Tempo Jong Java
22.3K posts

Tempo Jong Java
@Alifiandy
Fake Account, Trust Me !
Malang, East Java, Indonesia Beigetreten Aralık 2009
361 Folgt410 Follower

#intinyadeh viral chat diduga karyawan Gacoan Marelan yg mau izin cuti krn ngurus orangtuanya yg masuk rumah sakit, malah dibalas sama HRD nya suruh resign aja.
Padahal udh kerja 3 tahun dan lebaran pun masuk kerja.
Gacoannya auto kena review jelek di Google sama netizen.
BACOT@Xbacottetangga
Lagi viral! Sedih banget liat chatnya. Orang tua sakit minta izin baik-baik malah disuruh resign. Seorang karyawan gacoan marelan yang sudah loyal bekerja selama 3 tahun, bahkan rela kerja di hari Lebaran, justru diminta resign cuma karena izin urus orang tua yang sakit. Baru menjabat 3 bulan tapi sudah berani minta karyawan lama resign cuma gara-gara urusan mendesak keluarga (orang tua sakit).
Indonesia
Tempo Jong Java retweetet

Awalnya gw baru saja nonton satu cuplikan yang buat gw merinding
ini salah satu kasus paling gelap dalam sejarah Indonesia.
cuplikannya bahasa tentang kematian munir
Nama dia Munir Said Thalib.
Bukan pejabat, bukan orang kaya, tapi orang yang berani banget lawan kekuasaan.
Dari muda dia udah turun ke jalan, bela korban penculikan, bongkar pelanggaran HAM, bahkan berani nyentuh isu militer dan intelijen.
Kasus yang dia pegang tuh bnayak dan sangat sensitif :
- Penculikan Aktivis 1997-1998: Munir, sebagai pendiri KontraS, mengadvokasi para aktivis yang diculik dan dihilangkan paksa.
- Kasus Marsinah (1993): Ia membantu mengawal kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah.
- Pelanggaran HAM di Aceh: Mengadvokasi kasus pelanggaran HAM berat selama Operasi Jaring Merah (1990-1998) dan Operasi Terpadu (2003-2004).
- Kasus Tragedi Semanggi (1998): Menangani kasus penembakan mahasiswa.
- Kasus Buruh: Aktif dalam advokasi hak-hak pekerja, termasuk citizen law suit deportasi massal pekerja Indonesia dari Malaysia pada 2002.
Singkatnya:
Dia tahu terlalu banyak
Dan dia terlalu berani ngomong
jadi Tanggal 2 September 2004, Munir berangkat ke Belanda.
Tujuannya bagus:
mau lanjut kuliah S2 hukum.
Sebelum berangkat:
Dia pamitan sama teman-temannya di kantor KontraS
Ketemu keluarga korban pelanggaran HAM
Suasananya hangat… tapi ada firasat aneh
Istrinya bahkan sempat curiga sama satu orang:
Polikarpus Budihari Priyanto
Orang ini tiba-tiba dekat, sok akrab, dan nanya jadwal keberangkatan Munir.
HARI H Munir naik pesawat Garuda Indonesia dengan rute:
Jakarta → Singapura → Amsterdam
Awalnya semua normal.
Tapi sebelum naik pesawat:
Polikarpus tiba-tiba menawarkan tukar kursi
Munir yang harusnya di ekonomi → pindah ke kelas bisnis
Kelihatannya sepele… tapi ini titik awal semuanya.
Saat transit di Bandara Changi:
Munir ketemu lagi sama Polikarpus
Mereka sempat ngobrol santai
Lalu… Munir dikasih segelas kopi
Dan Munir minum itu tanpa curiga
Setelah balik ke pesawat:
Munir mulai bilang ke istrinya lewat SMS:
“Perutku nggak enak…”
Lalu kondisinya drop cepat banget:
Muntah berkali-kali
Diare parah
Lemah
Bolak-balik ke toilet
Awalnya dikira sakit biasa…
Padahal ini racun lagi bekerja di dalam tubuhnya.
Beberapa jam kemudian:
Munir sudah nggak kuat berdiri
Dipindahkan ke kursi dekat dokter
Disuntik obat… tapi nggak mempan
Lalu momen paling dingin:
Dia masuk toilet…
Lama nggak keluar…
Saat dicek…
Munir ditemukan:
Lemas
Mulut berbusa
Tangan mulai membiru
Dan akhirnya…
Munir meninggal di dalam pesawat, di ketinggian 35.000 kaki
Begitu pesawat mendarat di Belanda, dilakukan autopsi.
Hasilnya bikin shock:
Ditemukan racun arsenik dosis tinggi di tubuh Munir
Bukan kecelakaan
Bukan sakit
Ini pembunuhan
Dan racunnya diperkirakan masuk Saat dia minum kopi di Singapura
MULAI TERBUKA… TAPI NGGAK TUNTAS
Nama Polikarpus langsung jadi tersangka.
Terungkap:
Dia memalsukan surat tugas
Supaya bisa satu pesawat dengan Munir
Bahkan komunikasi dengan pihak intelijen terdeteksi
Beberapa nama besar ikut terseret, termasuk dari:
Badan Intelijen Negara
MASALAHNYA DI SINI
Walaupun:
Ada bukti
Ada alur
Ada pelaku lapangan
Tapi yang dihukum cuma “orang bawah”
Polikarpus:
Dihukum, tapi bukan sebagai otak utama
Yang diduga “dalang besar”:
nggak pernah benar-benar tersentuh
Banyak yang percaya:
Munir dibunuh karena:
Terlalu vokal
Terlalu berani bongkar kasus besar
Dianggap ancaman
Kasarnya:
Dia “mengganggu sistem”
Sampai hari ini:
Dalang utama? ❌ belum jelas
Keadilan? ❌ belum tuntas
Dokumen penting? ❌ sempat hilang
Kasus ini jadi simbol:
Bahwa di Indonesia,
kadang yang berani bicara justru jadi target.
sama kayak yang baru baru ini terjadii

