Mocabear
4.2K posts

Mocabear
@bhataraaa
🐻 Personal space | Cr : Under the Whispering Door📖 Queerphobic dni.
surakarta انضم Nisan 2021
341 يتبع296 المتابعون
تغريدة مثبتة

@theKumajas Pengalaman membaca paling berkesan adalah ketika membaca buku Masyarakat Adat dan Kedaulatan Pangan, dari buku itu membuka pandangan saya soal isu-isu pangan dan masyarakat adat, dan juga menambah ketertarikan saya terhadap ilmu Antropologi. #membacaindonesia
Indonesia
Mocabear أُعيد تغريده

Jumat Berkah, buku gratis
5 buku bagus ini saya bagikan untuk 5 orang yang beruntung.
Syaratnya, RT dan like twit ini, komen pengalaman bacanya, sertakan #membacaindonesia
Pemenang dipilih random, dan diumumkan minggu siang.
Silakan temen2 ramaikan.




Indonesia
Mocabear أُعيد تغريده
Mocabear أُعيد تغريده

Tidak semua laki-laki feminin gay. Tidak semua perempuan maskulin lesbian. Asumsi itu punya nama: heteronormatif. Untuk itu penting bagi heteroseksual belajar SOGIESC.
magdalene.co/story/apa-itu-…
Indonesia
Mocabear أُعيد تغريده

kindly reminder ga semua queer punya privilege yang sama dari segi lingkungan, finansial, dan keamanan. kalau kalian bisa berekspresi dengan bebas meski dijudge kanan kiri im so happy for u!! i assume you're privileged enough dan punya safety net yang support kalian
CingBocil@cingbocil
Salah satu gaenak nya jadi straight act/discreet adalah se circle sama orang yang homophobic, kadang gw bingung klo mereka lagi throwing hates ke queers di tongkrongan, gw harus pura pura hates juga atau gimana, but Iin fact gw cuma bisa diem...
Indonesia
Mocabear أُعيد تغريده

Ternyata masyarakat Indonesia belum ada di level untuk bedah buku dan kajian sastra. Banyak laki-laki yang merasa tersentil egonya dari kutipan novel di postingan ini.
ᥣ𝖾𝖾.@shylvermist
"semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk, dan bahwa tubuh yang paling murah dibayar adalah tubuh sang istri."
Indonesia
Mocabear أُعيد تغريده

Mas Faris, sudahkah kamu membaca novelnya?
Tweet masnya:
"Opini ga bermutu siapa sih ini? Bisa dibalik juga..."
dan ada juga di kolom reply:
"Kesal sih, masak ibu, nenek, istri, sama adik saya seakan disamakan pelacur? Opini sampah betul2 deh"
itu reaksi yang terlalu personal. Kamu tuh nggak lagi kritik bukunya, tapi tersinggung dan langsung ngecap "sampah" tanpa konteks.
Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi itu bukan opini murahan. Ini karya sastra yang menyibak realitas yang telanjang. Realitas patriarki yang kejam, di mana perempuan, khususnya yang miskin dan tak berdaya, dipaksa menjual tubuhnya dalam berbagai bentuk.
Nah, semua itu digambarkan lewat kisahnya Firdaus, perempuan yang sepanjang hidupnya jadi korban kekerasan seksual berlapis: dilecehkan keluarga sendiri sejak kecil, suami yang abusif, orang-orang "baik" yang bantu dengan modus jahat, sampai akhirnya dia jadi pelacur dan bunuh germo.
Firdaus nih bukan cuma "curhat sebagai korban". Lewat monolognya, dia sampai pada kesadaran pahit:
"Semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk."
"...dan bahwa tubuh yang paling murah dibayar adalah tubuh sang istri."
Ini tuh bukan hinaan sembarangan, apalagi ke ibu/nenek/istri/adik masnya.
Ini adalah kritik sistemik terhadap pernikahan dalam masyarakat patriarki yang menjadikan perempuan sebagai properti laki-laki, tanpa bayaran, tanpa pilihan, dan dengan kerja kasar seumur hidup.
Mas sudah baca novelnya belum? Kalau cuma lihat kutipan doang, ya wajar tersinggung.
Tapi novel ini dibangun dari kisah nyata Firdaus yang diwawancarai El Saadawi di penjara. El Saadawi itu memang seorang feminist radikal asal Mesir, dia sengaja pakai suara Firdaus untuk mengekspos bagaimana kejamnya sistem patriarki memaksa perempuan ke posisi itu.
Dari kritik sastra feminis, kenapa novel ini penting?
Pertama, novel ini tuh kuat banget. Ia melihat patriarki sebagai akar masalah utama yang mengontrol tubuh dan seksualitas perempuan. Pernikahan tradisional digambarkan sebagai bentuk "perbudakan" yang paling murah, sementara prostitusi justru memberi sedikit agency (bisa tolak pelanggan, bisa tentuin harga). Firdaus memilih "bebas" sebagai pelacur daripada istri yang terikat. Ini kritik langsung ke sistem keluarga dan pernikahan yang sering melindungi laki-laki.
Kedua, novel ini memberi suara ke yang tak bersuara (subaltern dan intersectional), di mana Firdaus adalah perempuan miskin, korban kekerasan, pelacur, dan tahanan. Novel ini justru bagus karena kasih platform ke pengalaman yang biasanya dibungkam. Bukan cuma soal gender, tapi juga kelas dan budaya.
Ketiga, adanya realitas yang telanjang versus idealisme. Banyak orang, mungkin termasuk kamu, marah karena merasa anggota keluarganya "disamakan dengan pelacur". Padahal novel ini tuh justru menunjukkan bahwa dalam sistem yang rusak, banyak perempuan dipaksa berada di posisi itu, baik secara harfiah maupun metafora.
Bukan berarti semua istri atau perempuan adalah pelacur, tapi sistemnya yang bikin tubuh perempuan selalu "dijual" dengan harga berbeda.
Reaksimu itu terlalu personal, itu bukan alasan buat ngecap seluruh novel sebagai "opini sampah". Sastra yang bagus justru sering bikin kita tidak nyaman karena menyentuh kebenaran pahit yang kita hindari.
Kalau semua karya yang bikin tersinggung langsung disebut sampah, maka kritik sosial lewat sastra nggak akan pernah ada dong.
Novel ini bukan buat bikin orang bahagia atau validasi pernikahan bahagia. Ia sengaja buat kita lihat realitas yang telanjang bagi perempuan yang kalah dalam sistem patriarki. Dan karena hal itu lah yang bikin novel ini kuat dan penting sampai sekarang.
Kalau kamu memang mau kritik, kritik isinya secara utuh setelah baca novelnya dulu. Bukan cuma dari satu-dua kalimat yang bikin kamu emosi terus tiba-tiba ditarik ke sentimen pribadi, mas.
Faris Afif@Apeeeeep
Opini ga bermutu siapa sih ini? Bisa dibalik juga "budak penghasil uang yang paling murah dibayar adalah tenaga sang suami."
Indonesia
Mocabear أُعيد تغريده

Mocabear أُعيد تغريده

your name engraved herein (2020)
⚭@fraudfemme
the best queer cinema i’ve seen has actually never been in english.
English
Mocabear أُعيد تغريده

Listen to your heart. Official LEVITICUS playlists curated by Stacy Clausen and Joe Bird.
Becoming Ryan: bit.ly/becomingryan
Becoming Naim: bit.ly/becomingnaim

English
Mocabear أُعيد تغريده












