OutlierID

222 posts

OutlierID banner
OutlierID

OutlierID

@fr321x

OutlierID | Teknologi berjalan tanpa peduli yang tertinggal.

Bandung انضم Ağustos 2009
691 يتبع553 المتابعون
تغريدة مثبتة
OutlierID
OutlierID@fr321x·
B.J. Habibie Bapak B.J. Habibie adalah ikon abadi yang memadukan kesederhanaan hidup dengan pencapaian teknologi tinggi demi bangsa. Meski sukses besar sebagai insinyur penerbangan di Jerman, beliau memilih pulang ke Indonesia pada 1974 untuk membangun industri dirgantara nasional dengan penuh integritas dan bakti tulus pada negara. Gaya hidupnya yang sederhana serta pengabdian tanpa pamrih menjadi teladan abadi bagi generasi penerus. Potensi anak muda Indonesia yang cerdas dan berbakat di luar negeri sangat besar. Ribuan talenta muda yang menguasai teknologi mutakhir di berbagai negara memiliki semangat kuat untuk kembali ke tanah air, berbakti, dan melanjutkan warisan Habibie dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri secara teknologi serta berdaulat. Namun, kasus Ibrahim Arief alias Ibam—mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek era Nadiem Makarim yang kini dituntut 15 tahun penjara dalam perkara pengadaan Chromebook meski mengaku tak bersalah, merasa dikriminalisasi, dan hanya menjalankan tugas konsultasi tanpa wewenang pengadaan—serta Ira Puspadewi, mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry yang divonis 4,5 tahun terkait akuisisi PT Jembatan Nusantara (meski kemudian direhabilitasi Presiden), menjadi bukti nyata bagaimana ketidakpastian hukum, tuntutan berat, dan proses yang kerap menjadikan profesional sebagai kambing hitam membuat talenta berbakat enggan kembali mengabdi. Oleh karena itu, harapan kita ke depan adalah Indonesia segera mereformasi sistem hukumnya agar lebih adil, proporsional, dan melindungi inovator serta pemimpin berintegritas. Hanya dengan demikian anak muda pintar di luar negeri akan berani pulang berbakti seperti Habibie, membawa teknologi dan semangat pengabdian untuk kemajuan bangsa yang lebih cerah dan berdaulat.
OutlierID tweet media
Indonesia
1
0
8
1.6K
OutlierID
OutlierID@fr321x·
Menurut keyakinan saya, ini masalah struktural. lingkungan anak dipengaruhi tingkat pendidikan orang tua dan orang2 sekitarnya, coba jalan2 di area yang padat penduduk, komunikasi anak seperti kebun binatang. Salah satu solusi naikkan jumlah jam disekolah ( lingkungan yg lebih terkontrol).
Indonesia
0
0
0
6
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
Bagiku pribadi, sekolah itu baru 30-40% yg membentuk karakter anak. Sisanya ya kehidupan di rumahnya dan tongkrongannya Apakah orang tuanya/lingkungannya apatis, terlalu manjain, suportif, keras, ambisius dkk Itu yg menjadikan anak tersebut akan jadi seperti apa di dewasa
Indonesia
115
295
1.5K
24.2K
OutlierID
OutlierID@fr321x·
Dari 10 orang terkaya dunia per Juni 2026, banyak yang punya satu pola yang sama : Mereka adalah Engineer, bisnisnya besar karena fisika. B.J Habibie adalah Engineer, walaupun hanya 17 bulan jadi Presiden banyak yang dia bisa lakukan.
OutlierID@fr321x

