Wahyu
979 posts

















Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh pihak menghentikan polemik terkait potongan pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang viral di media sosial. MUI menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memahami pernyataan tersebut secara utuh. MUI juga mengimbau masyarakat untuk mengedepankan sikap prasangka baik dan melakukan klarifikasi terhadap informasi yang beredar agar tidak mudah terprovokasi. "MUI mengimbau kepada seluruh pihak utamanya para tokoh masyarakat, agama dan masyarakat luas untuk segera menghentikan polemik ini. Perdebatan yang berlarut-larut di ruang publik dinilai sudah tidak produktif dan justru berisiko mengoyak rajutan kerukunan umat beragama yang telah kita bangun bersama. Mari kita tutup celah adu domba dan kembali fokus pada agenda kebangsaan yang lebih strategis," ujar Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (20/4/2026). Sementara itu, polemik ini muncul setelah JK dilaporkan GAMKI ke Polda Metro Jaya terkait ceramahnya soal “mati syahid”, yang kemudian ditegaskan JK tidak bermaksud menista agama, melainkan membahas konflik dan pentingnya perdamaian.















