝑒 : 📮 📦 🚛 for the goodbye we'll never say, why don't we call it "see you" instead? Let these keepsakes linger in your heart ‘til our paths intertwine. Until then, may our love remain warmth within you. ⓘ⠀|⠀ s . id / POSTAROCHI ㅤ
𝖭𝖺𝗏𝗒𝖾𝗅. tweet media
English
1
40
3
4.4K
B, Shahrazed. أُعيد تغريده
𝖬𝖨𝖱𝖠.
𝖬𝖨𝖱𝖠.@jhalsmira·
Jadi Yae, Suzu, Suiren, Nao aslinya dari mutiara? Kerang? Puja kerang ajaib? 😭
喜びの町 ✧@yorokochi

EPILOG. TENTANG KORIKO: TAKKOROKAMUI TAKKOROKAMUI SANG DEWA Ratusan tahun silam, Takkorokamui, Sang Dewa Samudra yang diagung-agungkan, berdiam di sebuah pulau kecil di seberang pulau yang kini dikenal sebagai Pulau Koriko. Para manusia yang merasa bersyukur kemudian membangun sebuah kuil kecil dengan kayu-kayu yang diukir apik di pulau tersebut. Dari generasi ke generasi, para nelayan menyebrangi selat untuk memberi sesembahan dan berdoa kepada dewa sebelum memulai kegiatan menangkap ikan. Meski pulau kuil tersebut kerap dikunjungi manusia, Takkorokamui tetap hidup dalam kesendirian. Beliau mendambakan pendamping untuk menemaninya hidup. Dari empat biji mutiara dari teluk, ia menganugerahkan kemampuan untuk mengambil wujud manusia dan memiliki kesadaran seutuhnya. Dan dengan belas kasihnya, ia mengangkat mereka sebagai putri-putri lautan. Mereka berempat ditugaskan sebagai Miko, atau gadis kuil, yang menjaga kuil serta tradisi pemujaan. Pada saat yang sama, kerakusan menusia mulai mencemari laut yang selama ini ia lindungi. Perairan dirusak, pantai-pantai dikotori, dan keseimbangan alam jelas terganggu oleh perilaku tidak terpuji tersebut. Luka itu tidak hanya dirasakan oleh sang dewa. Banyak yokai yang hidup di samudra tumbuh penuh kebencian terhadap manusia. Kemarahan meraka terus bertumbuh dan akhirnya berubah menjadi pembalasan: kapal-kapal dengan sengaja ditenggelamkan, dan para nelayan yang berlayar terlalu jauh sering kali tidak pernah kembali. Takkorokamui menyadari bahwa jarak antara dirinya dengan dunia semakin besar. Bersemayam di kuil yang terpencil membuatnya hanya mendengar doa-doa manusia, tetapi tidak benar-benar memahami kehidupan mereka sehari-hari. Begitu pula para yokai yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap manusia walaupun hanya segelintir yang melakukan kesalahan. Setelah menyaksikan terlalu banyak pertumpahan darah antara manusia dan yokai, Takkorokamui akhirnya mengambil keputusan yang paling berat sepanjang keberadaannya sebagai dewa. Demi mencegah kebencian itu terus memakan korban, ia menciptakan sebuah tembok pembatas yang tak kasat mata. Tembok tersebut membelah dunia menjadi dua alam yang berdampingan namun tak lagi saling bersinggungan. Di satu sisi berdiri dunia manusia, sementara di sisi lainnya terbentang dunia para yokai. Hanya tempat suci dan wilayah yang diberkati dewa yang masih memungkinkan kedua dunia saling bersentuhan. Konflik antara manusia dan yokai yang dahulu sering terjadi pun perlahan mereda, dan laut telah menemukan ketenangannya kembali. Namun Takkorokamui tidak pernah berniat memisahkan keduanya untuk selamanya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia masih mendambakan hari dimana manusia dan yokai dapat hidup berdampingan tanpa rasa takut maupun prasangka buruk. Karena itu, sang dewa menetapkan sebuah pengecualian. Setahun sekali, pada hari yang telah diberkati olehnya, pembatas antara kedua dunia akan menipis. Pada saat itulah manusia dan yokai dapat berkumpul dalam Festival Perikanan Koriko.

Indonesia
0
17
1
310
B, Shahrazed. أُعيد تغريده
Matthias
Matthias@matthistein·
Beverly B-nya berkah selalu. 😭 Ehm ...
