Yang menyebabkan kita harus menerima kenyataan pahit akan julukan "tidak napak tanah" itu memang pantas kita sandang. KM ITB telah gagal membumikan mahasiswanya. Tapi pertanyaan yang lebih pentingnya adalah: apakah kita, sebagai mahasiswa akan terus menjadi penonton?
Menilik lembar sejarah, KM ITB sempat disematkan titel The Last Stronghold, sebuah era di mana gading Ganesha yang hadir sontak bagai pertanda rapuhnya tubuh Ibu Pertiwi. Nahas, saat sang Ibu Pertiwi sedang kritis, kini yang tersisa hanyalah gading Ganesha yang patah nan rapuh.
Kabinet KM ITB mengimbau seluruh warga KM ITB untuk berhati-hati dan menjaga kondusivitas, khususnya bagi yang melewati area sekitar aksi. Pergerakan selanjutnya dari KM ITB masih dalam tahap koordinasi dan akan diumumkan lebih lanjut.
Gelombang aksi turut meluas ke Yogyakarta. Aliansi Mahasiswa UGM berkonsolidasi dan menyiapkan aksi untuk esok hari, Sabtu (13/6) dengan isu yang disuarakan meliputi pajak UMKM, UU Polri, kenaikan harga BBM, lemahnya rupiah, polemik MBG, hingga penolakan militerisme.