Barish_AS
969 posts

Barish_AS
@Assiglie
A real man is not the one who keeps promising, but the one who is able to keep it. He's not just good at flirting, but he's the one who can keep commitments.
On God's Earth Beigetreten Ocak 2023
1.3K Folgt1.5K Follower

@ramaArsy1 Belum dilantik juga sdh menunjukkan sifat otoriter tangan besi
Indonesia

@FeniRose_ Sepertinya dia cocok jadi tukang potong rambut atau tukang cukur mungkin 😆
Indonesia

@alisyarief Warga Jakarta sdh pada pintar2 sekarang karena didikan Anies selama 5 th, tdk bisa dibohongi dgn ESEMKA seperti dulu 😆
Indonesia

Nyembah Apapun
(Patung, Pohon, Dll)
Sama Saja.
Yang Disembah Allah Juga.
Karena Semua Ciptaan Allah.
Cuma Caranya Beda-2.
.
Masuk Surga
Bukanlah Segala2nya
Masuk Surga Gampang
Kalau Ada Yang Bilang
Masuk Surga Repot
Suruh Ngadep Saya.
-Gus Izza Sadewa
.
youtu.be/VgK8aXzOKkY
.

YouTube
Indonesia

@vanc1Bozz @jokowi Setelah istrinya meninggal dunia, Bapak bersama anaknya menjadi insan kesepian dalam keramaian...😥😭
Indonesia

@jacobson19_ Sepertinya dia dapat bayaran besar dalam USD dari pemilik produk tsb.
Indonesia

@Naz_lira Statemen dan narasi atau kata2 yg diucapkan para elite Partai dan Pemangku Kekuasaan sekarang, janganlah berharap suatu 'KEPASTIAN', karna apa yg mereka ucapkan walau bertentangan dg hati nuraninya tdk jadi masalah krn mreka lebih utamakan kepentingan Partai dan rezim drpd rakyat
Indonesia

“𝐁𝐞𝐧𝐚𝐫𝐤𝐚𝐡 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐨𝐭𝐞𝐧𝐬𝐢 𝐛𝐮𝐛𝐚𝐫…?.”
Jika melihat bagaimana cara para elite Partai di Jawa ini berpolitik, Pejabat Negara begitu banyak yang korup dari pada yang bermental negarawan, sebagian besar rakyatnya yang begitu lemah pendidikan politiknya, maka pertanyaan tadi bisa jadi jawabannya “Ya”.
Melihat situasi saat ini, saya menduga, sepanjang 5 tahun kedepan, akan ada 80% rakyat yang menjadi sapi perah dari kebijakan politik penguasa, 58% diantaranya adalah mereka yang “menjual diri” pada penguasa saat proses pemilu berlangsung, dan 22% sisanya adalah korban terdampak.
Dari 80% kelompok ini, sebagian diantaranya boleh jadi diberi kesempatan hidup pas-pasan, namun tak mungkin dihindari, sebagian lagi sisanya akan hidup dibawah garis kemiskinan. Pemerataan kesejahteraan semakin jauh panggang dari api dan kesewenang-wenangan semakin dipertontonkan secara telanjang tanpa malu-malu lagi.
Keadaan itulah yang memicu para elite non partai politik di luar Jawa yang terdiri dari para pemuka adat, tokoh masyarakat, aktifis, para pewaris kerajaan dan kesultanan terdahulu terpantik untuk bangkit dan bersuara, melawan dan menolak kembali segala bentuk eksploitasi wilayah di daerahnya masing-masing yang dirasakan tidak berkeadilan dan hanya memperkaya dinasti kekuasaan elite di pusat kekuasaan.
Inilah cikal bakal munculnya suara-suara “Indonesia Bubar” yang saat ini terdengar sumbang, namun pelan tapi pasti akan sambung menyambung menjadi sebuah keniscayaan di depan pelupuk mata.
Sebagai satu dari ratusan juta penduduk negeri ini, saya memutuskan untuk tak lagi banyak berbicara soal politik. Saya sudah bosan, muak dan jijik melihat kebusukan moral para politisi.
Dengan segenap kemampuan yang ada, saya bertekad untuk mencoba menarik sebanyak-banyaknya yang mampu saya angkat dari jurang kebodohan dan kemiskinan lewat cara-cara pemberdayaan kemampuan dan usaha mandiri.
Saya tau usaha dan upaya ini mungkin kecil pengaruhnya untuk menolong jutaan orang yang terjebak kemiskinan dan tidak tau harus berbuat apa, tapi biarlah, saya hanya ingin memulainya dari diri sendiri, saya tak peduli lagi apakah ada orang lain mau melakukan hal yang sama atau tidak, bahkan terhadap mereka yang meremehkan dan melecehkan.
Bagi saya ini soal menolong sesama, barangkali dengan ini, segelintir jerit pahit berubah menjadi manis, walaupun tak mampu mengubah pahitnya seluruh derita hidup bangsa ini.
OMMI 💚@siregar_najeges
Merry Riana....
Kebon Jeruk, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