Mengapa Fisika? Pada Juli 2025, saat kunjungan ke Beijing, CEO NVIDIA Jensen Huang membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Ketika ditanya apa yang akan ia pelajari jika menjadi mahasiswa berusia 20 tahun di tahun 2025, ia menjawab dengan tegas bahwa ia akan lebih memilih **ilmu fisika dan physical sciences** daripada software atau pemrograman semata. Menurutnya, era berikutnya dalam teknologi bukan lagi sekadar “Generative AI”, melainkan **Physical AI** — kecerdasan buatan yang berinteraksi langsung dengan dunia nyata, yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang hukum-hukum alam. Fisika adalah fondasi segala ilmu pengetahuan. Dari partikel terkecil seperti quark yang membentuk proton dan neutron, hingga elektron yang mengorbit inti atom, semuanya diatur oleh hukum fisika. Dari atom terbentuk molekul, dari molekul lahir senyawa kimia, dan dari sana muncul kehidupan yang kita pelajari dalam biologi. Tanpa memahami fisika, kita hanya melihat permukaan — kita tidak tahu mengapa air membeku, mengapa matahari bersinar, atau mengapa planet mengorbit. Fisika adalah “bahasa dasar” yang menjelaskan bagaimana alam semesta ini bekerja. Di dunia modern, pentingnya fisika semakin nyata. Teknologi tercanggih seperti chip GPU, energi terbarukan, eksplorasi luar angkasa, hingga robotika masa depan semuanya dibangun di atas prinsip fisika. Jensen Huang menyadari bahwa coding saja sudah tidak cukup. Untuk menciptakan AI yang benar-benar cerdas dan berguna di dunia nyata, kita harus memahami konsep seperti gesekan, inersia, gaya, energi, dan sebab-akibat — hal-hal yang hanya bisa dipelajari secara mendalam melalui fisika. Oleh karena itu, bagi siapa pun yang ingin memahami dunia dan berkontribusi pada masa depan, mempelajari fisika adalah pilihan yang sangat bijak. Bukan hanya untuk menjadi ilmuwan, tetapi juga untuk menjadi inovator, insinyur, atau bahkan pemimpin teknologi seperti Jensen Huang. Seperti yang ia katakan sendiri, jika ia bisa kembali muda, ia akan memilih jalur ini. Jadi, mengapa fisika? Karena fisika adalah kunci untuk membuka rahasia alam semesta dan membentuk masa depan peradaban manusia.

Indonesia
1
0
0
32
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@pikachuasbun @ikhwanuddin Betul, gimana mengharapkan mengirim banyak mahasiswa ke luar negeri kalau yang mau dikirim tidak memenuhi kualitas.
Indonesia
0
0
0
6
Mayor Pikachu
Mayor Pikachu@pikachuasbun·
pendidikan tinggi itu opsional, bukan kewajiban. yang perlu itu meluruskan fundamental pendidikan wajibnya (SD, SMP, SMA). masalah keduanya selalu industri yang sehancur itu sehingga maksain personel buat nurunin standar, misalnya yang kebutuhannya tamat SMA ato vokasi, di turunkan ke S1 dan gitu sebaliknya. bahkan di pemerintah ga perlu sekolah bisa masuk buat level atas wk. banyak ngaconya.
Indonesia
2
5
12
1.3K
ikhwānuddīn 🔍
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin·
(1) Isi video: mayoritas masyarakat belum terdidik pendidikan tinggi sebabkan kualitas demokrasi kita begitu. (2) Teks twit: keterwakilan mahasiswa Indonesia di luar negeri masih amat rendah. Kalau bahas yg pertama, saya setuju pendidikan tinggi yg dimaksud adalah pendidikan untuk keahlian praktikal di vokasi. Di sini betul banyak orang tidak terlatih sesuai bidang pekerjaannya. Misal lulus SD/SMP sudah harus kerja tanpa keahlian memadai, sehingga produktivitas dan wawasannya (termasuk politik) rendah. Tapi kalau semua orang harus kuliah S1, saya paling depan melawan. Bahasan kedua tidak ada di video, sudah banyak yg tanggapi secara negatif.
Gita Wirjawan@GWirjawan

80 mahasiswa Indonesia di Harvard, dibanding Tiongkok yang lebih dari seribu dan ratusan dari Korea. Dalam gambaran lebih luas, hal serupa terjadi. Pada 2023, Tiongkok mengirim sekitar 1 juta mahasiswa ke luar negeri, India sekitar 800 ribu, sementara Indonesia hanya 70 ribu mahasiswa. Dan kalau kita lihat lanskap politik Indonesia, 88% kepala rumah tangga & 93% orang dengan hak untuk memilih tidak memiliki pendidikan tinggi. Angka di atas menunjukkan gejala dari masalah struktural, yang selama ini tidak berhasil membebaskan kita dari middle income trap. Bahwa skor IQ bangsa masih jauh di bawah yang dibutuhkan. Pertanyaannya bagaimana kita bisa membawa skor itu naik?