Indonesia
Tempo Jong Java retweetet

Guys, lu pada tau gak… ternyata masalah nelayan di Indonesia itu bukan karena mereka malas tapi karena sistemnya yang bikin mereka gak pernah bisa naik kelas?
Ini kejadian nyata di Maluku Utara.
Puluhan ribu nelayan di sana bahkan belum punya kapal sendiri.
Mereka tiap hari melaut… tapi pakai kapal orang.
Artinya?
Mereka kerja keras, tapi hasilnya harus dibagi.
Kadang bahkan lebih banyak yang “punya kapal” daripada yang nangkap ikan.
Jadi jangan heran kalau mereka stuck:
bukan karena gak mau maju, tapi karena dari awal udah dikunci sistem.
Masalah utamanya ada 3:
Gak punya modal → gak bisa beli kapal
Biaya operasional tinggi → bensin, alat, dll
Gak ngerti manajemen keuangan → uang habis, muter di situ-situ aja
Akhirnya?
Nelayan cuma jadi “pekerja di laut sendiri”.
Ironis.
Nah yang bikin beda di sini muncul langkah dari berani dari Sherly Laos
Dan ini yang bikin banyak orang kaget:
Dia bukan cuma datang, pidato, terus pulang.
Dia ngerti DETAIL.
Bukan level “bantu nelayan ya”…
tapi sampai:
- Ngomongin mesin kapal 6 PK, 15 PK, sampai 20 PK
- Ngerti kebutuhan operasional nelayan
- Tahu alur bisnis perikanan dari hulu ke hilir
Ini jarang banget.
Karena jujur aja
gak semua pejabat ngerti lapangan.
Banyak yang cuma ngerti konsep di atas kertas.
Program yang dibawa juga bukan sekadar bantuan doang.
Tapi mindset shift:
Dari:
Nelayan penyewa → jadi pemilik kapal
Bergantung → jadi mandiri
Informal → jadi profesional
Caranya gimana?
Nelayan dikurasi dulu (gak asal kasih bantuan)
Dihubungkan ke Bank Rakyat Indonesia buat akses KUR (Kredit Usaha Rakyat)
Dapat bantuan mesin kapal
Dikasih pendampingan keuangan biar gak balik miskin lagi
Ini penting banget.
Karena masalah di Indonesia tuh seringnya:
dikasih bantuan, tapi gak diajarin cara ngelola.
Akhirnya ya balik lagi ke titik nol.
Yang paling “nendang” dari pernyataannya:
Kita tidak membangun nelayan yang bergantung, tapi nelayan yang bermartabat dan berdaulat.
Kalimatnya simpel…
tapi ini beda level.
Karena selama ini banyak program pemerintah secara gak sadar justru melanggengkan ketergantungan.
Dan jujur aja ini yang bikin banyak orang kaget:
“Buset, kok ada gubernur yang ngerti sampai sedetail ini?”
Karena realitanya…
banyak pejabat cuma jago ngomong, tapi gak ngerti masalah di lapangan.
Ini kebalik.
Ngerti dulu → baru ngomong.
Masalah nelayan itu bukan di laut.
Tapi di sistem yang bikin mereka terus jadi “karyawan”.
Dan kalau gak ada pemimpin yang benar-benar ngerti detail kayak gini,
ya selamanya nelayan cuma akan:
kerja keras… tapi gak pernah benar-benar punya apa-apa.