Matthias tweet media
Indonesia
0
26
0
324
B, Shahrazed. أُعيد تغريده
喜びの町 ✧
喜びの町 ✧@yorokochi·
EPILOG. TENTANG KORIKO: TAKKOROKAMUI TAKKOROKAMUI SANG DEWA Ratusan tahun silam, Takkorokamui, Sang Dewa Samudra yang diagung-agungkan, berdiam di sebuah pulau kecil di seberang pulau yang kini dikenal sebagai Pulau Koriko. Para manusia yang merasa bersyukur kemudian membangun sebuah kuil kecil dengan kayu-kayu yang diukir apik di pulau tersebut. Dari generasi ke generasi, para nelayan menyebrangi selat untuk memberi sesembahan dan berdoa kepada dewa sebelum memulai kegiatan menangkap ikan. Meski pulau kuil tersebut kerap dikunjungi manusia, Takkorokamui tetap hidup dalam kesendirian. Beliau mendambakan pendamping untuk menemaninya hidup. Dari empat biji mutiara dari teluk, ia menganugerahkan kemampuan untuk mengambil wujud manusia dan memiliki kesadaran seutuhnya. Dan dengan belas kasihnya, ia mengangkat mereka sebagai putri-putri lautan. Mereka berempat ditugaskan sebagai Miko, atau gadis kuil, yang menjaga kuil serta tradisi pemujaan. Pada saat yang sama, kerakusan menusia mulai mencemari laut yang selama ini ia lindungi. Perairan dirusak, pantai-pantai dikotori, dan keseimbangan alam jelas terganggu oleh perilaku tidak terpuji tersebut. Luka itu tidak hanya dirasakan oleh sang dewa. Banyak yokai yang hidup di samudra tumbuh penuh kebencian terhadap manusia. Kemarahan meraka terus bertumbuh dan akhirnya berubah menjadi pembalasan: kapal-kapal dengan sengaja ditenggelamkan, dan para nelayan yang berlayar terlalu jauh sering kali tidak pernah kembali. Takkorokamui menyadari bahwa jarak antara dirinya dengan dunia semakin besar. Bersemayam di kuil yang terpencil membuatnya hanya mendengar doa-doa manusia, tetapi tidak benar-benar memahami kehidupan mereka sehari-hari. Begitu pula para yokai yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap manusia walaupun hanya segelintir yang melakukan kesalahan. Setelah menyaksikan terlalu banyak pertumpahan darah antara manusia dan yokai, Takkorokamui akhirnya mengambil keputusan yang paling berat sepanjang keberadaannya sebagai dewa. Demi mencegah kebencian itu terus memakan korban, ia menciptakan sebuah tembok pembatas yang tak kasat mata. Tembok tersebut membelah dunia menjadi dua alam yang berdampingan namun tak lagi saling bersinggungan. Di satu sisi berdiri dunia manusia, sementara di sisi lainnya terbentang dunia para yokai. Hanya tempat suci dan wilayah yang diberkati dewa yang masih memungkinkan kedua dunia saling bersentuhan. Konflik antara manusia dan yokai yang dahulu sering terjadi pun perlahan mereda, dan laut telah menemukan ketenangannya kembali. Namun Takkorokamui tidak pernah berniat memisahkan keduanya untuk selamanya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia masih mendambakan hari dimana manusia dan yokai dapat hidup berdampingan tanpa rasa takut maupun prasangka buruk. Karena itu, sang dewa menetapkan sebuah pengecualian. Setahun sekali, pada hari yang telah diberkati olehnya, pembatas antara kedua dunia akan menipis. Pada saat itulah manusia dan yokai dapat berkumpul dalam Festival Perikanan Koriko.
Indonesia
1
31
0
1.8K
B, Shahrazed. أُعيد تغريده
NAO の魅力.
NAO の魅力.@nnaomoto·
Pas pake topeng vs pas dibuka topengnya.
NAO の魅力. tweet mediaNAO の魅力. tweet media
Indonesia
0
22
1
312
B, Shahrazed. أُعيد تغريده
𝐍𝐈𝐄𝐍𝐍𝐀.
Kichōna no Maguru malam ini:
𝐍𝐈𝐄𝐍𝐍𝐀. tweet media
Română
0
23
2
265
B, Shahrazed. أُعيد تغريده
Matthias
Matthias@matthistein·
Tapi pernah gak semoga berkah selalu?
Matthias tweet mediaMatthias tweet media
Indonesia
1
24
0
287