Indonesia
3
27
92
7.2K
OutlierID
OutlierID@fr321x·
Boleh juga nih di coba.
Google Earth@googleearth

Prepare for takeoff. ✈️ Flight simulator is now available globally on web to all users. goo.gle/4fBYnWO We've recently added many our most powerful professional desktop features to web. Elevation profiles, new import types, but there's always been one other feature you've been asking us to add to the web version of Google Earth, just for fun... Where will you fly? Share your best maneuvers, views, and flyovers with us!

Indonesia
0
0
0
9
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@AryHHAry Memanfaatkan komputasi handphone/komputer yang idle bisa juga kali ya
Indonesia
0
0
0
14
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
🔥🔥 Wow.. menarik bgt nih isi Blog Google Research: "A low-carbon computing platform from your retired phones” (12 Juni 2026) oleh Jennifer Switzer & David Patterson. Inti ide: - Ponsel bekas masih punya prosesor, memory, dan storage yg bagus. - Drpd dibuang, motherboard-nya diekstrak → dikumpulkan jadi "cluster". - Motherboard sendiri menyumbang ~50% embodied carbon dari sebuah ponsel. - 25–50 ponsel ≈ setara 1 server modern (berdasarkan benchmark SPEC). Implementasi teknis: - Motherboard diekstrak (layar, baterai, casing, kamera dibuang). - Android diganti dgn Linux + Kubernetes untuk orkestrasi - Dikelompokkan dlm cluster kecil (25–50 unit) supaya performanya mendekati server biasa. - UC San Diego akan deploy 2.000 unit Pixel sbg testbed (diluncurkan musim gugur 2026) untuk riset dan kelas mahasiswa. Performa: - Core performa Pixel 2023 (per core) kompetitif atau lebih baik dibanding server data center modern di banyak benchmark SPEC CPU 2017. - Contoh penggunaan: grading backend untuk kelas 75+ mahasiswa, Jupyter notebook, dll. Manfaat lingkungan: - Mengurangi "embodied carbon" (karbon dari pembuatan hardware baru). - Mengurangi e-waste dan kebutuhan tambang bahan mentah. Analisis Kritis Kelebihan (Pro): - Ide sgt kreatif dan selaras dgn tren sustainability dan circular economy. - Ponsel memang punya compute power yg terbuang sia2. Banyak orang sdh melakukan hal serupa secara mandiri (contoh: running LLM lokal di ponsel lama pakai Termux + llama.cpp). - Bisa jadi solusi murah untuk institusi pendidikan/riset. - Mengurangi ketergantungan pada data center besar yg haus listrik dan lahan. Kekurangan dan Tantangan (Con): - Efisiensi energi: Ponsel jauh kurang efisien dibanding server/data center modern (power consumption per compute jauh lebih tinggi). Ini bagus sbg promosi riset Google yg inovatif dan peduli lingkungan. Konsep "phone cluster computing" memang menarik dan punya potensi nyata, terutama untuk: - Institusi pendidikan - Edge computing - Proyek open-source/komunitas - Negara berkembang yg banyak ponsel bekas Namun secara praktis, ini bkn pengganti data center dlm skala besar krn efisiensi energi dan operasionalnya masih kalah. Paling cocok sbg "suplemen" atau untuk workload tertentu yg ringan. Verdict saya: Ide bagus + execution research-level yg solid, tapi butuh lebih banyak bukti nyata soal total carbon footprint (termasuk listrik) dan biaya maintenance jangka panjang.
Google Research@GoogleResearch

Today on the blog, we discuss a pathway for the second life of phones through the exploration of “phone cluster computing”, which can directly reduce the environmental footprint of computing by avoiding the need for further raw material extraction. More →goo.gle/4aJe5vO

