
@defonotisa @cutemistakess Anggaplah itu penginapan bagi 2, berarti harga penginapan buat 20 malam sekitar 2.7jt. Ini penginapan macem apa cuma 135rb per malam? Itu jg budget makan cuma sekitar 90rban sehari, Makan apa weh?
🍑
10.7K posts


@defonotisa @cutemistakess Anggaplah itu penginapan bagi 2, berarti harga penginapan buat 20 malam sekitar 2.7jt. Ini penginapan macem apa cuma 135rb per malam? Itu jg budget makan cuma sekitar 90rban sehari, Makan apa weh?

alasan orang tua kita dulu bisa beli rumah - ga langganan netflix/spotify - ga co shopee tiap minggu - ga dikit" selfreward padahal ga ngapa ngapain

Di masa kolonial di Jawa, opium atau madat dilegalkan oleh Belanda lewat monopoli yang dikenal sebagai opiumregie. Zat ini menjebak banyak orang hingga kecanduan disebut pemadat yang perlahan melemahkan tubuh dan merusak kehidupan mereka. Setelah Indonesia merdeka, rumah candu ditutup dan opium resmi dilarang. Dari kisah ini terlihat jelas, candu pernah digunakan sebagai alat penjajahan yang mengancam masa depan generasi. Gak banyak yang sadar kalau candu dulu dipakai sebagai alat kontrol penjajah kalau hidup di masa itu, kira-kira kamu bakal bisa lepas dari jeratnya atau malah ikut terjebak? 😶 🌟







Unpopular opinion tentang Sejarah yang bisa bikin kamu kayak begini:



made an incense holder that can also be hung on the wall

Kami pamit. Semoga kenangan manis di antara kita tetap terjalin dalam rasa dan asa. Mohon doanya agar selalu terus ada harapan untuk semakin tegarnya kita berlayar di Samudera literasi—sebuah utasan.


Siapa tau bisa jadi rekomendasi lain selain Metode Jakarta.





this and don't let them lie to you...... 10 minutes of daily body weight workouts at home can absolutely make a difference in your body composition

1. Tragedi "Informasi Intelijen" & Komunikasi Komando Gaya bicara "Saya sudah dapat data intelijen dan akan saya tertibkan" memang gaya khas komando. Masalahnya, dalam birokrasi sipil, kata "tertibkan" adalah kata bersayap yang sangat berbahaya. Terjemahan di Lapangan: Bagi prajurit atau PENDUKUNG FANATIK, "TERTIBKAN" sering diterjemahkan sebagai perintah untuk "bungkam" atau "hentikan dengan cara apa pun." Efek Boomerang: Ketika instruksi itu berubah menjadi tindakan fisik (seperti contoh kasus penyiraman air keras), tanggung jawab moral dan politiknya akan kembali ke atas. Kelemahan Strategis: Pemimpin yang tidak bisa mengukur dampak dari ucapannya sendiri—terutama jika ia merasa sudah memiliki "data kunci"—sering kali justru menciptakan krisis nasional dari isu yang seharusnya bisa diselesaikan lewat meja diplomasi atau hukum biasa. 2. Paranoia Sumbu Pendek vs. Logika Konstitusi Ketakutan berlebih terhadap LSM, media, atau pengaruh asing (paranoia akut) sering kali membuat seorang pemimpin salah mengidentifikasi siapa "musuh" sebenarnya. Ancaman Bayangan: demo dan kritik adalah mekanisme kontrol dalam demokrasi yang dijamin Konstitusi RI. Menghadapinya dengan represif justru menunjukkan kerapuhan, bukan kekuatan. Realitas Ekonomi vs. Retorika: fondasi kekuasaan yang paling nyata adalah perut rakyat (ekonomi). Jika ekonomi hancur, tidak butuh LSM asing untuk memicu gejolak; rakyat akan bergerak sendiri. Kesalahan Prioritas: Pemimpin yang sibuk "berperang" melawan kritik biasanya KEHILANGAN FOKUS untuk memperbaiki variabel ekonomi. Mereka menunggu situasi tenang untuk bekerja, padahal dalam politik loka apalagi global, KETENANGAN itu TIDAK PERNAH ADA. Kita harus "menari di tengah badai," bukan mencoba menghentikan badai dengan tongkat komando. Sikap meledak-ledak dan terburu-buru ini memang sangat kontras dengan gaya Erdogan. Erdogan bisa sangat keras, tapi ia tahu kapan harus menahan diri demi kepentingan ekonomi Turki, bahkan jika itu berarti harus berjabat tangan dengan lawan politiknya. Seorang pemimpin yang belum selesai dengan dirinya sendiri cenderung melihat setiap "perbedaan pendapat" sebagai "pengkhianatan". Karakter "paranoid" ini bisa diredam jika ia dikelilingi oleh penasihat yang berani berkata "TIDAK", Tapi justru penasihat seperti itu yang paling pertama ia singkirkan? :: WeKa ::