Vian

7.5K posts

Vian banner
Vian

Vian

@notwidodo

In Providentia Dei spes non confundit | Psalm 118:8

انضم Temmuz 2013
567 يتبع1.2K المتابعون
تغريدة مثبتة
Vian
Vian@notwidodo·
Reminder: Be mindful of how people present themselves. Some have public profiles with minimal personal content—interact accordingly, especially if your account is public. My account is personal, and I post as I wish. If you don't have anything positive, save it.
English
3
5
48
33.4K
Citayem Union
Citayem Union@curbmyname·
@notwidodo its amazing discovering 1 day 1 kebobrokan just like the real system
English
1
0
0
23
Citayem Union
Citayem Union@curbmyname·
urusan sama ni aplikasi jelek lagi
Citayem Union tweet media
Indonesia
1
0
0
88
Citayem Union
Citayem Union@curbmyname·
the quality and performance of aplikasi pemerintah never cease to amaze me (in a bad way)
English
0
0
0
57
Vian
Vian@notwidodo·
Ibarat Innova 2.7 ngebut coba lawan Mustang Boss 302. Biar ga ketinggalan banget, mekanik Innova pasang spoiler gede biar nggak melayang, trus pasang turbo aftermarket dan NOS.
Tukang Mobil Mobilan@MasMasBiassaa

@profesor_saham jelaskan dalam istilah otomotif

Indonesia
0
0
0
167
Citayem Union
Citayem Union@curbmyname·
NYASAR DI BACKROOM ANJAY
Citayem Union tweet media
Indonesia
1
0
0
177
Vian
Vian@notwidodo·
HARI H CUCI MOTOR ITULAH HARI HUJAN DERES SIAAAAAAAAAA---
Indonesia
0
0
2
124
Vian
Vian@notwidodo·
Pembahasan pantry kantor hari ini: "TAKSONOMI BAKSO" -EFH
Indonesia
0
0
1
114
Vian أُعيد تغريده
zhil
zhil@zhil_arf·
Pada zaman Orde Baru yang sangat korup, rezim membiarkan profesional bekerja kemudian mengkorupsi semua hasil jerih payah mereka. Profesional dijadikan sapi ternak. Rezim sekarang jauh lebih bodoh. Profesionalnya malah dikriminalisasi. Gw sebetulnya curiga bahwa ini adalah sengaja. Siapakah motor utama Reformasi? Ya para kelas produktif yang diternakkan oleh penguasa Orde Baru. Dulu kelas produktif ini berpikir, "wait, kenapa mereka yang berkuasa? Kenapa nggak gw aja yang berkuasa ya?" Para penguasa lama Orba sakit hati karena digulingkan dan karena semakin tidak relevan dengan perkembangan zaman. Mereka tidak nyaman hidup tanpa budaya yes man ABS, feodalisme, dan impunitas. Mereka tidak bisa membangun pabrik, mereka hanya bisa memalak pabrik. Di dunia yang adil, mereka pasti kalah. Jadi, mereka tidak mau hidup di dunia yang adil. Mereka ingin memutar balik waktu dengan merobohkan pabrik, membasmi kelas profesional, dan menghancurkan kapasitas karya Indonesia, supaya mereka bisa berkuasa lagi dengan impunitas seperti dahulu. Padahal, tanpa para orang yang actually mau mikir kerja bagi negeri ini, para orang lama itu secara harfiah hanyalah segerombolan preman, maling, penyamun, dan bandit hutan yang hanya bisa merampok dan memalak. Mereka tidak bisa bikin apa-apa.
zhil tweet media
Ibrahim Arief@ibamarief

Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.

Indonesia
14
340
873
191.1K
Vian
Vian@notwidodo·
@PeopleofSedati Makanyeeee nie orang2 MAGA bener2 ga ngotak sumpahh
Indonesia
0
0
0
21
Dyon
Dyon@PeopleofSedati·
@notwidodo Loh Vigano kan udah di excom sama Takhta Suci wkwkkwkw
Indonesia
1
0
0
46
Vian
Vian@notwidodo·
@LadPsycho All the real woke people are busy working...
English
0
0
1
60
Vian
Vian@notwidodo·
@curbmyname kiarin langsung di offer HAHAHA
Filipino
0
0
0
82
Vian أُعيد تغريده
Margaret Morgenstern
Margaret Morgenstern@MadameSuga·
Jadi biarawan/biarawati Katolik itu ada 3 kaul (janji suci): 1. Kaul kesucian —> tidak menikah demi melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang tidak terbai 2. Kaul ketaatan 3. Kaul kemiskinan Jadi dalam kasus penggelapan dana oleh pegawai BNI, kalau ada tuduhan terhadap biarawati, dia ga paham Gereja Katolik dan soal kaul kemiskinan. Udahlah ga paham, lalu mikir jahat.
Indonesia
37
1.2K
3.8K
173.6K