Indonesia
2
1
6
538
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@AryHHAry Beberapa bulan lalu kupikir Rag sudah cukup. singularity, sepertinya kita sudah masuk. Perlu riset lanjutan yg lebih dalam kalau membuat suatu produk.
Indonesia
0
0
0
7
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
Bkn hanya auto-update wiki. Agent bisa deteksi perubahan di ERP, analisis dampak lintas modul dan KPI, lalu memperbarui knowledge base dgn konsistensi tinggi sambil memberi insight actionable ke tim. Obsidian + Hermes Agent + LLM lokal cocok bgt buat ini: - private - open source - full control - tanpa vendor lock-in Potensinya ke arah enterprise knowledge system yg benar2 adaptif.
Indonesia
1
0
0
44
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
Membuat personalized AI semacam yg tadi di tweet utama atau YoUniverseAI saya, banyak bagiannya benar2 free juga open source. - Hermes Agent (open source) - Obsidian (gratis) - Gbrain (dari Garry Tan / CEO Y Combinator) juga open source di GitHub Ini bkn hanya chat AI biasa, tapi Personal AI Agent + Second Brain yg benar2 bisa dipakai sehari2 di kantor untuk: - Menyiapkan data dan laporan - Review meeting dan catatan - Bantu membuat presentasi/dokumen - Mengingat semua keputusan dan proyek lama - Kerja lebih cepat tanpa harus mengulang2 menjelaskan konteks Setup: - Install: Obsidian, Hermes, GBrain - Browsing struktur Folder Vault Obsidian - Setup Hermes + Memori - Integrasi GBrain - Browsing workflow nya Kalau mau pakai lokal full bisa pakai Ollama + Hermes + Obsidian + Gbrain lokal.
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷 tweet media
SPray@Buya_Pree_

Wow.. Personalized AI ?? Jadi ini bener2 free dong.. Maap kalau saya masih terkagum2 thd cara berfikir manusia sampai bisa membangun AI .. luar biasa. Makasih mas @AryHHAry , ini perlu didetailkan sampai bisa jalan di kantor

Indonesia
2
2
24
2.6K
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@AryHHAry Bayangkan di dalam perusahaan ada satu LLM Wiki yang terhubung dengan ERP system. Setiap ada perubahan proses, aturan bisnis, KPI, atau prosedur operasional, LLM bisa otomatis meng-update wikinya sendiri, menjaga konsistensi, dan menghubungkan antar modul.
Charly Wargnier@DataChaz

🚨 @Karpathy predicted the power of the "LLM Wiki." Google just formalized it. Meet Open Knowledge Format (OKF): a vendor-neutral standard for giving foundation models the curated context they need. I can genuinely see this replacing Notion, Obsidian, or traditional wikis for developer teams, and the reason comes down to bookkeeping. Traditional wikis fail because humans inevitably abandon the tedious work of updating them. As Andrej Karpathy pointed out recently, LLMs don't get bored. They don't forget to update a cross-reference, and they can touch 15 files in a single pass. OKF standardizes the interoperability layer so agents can actually do that heavy lifting autonomously. Because the format is minimally opinionated, it doesn't dictate what you write, it just dictates how it's structured. You get: → Human-readable documents that live right alongside your code in version control → Cross-links that map out complex entity relationships without needing a graph database → A system that survives moving between different tools and organizations There is no complex compression scheme. No central registry. If you can cat a file, you can read it. If you can git clone a repo, you can deploy it. This is how we stop rebuilding context pipelines from scratch every time a new model drops. Announcement + spec file in 🧵↓