@vanc1Bozz @aniesbaswedan Diuji tdk kecil hati, dipuji tdk besar kepala. Hidup istiqamah.
Indonesia
Barish_AS retweetet

Perzinahan Putusan 90 dan
Mimpi Keadilan Pilpres 2024
Hari ini, Minggu 21 April, adalah hari terakhir Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) Mahkamah Konstitusi untuk memfinalkan putusan Pilpres 2024. Besok Senin putusan tinggal dibacakan, dan sejarah akan mencatat dengan tinta emas keadilan, atau sebaliknya, dengan tinta hitam kedzaliman.
Delapan Hakim Konstitusi akan menentukan, apakah mereka akan menjadi negarawan pemenang, atau pecundang dalam perang abadi melawan godaan dan serangan tanpa henti: Kekuasaan.
Keadilan Pilpres 2024 hanya akan lahir dari rahim Mahkamah Konstitusi yang merdeka, independen dari intervensi akal bulus dan akal fulus, utamanya dari kroni dan oligarki “Istana”.
Tragedi dan Mega Skandal Mahkamah Keluarga, melalui Putusan 90 Paman Usman untuk Gibran, adalah proklamasi terbuka aksi Korupsi-Kolusi-Nepotisme, sekaligus bom dan gol bunuh diri yang meledak, menghancurkan pondasi Mahkamah Konstitusi, dilakukan langsung oleh Ketua Anwar Usman, tanpa ragu-ragu, tanpa malu-malu.
Maka, syarat utama bagi Mahkamah Konstitusi melahirkan putusan yang berkeadilan dalam Pilpres 2024 adalah, membangun kembali pondasi dan pilar-pilar keadilan, melalui introspeksi institusional Mahkamah atas Putusan 90.
Tidak akan mungkin ada bangunan tegak keadilan Pilpres 2024, yang berdiri di atas pondasi putusan Paman Usman untuk Gibran bin Jokowi.
Blunder Putusan 90 sebagai hasil perzinahan haram konstitusi, hanya dapat dihalalkan melalui pertobatan nasuha para Hakim Konstitusi. Itu artinya Putusan 90 harus dikoreksi, demi alasan menyelamatkan Pilpres 2024, minimal dengan membatalkan kemenangan curang cawapres Gibran Rakabuming Raka, anak kandung cawe-cawe inkonstitusional Presiden Jokowi.
Melbourne, 21 April 2024
Denny Indrayana
Indonesia

@YasmineMirzha Jangan pernah bertanya kemana dia pergi. Namun kau diamkan dan kau acuhkan dikala dia ada di samping mu...!😭
Indonesia

@YasmineMirzha @Bukanorangbija2 @Mutiara99A Kopi lebih enak rasanya kalau diseduh sama air mendidih langsung drpd air di termos😆
Indonesia

@Bukanorangbija2 @Mutiara99A Rebus air buat☕lg gytu ja koq repot😁
Indonesia








