Rahmad Kurniawan

1.9K posts

Rahmad Kurniawan

Rahmad Kurniawan

@rahmadtech

ordinary husband

انضم Temmuz 2013
921 يتبع136 المتابعون
Bang Medu | Crypto & Proteksi ⛓️🛡️
Jadi ingat dulu di sekitar tahun 2017 Bang Medu pernah investasi di startup eFishery ini. Proyek yang bagus dan startup yang disanjung-sanjung pada masanya. Untungnya Bang Medu udah exit di tahun 2019 karena memang tenor sudah tercapai. Sempat mau re-investasi tapi kebetulan di tahun itu Bang Medu punya kebutuhan lain sehingga hasil pencairan dana itu dialokasikan ke kebutuhan tersebut.
folkative@insidefolkative

Gibran, pendiri dari startup eFishery resmi divonis 9 tahun penjara dan denda 1 Miliar.

Indonesia
1
0
7
4.1K
Robin Syihab
Robin Syihab@anvie·
Nyobain trick-nya @andthatto dg cara ngatur reasoning pakai grammar biar model gak overthink; ternyata mempercepat proses juga, bisa dapat 200tps pakai mocin 35B
Indonesia
7
8
133
6.2K
Rahmad Kurniawan أُعيد تغريده
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
Indonesia
119
4.5K
6.8K
417.9K
Rahmad Kurniawan أُعيد تغريده
Jawa Pos
Jawa Pos@jawapos·
Mantan konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief alias Ibam tidak kuasa menahan tangis saat mendengar tuntutan 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari. Ibam merasa kasus dugaan korupsi Chromebook yang menjerat dirinya merupakan kriminalisasi. Sementara, istri Ibam, Dwi Afriati pun tidak kuasan menahan tangis. Ia menyesalkan atas tuntutan penjara yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap suaminya. Afriati pun merasa keberatan atas tuntutan pembayaran uang pengganti Rp 16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara. Menurutnya, tuntutan pembayaran uang pengganti itu sangat berat baginya dan keluarga. Baca selengkapnya di jawapos.com
Indonesia
96
1.7K
4K
620.7K
Rahmad Kurniawan أُعيد تغريده
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
826
14.2K
20.4K
2.9M
Rahmad Kurniawan
Rahmad Kurniawan@rahmadtech·
anyway, user gabakal tanya lu bikin pakai stack apa. asalkan solve user problems dengan cepat, why not?
Ryan@theyappingguy

@bengsharksol Hahaha emg si luca mah sombong bgt berasa di atas angin terus si paling tau segala hal di dunia per IT an padahal buat web nya pake replit

Indonesia
0
0
3
62
Rahmad Kurniawan
Rahmad Kurniawan@rahmadtech·
@LambeSahamjja lebih spesifik dari report BPJS TK sekitar 4.25% - 5.25% tergantung program yg didaftarkan
Indonesia
0
0
0
3.7K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Ada info kalo saldo di bpjs akan terus berbunga, karna dapat bunga 5 persen per taun Apakah valid guys ??
Lambe Saham tweet media
Indonesia
51
35
801
180.5K
Guntur
Guntur@bagusfarisa·
I-I think you're tracking the wrong metric, Garry
English
1
0
1
119
Rahmad Kurniawan
Rahmad Kurniawan@rahmadtech·
@oianas_ minta dalam bentuk offering letter company lain? 👀
Indonesia
1
1
51
8.6K
ランディ🌊
ランディ🌊@rndy11·
Balik ke Roma, izin sama Totti untuk no 10 nya. Terus bawa scudetto. Pensiun deh.
ランディ🌊 tweet media
Indonesia
48
44
946
56.3K