Indonesia
1
0
0
12
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@ikhwanuddin Harusnya kita ada di posisi judgment, tapi mempunyai dujgement yang berkualitas harus ditunjamg dengan proses yang memiliki referensi yang kaya (pengetahuan).
Indonesia
1
0
2
121
ikhwānuddīn 🔍
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin·
Berpikir itu butuh waktu. Tapi AI membuat generasi ini mengenal bahwa "jawaban hasil berpikir" itu dihasilkan dalam 80-120 token perdetik. Kita perlu apresiasi ulang kalau jawaban bisa jadi cuma 1 token perdetik, karena harus baca literatur dulu dan mengendapkannya semalaman.
Indonesia
6
20
140
3.2K
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@AryHHAry @jalmiburung Kalau udah kerja apalagi kerjaannya agak hectic, saranku jangan masuk area coba2 workflow, pakai wirkflow yang terbukti cocok dengan kerjaan
Indonesia
1
0
2
11
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
@jalmiburung Harus bisa.. kayak di fisika, gagal pake rumus A, harus bisa muter pake B, ga bisa juga ya cari cara lain 😂
Indonesia
2
0
1
24
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@AryHHAry Saya lagi bangun erp untuk perusahaan konstruksi, jadi kepikiran, plan saat ini masih mau pakai api llm saja di dalamnya
Indonesia
0
0
0
9
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@elonmusk The SpaceX Starship Version 2 (Block 2) is a massive, fully reusable spacecraft.
OutlierID tweet media
English
0
0
3
27
Indra Charismiadji
Indra Charismiadji@icharis·
Kita tersesat karena mengira pendidikan = sekolah. Padahal Ki Hadjar Dewantara sudah mengingatkan: pendidikan harus berdiri di atas 3 kaki—keluarga, pergerakan pemuda, dan perguruan. Hari ini kita hanya sibuk membangun sekolah, tapi lupa membangun rumah dan ruang hidup anak. Akibatnya? Anak makin lama sekolah, tapi bangsa makin sulit memahami bacaan, sulit bernalar, sulit belajar. Ini bukan sekadar krisis sekolah. Ini krisis peradaban. Saatnya merestorasi Dingklik Peradaban. Kalau satu kaki patah, jangan heran bangsa ini pincang. Setuju pendidikan harus dikembalikan ke keluarga, komunitas pemuda, dan sekolah—bukan dibebankan ke sekolah saja? #DaruratPendidikan #DingklikPeradaban #KiHadjarDewantara #PendidikanIndonesia #RestorasiPendidikan
Indra Charismiadji tweet media
Indonesia
5
9
18
314
OutlierID
OutlierID@fr321x·
@AdamPrabata Sepertinya ada dokter ahli bidang ini di paris ya dok?
Indonesia
0
0
0
55
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Kesulitan berhitung pada orang berusia lanjut (>60 tahun) merupakan salah satu tanda penurunan kemampuan otak, terutama kognitif. Salah satu contoh kesulitan berhitung adalah kesalahan dalam penjumlahan dan pengurangan sederhana, contoh 8 + 3, 2 + 9, atau 10 + 6. Beberapa kondisi medis yang perlu dipikirkan pada orang lanjut usia (lansia) dengan penurunan kemampuan berhitung antara lain: 1. 𝗠𝗶𝗹𝗱 𝗖𝗼𝗴𝗻𝗶𝘁𝗶𝘃𝗲 𝗜𝗺𝗽𝗮𝗶𝗿𝗺𝗲𝗻𝘁 / 𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗴𝗻𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻 Lansia dengan mild cognitive impairment (MCI) mulai ada gangguan kognitif, seperti sulit mengingat, konsentrasi, dan berhitung. Lansia dengan MCI ini masih bisa beraktivitas sehari-hari secara mandiri, meskipun kemampuan kognitif-nya sudah berkurang. Lansia dengan gangguan kognitif lebih sulit untuk berpikir dan memutuskan sesuatu, terutama yang sifatnya kompleks. Salah satu urusan yang sifatnya kompleks adalah keputusan terkait orang banyak dan negara. 2. 𝗚𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗴𝗻𝗶𝘁𝗶𝗳 𝘃𝗮𝘀𝗸𝘂𝗹𝗮𝗿 Gangguan kognitif vaskular terjadi karena gangguan pembuluh darah ke otak. Lebih sering terjadi pada lansia dengan penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah, misalnya hipertensi, diabetes, atau stroke. Bila penurunan kemampuan kognitif ini terkait stroke, maka munculnya bisa disertai gejala lain, misalnya pelo, wajah mencong, atau kelemahan sesisi. 3. 𝗗𝗲𝗺𝗲𝗻𝘀𝗶𝗮  Kesulitan bekerja dengan angka, mengikuti resep, menghitung uang, membayar tagihan, atau mengelola keuangan bisa menjadi tanda awal demensia bila terjadi berulang dan mengganggu fungsi sehari-hari. Pada kondisi demensia, lansia sudah sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara normal. 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗞𝗮𝘁𝗮 Penurunan kemampuan kognitif, termasuk sulit berhitung, merupakan tanda yang perlu diawasi pada lansia. Bila ada anggota keluarga kalian atau mengenal orang dengan keluhan serupa, sebaiknya diperiksakan ya, supaya mencegah penurunan kemampuan untuk beraktivitas sehari-hari. Semoga bermanfaat! Sumber: -Knopman, 2015. Mild Cognitive Impairment and Mild Dementia: A Clinical Perspective -Dichgans, 2019. Vascular Cognitive Impairment.
Indonesia
20
92
241
8.1K