Indonesia
Tempo Jong Java retweetet

Guys, kalian tau Aldi Taher kan.
Yang komen-komen random di mana-mana.
Yang tiba-tiba nongol di postingan orang dengan Aldis Burger Cempaka Putih, rotinya lembut, dagingnya juicy, bisa pesan online.
Yang diblok Deddy Corbuzier.
Yang bikin grup WhatsApp mantan istri tapi yang ngobrol dia sendiri.
Ya.
Orang itu.
Dan gue baru tau satu hal soal dia yang bikin gue diem sebentar.
Istrinya Salsa Billy cerita soal momen pertama dia sadar Aldi itu orang yang layak dijadiin suami.
Bukan waktu Aldi ngasih bunga.
Bukan waktu dia romantis-romantisan. Bukan waktu dia kaya atau terkenal.
Tapi waktu Salsa pertama kali datang ke rumah Aldi dan lihat satu hal
Aldi lagi mandiin ibunya.
Gantiin pampers.
Dan Salsa bilang
Waktu itu aku belum pernah lihat laki-laki kayak gitu. Yang beneran oh, kayaknya nggak salah nih.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Di luar sana Aldi Taher dikenal sebagai orang yang absurd.
Yang random.
Yang bikin orang ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.
Tapi di rumah dia yang nyuci,
yang urus anak
yang ingetin istri buat nggak marah ke anak dengan cara kasar,
yang bilang salah nggak salah, minta maaf aja,
kita dapat pahala juga.
Nggak ada kamera.
Nggak ada penonton.
Nggak ada yang tepuk tangan.
Dan mungkin itu yang paling langka dari seorang laki-laki
Baik bukan karena dilihat.
Tapi karena emang begitu orangnya.
Salsa juga cerita awal nikah lagi COVID.
Nggak ada syuting.
Uang tipis.
Mereka buka barbershop.
Buka mie ayam.
Aldi sendiri yang nyukur rambut temennya buat bertahan hidup.
Dan sekarang burger Cempaka Putihnya viral gara-gara dia komen random di mana-mana dengan cara yang orang bilang "nggak ada konsepnya."
Tapi Aldi sendiri bilang "Konsepnya Allah."
Gue nggak tahu apakah itu wisdom atau dia emang nggak bisa jelasin konsepnya.
Mungkin dua-duanya.
Tapi satu hal yang gue yakin orang yang di puncak kesibukan hidupnya masih mandiin ibunya sendiri, itu bukan orang yang perlu kita ragukan karakternya.
Sisanya biar Allah yang urus.

Indonesia
Tempo Jong Java retweetet

NEW: MMA trainer chokes out Russian tourist in a headlock who was allegedly touching local girls inappropriately.
Belda Brig Sando, who is a Balinese Fighter and gym owner, is seen putting a Russian tourist in a headlock and choking him until he passes out.
Sando claims the man was drunk, touching people, walking in the middle of the road, and even slapping people on the head.
Sando said on his Instagram post of the video, “I’m tired of seeing some foreigners come here and act without respect.”
📹belda_brig_sando | IG
English
Tempo Jong Java retweetet

wes ndesain nduakik2 tapi sek mengaitkan kata dirgahayu karo angka usia 😪
tim e yoopo se, sekelas publikasi resmi pemerintah kota lo, mosok gaonok sing ngerevisi
@infomalang

Indonesia
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet

🚨BREAKING: Seorang TNI Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan Israel terhadap Lebanon.
Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat serangan Israel 29 Maret 2026, pukul 20.44 waktu Lebanon. Almarhum meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), dan seorang anak, Shanaya Almahyra Elshanu yang masih berusia dua tahun.
Foto: ig/azilaaaa_ & kompas


Indonesia
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet

@LambeSahamjja Suatu hari nanti kalo Israel menang, jangan pada baper ya… Semua udah ditakdirkan demikian. Suatu hari dunia akan dikendalikan oleh Pax Judaica hingga Al Mahdi lahir, Dajjal keluar, dan Nabi Isa turun. Barulah dunia akan dikendalikan oleh Pax Islamica kemudian kiamat.
Indonesia
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet
Tempo Jong Java retweetet




















