Angehefteter Tweet
Letnan Hardi 🟦
10.2K posts

Letnan Hardi 🟦
@Ardysff
Seeking for spectrum in opinions. Capturing light with films🎞. Previously Mekari, Ruangguru, and Somia. #EtikaLingkungan
Sumatera Utara, Indonesia Beigetreten Şubat 2011
971 Folgt429 Follower
Letnan Hardi 🟦 retweetet

@pisifadasdb Hmmm menarik, berarti perspektif yang nentuin sekolah dimana ya
Indonesia
Letnan Hardi 🟦 retweetet

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)




Indonesia

Yes. And we are working for something like this! 🙌🏼
Noah Cat@Cartidise
Huawei’s Pura 90 series comes with AI Posture Recommendations for better photos. THIS is how AI is supposed to be used. Yea, it’s way more useful than Google’s camera coach slop.
English
Letnan Hardi 🟦 retweetet

Obsidian: 9 karyawan, $350 juta valuasi.
Orang fokus ke "wow 9 orang."
Yang seharusnya jadi pertanyaan: keputusan apa yang mereka bikin di tahun pertama supaya gak pernah butuh orang ke-10?
Local-first (skip infra), plugin ecosystem (skip feature team), markdown (skip migration team), bootstrapped (skip growth team).
Arsitektur produk = arsitektur organisasi.

Indonesia
Letnan Hardi 🟦 retweetet
Letnan Hardi 🟦 retweetet
Letnan Hardi 🟦 retweetet
Letnan Hardi 🟦 retweetet
Letnan Hardi 🟦 retweetet
Letnan Hardi 🟦 retweetet
Letnan Hardi 🟦 retweetet

Diceritain seorang C-Level soal uniknya orang Indonesia.
Beliau suka becanda. Misal ketika team izin ke toilet dia becandain dengan jawab “no you cannot”.
Kolega India 🇮🇳 jawab “hahaha funny”, lanjut ke toilet.
Kolega Spanyol 🇪🇸 jawab “no thanks”, lanjut ke toilet.
Kolega Indo 🇮🇩 engga jawab apa-apa. Diem dan beneran gajadi ke toilet. Lalu canggung satu ruangan sampe bilang “Im joking, ofcourse you can”
Yang bikin dia culture shock adalah betapa tingginya tingkat obedience orang Indonesia. Seakan consent di sini tuh manufactured through power relations.
Padahal orang Indonesia itu cemerlang dan kinerjanya luar biasa, tapi begitu atasan bilang X meskipun itu gak sesuai prinsip atau pemahaman, mereka akan tetap taat.
Kenapa ya dan gimana cara kita unlearn karakter ini?
Indonesia

buat jadi 1% harus gilanya 99% yah
Ratu Durotun Nafisah@ratudnafisah
CV @irawatiputeri tersebar & disana tercantum ybs champion debat Mahkamah Konstitusi tahun 2017. Champion debat MK 2017 di regional barat dan nasional adalah FH Unpad (Patia, Echa, dan saya). Kami mengalahkan FHUI di final regional barat dan FHUI juga tidak sampai final nasional.
Indonesia
Letnan Hardi 🟦 retweetet

CV @irawatiputeri tersebar & disana tercantum ybs champion debat Mahkamah Konstitusi tahun 2017. Champion debat MK 2017 di regional barat dan nasional adalah FH Unpad (Patia, Echa, dan saya). Kami mengalahkan FHUI di final regional barat dan FHUI juga tidak sampai final nasional.

Indonesia
Letnan Hardi 🟦 retweetet

exercise is a celebration of what you can do. not a punishment for what you ate.
Wholesome Side of 𝕏@itsme_urstruly
Huge fan of whatever the grandma is doing
English
Letnan Hardi 🟦 retweetet
Letnan Hardi 🟦 retweetet

There's a physicist at Stanford named Safi Bahcall who modeled this exact principle and the math is wild.
He calls it "phase transitions in human networks." When you're stationary, your probability of a lucky event is limited to your existing surface area: the people you already know, the places you already go, the ideas you've already been exposed to. Your opportunity window is fixed.
When you move, your collision rate with new nodes in a network increases nonlinearly. Double your movement (new conversations, new cities, new projects) and your probability of a serendipitous encounter doesn't double. It roughly quadruples. Because each new node connects you to their entire network, not just to them.
Richard Wiseman ran a 10-year study at the University of Hertfordshire tracking self-described "lucky" and "unlucky" people. The single biggest differentiator wasn't IQ, education, or family money. Lucky people scored significantly higher on one trait: openness to experience. They talked to strangers more, varied their routines more, and said yes to invitations at nearly twice the rate.
The "unlucky" group followed the same routes, ate at the same restaurants, and talked to the same 5 people. Their networks were closed loops. No new inputs, no new collisions.
Luck isn't random. Luck is surface area. And surface area is a function of movement.
The lobster emoji is doing more work than most people realize. Lobsters grow by shedding their shell when it gets too tight. The growth requires a period of total vulnerability. No protection, no armor, soft body exposed to the ocean.
That's the cost of movement nobody posts about. You have to be uncomfortable first. The new shell only hardens after you've already moved.
ຸ@D9vidson
a moving man will meet his luck 🥀
English
Letnan Hardi 🟦 retweetet

Show me 1, just 1 country that developed this fast under capitalism?
Jackson Hinkle 🇺🇸@jacksonhinklle
🇨🇳 China is direct proof that Communism works.
English











